📚 Resume KulWApp Matrikulasi HEbAT #3 Live dari Region Barat dan Tengah 📚
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
🗓 Kamis, 12 Januari 2017 ⏲ 10:00 - 12:00 WIB
👳🏻 SME : Ustadz Harry Santosa, M.Si
👥
Host dan Co-Host : 1. Bunda Ratna (Solo) 2.
Bunda Yuli (Bandung)
📫
Admin : 1. Bunda Dinda (Depok) 2. Bunda Rima (Banyumas)
📝
Notulis : Bunda Yuli (Bandung)
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
Materi Pokok 8⃣
Oleh : Ust. Harry
Santoso, M.Si
=========================
Menurut pak
Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga kan hanya 2, mendidik generasi dan
membangun kepemimpinan berbasis potensi atau enterpreneurship bersama
(berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu
hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan
tergesa2 atau membuat pacuan kuda. Ustadz saya, ust Adriano menganjurkan
Optimistic Parenting. Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten,
Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan.
Saya melihat
ada periode kritis di usia 8-10. Yg pertama, bhw usia 7 tahun sholat mulai
diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun,
agar anak berlatih dan membangun kesaadaran shg tdk perlu dipukul krn
meninggalkan shalat. Bagaimana membimbing anak-anak untuk dapat mencapai
fitrah-fitrah baiknya dalam fase ini?
1. Fitrah
Keimanan
Keteladanan
dan Membangun Kesadaran
Walau
kewajiban Syar'i jatuh ketika aqil baligh, latihan dan pembiasaan dgn cara
keteladanan dan membangun kesadaran mesti dimulai sejak 7 tahun, dan 10 adalah
titik kritis.
Bila tahap
ini gagal, dgn berbagai alasan misalnya dgn pemaksaan, trauma atau pendidikan
tdk berhasil membuat terbangun kesadarannya, maka fase berikutnya akan sulit
recoverynya. Masa 7/8 - 10 adalah masa transisi awal dari masa ego sentris
sebagai anak di usia 0-6, kpd kesadaran awal sbg makhluk Tuhan dan makhluk
sosial.
Nah, kembali
ke tahap 8-10. Jika imaji ttg sholat dan ibadah2 lainnya sdh
"negatif" di usia 0-6 tahun, di usia 7 tahun batas utk memulai
kesadaran kembali. Ada waktu 8-10 utk kembali membangun kesadaran positifnya
ttg kebenaran. Jadi jangan sampai dipukul. Seingat saya tidak ada satu hadits
pun yg menceritakan Rasulullah SAW pernah memukul anak. Nah, sholat adalah
contoh. Ada begitu banyak nilai2 kebenaran yg bersemayam dalam fitrah keimanan
anak2 kita yg sebaiknya disadarkan.
2. Fitrah
Belajar.
Intelektual
Curiosity
Intelektual
Curiousity adalah salah satu cara utk membangkitkan fitrah belajar. Yg paling
efektif adalah experiental learning atau project based learning atau biasa
disebut menggali hikmah bersama peristiwa sehari2, atau dari sejarah atau yg
ada di alam semesta.
Tidak ada yg
kebetulan dari peristiwa sehari2. Beternak kelinci misalnya, bukan hanya fitrah
belajarnya yg digali, tetapi fitrah2 lainnya. Misalnya ketika ada kelinci yg
wafat, kita bisa menemukan hikmah2 dibalik kematian kelinci dan musibah lalu
bagaimana menyikapinya. Bagaimana imaji postif dibangun dari peristiwa itu
bukan sebalikanya. Jangan remehkan peristiwa2 dan imaji2 di masa anak2. Banyak
orang dewasa yg bersikap negatif thd musibah, menjadi terpuruk, depresi dstnya.
Itu karena ada imaji negatif, yg membuat luka persepsi lalu melahirkan
pensikapan yg buruk ketika dewasa.
Salah satu
yg kita dapat gali dari Siroh Nabawiyah ketika Nabi saw berusia 8-10 tahun
adalah melakukan perjalanan jauh berdagang ke Syam bersama Pamannya. Dunia luar
membuka cakrawala.... Nabi saw menyaksikan beragam suku bangsa bertemu di Syam,
melihat bagaimana nasib pedangan yg jujur dan pedangang yg curang.
Silahkan
dieksplorasi cara2 utk INSiDE OUT semua fitrah2 baik yg ada dalam diri anak
kita....
3. Fitrah
Bakat
Fitrah bakat
yang dimaksud adalah potensi keunikan terkait personality yang merupakan bawaan
lahir. Orang menyebutnya bakat, talent, strength, grit dll. Setiap bayi adalah
unik, dan keunikannya adalah keistimewaannya yang bila dikembangkan akan
menjadi peran peradabannya, misi spesifiknya sbg khalifah. Tidak ada bayi yang
lahir tanpa bakat dan keunikan. Inilah sesungguhnya panggilan hidup yang sudah
Allah rancang. Nampak pada sifat2 dominannya sejak kecil misalnya suka
memimpin, suka mengatur, suka guyub, suka meneliti, suka berfikir, suka
mengait2kan, suka curigaan atau waspada dll. Maka amatilah, catatlah, fokus dan
konsisten menumbuhkannya.
4. Fitrah
Perkembangan terkait dengan tahapan usia.
Ada cara dan
metode yang berbeda untuk tiap tahap usia dan tiap jenis fitrah.
Dasar
pemahaman adanya fitrah perkembangan :
- Bahwa
segala sesuatu di muka bumi dan di alam semesta memiliki sunnatullah
perkembangan terkait waktu dan tahapan. Fitrah adalah ibarat benih, maka punya
tahapan merawat dan menumbuhkannya.
- Bahwa
fitrah perkembangan punya tahun2 perkembangan manusia, yang sepenuhnya
mengambil dari tahun2 yang disebut dalam alQuran maupun alHadits, yaitu 2,7,10
dan 14-15. Dimana 14-15 adalah batas antara anak dan bukan anak, antara bukan mukalaf
dan mukalaf, antara tidak wajib memikul beban syariah dan wajib memikul beban
syariah, antara pedagogi dan andragogi
- Bahwa
semua tahapan adalah Golden Age dalam pandangan Islam, asal memahami pada
tahapan apa, fitrah apa, akan mengalami puncaknya dengan cara bagaimana.
=================
❓📝❔ Tanya Jawab ❔📝❓
1⃣
Cidera fitrah perkembangan dan sosial
Bunda
Rif'ati - Tuban
Anak saya 8
tahun 8 bulan tidak mau ditinggal saat menunggu mobil jemputan sekolah, selalu
minta ikut ke mana saja saya pergi, dan tidak bisa tidur kalau belum saya
temani -walaupun cuma sebentar selalu saya sempatkan menemani, kalo nggak gitu
dia nggak tidur.
Anak kami
agak kurang berani menyampaikan ketidaksukaannya pada orang lain (misalnya dia
diganggu temannya, dia memilih diam. Bila gangguan yang didapatkan sudah
keterlaluan, marahnya sangat menakutkan. Bulan ini 2 x berantem dengan teman
bermainnya, yang pertama dengan teman sebaya di sekolah, yang kedua dengan anak
SMA. 😓. Tetapi, anak kami juga sangat manis, suka
sekali berbagi dan membantu orang. Dan mendadak jadi pemberani kalau ada teman
yang diganggu.
Dimasa
balita, anak kami tumbuh dalam situasi konflik dalam keluarga. Dia menjadi
kurang percaya diri dan agak gagap karena terlalu sering mendengarkan bentakan
dan suara keras di masa awal perkembangannya.
1. Bagaimana
cara menangani anak pertama kami, yang terlalu lekat dengan saya?
2. Bagaimana
caranya mengembalikan fitrah egosentrisnya?
3. Bagaimana
pula kiat bagi kami sebagai orang tua untuk "menebus dosa" dan
"memperbaiki kerusakan" yang kami timbulkan padanya?
👳🏽 Ust. Harry
1⃣bunda
Rif'ati yang baik,
Mari kita
fokus pada potensi ananda bukan masalahnya. Jika cahaya mereka melebar maka
semua kelemahan atau keterbatasannya akan otomatis hilang.
Maka
mulailah dengan mengulang prosesnya agar ananda kembali percaya diri
1. Perlahan
temukan sisi cahayanya atau sifat uniknya. Beri julukan positif pada sifat
uniknya. Misalnya si pemikir, sang pemimpin, si kreatif, sang pencinta, sang
perawat dsbnya.
Kelekatan
itu baik, namun bukan kemanjaan. Temukan aktifitas yang membuatnya percaya diri
dan bisa melakukan sendiri. Memang tidak selalu mudah, tetapi berupayalah terus
menerus, tajamkan intuisi, mintalah kepada Allah di setiap malam yang hening
agar dimudahkan
2. Ego
sntris yang hilang akan kembali dengan dua hal, pertama, temukan konsep diri
yang positif seperti no 1 di atas. Dan kedua, jika anak lelaki usia 7-10 tahun
maka dekatkan ke ayah untuk supply ego nya.
3. Ulangi
prosesnya seperti no 1 dan 2 di atas, banyaklah meminta maaf padanya dengan
cara yang disukainya dan membuatnya semakin percaya diri (bukan semakin melow)
lalu banyaklah berdoa kepada Allah ✅
🎙 Host:
Fokus pada potensi anak, bukan pada
masalahnya
2⃣
Fitrah keimanan belum tumbuh
Bunda Arny
(Wiwid) - Jak Tim
Bunda Ratih
- Tabalong kalsel
Bunda NN
Assalamu'alaikum
Ust. Harry Santosa, AyBun smua yg dirahmati Allah 😍
Dua putri
saya skrg 6,5yo & 7,5yo Alhamdulillah sudah faham ibadah terutama yg wajib.
Namun ada saatnya mereka enggan krna lelah setelah beraktivitas (Isya sering
terlewat, krna sudah ngantuk. Subuh kadang terlambat setengah 6).
1. Bagaimana
menumbuhkan (inside out) kecintaan ini, agar selalu semangat ibadah?
Jazakumulllah khoiron 😊🙏🏻
Anak saya
dua orang umur 9 dan jalan 12 tahun. Sholat belum dengan kesadaran, masih harus
disuruh. Klau di sekolah karena semua mengerjakan sholat, otomatis mereka juga
sholat. Menurut yang saya baca, umur 7 mulai pembiasaan sholat. Umur 10 batas
evaluasinya, apakah anak kenal Allah dengan baik dan kenal diri dengan baik
salah satunya sudah tampak kesadaran sholatnya
2. Langkah
konkrit apa yang harus saya lakukan sebagai orgtua, karena anak2 sudah melewati
batas umur namun belum ada kesadaran untuk sholat?
3. Apakah
standar penerapan ke anak terlalu tinggi jika umur 10 tahun sudah harus sholat
dengan kesadaran? Mohon pencerahannya.
Karena kalau
kilas balik, saya dulu mulai menjalankan sholat dengan kesadaran selepas lulus
SMA.
4. Mengapa
anak suka membantah orangtua? Membantah dalam artian misalnya disuruh solat
atau ngaji ntar2 aja, apakah ini bagian dari fitrah juga?
👳🏽 Ust. Harry:
2⃣Ayah
Bunda yang baik,
Mendidik
fitrah keimanan, golden age nya ketika ananda berusia 0-6 tahun, bukan
dengan mengajarkan pengetahuan agama maupun keterampilan beribadah tetapi
dengan membangun gairah cinta nya kepada Allah, RasulNya dan Islam juga alQuran
dsbnya, melalui keteladanan dan atmosfir keshalihan di rumah yang membangkitkan
imaji2 positif tentang Allah, RasulNya dan Islam. Cinta sebelum Islam. Iman
sebelum Amal.
1&2.
Menerima perintah Sholat dengan sukacita adalah bukti fitrah keimanan tumbuh
hebat di usia 0-6 tahun. Jika usia di atas 7 tahun, sholat masih disuruh maka
kemungkinan besar fitrah keimanan tidak tumbuh baik di usia 0-6 tahun. Maka
prosesnya diulang, yaitu menggairahkan cintanya lagi kepada Allah, Rasulullah
SAW dan Islam. Makin disuruh sholat makin lalai jika cintanya belum tumbuh.
Prosesnya diulang namun lebih intens, misalnya diberikan keteladanan lebih
kuat, dikenalkan langsung dengan tokoh2 yang shalih dan berkesan mendalam,
diinapkan beberapa pekan (homestay) di keluarga atau komunitas shalih yang
sangat berkesan mendalam, pesantren kilat yang baik juga bisa membantu dll.
3. Kesadaran
itu sudah bisa tumbuh di usia 7 tahun. Mengapa kesadaran kita lambat tumbuh
karena pendidikan kita lambat memdewasakan kita dan fokus pada akademis bukan
perkembangan jiwa atau fitrah manusia. Jika kecintaan tumbuh maka kesadaran
juga tumbuh.
4. Suka
membantah pada usia di atas 10 adalah hal wajar, karena anak sudah tidak mau
diatur lagi. Jadi masalah jika tidak mau diatur namun kesadaran belum tumbuh.
Namun
membantah di usia 7-10 tahun, bisa karena banyak faktor, misalnya tiada
keteladanan, tiada kelekatan cinta yang tumbuh dengan keduaorangtuanya, beban
perintah yang tidak relevan dengan fitrahnya, tidak ada reason yang jelas dan
bisa diterima dsbnya. ✅
🎙 Host:
Cinta sebelum Islam. Iman sebelum Amal.
3⃣
Fitrah sosial terciderai dan Inside out
Ingrid -
Bekasi
Wening-Jogja
Assalaamu'alaikum...
Mohon
pencerahannya Ust.
Anak kami
kurang dekat dengan Ayahnya. Beliau pergi pagi dan plg larut, jarang ngobrol
banyak krn memang sang Ayah orgnya juga kaku. Dlm keseharian anak tsb lebih
dekat dgn Ibunya. Khawatir nanti jadi pemuda yg 'lembek'. Ayahnya full kasih
materi ke anak tp anak msh kurang merasa disayang, krg diperhatikan, terlihat
dr sikapnya yg gak mau deket2 dgn Ayahnya tsb. Lebih suka Ayahnya diluar rumah
malahan hehe.
1. Bgmn
caranya utk mengajarkan dasar2 kepemimpinan, sifat2 dan tanggungjawab
ke-lelakian? sbg bekal anak laki laki yg skrg sudah usia 10th.
2. Mohon
contoh contoh strategis mengenai metode atau cara menumbuhkan fitrah secara
Inside Out di usia 8 hingga 10 tahun, Jazakumulloh khair Ust. Harry...
👳🏽 Ust. Harry:
3⃣Bunda
Ingrid dan bunda Wening yang baik,
1. Jika
sosok ayah tidak bisa hadir dengan baik, maka anak lelaki usia 7-10 tahun
sebaiknya diberi sosok ayah pengganti, misalnya kakek atau paman yang tentu
bisa dekat dengannya. Jika tidak ada juga maka sesekali homestay kan anak di
rumah keluarga shalihah dengan sosok ayah yang utuh. Ini banyak membantu supply
maskulinitasnya. Selain itu beri aktifitas sosial yang bersifat kelelakian,
misalnya beladiri atau olahraga yang macho, ekspedisi alam, kepanduan dsbnya.
Jika usia
ananda sudah lebih dari 10 tahun, berikan ananda sosok pendamping akhlak
(murobby) dan pendamping bakat (maestro) sebagak ayah kedua dan ketiganya,
lakukan pemagangan dan program mencari nafkah, rancang untuk menjalani ujian
kehidupan seperti bisnis, relawan bencana dll. Sesuaikan dengan bakat ananda.
2. Inside
Out dari usia 7-10 tahun adalah dengan interaksi pada alam dan kehidupan nyata.
Misalnya buat kegiatan ekspedisi ke Ujung Kulon, Travelling dll. Selama masa
persiapan, pelaksanaan dan paska kegiatan, rancanglah kegiatan yang menumbuhkan
semua aspek fitrahnya secara alamiah tanpa harus banyak diajarkan dan
diintervensi. ✅
🎙 Host:
Rancang kegiatan yg menumbuhkan semua aspek
fitrahnya secara alamiah tanpa harus banyak diajarkan dan diintervensi.
4⃣
Fitrah Bakat
Bunda Athi'
- Blitar
Bunda NN
Ummu al
Fatih-Semarang
Assalamu'alaykum
ustadz
Harry.
Anak saya
kembar umur 8 tahun, keduanya mempunyai sifat yang hampir sama. Diantaranya
pemalu jika berada di luar rumah, perfeksionis (selalu rewel dan frustasi jika
apa yg dikerjakannya tidak sesuai yang di inginkan), sholat masih diingatkan
dan sedikit di perintah, selalu bertanya mana yg bagus atas apa yang harusnya
bisa dia pilih sendiri (misal memilih baju, dll).
1. Dengan
sifat yang demikian, bagaimana cara menumbuhkan/mengarahkan fitrah bakatnya?
2. Saya agak
kesulitan melihat bakat anak saya yg pertama, kalo diskusi tentang apa saja,
dia selalu bilang terserah ummi aja katanya. Anaknya bosenan, tapi kalo baca
dia kuat sampe ber jam2, mohon pencerahan ustadz bagaimana menggali fitrah
bakatnya?
3. Mohon
penjelasannya terkait dengan fitroh bakat untuk fase 8-10 tahun. Disebutkan
bahwa minat/bakat/talent adalah bawaan lahir. Lalu bagaimana jika ada kasus
anak ber-usia 8tahun, bakat yang nampak pada anak tsb adalah hal
"negatif" (contoh menang sendiri dalam banyak hal, seorang yang
pemalas) apakah hal tsb karena pada fase sebelumnya fitroh bakat yg tidak
termanage dengan baik? atau bagaimana ustadz?. Jazakalloh khairan atas
jawabannya.
👳🏽 Ust. Harry
4⃣bunda
Athi', bunda NN dan Ummu alFatih yang baik,
1. Fitrah
bakat justru dikenali dengan sifat unik sebagai bawaan sejak lahir. Sifat unik
ini kadang muncul dalam perspektif negatif karena dibenturkan dengan akhlak.
Misalnya anak yang suka berkomunikasi kita sebut cerewet, anak yang suka
memimpin kita sebut keras kepala, anak yang suka empati kita sebut sensitif
cengeng, anak yang suka bertanya kita sebut kepo dstnya.
Maka amati
sifat unik pada usia 0-6 tahun, kemudian berikan aktifitas yang relevan pada
usia 7-10 tahun, lalu dorong utk menemukan peran spesifik pada usia 10-14
dstnya.
Dalam kasus
di atas perlu dipisahkan antara fitrah bakat, fitrah keimanan dan fitrah
individualitas. Malas sholat ini terkait fitrah keimanan, namun pemalu dan
perfeksionis serta achiever ini terkait fitrah bakat. Jika peragu kemungkinan
terkait fitrah individualitas. Biasanya memang saling terkait.
Fitrah ini
harus ditumbuhkan selaras dan bersamaan.
2. Bakat itu
tidak selalu terkait fisik, seperti olahraga, memasak, menari dll namun
juga terkait sifat. Nah sifat ini kadang sulit ditemukan, karenanya harus punya
jurnal kegiatan untuk mengamati pola anak. Suka membaca ini adalah juga bakat,
kemungkinan bakatnya Learner (suka belajar) atau Input (suka mengumpulkan
informasi) dsbnya. Mungkin ada sifat lainnya yang tak tampak, misalnya pemikir
(thinker), visioner/futurist, journalist, dsbnya.
3. Jika
perilaku buruknya muncul baru2 saja, berarti bukan bakat. Namun jika perilaku
yang dianggap "buruk" itu adalah sifat uniknya sejak lahir, maka
besar kemungkinan itu bakatnya yang belum tersalurkan menjadi aktifitas
produktif. Sifat Mau Menang Sendiri biasanya secara positif dimiliki anak yang
punya sifat competition atau maximizer atau achiever dll. Anak yang nampak
pemalas biasanya seorang yang sangat kreatif, bukankah lift dan tangga jalan
serta banyak inovasi lainnya ditemukan oleh para pemalas yang kreatif?
Maka jika
memang benar ini sifat uniknya, kembangkanlah sehingga menjadi aktifitas
produktif.
Namun jika
itu perilaku baru baru saja, kemungkinan adalah jeritan hati yang tidak
tersalurkan, misalnya tekanan di sekolah, merasa tidak diperhatikan, dstnya,
maka solusinya adalah ditemukan kebutuhannya (needs) ✅
🎙 Host
Artinya setiap karakteristik / pembawaan
masing-masing anak itu berbeda beda ya Ustadz..
Penutup
👳🏽 Ust. Harry
AyahBunda
HEbAT yang baik,
Terimakasih
banyak atas perhatiannya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, tetap
semangat membersamai ananda, tetap rileks dan optimis menumbuhkan fitrah ananda
hingga mencapai peran peradaban terbaiknya dengan adab yang mulia 🙏😊
waswrwb
==============================
Temukanlah
sifat unik dari anak-anak kita, maka kita akan menemukan peran spesifiknya. 😊🙏🏻
(Bunda
Yuli)
Mari kita
tutup sesi kulwap hari ini dengan membaca membaca hamdalah istigfar dan doa kafaratul majelis
Alhamdulillahirabbil'alamiin..., Astagfirullahadziim...
Doa Kafaratul Majelis
“Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya :
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan
melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR.
Tirmidzi, Shahih)
Komentar
Posting Komentar