Langsung ke konten utama

🌠RESUME REVIEW TANTANGAN 10 HARI BAGIAN 1🌠KELAS BUNDA SAYANG SESI 3 FAMILY PROJECT

Senin, 10 Apri 2017
Pukul 20.00-21.00
☘ Narasumber : Ai Santiani & Zy Fauziah
☘ Host             : Wiwit Simponi
☘ Notulis         : Tantia


FAMILY PROJECT

Selamat buat teman-teman yang sudah berhasil melampaui tantangan 10 hari di game level 3 ini tentang Family Project. Mulai dari bingung memahami apa itu family project, sampai akhirnya ada yang banyak ketagihan untuk memaknai setiap aktivitas menjadi  sebuah projek yang menyenangkan.

Family Project  adalah aktivitas  yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Jangan terlalu berat memikirkan sebuah family project, mulailah dari aktivitas-aktivitas sehari-hari yang biasa kita kerjakan di rumah, kemudian tambahkan manajemen dan organisasinya, jadilah sebuah family project.

Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut
ACTIVITY + MANAGEMENT AND ORGANIZATION = PROJECT



MANFAAT FAMILY PROJECT
 

☘Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Sehingga makna berkumpulnya menjadi hambar, sekedar kumpul dan  kadang berlalu begitu saja tanpa arti.

☘Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

☘Family Project bisa juga digunakan sebagai sarana “Check Temperature" keluarga kita. Apakah hubungan antar anggota keluarga dalam kondisi adem ayrm berada di suhu normal atau sedang ada gesekan-gesekan yang selama ini tidak terlihat,  sehingga ada tantangan kecil saja selama menjalankan family project, suhu sudah memanas.

☘Family Project sarana menguatkan core values keluarga. Core Values tidak bisa hanya dituliskan besar-besar di kertas dan di tempel di dinding rumah. Core Values harus diujikan untuk mendapatkan sebuah keyakinan bahwa hal tersebut layak diperjuangkan. Ujian itu lewat family project.

☘Family Project apabila dijalankan denga sungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga ke surga Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akherat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita.


BAGAIMANA CARA MEMBESARKAN FAMILY PROJECT ANDA?

Diperlukan 2 hal penting untuk membesarkan Family Project yaitu KONSISTENSI dan KOMUNIKASI

KONSISTENSI


Konsistensi itu sangat bergantung pada hal-hal berikut ini:
a. Apakah family project ini membahagiakan seluruh anggota keluarga? ( Fun)
b. Apakah family project sejalan dengan values yang sedang diperjuangkan di dalam keluarga kita? ( values)
c. Seberapa unik family project anda dibandingkan family project yang lain? ( uniqueness)
d. Apa alasan kuat dari salah satu, sebagian atau seluruh anggota keluarga untuk menjalankan family project ini? ( Reason)


KOMUNIKASI

Komunikasi menjadi hal yang utama dalam rangka memperbesar family project kita, karena akan sangat bermanfaat untuk memantau dan membesarkan perjalanan family project dan membangun portofolio keluarga dalam menjalankan family project. Ada komunikasi internal dan ada komunikasi eksternal. Di dalam kedua komunikasi tersebut diperlukan dua hal yaitu MEDIA dan KONTEN

Komunikasi Internal

MEDIA KOMUNIKASI


FAMILY FORUM
Family forum adalah forum-forum ngobrol keluarga yang dibangun untuk mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, tren pengetahuan dan berita yang ada saat ini, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga.

Family forum ini bentuknya bisa beragam mulai dari ngeteh bersama ( tea time), ngopi bersama ( coffee break), ngegame bersama ( play on), ngemil bersama ( snack time) dll.

KONTEN KOMUNIKASI

Kami perlu menekankan sekali lagi tentang konten komunikasi. Satu hal yang sangat perlu kita ingat adalah kalimat ini:

LAKUKAN APRESIASI, BUKAN EVALUASI

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Ibu Profesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama

 MASTER MIND
Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:

a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan hal baik apa yang akan kita lakukan?

Perbanyaklah apresiasi di forum-forum keluarga ini sehingga memunculkan inovasi-inovasi kecil yang dilakukan secara istiqomah di setiap kesempatan.

Komunikasi Eksternal

Family Project yang kita lakukan di dalam keluarga sebaiknya kita share kan ke dunia luar bisa via presentasi di depan para ahli yang memang kompeten di bidangnya. Di komunitas-komunitas keluarga yang selalu peduli terhadap perkembangan anak, maupun di media sosial yang kita miliki.

Proses berbagi mimpi dan inspirasi ini sangat bermanfaat untuk membesarkan family project kita dan proses bertemunya anak-anak dengan para sang maestro di bidangnya.

AMATI ,TERLIBAT, TULIS

Tantangan 10 hari yang sudah teman-teman lakukan ini sebenarnya membuat kita agar mau mendokumentasikan setiap aktivitas anak-anak, sehingga kita sebagai orangtua bisa mengamati perkembangan anak-anak dengan valid berdasarkan data dan tulisan kita.

Kita tidak akan pernah membandingkan anak-anak kita dan keluarga kita, dengan anak-anak orang lain dan keluarga orang lain. Karena diri kita sudah terlalu sibuk untuk mengamati diri sendiri, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk mengamati rumput tetangga.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber Bacaan:
https://padepokanmargosari.com/2017/04/02/catatan-perak-2017-1-family-project/                       



???SESI TANYA JAWAB???

Teh Ai:
Assalamualaikum.... Sudah pukul 20.02 menit,  Kita buka diskusinya dengan bismillah...                      


Bunda Wiwit:
Waalaikumussalam warohmatullah... Bismillah...,
Alhamdulillah atas sgala nikmat dan karuniaNya shingga kita bisa berjumpa  saat ini, menguatkn Azzam dalam diri untuk menjadi Ibu Professional, memaksimalkn potensi diri agar lebih banyak memberikan manfaat untuk keluarga dan ummat.                      
Saya langsung posting pertanyaan pertama dr Bunda Tantia ya
                      
1) Bunda Tantia
Assalamualaikum teh Ai dan Mba zy...
MasyaAllah project keluarga sangat banyak manfaatnya ya...
Yang saya mau tanyakan dalam Amati, Terlibat dan Tulis
Hal- hal apa saja yang perlu kita amati untuk anak2 kita dalam menjalankan sebuah project. Dan Apa ending dari manfaat pengamatan ini, apakah ini nanti bisa berkaitan dengan passion anak?

Jawaban:                  
 Dari mba zy
1⃣ Bunda Tantia
Wa'alaikumsalam..
Kita bisa mengamati reaksi anak saat menjalankan sebuah project. Antusiaskah ia? Berbinar-binarkah matanya? Sabarkah dalam menjalani prosesnya? Menakjubkan kah hasilnya atau biasa saja?
Banyak sekali yang bisa di amati.
Dan tentunya bisa berkaitan dengan passion anak.
Kalau dalam sebuah proyek si anak mudah merencanakan, menjalankan atau bahkan mencapainya dengan baik. Bisa jadi itu termasuk passionnya. Tapi sebaliknya, jika si anak sering mengeluh, tidak konsisten, dan hasilnya tidak memuaskan, berarti dia tidak suka dengan kegiatan itu.. #imho

Tambahan dari  teh Ai                    
Banyak sekali yang bisa kita amati dalam family project ini bunda Tantia, kalau usia balita, tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, tingkat kemandiriannya.
Multiple Intelegentnya, AI, SI, dan EI, gaya belajarnya, termasuk passion dan peran dominan mana yang membuat anak kita berbinar2.
Dari hasil pengamatan kita yang kita dokumentasikan akan menjadi portofolio anak kita yang bisa menjadi pedoman kita melihat sisi unik dan kelebihan anak kita, sehingga kita sebagai orang tua akan lebih mengenal mereka.
                   
Host :
Bunda2 ada yg mau memberikan tanggapan atau pertanyaan lainnya?
                     
Teh Ai:
Atau yang ingin mengalirkan rasanya disini selama menjalankan family project ini, silahkan...
Yuk Cerita2 bagaimana perasaannya setelah menjalani fampro ini?                      
Alhamdulillah, untuk tantangan kali ini jumlah yang menyeleseikan tantangan sampai 10 hari meningkat, yang konsisten setiap hari juga meningkat...                      
InsyaAllah untuk bulan depan semakin meningkat ya...
                     
Bunda Tantia:
Aamiin, insyaAllah...
Iya senang lihat rekapan kali ini menyelesaikan 10 hr dn konsisten mulai banyak                        Jazakillah teh ai dan mb zy pencerahannya😊  
                   
Bunda Arssy:
Saya minggu kmrn malah ga maksimal....banyak kendalanya 😭                      
Fam projeknya jd hanya 1 yg bener2 terpikirkan, yg lain on the spot aja
 
Teh Ai :
Tdk apa2 mbak Arrsy, fampro bisa dilakukan secara mendadak kok.
                      
Bunda Putri:
Teh ai, yg koreksi dari fampro kemarin adalah keterlibatan Bapak. Seringkali bapak hanya terlibat sebentar saja. Mungkin karena saya IRT dan suami bekerja, otomatis anak lebih banyaak waktu luang dengan saya.
                     
Bunda Tria:
Teh ai dan mba zy...minta trik nya donks agar suami lebih terlibat. Hehehe jarang di rumah juga sih sebenarnya..     
                
Bunda Arssy
Iya teh ai....jd seringnya ga kumpul smua. Coz suami kerja n si kakak ud sekola jg.
                      
Bunda Putri:
Bagaimana yaa, agar peran Bapak semakin banyaak dalam fampro. Terkadang saya takut klo anak kami seperti "kehilangan" sosok Bapak karena kehadirannya yg minim di weekday.
                     
Bunda Arssy:
Klo buat fampro kmrn peran suami emang sedikit skali, hanya pas weekand aja
Cm dlm kehidupan sehari2....pasti ada jam maen anak dan bapak. Ni skrg emaknya lg kulwap
Anak2 lg maen kucing di teras ma bpk nya 😆 

Teh Ai :
Perjalanan yang panjang ya, menarik minat bapak dalam kegiatan bersama anak. 😊
Tidak apa2, dilakukan seminggu sekali bersama bapak. Gunakan quality time, tunjukkan betapa pentingnya peran bapak melalui media apapun.

Jangan lupa sertakan dalam doa, mohon dibukakan pintu hati suami kita kepada Yang Maha Membolak balikan hati manusia.                      
Jangan paksakan, apalagi dengan jalan marah2, ngomel2 dan ceramah.

Gunakan pendekatan dari hati yang akan menggugah hati. cmiiw 

Tanggapan  pertanyaan 1
                    
Bunda Tantia:
Apakah sama teh pengamatan untuk balita, dengan post balita( 6 th k atas?) 
                    
Teh Ai:
Tentu berbeda...         
            
Bunda Tantia:
Point penting u/ diatas 5 th apa teh?   
                  
Teh Ai:
Makanya pemahaman tumbuh kembang sangat diperlukan dalam hal ini. Kalau balita, fokus kita lebih k kemampuan motorik kasar, motorik halus serta bahasa.                      
Klo 5 th ke atas, akan lebih berkembang lagi, bisa dari segi gaya belajar, peran dan bidang yang dia minati, AI, EI, dan SI nya...
Sepertinya akan menjadi pembahasan yang panjang, dalam hal ini. 😅 
                    
Bunda Tantia: 😅  
                   
Teh Ai:
Tapi tidak usah panik, setiap anak mempunyai fitrah belajarnya masing2... mengalir saja. Yang penting tidak memaksakan kehendak kita agar anak tidak titipan mimpi kita yang belum tercapai.

Biarlah mereka menjadi diri mereka sendiri.

Tugas kita hanya mendampingi, dan menstimulus.

Bunda Tantia:
Jazakillah reminder nya, Sdh jam 21 lebih teh

Teh Ai:
Sudah pkl 21.10.
Kita tutup dulu diskusinya dengan ucapan Hamdalah...                        Alhamdulillahirrobil'alamin...                       
Saya pamit undur diri, insyaAllah besok ketemu lagi dengan Review Bagian 2
Wassalam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...