Langsung ke konten utama

🌻 MANASIK HAJI 🌻📝 MODUL #12

Kamis, 12 Januari 2017
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar ( usz. Yuyu)

Ibrahim as telah membangun Baitullah. Di sana umat Islam dapat berthawaf seraya melantunkan pujian kepada Allah yang Maha Tinggi. Di sana ummat manusia mendirikan shalat yang diwajibkan Allah atas mereka seraya bertaubat darri seluruh dosa sehingga Allah melimpahkan untuk mereka, ampunan, limpahan kebajikan, dan pahala. Ibrahim as. mengharapkan pula agar setiap orang yang menunaikan haji ke Baitullah merenungkan pula hikmah di balik turunnya  perintah Allah kepadanya untuk menyembelih Ismail as.  juga merenungkan peristiwa dilemparinya setan olehnya saat mahluk terkutuk itu berusaha menipudayanya agar tidak  menjalankan perintah Allah tersebut. Maka, Ibrahim as. berdoa kepada Allah agar menunjukkan kepadanya seluruh tahapan manasik haji.
“....dan tunjukkanlah kepada kami acara-acara dan tempat-tempat ibadah haji kami... (QS. Al-Baqarah [2] : 128)

Maka Allah menunjukkan kepada Ibrahim as, seluruh tahapan manasik haji. Tidak hanya itu Allah (memanggil mereka untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu (menyambut panggilan itu) dengan berjalan kaki (bagi mereka yang tinggal dalam jangkauan perjalanan kaki serta bagi yang tidak memapu berkendara), atau mengendarai setiap unta yang (tidak menjadi lemah dan) kurus (karena jauhnya perjalanan, bagi) yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. QS Al hajj : 27)

Ibn Abbas berkata bahwa ketika Allah yang Maha Tinggi berfirrman : “Berserulah kepada manusia (memanggil mereka) untuk mengerjakan haji, “ Ibrahim berkata: “Suaraku tidak mampu menyampaikannya !”. Allah berfirman : “Berserulah dan biarkan Aku yang membuatnya sampai”. Ibrahim berkata: “Tuhan pemeliharaku, bagaimana (seruan) yang aku ucapkan?” Alllah berfirman : “Katakanlah, Wahai manusia telah ditetapkan atas kalian beribadah haji ke Baitullah Al Atiq!” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibrahim as, menaiki punggung bukit Qubaisy, lalu berseru: “Wahai segenap manusia sesungguhnya Allah telah menetapkan atas kalian beribadah haji, Maka sambutlah oleh kalian Tuhan pemelihara kalian.’ Maka sejak itu, Ibrahim as melafadzkan untuk pertama kalinya apa yang harus diucapkan oleh para jama’ah haji, yaitu : “Labbaika Allahumma  Labbaik, Labbaika laa Syarika laka Labbaik...”

Demikian Allah telah menetapkan syari’at haji setelah menunjukkan kepada Ibrahim as. seluruh tahapan manasiknya.

Setelah bersama dengan Ismail membangun Ka’bah, melewati prosesi penyembelihan Ismail as dan pelaksanaan manasik haji, maka Ibrahim as. kembali ke Hebron dan mengunjungi kembali Ismail as, setelah berkeluarga.

Bagaimana pengelolaan Ka’bah selanjutnya akan di bahas pada modul utama ke 2 yaitu Leluhur Rasulullah Rasulullah.
Syarat untuk melanjutkan pada modul utama ke 2 (Leluhur Rasulullah) adalah peserta mengikuti tahapan pendalaman.
Yang akan di jelaskan kemudian..... Bersiaplah untuk masuk dalam tahapan pendalaman... Bismillah

SYARAT UTAMA PENDALAMAN Peserta melakukan presentasi singkat dalam forum kecil.

Modul utama ke-2 disampaikan setelah pendalaman selesai. Semoga Allah memelihara kita dari kebodohan ilmu... Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...