Kamis, 12 Januari 2017
Ibrahim as telah membangun Baitullah. Di sana umat Islam dapat berthawaf seraya melantunkan pujian kepada Allah yang Maha Tinggi. Di sana ummat manusia mendirikan shalat yang diwajibkan Allah atas mereka seraya bertaubat darri seluruh dosa sehingga Allah melimpahkan untuk mereka, ampunan, limpahan kebajikan, dan pahala. Ibrahim as. mengharapkan pula agar setiap orang yang menunaikan haji ke Baitullah merenungkan pula hikmah di balik turunnya perintah Allah kepadanya untuk menyembelih Ismail as. juga merenungkan peristiwa dilemparinya setan olehnya saat mahluk terkutuk itu berusaha menipudayanya agar tidak menjalankan perintah Allah tersebut. Maka, Ibrahim as. berdoa kepada Allah agar menunjukkan kepadanya seluruh tahapan manasik haji.
“....dan tunjukkanlah kepada kami acara-acara dan tempat-tempat ibadah haji kami... (QS. Al-Baqarah [2] : 128)
Maka Allah menunjukkan kepada Ibrahim as, seluruh tahapan manasik haji. Tidak hanya itu Allah (memanggil mereka untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu (menyambut panggilan itu) dengan berjalan kaki (bagi mereka yang tinggal dalam jangkauan perjalanan kaki serta bagi yang tidak memapu berkendara), atau mengendarai setiap unta yang (tidak menjadi lemah dan) kurus (karena jauhnya perjalanan, bagi) yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. QS Al hajj : 27)
Ibn Abbas berkata bahwa ketika Allah yang Maha Tinggi berfirrman : “Berserulah kepada manusia (memanggil mereka) untuk mengerjakan haji, “ Ibrahim berkata: “Suaraku tidak mampu menyampaikannya !”. Allah berfirman : “Berserulah dan biarkan Aku yang membuatnya sampai”. Ibrahim berkata: “Tuhan pemeliharaku, bagaimana (seruan) yang aku ucapkan?” Alllah berfirman : “Katakanlah, Wahai manusia telah ditetapkan atas kalian beribadah haji ke Baitullah Al Atiq!” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibrahim as, menaiki punggung bukit Qubaisy, lalu berseru: “Wahai segenap manusia sesungguhnya Allah telah menetapkan atas kalian beribadah haji, Maka sambutlah oleh kalian Tuhan pemelihara kalian.’ Maka sejak itu, Ibrahim as melafadzkan untuk pertama kalinya apa yang harus diucapkan oleh para jama’ah haji, yaitu : “Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika laa Syarika laka Labbaik...”
Demikian Allah telah menetapkan syari’at haji setelah menunjukkan kepada Ibrahim as. seluruh tahapan manasiknya.
Setelah bersama dengan Ismail membangun Ka’bah, melewati prosesi penyembelihan Ismail as dan pelaksanaan manasik haji, maka Ibrahim as. kembali ke Hebron dan mengunjungi kembali Ismail as, setelah berkeluarga.
Bagaimana pengelolaan Ka’bah selanjutnya akan di bahas pada modul utama ke 2 yaitu Leluhur Rasulullah Rasulullah.
Syarat untuk melanjutkan pada modul utama ke 2 (Leluhur Rasulullah) adalah peserta mengikuti tahapan pendalaman.
Yang akan di jelaskan kemudian..... Bersiaplah untuk masuk dalam tahapan pendalaman... Bismillah
SYARAT UTAMA PENDALAMAN Peserta melakukan presentasi singkat dalam forum kecil.
Modul utama ke-2 disampaikan setelah pendalaman selesai. Semoga Allah memelihara kita dari kebodohan ilmu... Aamiin
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar ( usz.
Yuyu)
Ibrahim as telah membangun Baitullah. Di sana umat Islam dapat berthawaf seraya melantunkan pujian kepada Allah yang Maha Tinggi. Di sana ummat manusia mendirikan shalat yang diwajibkan Allah atas mereka seraya bertaubat darri seluruh dosa sehingga Allah melimpahkan untuk mereka, ampunan, limpahan kebajikan, dan pahala. Ibrahim as. mengharapkan pula agar setiap orang yang menunaikan haji ke Baitullah merenungkan pula hikmah di balik turunnya perintah Allah kepadanya untuk menyembelih Ismail as. juga merenungkan peristiwa dilemparinya setan olehnya saat mahluk terkutuk itu berusaha menipudayanya agar tidak menjalankan perintah Allah tersebut. Maka, Ibrahim as. berdoa kepada Allah agar menunjukkan kepadanya seluruh tahapan manasik haji.
“....dan tunjukkanlah kepada kami acara-acara dan tempat-tempat ibadah haji kami... (QS. Al-Baqarah [2] : 128)
Maka Allah menunjukkan kepada Ibrahim as, seluruh tahapan manasik haji. Tidak hanya itu Allah (memanggil mereka untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu (menyambut panggilan itu) dengan berjalan kaki (bagi mereka yang tinggal dalam jangkauan perjalanan kaki serta bagi yang tidak memapu berkendara), atau mengendarai setiap unta yang (tidak menjadi lemah dan) kurus (karena jauhnya perjalanan, bagi) yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. QS Al hajj : 27)
Ibn Abbas berkata bahwa ketika Allah yang Maha Tinggi berfirrman : “Berserulah kepada manusia (memanggil mereka) untuk mengerjakan haji, “ Ibrahim berkata: “Suaraku tidak mampu menyampaikannya !”. Allah berfirman : “Berserulah dan biarkan Aku yang membuatnya sampai”. Ibrahim berkata: “Tuhan pemeliharaku, bagaimana (seruan) yang aku ucapkan?” Alllah berfirman : “Katakanlah, Wahai manusia telah ditetapkan atas kalian beribadah haji ke Baitullah Al Atiq!” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibrahim as, menaiki punggung bukit Qubaisy, lalu berseru: “Wahai segenap manusia sesungguhnya Allah telah menetapkan atas kalian beribadah haji, Maka sambutlah oleh kalian Tuhan pemelihara kalian.’ Maka sejak itu, Ibrahim as melafadzkan untuk pertama kalinya apa yang harus diucapkan oleh para jama’ah haji, yaitu : “Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika laa Syarika laka Labbaik...”
Demikian Allah telah menetapkan syari’at haji setelah menunjukkan kepada Ibrahim as. seluruh tahapan manasiknya.
Setelah bersama dengan Ismail membangun Ka’bah, melewati prosesi penyembelihan Ismail as dan pelaksanaan manasik haji, maka Ibrahim as. kembali ke Hebron dan mengunjungi kembali Ismail as, setelah berkeluarga.
Bagaimana pengelolaan Ka’bah selanjutnya akan di bahas pada modul utama ke 2 yaitu Leluhur Rasulullah Rasulullah.
Syarat untuk melanjutkan pada modul utama ke 2 (Leluhur Rasulullah) adalah peserta mengikuti tahapan pendalaman.
Yang akan di jelaskan kemudian..... Bersiaplah untuk masuk dalam tahapan pendalaman... Bismillah
SYARAT UTAMA PENDALAMAN Peserta melakukan presentasi singkat dalam forum kecil.
Modul utama ke-2 disampaikan setelah pendalaman selesai. Semoga Allah memelihara kita dari kebodohan ilmu... Aamiin
Komentar
Posting Komentar