Langsung ke konten utama

🌸ALIRAN RASA GAMES LEVEL 3 FAMILY PROJECT🌸

Bismillahirrohmanirrohiim....

Alhamdulillah rasa syukur senantiasa saya panjatkan atas limpahan nikmat iman, nikmat sehat, nikmat menuntut ilmu, nikmat berukhuwah, nikmat membersamai anak-anak, serta limpahan nikmat yang begitu banyak Allah berikan kepada saya. Sehingga sudah selayaknya kita patut bersyukur atas limpahan nikmat ini. " Barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmatnya dan barang siapa yang ingkar sungguh azab Allah itu pedih."

Tak boson- bosan saya ucapkan rasa terimakasih kepada Founder IIP ibu Septi beserta keluarga yang dengan ilmu nya ini  menjadi cahaya untuk para ibu-ibu yang mengazamkan menjadi ibu profesional, serta tim Fasil yang keren dan kece, he he, karena beliau-beliau kami dituntun untuk komitmen dan konsisten.

Bercerita komitmen dan konsisten, insyaAllah saya masih berada di jalan tersebut, he, hanya saja saya merasa agak kurang maksimal menulis dalam menyelesaikan tantangan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Saya menulis hanya sampai 12 hari dari 17 hari waktu yang tersedia. 5 hari waktu yang masih ada saya gunakan untuk mengedit materi-materi HEbAT (Home Education basic on Akhlaq and Talents ) dan Shiroh Nabawiyah dan menyimpan di blog. Saya berharap dengan menyimpan di blog dan mempublikasikan ada manfaat bagi pembaca, untuk anak-anak kelak dan tentunya saya pribadi. Alhamdulillah 10 hari  tantangan, saya rutin tiap hari, setiap kali menyelesaikan family project langsung menulis, dan hari ke 11 dan ke 12 ditulis hari berikutnya  dikarenakan tanggal 11 silaturahim ke Bogor dan pulang adek minta ditemeni ketika tidur bada isya dan tanggal 12 suami harus menyelesaikan tugasnya deadline pagi harinya, sehingga saya memberikan kesempatan untuk beliau menulis di komputer, laptop juga beliau pakai dan bertepatan dengan hari itu saya bersilaturahim ke kelas BunSay BCCG, sehingga menulis tertunda dan baru dikerjakan di hari selasa 4 April 2017.

Tersadar akan kurang memaksimalkan waktu yang ada untuk menulis, Alhamdulillah semangat terpacu kembali, masyaAllah kelas kami mengalami peningkatan, kami mulai terpacu untuk komitmen dan konsisten dalam menulis, saya pun terpacu dan bersemangat untuk menyambut aura kebaikan ini. InsyaAllah...
 

Games Lavel 3 ini kami mendapat tantangan Family Project dan MasyaAllah lagi-lagi saya terkagum-kagum dan berucap syukur, berada dikomunitas ini, di tuntun menuju kebaikan dan perbaikan  dalam membersamai anak. Family project ini sebagai sarana keluarga untuk saling mengenal&saling memahami,sehingga tercipta ikatan batin yang kuat diantara anggota keluarga, meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan sebagai sarana belajar kami. Dengan adanya family project ini kecerdasan kami terasah, terlebih anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan di asah kecerdasannya demi kebahagian hidupnya. InsyaAllah...


Dalam Family Project ada tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pasca pelaksanaan. Pada Tahap persiapan ini kami banyak melakukan family forum untuk belanja gagasan proyek apa saja yang akan kami lakukan. Di hari 1 family forum kami tercetus gagasan proyek sayangi  binatang, yaitu memberi makanan ikan-ikan dan lobster di kolam, memberi makan Arwana di akuarium, membuat kreasi dindingmu, ini slime ku, dan kue pukis kami. Dan untuk awalan family project kami adalah membuat kreasi dindingmu, ini bertujuan agar kami mudah menghafal nama-nama surat juz 30 dan mendata yang sudah hafal surat apa saja, yang belum apa saja, yang perlu sering di murojaah apa saja. Projek ini memerlukan 4 hari, karena di kerjakan di sela-sela aktivitas kami dan kami berusaha mengerjakannya tim utuh, tetapi karena abi harus tugas luar kota sehingga hari ke 4 - hari ke 10  projek berjalan tanpa abi, hanya kami bertiga. Hari ke 5 kami manfaatkan untuk apresiasi dan family forum dengan menggali dan menanyakan apakah project mau lanjut, dan dijawab kakak, lanjut, project berikutnya adalah Slime ku, kakak mulai menulis bahan-bahan yang diperlukan dan cara pembuatan slime. Hari ke 6 Abi telephon dan mengapresiasi project 1, kemudian menanyakan apakah lanjut ke project selanjutnya? projectnya apa? dijawab kakak slime ku. Kami memulai dengan belanja bahan yang tidak ada, setelah pulang dari belanja kami langsung menjalankan project, dan ada teman kakak yang ikut. kami mencoba formulasi baru dan ternyata gagal. Kami tetap berusaha dan berharap jadi, tetapi tetap saja slime gagal dan kakak punya ide, coba tambahin GOM
( glyceril borax) dan perlahan-lahan agak kalis, akhir nya kakak manfaatkan untuk playdough. Di hari ke 7 Project kami semakin seru, menyayangi binatang, kami  memberi makan Arwana dan Lobster. Mengapa seru? karena dalam proses penangkapan Jangkrik awalnya kakak dan adek, takut-takut, geli dan berfikir bagaimana cara menagkap jangkriknya, dengan hati-hati dan bersabar, jangkrik dapat ditangkap dan diberikan ke Arwana. Untuk Lobster kami mempunyai makanan khusus untuk lobster dan tinggal menaburkan kedalam kolam dekat lobster bersembunyi. Kami penasaran, jenis Arwana kami apa, mengapa Arwana dikasih makan Jangkrik dan mengapa Lobster bersembunyi, akhirnya kami mencari informasi dan ternyata jenis Arwana kami Arwana Irian, Jangkrik adalah salah satu makanan Arwana karena mengandung  protein tinggi dan Lobster senang bersembunyi, untuk proses pergantian kulit dan di waktu siang hari, karena lobster termasuk jenis hewan noctunal. Hari ke 8 sesuai family forum adalah kue Pukis Kami, tetapi malam bada isya kakak tanya punya Agar-agar gak mi, saya jawab ada, emang kenapa? kakak cerita kalau temannya jualanan Agar. Saya melihat kakak pengen membuat Agar-agar, dan bangun tidur adek agak rewel, sehingga pagi bada subuh Project kami adalah Nutrijell Happy. Kakak senang, adek senang. Alhamdulillah suasana rukun dan kompak. Karena kakak sudah usia sekolah saya mengajarkan kemandirian literasi dengan bertanya gula pasir terbuat dari apa, ternyata kakak belum tahu, dan kami bersama-sama mencari informasi. Seperti di Hari ke 8, Hari ke 9 ini kue Pukis kami belum terealisasi karena Pagi-pagi adek rewel dan memanggil mi, mi, e sama kakak malah di plesetin, mie pizza mie, he he, sedangkan adek bilang, makan mie, makan mie,  kakak, abi dan adek suka olahan mie, wal hasil oke deh Project hari ke 9 PizzaMie. PizzaMie Ala kami dengan bahan dasar mie dan telur di kombinasi dengan sosis dan sayur, awalnya kakak tidak mau pakai sayur, saya jawab ya nanti sayur buat adek dan umi, setelah Pizza mie siap di hidangkan kakak dan adek makan, di sela makan saya menanyakan manfaat wortel apa, di jawab biar matanya burem, apa, biar matanya burem kak? Kata saya, e bukan mi, maksud kakak biar matanya gak buram. Kalau Brokoli apa kak? dan kakak belum tahu, kami mencari informasi dan setelah tahu manfaatnya kakak bersemangat untuk memakan sayur. Alhamdulillah Hari ke 10, Kue Pukis Kami terealisasi pagi-pagi kami bersemangat menjalankan Project ini karena ingin segera menikmati kue dan untuk hidangan Abi pulang tugas. Tetapi saya lupa takaran dari masing-masing bahan, dicari-cari tidak ada, mau serching pulsa internet habis, wal hasil resep dengan takaran seingatnya. kakak memulai dengan mendidihkan santan, dan lanjut menimbang-nimbang, selesai menimbang kemudian memecahkan telur dan semua bahan diaduk dan dicampur, apalagi sudah dipanggil temannya jadi sudah buru-buru mau keluar. Hasil dari kue pukis kami, kurang mengembang. Alhamdulillah Abi sudah pulang dan kakak bercerita kalau kuenya kurang mengembang. Abi menjawab tidak apa-apa kak banyak yang menyebabkan kue tidak mengembang, mungkin pengembang kue nya sudah lama, jadi tidak mengembang sempurna. Kapan- kapan kita coba lagi ya. Hari ke 11 Kami family Forum dengan kesepakatan menghatamkan hafalan juz 30. Tilawah 1 juz untuk abi dan umi, 1 muka untuk kakak, dan pagi harinya menghias kamar kakak dengan poster dan hiasan dinding  surat juz 30 yang telah kami buat. Menghias kamar kakak tidak terelaisasi karena silaturahim ke Bogor. Hari ke 12 project Menghafal&tilawah Alhamdulillah terlaksana & sesuai target.

Alhamdulillah Family Project telah terlaksana, dan saatnya memahami bagaimana Family Project bisa menjadi sarana untuk melihat sisi-sisi kecerdasan anak yang harus diamati. Berdasarkan Review Bagian 2 yaitu Family Project dan Kecerdasan Anak point-point yang diamati adalah :

Family Project dan Kecerdasan Intellectual

a.  Apakah rasa Ingin tahu anak-anak terhadap sesuatu menjadi semakin tinggi?
Ya, dalam menjalankan Project kakak maupun adek rasa ingin tahunya tinggi misalnya dalam project menyayangi binatang, kakak bertanya kenapa lobster bersembunyi, saya ajak untuk mencari informasi dan paham oh ternyata untuk pergantian kulit, untuk melindungi di siang hari,  tetapi kadang masih perlu kami pancing, dan setelah sedikit kami beritahu, semakin antusias, seperti pada gula pasir terbuat dari apa, nah ketika kami mencari informasi dan kakak menbaca, o ternyata gula pasir terbuat dari tebu, tebu mirip bambu, panjangnya mencapai 3m, 10 kali ubin dirumah. Dalam pembuatan slime, harus mengunakan Activator, untuk mengembangkan kue, perlu kualiatas pengembang yang bagus, sedangkan adek masih tanya sebatas ini agar, ini sosis, ini brokoli, menangkap jangkrik, pelan- pelan ya, kata adek.


b. Apakah Kreativitas dan Daya Imajinasinya menjadi semakin besar?
Ya, kakak yang senang berkreasi dalam project membuat hiasan dindingmu, memberikan ide, hiasan bunga dari kardus tempat telur diwarnai agar terlihat cantik, kertas origami disusun warna-warni agar terlihat indah, pada bagian sudut-sudut sisi dinding hiasan ditulis nama keluarga ( Aisyah Hasnaa, Adek fatim, Ummi Tanti, Abi Arief) dalam pembuatan slime mencampur warna dari warna dasar, merah, kuning dan biru, dikombinasi menjadi warna baru, misal kuning dicampur biru menghasilkan warna hijau, merah dengan kuning menjadi orange, merah dengan biru menjadi ungu, ini sangat antusias sekali dan berimajinasi, kalau mau warna ini aku harus campur warna apa dengan apa ya... Dan ketika projectnya gagal tetap memikirkan bagaimana bisa dipakai, dan memiliki nilai jual. ( slime gagal menjadi Playdough dan ditawarkan keteman-teman sebayanya, dan teman sekolah)


c. Apakah muncul gairah belajar dan inovasi baru yang anak-anak dapatkan selama menjalankan family project?
Kakak bersemangat dalam hal kreativitas misalnya trend yang sekarang teman-temannya adalah slime, berusaha belajar membuat slime dan dijual kepada teman-temannya, membuat slime lapis beberapa warna, dikemas dalam tempat yang menarik. Ingin berinovasi slime dari agar- agar. untuk adek masih sebatas gairah belajar, memainkan slime kakak, ikut dalam aktivitas project.


d. Bagaimana anak-anak menyikapi pengetahuan baru, pengalaman baru yang mereka dapatkan selama menjalankan Family Project?

Penyikapan kakak terhadap pengetahuan yang baru sangat antusias dan merubah cara pandang misal ketika mengetahui manfaat brokoli, sehingga berjanji mau makan sayur, karena tau manfaatnya. Terhadap pengalaman baru dalam menangkap jangkrik mengetahui arti pentingnya hati-hati dan sabar.
Untuk adek paham arti hati-hati, pelan-pelan.

e. Apakah anak-anak menemukan gairah untuk selalu berkarya dan menemukan hal baru demi kehidupan mereka yang lebih baik?

Ya, kakak bergairah untuk selalu berkarya, ingin mencoba sesuatu yang baru, misalnya hiasan dari kokoru, cara pembuatan squisi. Adek belum terlihat.

Family Project dan Kecerdasan Emosional


a. Apakah selama menjalankan Family Project muncul kesadaran diri secara penuh dari anak-anak?
Kadang anak-anak yang minta, tetapi kadang kami masih mengingatkan.


b. Apakah anak-anak makin mengenal emosi yang muncul  ( senang, bahagia, sedih) selama menjalankan Family Project?
Ya, anak-anak faham ini rasa bahagia, ini rasa sedih dan ini rasa senang. Bahagia ketika project telah selesai, dan anak-anak senang membuat makanan kesukaannya, yaitu pizzamie dan nutrijell, kakak sedih ketika adek coret-coret kertas origami yang digunakan untuk menulis nama-nama surat padahal adek niatnya ingin membantu, dan adek pun sedih karena di marahi kakak.


c. Apakah emosi anak stabil/meledak-ledak ketika menghadapi tantangan selama Family Project berjalan?
kakak masih meledak-ledak ketika hasil karyanya diganggu adek, dan adek meledak-ledak kalau diganggu kakak. Ini PR kami sebagai orangtua, baik lah bismillah, mulai dari diri sendiri, kuatkan azzam, untuk mengasah kecerdasan emosional diri dan mengalir ke anak-anak sehingga kecerdasan emosional meningkat.


d.Apakah anak bisa mengerti perasaan dan kebutuhan orang lain, sehingga orang lainpun merasa senang dan dimengerti perasaannya?

masih kadang-kadang, kadang mengerti, kadang belum. Kalau sudah meledak-ledak sudah cuek. Lagi-lagi ummi nya harus instrospeksi diri.

e. Apakah anak sanggup mengelola emosi yang dia dapatkan dari orang lain, sehingga tercipta ketrampilan sosial yang tinggi?

Belum, masih perlu di asah, terus dan terus

Family Project dan Kecerdasan Spiritual


a. Apakah anak-anak bisa makin mengenal ciptaan Allah dan makin menyayangi antara sesama makhluk ciptaan Allah selama menjalankan Family Project ini?
Ya kakak mengenal ciptaan Allah, dalam Project menyayangi binatang mereka tahu kalau ikan, lobster itu ciptaan Allah dan mereka menyayangi dengan memberi makan, adek belum begitu faham , tetapi bersemangat memberikan makan. Dalam menjalankan project kami menjadi faham dan timbul rasa sayang, tetapi juga kadang masih muncul, kalau emosi sudah mendominasi, jadi lupa deh, timbul individualismenya.

b. Apakah anak-anak makin melihat dirinya dan keluarganya sebagai sesuatu yang unik yang diciptakan Allah berbeda dengan yang lain,  selama menjalankan Family Project ini?
Kami memahami diri kita dan keluarga kita unik beda dengan keluarga yang lain. Alhamdulillah kami bisa ini, bisa itu belum tentu keluarga lain bisa, begitu sebaliknya keluarga lain bisa ini bisa itu, kita tidak.

c. Apakah rasa syukur anak-anak makin meningkat selama menjalankan Family Project?
Alhamdulillah bersyukur, dan senantiasa diingatkan. Kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat, jadi apapun hasilnya yang pertama kita harus bersyukur jika ada kekurangan kita perlahan- lahan kita perbaiki, agar menjadi lebih baik.

d. Apakah anak-anak makin ridho dan konsisten dengan segala perintah dan laranganNya selama menjalankan Family Project?
Masih kadang-kadang. Kalau emosi stabil mudah untuk taat dan konsisten, jika sudah meledak-ledak sulit untuk taat dan konsisten.

e. Apakah anak-anak mendapatkan berbagai akhlak mulia yang bisa dia dapatkan untuk dipraktekkan selama menjalankan Family project?
Ya, bersabar, hati-hati, bersyukur, menyayangi sesama, menyayangi makhluk lain.

f. Apakah anak-anak semakin tunduk dan taat terhadap kehendak penciptaNya, selama menjalankan Family Project?
InsyaAllah ya, terus di asah.

g. Apakah anak-anak semakin bergairah untuk menebar benih manfaat di muka bumi ini, dan sadar perannya sebagai Khalifah di muka bumi ini, selama menjalankan Family project?
Untuk menebar manfaat kakak sudah memulai dengan mengajarkan cara pembuatan slime kepada teman-temannya. Mengajar ketrampilan-ketrampilan yang dia bisa. Untuk peran belum faham

Family Project dan Kecerdasan Menghadapi Tantangan ( AI)

a. Apakah selama menjalankan Family Project anak-anak mampu mengontrol dirinya ?
Belum, kadang masih emosi

b. Bagaimana reaksi anak-anak ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang dia inginkan seama menjalankan Family project?
Sedih pasti, tetapi berusaha mengubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

c. Apakah anak-anak sanggup membangun konsistensi dan komitmen terhadap kesepakatan yang sudah dia putuskan bersama selama menjalankan Family Project?
sanggup, tetapi ada Project yang spontan, tanpa family forum yang akhirnya di dahulukan, dan project yang sudah di rancang , geser belakangan.

d. Apakah anak-anak menunjukkan inisiatif besar untuk aktivitas yang dia inginkan, dan sanggup menanggung semua resiko yang akan muncul selama menjalankan Family Project?
Ya, dalam project Menghias dindingmu meskipun sudah mengantuk tetap dijalankan, dalam project slimeku produk gagal tetap dimanfaatkan dan diupayakan bisa untuk bermain dan mempunyai nilai jual.

e. Bagaimana reaksi anak-anak setiap menjumpai “tantangan” selama family project berjalan, apakah mereka bisa mengubahnya menjadi sebuah peluang?
 ya perlahan- lahan tantangan di ubah menjadi peluang, seperti project pembuatan slim, produk gagal dia nggak sebagian tantangan dan mengubah peluang dengan mengubah slime ditambah activator menjadi playdough

f. Apakah anak-anak tidak mudah putus asa?
Terhadap yang disukai tidak mudah putus asa, misal menghias dindingmu, slimeku, dan project yang lain, ketika kue pukis kami, tidak begitu mengembangpun, tetap yakin walau ada sedikit sedih kenapa kurang mengembang. setelah Apresiasi, faham dan berusaha suatu saat mencoba lagi.

g.Apakah anak-anak berani mengakui sebuah kesalahan dan mau belajar dari kesalahan yang dia buat selama menjalankan Family Project?
Ya, jika tidak sesuai, kakak, bercerita, dan kami mengapresiasi, memotovasi insyaAllah kedepan lebih baik lagi. Adek pun sedikit bercerita dengan kemampuannya dia

h.Apakah kemandirian anak mulai terlihat selama menjalankan Family project?
ya, hampir semua aktiitas kakak yang melakukan, sedikit project yang kami bantu.

Dari berbagai kasus yang di dapatkan selama menjalankan Family project ini bertujuan untuk melihat kecerdasan anak-anak, serta mengamati kecerdasan kami orangtua, Sehingga  semakin paham bagaimana cara “memantaskan diri” agar semakin layak mendidik anak-anak hebat. Dan hal-hal yang perlu di kuatkan dan di tambahkan selama perjalanan di Universitas Kehidupan adalah kecerdasan Emosional

Dan untuk bisa mendapatkan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik ke anak - anak dan keluarga mulailah dari diri kita terlebih dahulu

for things to CHANGE, I must CHANGE first, suka dengan kata-kata ini, ya mulai dari diri sendiri... Bismillah... insyaAllah


#AliranRasaLevel#3
#KuliahBuinSayIIP
#MyFamilyMy team

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...