Langsung ke konten utama

BAGAIMANA MENJADIKAN RUMAHKU SEBAGAI SURGAKU

Ahad, 9 April 2017
09.00-12.00
Masjid Baitul Izzah Setor Melati GDC
Oleh: Ustadz H. Dedy Matroni, M.Si
Notulen : Enny W

Bismillahirahmaanirrahiim

21 peran orang tua dalam membentuk karakter anak 

Sebelum  berbicara peran ortu, sebuah keluarga perlu mengetahui tujuan berumah tangga yakni dalam qur'an surat At- Tahrim: 6 ( anjuran orang beriman agar memelihara diri dan keluarga dari api neraka  yang bahan bakarnya manusia dan batu) dan hendaklah berhati-hati karena keluarga juga menjadi penghalang mencapai tujuan tersebut dalam Al qur'an At- taghabun ayat 14 ( wahai orang2 yg beriman sesungguhnya diantara istri-istri mu dan anak-anakmu ada yg menjadi musuh bagimu)

Peran ortu adalah:
1. Menjadi tauladan sejak dalam kandungan
    5 Langkah sukses tarbiyatul aulad versi Nasih Ulwan :
  1. Qudwah hasanah
  2.  Pembiasaan 
  3. Pengawasan
  4. Nasihat
  5. Reward dan funishment                                                                                                                  Potensi kecerdasan anak dimulai dari spiritual→perasaan(hati)→akal→sosial→jasmani
2. Leader, yaitu pemimpin bagi orang-orang yg bertaqwa
3. Menanamkan visi dalam quran surat al kahfi ayat 110 ( barang siapa yg rindu utk perjumpaan dgn ku maka hendaklah melakukan am sholih dan tidak boleh menyekutukan Allah )
karena visi hidup bukan saja sukses didunia dan sukses sejagi adalah yadhulul jannah dalam quran surat al imran ayat 185
4. Misi dalam QS adz dzariyat : 56 ( beribadah kpd Allah)
5. Menanamkan tauhid sedini mungkin
6. Menanamkan keimanan kpd yg ghaib QS 3 :33
7. Menanamkan kecintaan kpd kalamullah QS 7:124
8. Melindunginya
9. Pendorong kepercayaan diri
10. Menumbuhkan rasa ingin tahu anak
11. Membuat anak jd pemberani
12. Melatih disiplin
13. Menjadikan berakhlakul mulia
14. Sebagai motivator
15. Bermain bersama anak
16. Menumbuhkan rasa peduli
17. Mempererat ikatan aebuah keluarga
18. Teman curhat
19. Memberi perhatian
20. Mengawasi pergalan anak
21. Meningkatkan kecerdasan emosional anak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...