Bismillahirrohmanirrohiim...
Kamis, 30 Maret 2017 pukul 11.40 teh Ai memberikan informasi sebagai berikut:
Teh Ai : Assalamualaikum... Mbak Tantia, selamat ya... Dapat kesempatan yg ke dua kalinya untuk pertukaran pelajar. Kali ini ke kelas bunsay BCCG (Banten, Cianjur, Cirebon, Garut).
Kapan siapnya? InsyaAllah dikasih waktu tgl 30 maret s.d 4 april 2017.
Saya : Waalaikumussalam warohmatullah teh, itu sudah terjadwal teh ke BCCG? Dari Depok kami ber 4 nyebar ya?
Teh Ai : Boleh milih mau tanggal berapa, yang dari Depok yang mewakili mba Tantia dan ke kelas BCCG
Saya : Kalau tanggal 2 malam bagaimana teh, atau setelah itu, karena suami sudah di rumah dan harapannya bisa fokus diskusi, anak-anak bisa sama abinya 😊
Teh Ai : tanggal 3 saja ya mba, biar tidak melanggar GFoS
Saya : Insya Allah teh, semoga bisa memberikan yang terbaik. O ya teh yang perlu di persiapkan apa?
Teh Ai : Aamiin, sama dengan yang kemaren, Aliran rasa dan tanya jawab. o ya ini ada hadiah dari Tim Fasil Nasional
Senin pagi teh Ai menginformasikan nomor Fasil BCCG yaitu mbak Wening. Menjelang jam 19.00 mbak Wening menyapa saya, beliau memperkenalkan diri dan bercerita bahwa beliau Fasil BCCG. Beliau bertanya Apakah mbak Tantia siap untuk melakukan pertukaran pelajar? InsyaAllah mba jawab saya. Kemudian mbak Wening meminta CV saya, saya tanya, apa saja yang dicantumkan mba? Beliau menjawab, Nama, Asal kota, Lama bergabung di IIP, Aktivitas dan Anak berapa. Dan apapun yang mbak mau bagikan selain materi perpel tentunya🙏.
Saya memberikan Cv saya, Nama: Tantia Kurniawati, S.Far,Apt., Lahir di Temanggung 32 tahun yang lalu, Domisili Depok, Lama Bergabung di IIP: 2th( semenjak melahirkan Anak ke 2 dan resign dari Apotek), Aktivitas: IRT, saat ini banyak di ranah domestik, membersamai anak2, belajar menjadi ibu dan istri kebanggaan keluarga, dan berharap bisa menebar manfaat selain itu ikut kajian-kajian untuk mengupgrade diri,Jumlah Anak: 1. Muh. Zaki (alm) 8th,7bln 2. Aisy( 6th,7bln) 3.Fatim(2th 2 bln), Alamat blog: tiaummu2soliha.blogspot.com. Hwaw Ibu apotekerrr😻 kata mba Wening, he he iya mba tapi gak praktek, kata saya, beliau juga cerita kalau iparnya Apoteker, kami ternyata sama-sama berasal dari Jawa, apalagi kota Asal mba Wening sama dengan Suami yaitu Jogya penuh dengan Kenangan, jadi deh berasa sudah kenal lama, Akrab, inilah namanya Ukhuwah. Saat ini mba Wening Domisili di Bandung. Di Akhir percakapan kami, mba Wening mendoakan saya Sukses selalu nggih mbak😘, insyaAllah mba, doa yang sama untuk njenengan😘 , dan Mba Wening menginformasikan bahwa nanti yang akan memandu kelas BCCG adalah Mba Azizah, saya jawab baik mba, terimakasih informasinya.
Pukul19:57 saya di sapa mba Azizah: Assalamualaikum mba tantia, Sy Azizah fasil BCCG, Waalaikumussalam mba kata saya, Sebentar lagi saya invite ke grup ya, Baik mba Azizah kata saya. Dan tepat pukul 20.00 saya masuk kelas BCCG, saya disambut dengan hangat oleh bunda-bunda BCCG di persilahkan masuk dan di jamu dengan hidangan, MasyaAllah luaarrr biasa.... bunda-bunda disini semangat-semangat, saya bilang rame ya disini, gabungan 4 kota ya?salah satu bunda menjawab Kita mah heboh tiap hari mba😂, wah jadi bikin muda terus ya, selalu rame, he he. Kata saya.
Setelah kami cukup untuk saling berkenalan Mba Azizah memulai dengan pembukaan: Mba tantia, suatu kehormatan bagi kami di sini kedatangan peserta terbaik dari Depok, Tentunya teman-teman di sini ingin sekali mendengar kisah suksesnya mba tantia di keluarga. Mungkin bisa dimulai dari aliran rasanya mba, apa bisa di posting di sini? Pinisirin kan 😍 saya jawab mungkin belum tepat dikatakan yang terbaik mba, saat ini saya hanya mewakili teman-teman dari Depok, insyaAllah semoga lain kali ada teman yang lain berkunjung kesini. Baik😊, agar tidak pinisirin, he he coba saya share ya ...
ALIRAN RASA MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
Bismillahirrohmanirrohiim...
Puja dan puji hanya milikMu ya Allah atas limpahan nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat, nikmat ukhuwah dan nikmat tholabul ilmi. Alhamdulillah bersyukur saya diperkenalkan dengan komunitas Ibu Profesional yang senantiasa perlahan-lahan menuntun untuk menghantarkan menjadi Ibu yang profesional.
Ucapan terimakasih kepada Bu Septi, Pak Dodik, Putri dan putranya yang telah berkenan membagikan pengalaman dalam dunia pendidikan ibu dan anak. Atas kegigihan, konsisten dan komitmen bu Septi dan keluarga hingga komunitas ini ada dan menebar manfaat. Tak lupa ucapan terimakasih kepada Teh Ai, Teh Chika, Mba Zy, Pejabat BunSay Depok dan Teman-teman angkatan 1 kelas Bunda Sayang, karena beliau-beliaulah selalu memacu semangat dalam membersamai anak-anak.
Materi kedua dalam kelas Bunda Sayang ini adalah MELATIH KEMANDIRIAN ANAK, artinya jika kita hendak melatih kemandirian anak, maka sudah selayaknya kita senang dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri, karena contoh / teladan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap anak. komitmen dan konsistensi sangat diperlukan dalam hal ini, oleh karena itu saya mencoba untuk melatih diri ini konsisten dan komitmen dalam urusan pribadi yang tertuang dalam indikator profesionalisme perempuan kebanggaan keluarga. insyaAllah jika dari orang tua ada teladan anak akan lebih mudah melaksanakan proses kemandiriannya.
Tantangan Games Level 2 ini adalah membuat program One week One Skill, mengabadikan dalam portfolio kemadirian anak. Atas RahmatNya saya bisa menyelesaikan tantangan setiap hari melatih kemandirian anak dan mengabadikan di blog. Bercerita tentang blog sebenarnya semenjak mengikuti matrikulasi sudah dibikinin suami, tapi karena belum begitu tau caranya dan mungkin belum merasakan manfaatnya, akhirnya blog belum terisi. Daaan Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan, lewat teh Ai dan teh Chika, dikirim tutorial blog kreativitas Fasil Bunda Sayang Nasional, saya pelajari dan saya coba, Alhamdulillah bisa dan senang ternyata enak lihatnya, lebih rapi dan terdokumentasi dan ini sesuai dengan desain pembelajaran yang saya buat ketika matrikulasi semua materi yang ada yang teringkas terdokumentasi dan terpublikasikan. Jazakumulloh khoiron katsiro, kepada semua pihak yang terkait. 'Tiada balasan Kebaikan kecuali Balasan Kebaikan pula.''
Dalam tantangan Games Level 2 ini saya bersama suami membersamai anak-anak dalam proses melatih kemandirian anak-anak. Kadang suami masih sering lupa langsung dilayani, misal makan (diambilkan dan disuapi, padahal kakak sudah bisa mengambil dan sudah bisa makan sendiri, dan adek dibantu diambilkan bisa makan sendiri) saya ingatkan, kalau kakak atau adek sudah bisa kita dampingi saja, suami setuju dan berpesan yang penting anak-anak senang jangan sampai terpaksa, beri pengertian, difahamkan dan dimotivasi.
Selama 15 Hari list kemandirian yang kami latih untuk kakak ada 2 yaitu : 1. menyiapkan bekal makan dan minum untuk sekolah, atau menyiapkan makan dan makan sendiri di waktu pagi, siang
dan sore. 2. mandi dan menyiram kamar mandi dengan air yang banyak setelah BAK. Alhamdulillah dengan adanya proses latihan ini kakak sudah konsisten menyiapkan bekal untuk sekolah, bisa mengukur kebutuhan makananya, tujuannya agar makan tidak mubadzir, tidak bersisa. Kadang ikut terlibat didapur menyiapkan makanan misal, menyeplok telur, menggoreng, membuat agar-agar, dan membuat popcorn dengan di dampingi. Untuk kemandirian kedua pun alhamdulillah berjalan , memang kalau mandi sendiri, ganti baju sudah dilakukan sejak usia 5 tahun , yang masih menjadi PR adalah ketika pipis dilantai kamar mandi nyiramnya kurang banyak, apalagi kalau terbangun di malam hari, hanya cebok saja, malas menyiram dengan air yang banyak. Baiklah terus dilatih dan motivasi pentingnya kebersihan. Ada tambahan tugas dan sudah berjalan membuka gordyn dan menjemur handuk.
Sedangkan kemandirian adek adalah Toilet Training. Sebenarnya toilet training sudah dimulai ketika usia 18 bulan, ketika dirumah dilatih toilet training tetapi ketika di mushola atau berpergian masih dipakaikan diapers. Sampai ada tantangan ini dan adek sudah berusia 2 tahun, ada kesadaran untuk memulai lagi toilet training, daaan Alhamdulillah Allah mudahkan. Selama 15 hari poses latihannya berasa "nano-nano" kadang menguji kesabaran, kadang ada peningkatan yang bikin orangtua terharu dan bahagia. 1 minggu pertama sepertinya belum terkontrol dan ketika ditawari pipis seringnya tidak mau. Kadang pipis ya pipis ditempat jika tidak ditawari pipis di dapur atau kamar mandi. Bolak balik ngepel dan cucian lebih banyak. Minggu ke 2 saya berfikir dan berinisatif menawarkan pipis dan mengajak ke kamar mandi, setiap 30 menit ditawari kadang mau dan kadang tidak, adek sudah mau bilang pipis tapi masih di tempat, kadang sudah selesai pipis baru bilang pipis, atau sudah pipis di celana bilang pipis dan di ajak ke kamar mandi mau. Alhamdulillah sudah 2 hari ini sudah bisa merasakan, jika mau pipis bilang dan ke kamar mandi. Subhanallah ternyata semua bisa dilewati ya, semua ada masanya, asal kan kita mau MEMULAI dan yakin bisa melewati tahapan atau prosesnya.
Games Level 2 ini sebagai awal untuk melatih kita sebagai orangtua untuk konsisten dan komitmen melatih kemandirian anak, karena begitu banyak PR kita dalam membersamai kemandirian anak. Banyak yang harus dilakukan untuk mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang mandiri.
MasyaAllah betapa ini materi penting sekali karena manfaatnya luar biasa, Melatih kemandirian anak akan memberikan dampak anak menjadi pribadi yang mandiri tidak tergantung kepada orang lain dan cepat menyelesaikan urusan dirinya dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Hasil dari melatih kemandirian ini tidak seketika dan terlihat langsung bisa jadi efek atau dampak nya akan terlihat beberapa tahun mendatang. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik, dilatih kemandiriannya sesuai dengan tahapan usianya, diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas kemandirian insyaAllah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Saya sangat menikmati proses pendokumentasian ini semoga ini bukan bentuk pamer tapi lebih kepada ekspresi saya sebagai ibu mendokumentasikan kegiatan anak-anak dengan harapan semoga kelak menjadi kenagan manis anak-anak bahwa waktu kecilnya pada usia tersebut mereka belajar kemandirian. Saya berharap dengan menulis menguatkan jiwa dan mengikat ilmu yang saya peroleh, dan semoga ada hikmah yang dapat diambil dan bermanfaat.
SESI DISKUSI
1. Bunda Neneghibat
saya blm selesai baca, anak keburu ngamuk ahaha.. tapi seruu, bisa konsisten itu nikmat ya mbak saya masih sering turun naik imannya
Tantia:
He, he memang iman itu kan naik turun mbak😊 Naik karena kita taat dan turun ketika kita melakukan hal yang tidak benar. Iya konsisten itu nikmat ya😊. InsyaAllah semua bisa, kita butuh latihan. Apalagi di IIP kan memang kita sedang di latih, masyaAllah materi2nya kan luar biasa ya, dari KomPro, lanjut ke Melatih Kemandirian Anak. Nah di kompro komunikasi terhadap diri sendiri ini kalau menurut saya penting, karena ini motornya, kalau ini berhasil, mau komunikasi ke anak, ke suami ke rekan-rekan, insyaallah ok✅
2. Bunda Yuni Astuti
Saya nih lemah iman juga kalo soal nyuapi anak. Sekali waktu mandiri mau makan sendiri. Besok2nya dy ga mau makan.yaudaah disuapin lg.
Bunda Dewi Anggraini:
Kalo saya dicuekin (tetep gak bakal disuapin) bu yuyun.. nanti kalo laper banget kan makan sendiri.. tegaan yaa 😬
Tantia:
Kl menurut saya, memang kit perlu sedikit tega ( tetap lihat usia) di atas 1 th sudah bisa kan ya di latih kemandirinanya. Masih ingat kan ya, kita akan repot di awal2, kl d materi kurang lebih 6 bulan ya, dan yg perlu kita yakini, kita bisa, anak2 bisa dan langsung action Memulai, sembari d apresiasi, di motivasi✅
Bunda Dewi Anggraini :
Masya Allah keren mbak Tantia 😍😍😍
Bunda Desiana Syahrusani : setuju..komunikasi dengan diri sendiri👍👍
3. Bunda Rizka Agnia Ibrahim
Mba Tantia, berbagi tips dong utk bisa konsisten menulis?
Tantia:
Yang saya lakukan agar konsisten dalam menulis
1. Kita meyakini waktu tak akan terulang lagi, jadi pantang di tunda2. kita bisa mencari waktu yang nyaman untuk menulis, karena kita ibu-ibu jadi mungkin ketika anak sudah tidur.
2.Tulis saja yang ada di fikiran
3. Sebelum menulis bisa membaca refrensi yang mendukung dengan yg akan kita tulis.
Intinya Action lagi, kl kita tidak mencoba memulai, mana mungkin bisa ya😊✅
Bunda Rizka Agnia I:
MaasyaaAllah, kereen jdi lawan rasa malas ya. Ini amunisi. Peeluuk mba Tantia..🤗
Tantia:
Mangga/ monggo kalau ada yang mau menambahkan😊 Prinsip di IIP kita sama, semua guru dan semua murid kan bunda- bunda tersayang😊
4. Bunda Desiana Syahrusani
Pernahkah merasa down atau gemes ketika melatih kemandirian anak2 mba? apa yang Mbak Tantia lakukan ketika hal tsb terjadi?
Tantia:
pernah, Saya stok sabarnya tu sedikit, masih harus banyak berlatih tentang kesabaran.
Yang saya lakukan karena saya muslim berusaha untuk memenuhi target ibadah harian misal tilawah, kalau tilawah terjaga, InsyaAllah emosi tidak meledak-ledak, banyak- banyak beristigfar. Dan cerita ke suami, kalau masih marah-marah. Dan suami memberi nasehat. Sabar itu tidak ada batasnya, umi harus bisa mengendalikan nafsu hawa nafsu. Karena marah itu datangnya dari syetan. Kan sudah dapat materi KomPro kata suami, jadi malu saya, saya ingat-ingat kembali itu materi✅
Bunda Desiana:
subhanallah👍👍..saya pun stok sabarnya msh sedikit😓..terimakasih Mbak Tantia..
Tantia: Oh ya bun, kalau saya semua materi saya print dan saya merasakan manfaatnya, di saat down dan mulai atau ada indikasi error saya buka-buka itu materi.
Bunda Asti Susanti R :
Ide bagus 😊😍
Bunda Azizah june:
Nah tuh diprint, jadi deh buku materi Bunsay nanti 😍
Bunda Rizka A :
Kereeen...👍🏻👍🏻❤
Bunda Azizah June:
Ngomong2 soal buku, nanti diakhir kuliah bunsay ..kami fasil bunsay akan ngeluarin buku bunsay v.2 lhoo. Peserta dgn tulisan terbaik bisa jadi ikut nimbrung tulisannya di sana
Tantia:
wuih keren kami tunggu
5. Bunda Sofi Zahroh
Mba tantia, yg mba rasakan tantangan terbesar ketika mempraktekan materi bunsay apa y?
Tantia:
Kl mba sofi dan bunda2 yg lain apa?😊Saya juga pengen dapat ilmu dari bunda2 tersayang di sini😊 Mangga d jawab dulu, insyaallah jawaban dr saya nanti sy sampaikan tentang tantangan terbesar
Bunda Rizka Agnia:
Tantangan terbesar sy adalah tentang konsisten yg terkadang sering turun naik. Dan terasa berat untuk mnguatkannya mba..😊
Bunda Azizah June:
Betul mempertahankan konsistensi itu memang beraat😅
Bunda Desiana: idem....😅😅✌tantangan yg beurat..konsisten tetap berada dijalan yg lurus..
Bunda Sofi :
Sama banget sm teh rizka. Apalagi kmren sakit hampir seminggu. Akhirnya mulai membangun motivasi diri lagi.
Tantia:
Jadi tentang konsistensi ya😊, di kelas ini kita sedang dilatih konsistennya, insyaallah, kl kita mengikuti alur2 nya, insyaallah akan mudah, kalau kata bu septi, lakukan lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menunjukkan JalanNya.Kalau yg saya ingat itu.
Kalau saya tantangannya, kalau nafsu sudah mendominasi, gampang emosi. Nah ini yang terus saya latih. Dengan Tazkiyatun NAFS
Bunda Desiana: tazkiyatunnafs...👍👍👍❤..hal yang baru saya pelajari.. luar biasa Mbak Tantia👍👍
Bunda Rizka:
Dan sprtinya tngah dijalani ya bunda Desi... Semangaat..👍🏻❤
Bunda Sofi:
Iya ya mba, tazkiyatun nafs, kunci yg sesuai 👍🏻👍🏻
Bunda Desiana:
komunikasi dengan diri sendiri..
lakukan,lakukan,lakukan..tazkiyatunnafs,komunikasi vertikal dengan sang pemilik dan pembolak balik hati...
siiiippp...jazaakillah Mbak Tantia....
inspiratif👍😘❤🙏🙏
Bunda Azizah June:
Oke bunda bagaimanaaa, sudah jam 9 lewaat 😄, Klau ada yg masih mau ditanyakan bisa Japri mba Tantia yaa. Bagaimana mba tantia? Masih betah?😅
Tantia:
He he, kalau menurut info saya sampai jam 20.30 sudah melebihi ya...
Bunda Azizah June:
Memang di sini klo ada tamu lupa waktu😂
Bunda Desiana:
😂😂😂
Bunda Azizah June :
Apa kita minta nginep aja mba tantianya 🤣
Bunda Sofi:
😅😅😅
Bunda Desiana:
kalo ada pak dodik,pasti disuruh bubar..bubar..bubar...(kata bunda kiki)
Tantia:
Hiya..., anak2 dan suamiku....
Bunda Azizah June:
Hahaha, oke deh kalau begitu, kita akhiri perpel kita yaa
Tantia:
Iya sdh melebihi, saja pamit ya bunda2 tersayang dan tersemangat😊kalau ada kebaikan itu datangnya dari Allah kalau ada kekurangan itu dari kekhilafan saya, mohon di maafkan ya bunda2, semoga persaudaraan kita langgeng🙏
Pukul 21.15 kami saling berpamitan, berjabat tangan dan berpelukan, saling mengikhlaskan jika ada salah dan khilaf, iringan doa dari teman-teman terimakasih untuk sharenya Mbak Tantia..semoga tetap istiqomah dan selalu dalam lindunganNya.. doa yang sama saya panjatkan untuk teman-teman kelas BunSayBCCG.
Sebelum pamit saya mendapatkan oleh-oleh:
Kamis, 30 Maret 2017 pukul 11.40 teh Ai memberikan informasi sebagai berikut:
Teh Ai : Assalamualaikum... Mbak Tantia, selamat ya... Dapat kesempatan yg ke dua kalinya untuk pertukaran pelajar. Kali ini ke kelas bunsay BCCG (Banten, Cianjur, Cirebon, Garut).
Kapan siapnya? InsyaAllah dikasih waktu tgl 30 maret s.d 4 april 2017.
Saya : Waalaikumussalam warohmatullah teh, itu sudah terjadwal teh ke BCCG? Dari Depok kami ber 4 nyebar ya?
Teh Ai : Boleh milih mau tanggal berapa, yang dari Depok yang mewakili mba Tantia dan ke kelas BCCG
Saya : Kalau tanggal 2 malam bagaimana teh, atau setelah itu, karena suami sudah di rumah dan harapannya bisa fokus diskusi, anak-anak bisa sama abinya 😊
Teh Ai : tanggal 3 saja ya mba, biar tidak melanggar GFoS
Saya : Insya Allah teh, semoga bisa memberikan yang terbaik. O ya teh yang perlu di persiapkan apa?
Teh Ai : Aamiin, sama dengan yang kemaren, Aliran rasa dan tanya jawab. o ya ini ada hadiah dari Tim Fasil Nasional
Senin pagi teh Ai menginformasikan nomor Fasil BCCG yaitu mbak Wening. Menjelang jam 19.00 mbak Wening menyapa saya, beliau memperkenalkan diri dan bercerita bahwa beliau Fasil BCCG. Beliau bertanya Apakah mbak Tantia siap untuk melakukan pertukaran pelajar? InsyaAllah mba jawab saya. Kemudian mbak Wening meminta CV saya, saya tanya, apa saja yang dicantumkan mba? Beliau menjawab, Nama, Asal kota, Lama bergabung di IIP, Aktivitas dan Anak berapa. Dan apapun yang mbak mau bagikan selain materi perpel tentunya🙏.
Saya memberikan Cv saya, Nama: Tantia Kurniawati, S.Far,Apt., Lahir di Temanggung 32 tahun yang lalu, Domisili Depok, Lama Bergabung di IIP: 2th( semenjak melahirkan Anak ke 2 dan resign dari Apotek), Aktivitas: IRT, saat ini banyak di ranah domestik, membersamai anak2, belajar menjadi ibu dan istri kebanggaan keluarga, dan berharap bisa menebar manfaat selain itu ikut kajian-kajian untuk mengupgrade diri,Jumlah Anak: 1. Muh. Zaki (alm) 8th,7bln 2. Aisy( 6th,7bln) 3.Fatim(2th 2 bln), Alamat blog: tiaummu2soliha.blogspot.com. Hwaw Ibu apotekerrr😻 kata mba Wening, he he iya mba tapi gak praktek, kata saya, beliau juga cerita kalau iparnya Apoteker, kami ternyata sama-sama berasal dari Jawa, apalagi kota Asal mba Wening sama dengan Suami yaitu Jogya penuh dengan Kenangan, jadi deh berasa sudah kenal lama, Akrab, inilah namanya Ukhuwah. Saat ini mba Wening Domisili di Bandung. Di Akhir percakapan kami, mba Wening mendoakan saya Sukses selalu nggih mbak😘, insyaAllah mba, doa yang sama untuk njenengan😘 , dan Mba Wening menginformasikan bahwa nanti yang akan memandu kelas BCCG adalah Mba Azizah, saya jawab baik mba, terimakasih informasinya.
Pukul19:57 saya di sapa mba Azizah: Assalamualaikum mba tantia, Sy Azizah fasil BCCG, Waalaikumussalam mba kata saya, Sebentar lagi saya invite ke grup ya, Baik mba Azizah kata saya. Dan tepat pukul 20.00 saya masuk kelas BCCG, saya disambut dengan hangat oleh bunda-bunda BCCG di persilahkan masuk dan di jamu dengan hidangan, MasyaAllah luaarrr biasa.... bunda-bunda disini semangat-semangat, saya bilang rame ya disini, gabungan 4 kota ya?salah satu bunda menjawab Kita mah heboh tiap hari mba😂, wah jadi bikin muda terus ya, selalu rame, he he. Kata saya.
Setelah kami cukup untuk saling berkenalan Mba Azizah memulai dengan pembukaan: Mba tantia, suatu kehormatan bagi kami di sini kedatangan peserta terbaik dari Depok, Tentunya teman-teman di sini ingin sekali mendengar kisah suksesnya mba tantia di keluarga. Mungkin bisa dimulai dari aliran rasanya mba, apa bisa di posting di sini? Pinisirin kan 😍 saya jawab mungkin belum tepat dikatakan yang terbaik mba, saat ini saya hanya mewakili teman-teman dari Depok, insyaAllah semoga lain kali ada teman yang lain berkunjung kesini. Baik😊, agar tidak pinisirin, he he coba saya share ya ...
ALIRAN RASA MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
Bismillahirrohmanirrohiim...
Puja dan puji hanya milikMu ya Allah atas limpahan nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat, nikmat ukhuwah dan nikmat tholabul ilmi. Alhamdulillah bersyukur saya diperkenalkan dengan komunitas Ibu Profesional yang senantiasa perlahan-lahan menuntun untuk menghantarkan menjadi Ibu yang profesional.
Ucapan terimakasih kepada Bu Septi, Pak Dodik, Putri dan putranya yang telah berkenan membagikan pengalaman dalam dunia pendidikan ibu dan anak. Atas kegigihan, konsisten dan komitmen bu Septi dan keluarga hingga komunitas ini ada dan menebar manfaat. Tak lupa ucapan terimakasih kepada Teh Ai, Teh Chika, Mba Zy, Pejabat BunSay Depok dan Teman-teman angkatan 1 kelas Bunda Sayang, karena beliau-beliaulah selalu memacu semangat dalam membersamai anak-anak.
Materi kedua dalam kelas Bunda Sayang ini adalah MELATIH KEMANDIRIAN ANAK, artinya jika kita hendak melatih kemandirian anak, maka sudah selayaknya kita senang dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri, karena contoh / teladan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap anak. komitmen dan konsistensi sangat diperlukan dalam hal ini, oleh karena itu saya mencoba untuk melatih diri ini konsisten dan komitmen dalam urusan pribadi yang tertuang dalam indikator profesionalisme perempuan kebanggaan keluarga. insyaAllah jika dari orang tua ada teladan anak akan lebih mudah melaksanakan proses kemandiriannya.
Tantangan Games Level 2 ini adalah membuat program One week One Skill, mengabadikan dalam portfolio kemadirian anak. Atas RahmatNya saya bisa menyelesaikan tantangan setiap hari melatih kemandirian anak dan mengabadikan di blog. Bercerita tentang blog sebenarnya semenjak mengikuti matrikulasi sudah dibikinin suami, tapi karena belum begitu tau caranya dan mungkin belum merasakan manfaatnya, akhirnya blog belum terisi. Daaan Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan, lewat teh Ai dan teh Chika, dikirim tutorial blog kreativitas Fasil Bunda Sayang Nasional, saya pelajari dan saya coba, Alhamdulillah bisa dan senang ternyata enak lihatnya, lebih rapi dan terdokumentasi dan ini sesuai dengan desain pembelajaran yang saya buat ketika matrikulasi semua materi yang ada yang teringkas terdokumentasi dan terpublikasikan. Jazakumulloh khoiron katsiro, kepada semua pihak yang terkait. 'Tiada balasan Kebaikan kecuali Balasan Kebaikan pula.''
Dalam tantangan Games Level 2 ini saya bersama suami membersamai anak-anak dalam proses melatih kemandirian anak-anak. Kadang suami masih sering lupa langsung dilayani, misal makan (diambilkan dan disuapi, padahal kakak sudah bisa mengambil dan sudah bisa makan sendiri, dan adek dibantu diambilkan bisa makan sendiri) saya ingatkan, kalau kakak atau adek sudah bisa kita dampingi saja, suami setuju dan berpesan yang penting anak-anak senang jangan sampai terpaksa, beri pengertian, difahamkan dan dimotivasi.
Selama 15 Hari list kemandirian yang kami latih untuk kakak ada 2 yaitu : 1. menyiapkan bekal makan dan minum untuk sekolah, atau menyiapkan makan dan makan sendiri di waktu pagi, siang
dan sore. 2. mandi dan menyiram kamar mandi dengan air yang banyak setelah BAK. Alhamdulillah dengan adanya proses latihan ini kakak sudah konsisten menyiapkan bekal untuk sekolah, bisa mengukur kebutuhan makananya, tujuannya agar makan tidak mubadzir, tidak bersisa. Kadang ikut terlibat didapur menyiapkan makanan misal, menyeplok telur, menggoreng, membuat agar-agar, dan membuat popcorn dengan di dampingi. Untuk kemandirian kedua pun alhamdulillah berjalan , memang kalau mandi sendiri, ganti baju sudah dilakukan sejak usia 5 tahun , yang masih menjadi PR adalah ketika pipis dilantai kamar mandi nyiramnya kurang banyak, apalagi kalau terbangun di malam hari, hanya cebok saja, malas menyiram dengan air yang banyak. Baiklah terus dilatih dan motivasi pentingnya kebersihan. Ada tambahan tugas dan sudah berjalan membuka gordyn dan menjemur handuk.
Sedangkan kemandirian adek adalah Toilet Training. Sebenarnya toilet training sudah dimulai ketika usia 18 bulan, ketika dirumah dilatih toilet training tetapi ketika di mushola atau berpergian masih dipakaikan diapers. Sampai ada tantangan ini dan adek sudah berusia 2 tahun, ada kesadaran untuk memulai lagi toilet training, daaan Alhamdulillah Allah mudahkan. Selama 15 hari poses latihannya berasa "nano-nano" kadang menguji kesabaran, kadang ada peningkatan yang bikin orangtua terharu dan bahagia. 1 minggu pertama sepertinya belum terkontrol dan ketika ditawari pipis seringnya tidak mau. Kadang pipis ya pipis ditempat jika tidak ditawari pipis di dapur atau kamar mandi. Bolak balik ngepel dan cucian lebih banyak. Minggu ke 2 saya berfikir dan berinisatif menawarkan pipis dan mengajak ke kamar mandi, setiap 30 menit ditawari kadang mau dan kadang tidak, adek sudah mau bilang pipis tapi masih di tempat, kadang sudah selesai pipis baru bilang pipis, atau sudah pipis di celana bilang pipis dan di ajak ke kamar mandi mau. Alhamdulillah sudah 2 hari ini sudah bisa merasakan, jika mau pipis bilang dan ke kamar mandi. Subhanallah ternyata semua bisa dilewati ya, semua ada masanya, asal kan kita mau MEMULAI dan yakin bisa melewati tahapan atau prosesnya.
Games Level 2 ini sebagai awal untuk melatih kita sebagai orangtua untuk konsisten dan komitmen melatih kemandirian anak, karena begitu banyak PR kita dalam membersamai kemandirian anak. Banyak yang harus dilakukan untuk mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang mandiri.
MasyaAllah betapa ini materi penting sekali karena manfaatnya luar biasa, Melatih kemandirian anak akan memberikan dampak anak menjadi pribadi yang mandiri tidak tergantung kepada orang lain dan cepat menyelesaikan urusan dirinya dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Hasil dari melatih kemandirian ini tidak seketika dan terlihat langsung bisa jadi efek atau dampak nya akan terlihat beberapa tahun mendatang. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik, dilatih kemandiriannya sesuai dengan tahapan usianya, diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas kemandirian insyaAllah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Saya sangat menikmati proses pendokumentasian ini semoga ini bukan bentuk pamer tapi lebih kepada ekspresi saya sebagai ibu mendokumentasikan kegiatan anak-anak dengan harapan semoga kelak menjadi kenagan manis anak-anak bahwa waktu kecilnya pada usia tersebut mereka belajar kemandirian. Saya berharap dengan menulis menguatkan jiwa dan mengikat ilmu yang saya peroleh, dan semoga ada hikmah yang dapat diambil dan bermanfaat.
SESI DISKUSI
1. Bunda Neneghibat
saya blm selesai baca, anak keburu ngamuk ahaha.. tapi seruu, bisa konsisten itu nikmat ya mbak saya masih sering turun naik imannya
Tantia:
He, he memang iman itu kan naik turun mbak😊 Naik karena kita taat dan turun ketika kita melakukan hal yang tidak benar. Iya konsisten itu nikmat ya😊. InsyaAllah semua bisa, kita butuh latihan. Apalagi di IIP kan memang kita sedang di latih, masyaAllah materi2nya kan luar biasa ya, dari KomPro, lanjut ke Melatih Kemandirian Anak. Nah di kompro komunikasi terhadap diri sendiri ini kalau menurut saya penting, karena ini motornya, kalau ini berhasil, mau komunikasi ke anak, ke suami ke rekan-rekan, insyaallah ok✅
2. Bunda Yuni Astuti
Saya nih lemah iman juga kalo soal nyuapi anak. Sekali waktu mandiri mau makan sendiri. Besok2nya dy ga mau makan.yaudaah disuapin lg.
Bunda Dewi Anggraini:
Kalo saya dicuekin (tetep gak bakal disuapin) bu yuyun.. nanti kalo laper banget kan makan sendiri.. tegaan yaa 😬
Tantia:
Kl menurut saya, memang kit perlu sedikit tega ( tetap lihat usia) di atas 1 th sudah bisa kan ya di latih kemandirinanya. Masih ingat kan ya, kita akan repot di awal2, kl d materi kurang lebih 6 bulan ya, dan yg perlu kita yakini, kita bisa, anak2 bisa dan langsung action Memulai, sembari d apresiasi, di motivasi✅
Bunda Dewi Anggraini :
Masya Allah keren mbak Tantia 😍😍😍
Bunda Desiana Syahrusani : setuju..komunikasi dengan diri sendiri👍👍
3. Bunda Rizka Agnia Ibrahim
Mba Tantia, berbagi tips dong utk bisa konsisten menulis?
Tantia:
Yang saya lakukan agar konsisten dalam menulis
1. Kita meyakini waktu tak akan terulang lagi, jadi pantang di tunda2. kita bisa mencari waktu yang nyaman untuk menulis, karena kita ibu-ibu jadi mungkin ketika anak sudah tidur.
2.Tulis saja yang ada di fikiran
3. Sebelum menulis bisa membaca refrensi yang mendukung dengan yg akan kita tulis.
Intinya Action lagi, kl kita tidak mencoba memulai, mana mungkin bisa ya😊✅
Bunda Rizka Agnia I:
MaasyaaAllah, kereen jdi lawan rasa malas ya. Ini amunisi. Peeluuk mba Tantia..🤗
Tantia:
Mangga/ monggo kalau ada yang mau menambahkan😊 Prinsip di IIP kita sama, semua guru dan semua murid kan bunda- bunda tersayang😊
4. Bunda Desiana Syahrusani
Pernahkah merasa down atau gemes ketika melatih kemandirian anak2 mba? apa yang Mbak Tantia lakukan ketika hal tsb terjadi?
Tantia:
pernah, Saya stok sabarnya tu sedikit, masih harus banyak berlatih tentang kesabaran.
Yang saya lakukan karena saya muslim berusaha untuk memenuhi target ibadah harian misal tilawah, kalau tilawah terjaga, InsyaAllah emosi tidak meledak-ledak, banyak- banyak beristigfar. Dan cerita ke suami, kalau masih marah-marah. Dan suami memberi nasehat. Sabar itu tidak ada batasnya, umi harus bisa mengendalikan nafsu hawa nafsu. Karena marah itu datangnya dari syetan. Kan sudah dapat materi KomPro kata suami, jadi malu saya, saya ingat-ingat kembali itu materi✅
Bunda Desiana:
subhanallah👍👍..saya pun stok sabarnya msh sedikit😓..terimakasih Mbak Tantia..
Tantia: Oh ya bun, kalau saya semua materi saya print dan saya merasakan manfaatnya, di saat down dan mulai atau ada indikasi error saya buka-buka itu materi.
Bunda Asti Susanti R :
Ide bagus 😊😍
Bunda Azizah june:
Nah tuh diprint, jadi deh buku materi Bunsay nanti 😍
Bunda Rizka A :
Kereeen...👍🏻👍🏻❤
Bunda Azizah June:
Ngomong2 soal buku, nanti diakhir kuliah bunsay ..kami fasil bunsay akan ngeluarin buku bunsay v.2 lhoo. Peserta dgn tulisan terbaik bisa jadi ikut nimbrung tulisannya di sana
Tantia:
wuih keren kami tunggu
5. Bunda Sofi Zahroh
Mba tantia, yg mba rasakan tantangan terbesar ketika mempraktekan materi bunsay apa y?
Tantia:
Kl mba sofi dan bunda2 yg lain apa?😊Saya juga pengen dapat ilmu dari bunda2 tersayang di sini😊 Mangga d jawab dulu, insyaallah jawaban dr saya nanti sy sampaikan tentang tantangan terbesar
Bunda Rizka Agnia:
Tantangan terbesar sy adalah tentang konsisten yg terkadang sering turun naik. Dan terasa berat untuk mnguatkannya mba..😊
Bunda Azizah June:
Betul mempertahankan konsistensi itu memang beraat😅
Bunda Desiana: idem....😅😅✌tantangan yg beurat..konsisten tetap berada dijalan yg lurus..
Bunda Sofi :
Sama banget sm teh rizka. Apalagi kmren sakit hampir seminggu. Akhirnya mulai membangun motivasi diri lagi.
Tantia:
Jadi tentang konsistensi ya😊, di kelas ini kita sedang dilatih konsistennya, insyaallah, kl kita mengikuti alur2 nya, insyaallah akan mudah, kalau kata bu septi, lakukan lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menunjukkan JalanNya.Kalau yg saya ingat itu.
Kalau saya tantangannya, kalau nafsu sudah mendominasi, gampang emosi. Nah ini yang terus saya latih. Dengan Tazkiyatun NAFS
Bunda Desiana: tazkiyatunnafs...👍👍👍❤..hal yang baru saya pelajari.. luar biasa Mbak Tantia👍👍
Bunda Rizka:
Dan sprtinya tngah dijalani ya bunda Desi... Semangaat..👍🏻❤
Bunda Sofi:
Iya ya mba, tazkiyatun nafs, kunci yg sesuai 👍🏻👍🏻
Bunda Desiana:
komunikasi dengan diri sendiri..
lakukan,lakukan,lakukan..tazkiyatunnafs,komunikasi vertikal dengan sang pemilik dan pembolak balik hati...
siiiippp...jazaakillah Mbak Tantia....
inspiratif👍😘❤🙏🙏
Bunda Azizah June:
Oke bunda bagaimanaaa, sudah jam 9 lewaat 😄, Klau ada yg masih mau ditanyakan bisa Japri mba Tantia yaa. Bagaimana mba tantia? Masih betah?😅
Tantia:
He he, kalau menurut info saya sampai jam 20.30 sudah melebihi ya...
Bunda Azizah June:
Memang di sini klo ada tamu lupa waktu😂
Bunda Desiana:
😂😂😂
Bunda Azizah June :
Apa kita minta nginep aja mba tantianya 🤣
Bunda Sofi:
😅😅😅
Bunda Desiana:
kalo ada pak dodik,pasti disuruh bubar..bubar..bubar...(kata bunda kiki)
Tantia:
Hiya..., anak2 dan suamiku....
Bunda Azizah June:
Hahaha, oke deh kalau begitu, kita akhiri perpel kita yaa
Tantia:
Iya sdh melebihi, saja pamit ya bunda2 tersayang dan tersemangat😊kalau ada kebaikan itu datangnya dari Allah kalau ada kekurangan itu dari kekhilafan saya, mohon di maafkan ya bunda2, semoga persaudaraan kita langgeng🙏
Pukul 21.15 kami saling berpamitan, berjabat tangan dan berpelukan, saling mengikhlaskan jika ada salah dan khilaf, iringan doa dari teman-teman terimakasih untuk sharenya Mbak Tantia..semoga tetap istiqomah dan selalu dalam lindunganNya.. doa yang sama saya panjatkan untuk teman-teman kelas BunSayBCCG.
Sebelum pamit saya mendapatkan oleh-oleh:
Dan kelas ditutup dengan Hamdallah, saya diantar keluar kelas pukul 21.18 dan keluarga sudah menjemput saya. Alhamdulillah Allah mudahkan acara ini. Semoga acara ini kita termasuk dalam golongan saling menasehati dalam ketaatan dan kebenaran, semoga kita dimudahkan dalam konsisiten, Aamiin Ya Robbal'alamin....



Komentar
Posting Komentar