Langsung ke konten utama

📖 PENTINGNYA MEMPELAJARI SIROH NABAWIYAH




📝 MODUL #0
Senin, 17 November 2016
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar ( usz. Yuyu)


PENDAHULUAN

Alloh Ta’ala berfirman:
“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui”.(QS. Yusuf: 03)

Salah satu kisah terbaik itu adalah kisah-kisah dan berita sang Penutup Para Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam dalam menyebarkan risalah Robbnya dan tentang apa yang terjadi padanya dari kaumnya.

Inilah yang diistilahkan dengan Siroh Nabawiyah. PENTINGNYA MEMPELAJARI SIROH NABAWIYAH

Berikut diantara sebagian kecil pentingnya mempelajari Siroh Nabawiyah :

1 Perintah Alloh Taala

Alloh Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah“.
(QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat diatas merupakan perintah dari Alloh Ta’ala untuk melihat dan meneladani Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, tentunya untuk dapat melihat keteladanan dari dalam diri Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam kita harus mempelajari Siroh Nabawiyah.

Oleh karenanya, siapa yang mempelajari Siroh Nabawiyah berarti ia telah melaksanakan perintah Nya dan baginya pahala disisi Alloh Ta’ala.

2 Dapat Meneladani Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam dengan baik

📝  Imam Sufyan Ibnu ‘Uyainah berkata :
“Sesungguhnya Rosululloh shollallohu ‘Alaihi wasallam adalah timbangan paling inti. Maka, segala sesuatu ditimbang dengan akhlak, siroh dan petunjuk beliau. Yang sesuai maka itulah yang benar dan yang berlawanan dengannya, maka itulah kebatilan”.

(Diriwayatkan al-Khothib Al-Baghdadi dalam muqoddimah kitab Al-Jami li Akhlaqir Rowi wa Adabi as-Sami’)


📝 Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan :
“Alloh Ta’ala menggantungkan kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba’ kepada beliau, dan menjadikan celaka didunia dan akhirat disebabkan menentang beliau.”
(Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khoiril ‘Ibad 1/36)

3 Dapat Memahami Al-Quran Dengan Baik

📝 ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun menjawab, “Akhlak beliau adalah (melaksanakan seluruh yang ada dalam) Al-Qur`an”.

📝 Alloh Ta’ala berfirman :
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS. Al-Qolam: 4)


📝 Qatadah mengatakan
“Ia (“Khuluq” dalam Ayat ini) adalah sesuatu yang beliau laksanakan dari perintah Allah dan sesuatu yang beliau jauhi dari larangan Allah, dan makna Ayat di atas: Sesungguhnya engkau benar-benar berakhlak  dengan akhlak yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur`an.”

4 Dapat Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wasallam

📝 Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga dia mencintaiku melebihi daripada cintanya kepada orang tua, anak, bahkan manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari bab Hubbur rasuul shallallahu ‘alaihi wa sallam minal iimaan)

Penanaman cinta dan penguatannya pada hati seorang Muslim menuntutnya untuk mempelajari Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, supaya cintanya kian subur di hatinya terhadap sosok yang mulia ini.

Dan selanjutnya, cinta tersebut akan mendorongnya menuju setiap kebaikan dan ittiba’ kepada beliau.

5 Terdapat Pelajaran-Pelajaran Berharga Apabila Dikaji Dengan Dalam

📝 Alloh Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”(QS. Yusuf: 111)

Siroh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat.

 PENUTUP

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam menjadi tiga golongan: mustaktsir (banyak tahu), muqill(kurang peduli), mahrum (jauh darinya). Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis menjadi realita yang ada di tengah umat.

🍄Alhamdulillah, semoga bermanfaat🌸🌸




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...