Langsung ke konten utama

🕋 PEMBANGUNAN KA’BAH 🕋📝 MODUL #10

Kamis, 5 Januari 2017
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar (usz. Yuyu)


Kini, tibalah waktu bagi Ibrahim untuk menjenguk Hajar dan Ismail as. yang telah 13 tahun ditinggalkannya di sana. Ibrahim as. berkemas dan lalu berangkat ke Hijaz. Bagaimanakah keadaan Ismail as.? Ia tentu telah beranjak remaja kini. Bagaimanakah parasnya? Seberapa tinggikah tubuhnya?

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa isma’il as., di masa remajanya,belajar bahasa Arab kuno dari orang-orang jurhum dan Amaliq. Namun, ia sendiri tetap tumbuh dalam bahasa ibunya, bahasa ibrahim as. Dari ibunya, ia pun belajar bahasa Mesir kuno. Namun demikian, Ismai’il as. memisahkan secara jelas masing-masing lafal bahasa itu. Sebuah Hadits dari Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Husain Ibn ‘Ali menyebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Orang yang pertama kali memisahkan lidahnya dalam bahasa Arab yang jelas adalah Isma’il as. Ia, ketika itu, berusia empat belas tahun.” Sejumlah sumber pun meneranngkan bahwa Isma’il as. adalah orang yang pertama kali menunggangi kuda. Sebelum itu, kuda adalah hewan liar, lalu Isma’il as. menjinakkan dan menundukkannnya. Said Ibn Yahya al-Umawi, dalam Maghazi-nya, menyampaikan riwayat dari Ibn ‘Umar, bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Tangkaplah kuda itu dan kendalikanlah.Sesungguhnya hewan itu adalah warisan leluhurmu, Isma’il as.”

Isma’il as. pun, diriwayatkan, adalah seorang yang sangat ahli memanah. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Berjalan melewati dua kelompok orang yang sedang berlomba ketangkasan memana. Nabi menahan jalannya dan melihat mereka, lau berkata: “Memanahlah kalian seperti layaknya keturunan Isma’il as! Sesungguhnya, leluhur kalian itu adalah seorang pemanah.”

Ibrahim as. tiba di Hijaz. Bisa dibayangkan bagaimana kebahagiaan Hajar dan Ismail as. melihat kehadirannya setelah ia pergi begitu lama. Ibrahim as. pun bahagia melihat Ismail as, putranya telah tumbuh menjadi anak yang gagah., remaja yang kuat, pria yang mampu menaklukkan kuda, dan memanah dengan busur.

Yang paling membahagiakan Ibrahim as. adalah Hajar tetap membesarkan dan mendidik Ismail dalam dalam agama yang lurus, yang hanya mengesakan Allah semata. Ibrahim as. bahkan menemukan Hajar yang masih menghafal dengan baik banyak sekali firman-firman Allah yang tercantum dalam “Shuhuf” yang diwahyukan Allah kepadanya.

Dahulu ia demikian khawatir jika Hajar, sepeninggalnya, atau terpengaruhi oleh berbagai agama berhala yang dianut oleh kabilah-kalbilah yang bermukim di seputar Hijaz. Namun, semua kekhawatirannya itu tidak terjadi  Ibrahim as. sehingga anak itu pun tumbuh dalam agama yang lurus. Hajar tidak berdusta, jika dahulu ia berkata “Jangan khawatiri kami”. Hajar  mampu menjaga Aqidahnya dalam lindungan dan pemeliharaan Allah SWT.

Selanjutnya Ibrahim tinggal di Hijaz. Perintah berkhitan ia lakukan pula pada Ismail as. Ia menanti perintah langit tentang apa yang harus dilakukan berikutnya. Apakah ia harus kembali ke Hebron? Apakah kepergiannya ke Hijaz ini hanya untuk menentramkan hatinya?, yaitu menjenguk Ismail as. lalu mengkhitannya? Tidak! Mengkhitantan Ismail as adalah langkah penyucian dirinya sebelum turun perintah berikutnya dari Allah yaitu membangun Ka’bah.

Tentang pembangunan  Ka’bah di dalam Alqur’an dapat di lihat pada :
1.    Surah Ali Imran: 96-97
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Qs.3:96-97

2.    Surah Al Hajj : 26
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.

3.    Surah Al Baqarah : 125
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

4.    Surah Al Baqarah : 127
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Ketika Ibrahim as. diperintahkan membangun Ka’bah, ia bertanya-tanya di mana lokasi ia harus membangun. Allah mengirimkan awan untuk memberinya petunjuk. Maka, ia pun membangun Baitullah di bawah bayangannya. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Ibrahim as. pun mulai membangun dan ia mengajak Ismail as. membawakan batu-batu.

Ketika bengunan telah meninggi dan keduanya berada di salah satu rukunnya, Ibrahim as. berkata: “ Wahai anakku, bawakannlah untukku batu yang bagus untuk kuletakkan disini. Saat Ismail as. lambat (kembali) datanglah Jibril membawakan al-Hajar al-Aswad (batu hitam). Saat itu, sah batu masih berwarna putih, tepatnya batu Yaqut berwarna putih. Ketika isma’il as. tiba dan ia melihat batu yang dibawa jibril, ia berkata: “Wahai ayahku, siapakah yang membawakanmu batu ini?” Ibrahim as. menjawab: “Ia dibawakan oleh seseorang yang lebih bersemangat darimu!”.  

💐💐 Akhirnya Ka’bah telah berdiri dan bagaimana selanjutnya dengan ibadah haji?, serta apa itu maqam Ibrahim as.?
Insya Allah pada modul selanjutnya akan diuraikan.. selamat membaca semoga semakin jelas sejarah kehidupan ini... Aamiin🐫🐪


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...