Langsung ke konten utama

📚 MATERI POKOK 6 📚 📙 TEHNIK PENDIDIKAN PRE AQIL BALIGH 0 – 7 TAHUN 📙



📚 RESUME KULWAPP MATRIKULASI HebAT #3 LIVE DARI REGION 📚
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community

19:30-21:00 WIB
👤 SME : Bunda Septi Peni Wulandani & Ustadz Harry Santosa
🎙 Host & Co-Host : Bunda Ina (Kalimantan) & Bunda Deasy ISO (Sumatera 1)
📬  Admin : Bunda Ria (Kalimantan)
📝 Notulis : Bunda Yuli (Bandung)
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿

👤 Profil SME
Septi Peni Wulandani
🔹Ibu dari 3 orang anak
🔹Baru menekuni passionnya di dunia anak dan keluarga saat membangun keluarga bersama suami
🔹Founder komunitas Institut Ibu Profesional (IIP)
🔹Founder Jaritmatika
🔹Founder School of Life Lebah Putih
🔹SME Utama HEbAT Community

AWARDS
Kartini Next Generation Award 2003, KOMINFO
Pemenang Danamon Award 2006 sebagai “Individu
Pemberdaya Masyarakat”.
Ashoka Fellowship 2007 sebagai “Woman of Enterpreneur”.
Tokoh Pilihan Majalah Tempo 2007 sebagai “10 Tokoh
yang Mengubah Indonesia”
Penghargaan Menpora 2007 sebagai “20 Pemuda yang
Mengukir Prestasi”.
Nominator International Enterpreuner of the year dari Ernst
and Young tahun 2007
Ikon 2008 Majalah Gatra untuk bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi
Kartini Award versi majalah Kartini, 2009
Ibu Teladan versi majalah UMMI 2014


Materi Pokok   6
🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in).
Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much teaching, but more learning”.

Usia 0-2 tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua orangtuanya, terutama ibu yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak sebagai seorang bayi "hanya" di usia ini (0-2 tahun). Mengapa ditekankan "hanya" karena banyak diantara kita memperlakukan anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba dibantu.

Usia 0-2 tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas. Sambil menyusui selalu masukkan harapan anda dari lubuk hati yang terdalam.
Ayah jangan lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia 0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara menjelang tidur, tanamkan value keluarga anda kepada anak-anak sedini mungkin.

Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat. Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang membangun pola, maka jangan sampai salah. Berikan teladan yang benar. Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang anda katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.

Panduan teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:
1.       Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesaranny
2.       Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam
3.       Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak.
Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan
4.       Fitrah Perkembangan : Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll
---------------------------------------------
Disusun kembali oleh Tim Fasilitator HEbAT Community
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿

❓📝❔ Tanya Jawab❔📝❓

🎙 Host
1  Fase Egosentris VS Penerapan Disiplin
Bunda Ajeng - Bandung
Bunda Tantia - Depok
Bunda Eka - Balikpapan
Bunda Riva - Magetan
Bunda Kartika - Cileduk
Bunda Yardhika – Surabaya

1. Sy mau tanya, pernah sy baca materi ttg pemuasan ego di usia 0-7thn itu penting. Nah sementara di materi barusan, ada kata2 2-7thn jgn sampe ketika ia membuat kesalahan, jgn sampe dibiarkan dan harus diperbaiki saat itu juga.
Sy khawatir slh memahami yg pemenuhan ego.
Misal kasusnya: anak usia 4tahun berebut mainan atau makanan dgn teman sebayanya. Nah di pemenuhan ego itu kan katanya dibiarkan saja "bercekcok" slama tdk ada hal parah trjadi, bs utk mningkatkan rasa bersaing. Smentara dr materi yg barusan, sy memahami bahwa demi menjaga fitrah kebaikan anak, perlu utk segera membantu melerai anak - anak belajar mengalah, berbagi, slain itu jg menjaga agar ortu tmannya tdk mrasa terganggu dgn anak qta *krn bs jd blm mmahami polah anak sewajarnya, agar anak tdk diperlakukan buruk oleh org lain kelak. Atau bkn kesalahan spt ini yg dimaksud? Mohon penjelasannya ya.. Syukron.

2. Assalamualaikum wr wb...
Apabila anak2 usia 2-7 th melakukan kesalahan tidak bisa qta biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orangtua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin tambah usia makin longgar
Mohon dijelaskan kesalahan yang seperti apa yang harus dibetulkan & tegas yang seperti apa, kemudian semakin tambah usia makin longgar, longgar dalam hal apa? Jazakillah khoir🙏

3. Bagaimana merespon perkembangan anak yg mulai suka bargaining..mau melakukan sesuatu jk ada rewardnya..sy perhatikan di usia 5 th ini mulainya..apakah  metode reward and punishment tdk baik? Lalu dg metode apa baiknya agar anak mengenal aturan dan disiplin..

4. Assalamualaikum,
Mohon penjelasannya, dimaksud gagap value itu bagaimana? Dan seberapa tegaskah seharusnya orang tua terhadap anak di masa pembentukan? Boleh diberikan contohnya? Karena kadang saya khawatir kalo ketegasan saya kebablasan sehingga bisa menciderai fitrah anak. Jazakumullah khair

5. Bagaimna cara mengatatasi anak tantrum usia 2 thun, klo dia kesal teriak2 gt ...
Terimkasih

6. Dalam materi dijelaskan untuk anak 2-7 tahun adalah pembentukan pola dan harus segera dibetulkan jika melakukan kesalahan. Orang tua harus tegas. Boleh dijelaskan kesalahan seperti apa yang dimaksud dan bagaimana cara membetulkannya...?
Mengingat anak usia 2-7 tahun masih suka eksplorasi dan belum paham aturan...


👤 Bu Septi:
1 kita bahas satu-satu ya, biar tdk bingung.
Apabila anak bertengkar, orangtua memang tdk boleh cepat-cepat melerai, ijinkan mereka menyelesaikan permasalahannya sendiri. Istilahnya sama dengan analogi ini:
"Kalau anak kita panas, maka jangan buru-buru dikasih antibiotik, biar muncul antibodi secara alamiah".
Tugas kita hanya menjaga anak-anak dari hal-hal yg berbahaya saja, selebihnya biarkan anak-anak yg menyelesaikan.
kemudian untuk usia 2-7 th kita perlu memperkuat penanaman value keluarga, jangan sampai salah disini, karena anak akan mengalami " gagap value"

2 wa'alaykumsalam, kita perlu tegas di value keluarga, agar value keluarga ini tercelup di dalam value diri anak-anak. Ketika mereka usia 7-14 th, saatnya kita melihat bagaimana ketahanan diri mereka dalam memegang value keluarga, ketika berbaur dg value keluarga yg lain. Dan anak-anak masih bersama kita secara fisik.
Ketika usia 14 th ke atas, saatnya kita melihat anak-anak kuat dg value dirinya di saat bercampur dg value teman-temannya.

3 metode reward and punishment ini sebenarnya tidak tepat untuk manusia. Metode ini paling tepat untuk hewan, karena hewan ini ada stimulus respon.
Sedangkan manusia itu:
Stimulus Thinking respon
Sehingga sebaiknya memakai metode "kesepakatan dan konsekuensi"

4 contoh, salah satu value di keluarga kita adalah "jujur"
Tapi ketika ada tamu yg kita tdk suka, kita pesan ke anak-anak
"Ssst...kalau ada bu x datang, bilang mama nggak ada ya"
Dan banyak contoh kondisi yg lain lagi, yg membuat anak bingung ( gagap ) secara value.
Nah hal ini akan makin membingungkan anak-anak usia 2-7 th, yg memegang value yg ditularkan oleh ortunya,  tapi dirusak oleh orang dewasa di sekitarnya

5 jangan ditanggapi dan jangan pernah diloloskan keinginannya, nanti akan jadi modus operandi anak-anak.
Katakan bahwa di rumah ini tidak ada yg berhasil dengan menangis dan teriak-teriak.
Jadilah orangtua yg tega

6  sudah saya jelaskan di awal ya

🎙 Host:
2 Merancang Kurikulum
 Bunda Nares - Jogja
 Bunda Dyah - Medan
 Bunda Saufa - Medan
 Bunda Isna - Jogja

1. Bunda Septi,
Saat ini saya sudah mengambil kembali mendidik anak mandiri, tdk lagi di Paud.
Per hari ini, Ananda (3,5th) mulai belajar, namun bertahan 15 menit untuk belajar dlm posisi duduk. Yaitu: doa harian dan mewarnai
Berlanjut bermain badminton durasinya 15 menit jg.
Menurut penjelasan Fitrah Belajar, Ananda sbaiknya banyak belajar di alam.
Pertanyaannya;
Berapa lama waktu belajar ideal sy harus membersamainya?
Apa saja yg bisa saya catat di jurnal hariannya?
Terimakasih

2. kita tau anak usia 0-7 tahun itu menghabiskan wktu lebih banyak di rumah. seberapa penting kurikulum,  daily activity dan portofolio yang harus disiapkan ortu demi mendampingi proses belajar mereka?

3. Bagaimanakah contoh konkrit aktivitas/kegiatan untuk mengembangkan fitrah keimanan.
Terimakasih

4. Ibu septi, bagaimana membuat kurikulum pendidikan dirmh dg dua anak yg berbeda umur, satu tahun dan 4 thn? Apakah disamakan sj?

👤 Bu Septi:
1 rentang konsentrasi anak itu 1 menit x umurnya, dan bertambah selaras dengan menariknya media belajar serta fasilitator yg memandu.
Jadi kalau ananda bisa tahan duduk 15 menit itu sdh luar biasa
Untuk jurnal harian jangan terlalu rumit dulu, dokumentasikan saja aktivitas anak. Kemudian berikan keterangan di captionnya
Misal : ananda hari ini sangat antusias belajar ttg daun.
Hari berikutnya :
Ananda hari ini mulai banyak bertanya dg berbagai macam daun. Baru 3 menit sdh beralih bertanya ttg batu-batuan.

2 jangan pikirkan kurikulum dll dulu, hadirkan hati, pikiran dan fisik anda untuk bermain bersama anak-anak. Totalitas dulu, dan lakukan saja jangan banyak berpikir.
Lakukanlah walau belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan laku perjalanan kita

3 kami tidak pernah memisah-misahkan aktivitas  x berkaitan dengan iman dan aktivitas y tidak berkaitan dg iman. Karena mulai dari mereka bangun tidur sampai tidur lagi semuanya sdg dalam proses meningkatkan fitrah iman

4 main bersama saja bu, dan jadikan si kakak sebagai asiaten ayah bundanya

3 Fitrah Bakat dan Learning style
Bunda Agustin - Tangerang Selatan
Bunda Dede - Pamulang
Bunda Diah - DKI
Bunda Agus - Depok

1. Assalamualaikum, Soal fitrah bakat, sejauh mana memperkenalkan ke anak usia 0-7 bakat2 yg ada. Bakat ada d dunia ini banyak sementara kemampuan sy untuk mengeksplore sgt sedikit. Takutnya sy memaksakan bakat sy k anak. Umur brp anak bs diketahui berbakat pada suatu bidang? Apa jika mengikuti bakat dia akan sukses? Bagaimana dg org yg lbh berbakat?Jika berbakat menari dia akan jd penari jg?

2. Assalamu'alaikum.
Utk mengasah fitrah bakat dilakukan tour talent, pd anak usia 6 thn, apakah langsung ke lapangan berkunjung dgn semua profesi atau bisa melalui media gambar atau video (misalnya download dari internet). Bagaimana sebaiknya?
Profesi yg kita kenalkan apakah hanya yg sukses secara ekonomi atau semua jenis tanpa kecuali? Mhn arahannya, Trimakasih. Wassalamu'alaikum

3. Anak-anak saya masih di bawah 7th dan banyak sekali bertanya 'Kenapa'. Bagaimana supaya tidak too much teaching?
Terimakasih

4. Assalamu'alaikum,
More learning itu contoh realnya misalnya gimana ya?
Bila anak kurang pintar bergaul ( cenderung hanya bermain dng 1 teman) dan dy itu folower banget ( apa yg di lakukan temannya di ikuti) dan blm bisa membela diri, blm bisa memfilter mana yg baik/ buruk...
Bagaimana solusi utk anak yg type begitu?
Karena anak tersebut seperti type nomer 2, saya ada sedikit kekhawatiran ketika mengikutkan anak utk ikut TPQ, karena pernah waktu itu ikut pengajian sore saat ramadhan ( gak di tunggui) anak jadi cenderung penakut gak percaya diri, klo tdk nyaman tiba2 langsung ngemut jari ... Yg ada di pikiran saya itu mgkin waktu si anak ikut proses Pengajian saat ramadhan tsb anak kan kurang bisa bergaul jadi hanya diem saja dan otomatis teman2nya gak mau main sama dy, atau mgkin ada temannya yg 'galak' dy blm bisa membela diri. Apa solusinya ya pak? Apakah tetap saya ikutkan utk ikut TPQ sekarang berharap kemampuan sosialisasinya membaik dng banyk ketemu teman, atau saya tunda sampai anak ini 'mapan' dulu ya? Mohon pencerahannya

👤 Ustad Harry:
1. Fitrah bakat ini adalah sifat bawaan unik yang produktif, disebut talent atau strength. Ini merupakan panggilan hidup seseorang, jika dikembangkan akan menjadi career atau peran peradaban atau destiny nya.

Sifat bawaan atau bakat ada dua, yang pertama adalah bakat terkait fisik, ini mudah diamati. Misalnya suka olahraga tertentu, suka menari, suka memasak, suka ngomomg dll. Yang kedua, bakat terkait bidang atau peran, misalnya suka mengatur, suka meneliti, suka menganalisa, suka mengumpulkan teman2, suka memprediksi masa depan, suka memilih menempatkan orang yg cocok dll. Nah ini agak sulit dikenali di bawah usia 7 tahun. Maka perbanyaklah aktifitas dan wawasan sebelum usia 7 tahun.

Kita tidak perlu membekali semuanya, bekalilah yang relevan dengan bakat anak2 kita saja. Abu Bakar ra mengatakan bukan aib bagi seseorang yg tdk mengetahui sesuatu yg tdk relevan dengan dirinya. Kita saja orangtua, tidak bisa semua hal, tdk tahu semua hal dan tdk suka semua hal, lalu mengapa harus membekali semua hal pd anak2 kita? Bekalilah mereka hanya yg relevan dengan fitrah2nya sesuai fitrah tahapannya.

Sebaiknya menggunakan pengamatan saja untuk usia 0-10 tahun dengan memperbanyak aktifitas.
Caranya, ambil sehelai kertas, catat setiap pekan aktifitas anak yg apabila setiap mereka melakukannya sangat semangat sebelumnya, sangat enjoy ketika melakukannya dan sangat bahagia setelahnya. Lakukan dan catat terus selama 1 sampai 3 bulan. Kemudian pilih 3 - 5 saja diantara aktifitas tersebut, lalu fokus dan konsisten mengembangkannya, menambahkan skill dan knowlege yg diperlukan.

Tetap optimis ya Bunda, framework yang kita buat adalah framework ideal pendidikan, pada galibnya siapapun bisa memulai mendidik fitrahnya pada usia berapapun, bukan hanya fitrah bakat juga fitrah lainnya. Penemu pemetaan bakat, Abah Rama, baru mengenal dirinya dan bakatnya di usia hampir 60 tahun. Namun beliau menjadi sangat sehat dan produktif setelah itu dan kini berusia 70 tahunan. Jadi jangan bingung.

Bakat adalah sifat produktif, ada yg terlihat dari peran, spt suka memimpin, suka mengatur dll dan ada yg dari fisik, spt menari, memasak, olahraga dll. Bakat ini jika didalami akan menjadi peran, dan peran ini adalah misi spesifik nya di muka bumi disamping misi umumnya utk beribadah, imamah, imaroh, dan khalifah.  Misi spesifik ini unik dan banyak yg mengatakan sbg panggilan hidup. Kalau anak kita nampak berbakat Menari, dikembangkan saja krn terkait pembentukan karakter uniknya. Banyak peran yg bisa dikembangkan dari bakat menari, jika "tdk berharap" bila anak menjadi penari di kemudian hari. Penari dalam benak kita selalu negatif, dibanding bakat memimpin, bakat menghafal dstnya. Padahal pemimpin diktator dan penghafal alQuran yg sekuler juga banyak. Jadi bakat hanyalah sisi pembentukan karakter kinerja (disiplin, tekun, rajin, tuntas, dll) saja, memerlukan pendidikan akhlak utk menyempurnakannya dgn peran yg lebih luas.

👤 Bu Septi:
Ya betul, bakat unik anak itu karunia dari Allah yg harus kita syukuri. Kalau ada bakat anak yg tidak sesuai dg keinginan kita, sebaiknya tidak kita sampaikan ke anak sebelum kita pelajari. Misal anak suka menari, maka hadirkan para penari yg bermanfaat untuk banyak orang.

2. Betul, ajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat yg ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan. Sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan.

3. Perkayalah wawasan anak anak kita. Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep2 dasar berfikir, sehingga mampu menalar.

Tugas kita menyadarkan anak anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, "dont too much teaching, but more learning". Misalnya bagi kita lebih baik anak2 suka buku dengan banyak dibacakan dan diinspirasikan gairah bertanyanya daripada mengajarkan membaca.

Anak2 yg suka buku maka dipastikan fitrah belajar nya tumbuh, anak2 yg diharuskan bisa membaca, beresiko membenci buku, dan belum tentu suka buku. Jadi biarkan mereka yg memintanya sendiri utk Belajar.

4. Perkuat terlebih dahulu value keluarga untuk bisa dicontoh anak-anak, value ini ditularkan bukan diajarkan. Nah ketika penularan pertama adalah hal baik, maka ketika ia tertular value akhlak di luar sana yg kurang baik, imun tubuh anak akan meningkat, dan bisa mengatakan tidak.

4 Hubungan antar anggota keluarga
Bunda Fanny - Tasik
Bubda Saufa - Medan
Bunda Tia - Serang

1. Assalamualaikum ibu septi, saya ibu rumah tangga, hidup merantau dan tanpa art. Anak saya 2, kakaknya perempuan umur 4thn 6bln karakter kuat, suka mengatur, tidak mau kalah. Dan adiknya laki-laki umur 16 bln karakter kuat juga. Bagaimana caranya saya bisa mendidik keduanya tanpa mencederai fitrahnya. Si kakak sekarang menuntut perhatian lebih dengan meniru setiap gerak gerik adiknya (dari mulai berjalan,  bicara, bahkan kadang kembali minta nyusu). Berebut mainan dll. Saya sudah memberikan pengertian tapi hasilnya masih nihil. Si adik sekarang malah jadi lebih banyak mengalah dan saya alihkan perhatiannya pada yg lain. Keadaan akan makin parah kalau di berumah hanya bertiga. Apa yang harus saya lakukan agar fitrah keduanya bisa berkembang dengan baik?
Trims..

2. Saat ini suami saya tugas diluar kota, 3 bln sekali kami baru bertemu. Mohon tips dan saran cara yg terbaik agar suami saya bisa senantiasa terus bermain dgn anak lelaki kami (10 bulan) walaupun hanya dengan waktu yg singkat.

3.  Assalamualaikum
saya ibu bekerja, berangkat jam 7 pagi, pulang paling lambat jam 5 sore, setiap istrht saya bisa , pulang sambil nengok anak.anak pertama 4 th anak kedua 2 th
tidak dipungkiri pengasuhan anak di rmh dibantu juga oleh ibu saya. Saya merasa terbantu oleh ibu mengingat suami saya bekerja di Jkt. berangkat jam 5 pagi pulang paling telat jam 8 mlm. saya merasa suami saya kurang berperan dlm mendidik anak2 ( kadang dia jg merasa begitu)
saya berusaha memanfaatkan quality time utk ank2 dan saya selalu mengkomunikasikan masalah2 anak2 kpd ibu dan suami namun ada sedikit kekhawatiran.

pertanyaan:
apakah kondisi di atas mempengaruhi anak dalam hal di rumah lebih lama dengan nenek Dan jarang bersama dengan ayah?
saya merasa anak2 kurang dlm komunikasi. apa yg hrs saya lakukan dgn kondisi di atas?
terima kasih

👤 Ustad Harry:
Ada seninya agar fitrah egonya terpuaskan (tdk terluka) tetapi nilai2 kebaikan bisa sambil ditanamkan. Misalnya ketika mainan anak kita direbut saudaranya, maka kita mengembalikan mainan anak kita kpdnya. Tidak memaksanya saat itu dengan mengatakan "ayo anak ummi tidak pelit" atau "anak sholeh harus berbagi ya" dstnya itu akan melukai egonya. Tapi jelaskan di lain waktu dan lain tempat dengan kisah inspiratif dan keteladanan yg baik.

Jika sebaliknya maka, upayakan alihkan atau ucapkan kata2 yg baik bukan mengecam. Intinya jangan pernah melukai ego kakak maupun adik, imaji positifnya ttg dirinya dan imaji positif ttg perbuatan yg baik, jangan dibenturkan keduanya.
Contoh lain, bunda bisa mengajak anak2 membereskan kamar bersama2, ajak kakak menjadi pemimpinnya dan adik membantunya. Bayangkan sambil sedang membuat/bermain kapal laut yg keren dsbnya. Bunda bisa berkreasi lainnya.

2. Sesungguhnya pada galibnya setiap ortu sdh memenuhi kriteria dan syarat utk HE, krn sudah layak diamanahi karunia anak oleh Allah swt.
Home Education hanya istilah yg mudah diingat utk mengembalikan peran pendidikan kepada rumah atau keluarga. Amanah mendidik anak tdk bisa didelegasikan kpd siapapun. Lembaga rumah telah ada jauh sebelum ada lembaga2 lain spt sekolah. Pendidikan Usia 0-7 sepenuhnya tanggungjawab kita sbg ortu, usia 8-14 mulai perpaduan rumah dan komunitas.
                                                               
Peran ayah dalam HE adalah spt peran para Nabi thd keluarganya. Yang bukan Nabi namun luar biasa dalam mendidik adalah Luqmanul Hakim, seorang ayah yg diabadikan namanya oleh alQuran krn wasiat2nya pd anak2nya. Mohon maaf belum ada nama ibu yg diabadikan sbg nama surat dlm alQuran krn nasehat2nya.

Penelitian menyebutkan bhw anak lelaki yg tdk dekat dgn ayahnya berpeluang 6 kali kena narkoba. Sementara anak wanita yg tdk dekat dgn ayahnya akan (maaf) mudah menyerahkan kehormatannya pd pria yg bukan suaminya. Saya mendapat info dari ust Adriano, saya belum konfirmasi sumbernya. Namun para psikolog dan penggiat parenting selalu mendorong peran ayah dalam pendidikan rumah. Ayah adalah sosok ketegasan, pembuat hukum dan penyedia sumber.

👤 Bunda Septi:
Bunda, pasti banyak para bunda di rumah yg langsung acung jempol dan menyatakan secara bersamaan "betuuuuul".
Ini tantangan yg jamak dialami setiap keluarga, maka tugas kita mengubahnya menjadi tidak biasa di grup ini.
Kuncinya "komunikasi".

Kemudian lanjutkan dengan minta investasi waktu para ayah untuk mendiskusikan  ttg pendidikan anak.
Laksanakan "family strategic planning" setiap satu tahun sekali. Kemudian di breakdown dg family meeting setiap sepekan sekali
Kuncinya adalah "ayah, ketika anda bisa professional melakukan pekerjaan kantor, maka mulailah dengan sangat professional di perusahaan yg dititipkan Bos Besar kita di pundakmu, krn ini pertanggungjawaban dunia akherat.

3. Secara teknis memang bunda harus mengatur waktu lebih baik agar tidak terlalu letih bekerja. Gadget dll tdk dapat menggantikan sentuhan dan pelukan. Mendidik bukanlah mengajarkan jadi tdk perlu khawatir terbebani mengajarkan matematika, fisika dll. Jagalah kedekatan, kenali karakteeistik mereka, cari sisi2 positif dimana peran bunda bisa masuk lebih berkesan dengan waktu terbatas, misalnya jika anak suka belaian maka perbanyaklah belaian, jika dia suka cerita ttg hero, maka perbanyaklah cerita ttg hero jika bertemu dll, shg tepat waktu dan tepat guna. Kita tdk pernah tahu sisi mana anak kita akan tersentuh dan terkesan oleh pendidikan kita, maka temukan sifat bawaan dan keunikan mereka. Doronglah mereka mengenali dirinya lewat beragam kesempatan dan aktifitas yg relevan.
Secara filosofis, yakinlah bhw Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu dan punya waktu banyak, namun Allah akan memampukan  mereka yang menjawab panggilan untuk mendidik anak2nya.

5 Fitrah Perkembangan sesuai Gender dan Tahapan nya
Bunda Iqomah - Bekasi
Ummu Hafa - Semarang (4 month)
Bunda Fina - Banjarbaru Kalsel

1. Assalamu'alaikum bunda,
Didalam Konsep pendidikan pra aqil baligh perlu diperhatikan di usia 0-7 thn, adakah perbedaan pemerhatian untuk anak laki-laki dan perempuan, jika memang berbeda seperti apa bunda?

2. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh bunda, bismillah saya ingin bertanya:
Adakah poin2 milestone per tahapan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam tumbuh kembang anak sesuai fitrah tadi ?Jika iya apa saja?
Adakah contoh2 stimulasi di tiap tahapan tersebut untuk memenuhi milestone tadi? Apa saja?
Jazakallahu khayr

3. Assalamu'alaikum Terkait dengan fitrah perkembangan anak, untuk anak usia 5 tahun makanya memerlukan waktu lama sekali, dam terkadang masih minta disuapin langkah apa yang bisa dilakukan untuk pelan2 merubah kebiasaan tersebut? Apabila saya menolak untuk menyuapinya dengan alasan karena anak sudah bs makan sendiri benar/salah? Ketika di rumah nenek ank saya jadi lebih manja sekali, makan minta disuapin karena nenek jauh dan hanya setahun 2x pulang kampung, mereka pikir krn msh kecil dan ada tempat manja jd gpp, nnti kalo sdh di rumah sndri sm ortunya lak pinter lagi mau makan sendiri, dan bilang anak2 kecil tetangganya kecilnya manja kl sudah nalar ya bisa makan sendiri begitu juga imbuh nenek2nya. Saya harus bagaimana ya?

👤 Ustad Harry:
1. Usia 0-2 thn anak dominan berada pada ibunya, usia 3- 6 thn anak perempuan ke ibu dan anak lelaki ke ayah. Usia 7 - 12 tahun (pre aqil baligh) dibalik, anak perempuan ke ayah, anak lelaki ke ibu. Karena pada usia ini anak sangat membutuhkan terpenuhinya kasih sayang dari sosok lawan jenis. Anak lelaki yang tdk "dekat" dengan ibunya pd usia ini cenderung melecehkan wanita, mencari kasihsayang dgn wanita di luar rumah (berpacaran) dstnya. Begitupula anak wanita yang tdk dekat dengan ayahnya, akan mudah menyerahkan tubuhnya pd lelaki yang bukan haknya.

Usia 13-15 dibalik lagi, anak lelaki ke ayah sebagai sosok keteladanan sosial, business dan memikul beban syariah. Anak perempuan ke ibu. Ayah dan ibu menjelaskan secara terbuka dari sisi ilmiah (fase pembuahan dan janin, aspek kesehatan) dan sisi syariah (mandi wajib, wajib syariah dll) ttg sex agar anak mendapat informasi pertama.                                                         

2. Usia 0-2 bayi diberi full ASI, ini saja sdh memenuhi hampir seluruh aspek pendidikan. Fitrah imannya terbangun, krn selama menyusui otomatis kedekatan terjalin kokoh, sentuhan yang lembut, tatapan penuh cinta, wajah yang tulus dan ceria dll maka imaji2 ttg sosok ibunya akan menguatkan fitrah keimanannya. Fitrah belajarnya tumbuh lewat bahasa ibu yang intens, banyakah bicara dan mengisahkan kepahlawanan, kebaikan dll. Fitrah bakatnya akan tumbuh dengan memberi kesempatan bergerak dan memilih mainan kesukaan dstnya. Nabi saw melarang keras bersikap kasar pd fase ini.

Usia 3-6, pada usia ini anak egonya tumbuh, dirinya pusat semesta, dia belum menyadari eksistensi orang lain, dia belum punya tanggungjawab moral. Fitrah keimanannya memerlukan atmosfir dan keteladanan. Maka upayakan cinta dan ridha dahulu sebelum pengejaran. Anak yang suka dan cinta pada Kitabullah maka dia akan menghafal dengan sendirinya, anak yang suka dan cinta sholat dan sedekah maka dia akan sholat tanpa disuruh. Jangan tergesa mengajarkan, tergesalah untuk membangkitkan cintanya dan ridhanya pd semua kebaikan dan kebenaran.

Fitrah belajarnya suka yang konkret bukan abstrak, walau tahu dimensi waktu, misalnya ayah kemarin hadir sekarang di kantor dll. Maka menjelaskan Allah dengan cara berfikirnya, bukan dengan cara kuliah orang dewasa. Fitrah bakat pd tahap ini perbanyak saja wawasan dan aktifitas beragam. Mengahafal alQuran jika ingin, maka pastikan dia sdh cinta alQuran dan lakukan dgn metode talaqi atau pendengaran bukan membaca text.

Usia 7 -10, ini yang disebut pre aqilbaligh tahap 1. Sholat bahkan sdh diperintah. Jika 0-6 sdh jatuh cinta pada kebaikan dan kebeneran, perintah sholat adalah sesuatu yang menyenangkan di usia ini bahkan tdk perlu diperintah. Fitrah belajar dengan memperbanyak proyek2, fitrah bakat dengan memperbanyak proyek bakat, club bakat, dikenalkan pd pakar2 sesuai bakatnya, mulai diamati potensi bakatnya yang paling menonjol.

11-14 ini tahapan kritis, pre aqilbaligh ke dua. Kalau tdk sholat boleh dipukul, maka upayakan 0-10 tahun fitrah imannya tumbuh jadi tdk prlu dipukul. Rasulullah saw sepanjang hidupnya tdk pernah memukul anak. Bakat sdh berubah menjadi peran awal dan karir. Belajar sdh mulai melahirkan karya2 inovasi. Rasulullah saw pd tahap ini sering magang berdagang ke Syams bersama Maestro bisnis yaitu pamannya.
Semoga menjawab semua pertanyaan.

👤 Bunda Septi:
3. Bunda, kalau ada istilah usia 0-7 th jadikanlah anak-anak sebagai raja, menurut pemahaman yg sudah saya lakukan ke anak-anak, tidak memaknai untuk selalu dilayani, disenangkan dan dipenuhi kebutuhannya. Saya dan suami memaknainya sebagai berikut : Raja itu berhak mendapatkan kualitas no 1. Maka berikan waktu, hati, fisik, perhatian dan pikiran kita ke anak-anak dengan kualitas no 1, bukan di nomor duakan. Bersungguh-sungguh dalam melatih anak karena usia ini merupakan pondasi pertama peradaban ditancapkan untuk bisa menapaki pijakan-pijakan peradaban berikutnya.
Kuatkan value keluarga bunda dan komunikasikan lah dengan baik kepada nenek anak2 kita

6. Fitrah Belajar - Minat dan Curiousity
Bunda Ludfi - Solo
Bunda Irma - Lampung
Bunda Rina - Banjarnegara
Bunda Erna - Surabaya

1. Anak saya 5 th, sangat sering bertanya, dan ketika saya menjelaskan jawabannya sering sekali banyak kosa kata yg dia ga paham, otomatis dia langsung menanyakan artinya, bahkan untuk kata2 yg sangat umum..saya jadi kadang sulit menjelaskan artinya agar dia faham..jadi ga selesai2 pertanyaannya😟. Ujung2nya saya yg emosi 😢. Apakah wajar untuk anak di usia itu?

2. Assalamualaikum Bunda Septi.
Saya memiliki anak usia 4 dan 2,5 tahun..dari kecil saya selalu membacakan anak2 buku setiap harinya..saya juga buatkan ruang baca khusus untk anak2, mrk selalu antusias untk minta dibacakan atau buka2 sndri di ruang baca..tp setiap saya mencoba untuk membacakan buku ttg rasullallah atau asmaul husna anak2 sering menolak, lbh suka salah satu seri buku " franklin" buku tentang karakter. Terkadang ada kegalauan tersendiri bunda di saya krn inginnya diselipkan kisah2 ttg asma Allah dan rosul juga untk anak2. Atau saya yg terlalu tergesa bunda? apakah memang msh pada tahap usianya lbh suka seri bergambar dan cerita2 yang lbh ringan?. Trima kasih bunda 🙏

3. Assalamu'alaikum Bunda Septi.
Pada narasi materi disebutkan pentingnya bacaan bersastra baik. Bersastra baik itu gambarannya seperti apa untuk level balita? Untuk balita yg menggunakan bahasa Jawa sbg bahasa ibu, apakah ortunya perlu merangkai kalimat sendiri dgn bahasa Jawa saat membacakan buku teks berbahasa Indonesia atau tetap sesuai teksnya saja?

4. Bismillah
Bunda Septi..sy ada pertanyaan utk materi pokok 6..
Bgmn cara menumbuhkan fitrah belajar pada diri anak? Shg sampai dewasa dia akan menjadi manusia pembelajar..
apa ciri 2 anak yg suka belajar / anak2 pembelajar??
Misal: kmrn sy ke rumah sakit poli mata bersama anak saya..nah pas diruangan dokter itu dia mengamati lalu tertuju pada sebuah gambar ttg bahaya rokok dan alat utk mengecek mata..lalu dia bertanya kpd saya..apa itu bu? Lalu sy jelaskan bla.bla..bla..
Apakah kejadian di atas bisa di simpulkan bahwa anak sy suka belajar ya?😬🙏
Apakah betul pemikiran saya jika penjelasan sy ke anak akan lebih masuk ke dlm ingatannya jika dia bertanya sendiri dr pada sy yg menjelaskan ttg sesuatu yg dia tdk tanyakan?? Terima kasih

👤 Ustad Harry:
1. Bunda, mendidik anak hakekatnya adalah mendidik diri kita sebagai orangtua. Fitrah baik orangtua akan bertemu dengan fitrah baik anak anak kita. Didiklah anak anak kita sesuai fitrah nya yaitu banyak memberikan imaji positif.

Imaji positif adalah semua hal yang membuat anak bahagia, baik ucapan, pandangan, tindakan spt pelukan dll juga suasana.

Imaji negatif adalah sebaliknya, misalnya bentakan, tarikan, paksaan, kemarahan, serta emosi negatif lainnya. Jika sudah masuk ke alam bawah sadar recoverynya sulit. Banyaklah memeluk dan meminta maaf pada anak. Banyaklah tazkiyatunnafs dan bertaubat agar Allah
menjaga agar kesalahan lama tdk menjadi keburukan dan menjaga agar tdk melakukan kesalahan baru.

2. Ayah bunda silahkan berkreasi menciptakan imaji2 positif tentang Allah dan Rasul melalui eksplorasi di alam, kisah2 dalam alQuran, cerita lucu namun inspiratif, kisah pahlawan dan para Sahabat Nabi atau orang2 besar dstnya. Sehingga fitrah keimanannya lahir melalui kesadaran. Pd usia 0-7 , selain belajar di alam/senso motorik, kisah2,  tradisi lokal yg baik, juga bahasa ibu. Bahasa ibu ini penting dan akan menjadi bahasan khusus.

3. Dianjurkan memilih bacaan dgn sastra indah dengan tokoh2 sejarah yg baik. Namun utk balita kita bisa manfaatkan tokoh yang anak sukai utk membangun imaji2 yg baik ttg akhlak, sholat dll. Misalkan buat komik dengan tokoh yg rajin sholat, baca Qur'an, rajin mandi, dsb. Manfaatkan utk memberikan imaji2 yg baik ttg menjalankan adab sehingga anak jadi enjoy.

Bahasa Ibu adalah bahasa tutur dan gestur ibunya. Anak2 sampai usia 6 tahun perlu utuh mengekspresikan gagasan, fikiran dan perasaannya. Rasulullah saw walau buta huruf, beliau adalah anak dan pemuda dengan ekpresi tutur yang baik. Anak2 yg tidak utuh bahasa ibunya, sulit mengekpresikan gagasan, perasaan dan menangkap makna.

Potensi fitrah belajar, memerlukan bahasa ibu yang baik utk menumbuhkannya, lewat kisah2 inspiratif, ekpresi2 tutur imajinasi anak dstnya. Anak2 yg mengalami mental blok krn bingung bahasa di usia balita cenderung  sulit memahami makna, mengekspresikan gagasan dan pertanyaan2 secara lugas dan jelas.

Bahasa ibu itu adalah komunikasi yg dipakai sehari- hari di rumah. Bahasa ibu ini tidak sekedar urusan grammar, lebih dari itu. Karena bahasa ibu akan membangun imaji positif anak, maka antara bahasa sehari-hari orangtua dan anak harus sama. Sehingga tidak apa2 jika bunda merangkai/berkreasi dengan bahasa jawa dalam membacakan buku jika memang itu adalah bahasa ibunya sehari hari.

4. Fitrah belajar dan bernalar, dirawat dan ditumbuhkan dengan gagasan gagasan yang menantang dan inspirasi2 hebat yang memancing gairah bereksplorasi dan meneliti melalui proyek proyek belajar yang seru. Kita harus banyak idea dan inspirasi hebat, agar anak tertantang lalu mengantarkan mereka pada sumber2 pengetahuan yang tepat dan beragam. Hindari perilaku belajar karena ujian, belajar karena dimarahi, belajar karena disuruh dll.

Agar fitrah anak kita tetap hadir, maka hadirkan kecintaan dan keridhaan mereka pada potensi fitrah mereka. Mereka yang yang suka belajar, maka akan belajar sepanjang hidupnya, ini pertanda fitrahnya hidup dan berdenyut. Mereka yang kenal dan suka bakatnya, akan menjalani perannya dengan bahagia sepanjang hidupnya. Mereka yang ridha dan suka alQuran maka akan mengimani alQuran sepanjang hidupnya.

Nah agar cinta dan ridha mereka tumbuh dan berdenyut bagus, maka pastikan orangtuanya ridha pd fitrah anaknya dan ridha pada perannya sbg perawat dan penumbuh fitrah. Bersediakah para orangtua bangun malam utk qiyamulail, shaum senin kamis, mendekat kpd Allh, berhati2 pd nafkah yg haram dstnya?? Nah mendekat kpd Allah akan memberi kita kesadaran, keyakinan, kebersyukuran dan keshabaran, keridhaan mendidik fitrah anak2 kita.

Allah akan berikan Qoulan Sadida, perkataan, perasaan, fikiran dan tindakan yang berbobot dalam mendidik anak2 kita. Fitrah belajar ditumbuhkan dengan inspirasi dan idea2 yg menggairahkan.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Penutup:
Mendidik anak pada hakekatnya adalah mendidik diri sendiri. Fitrah baik orangtua akan bertemu dengan fitrah baik anak anak kita.Didiklah anak anak kita sesuai fitrahnya yaitu banyak memberikan imaji positif.

Mendekat kepada Allah akan memberi kita kesadaran, keyakinan, kebersyukuran dan keshabaran, keridhaan mendidik fitrah anak anak kita.

Allah akan berikan Qoulan Sadida, perkataan, perasaan, fikiran dan tindakan yang berbobot dalam mendidik anak2 kita.
(Ust. Harry Santosa)

💕💕💕💕💕💕💕💕💕                                               


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...