📚 RESUME KULWAPP MATRIKULASI HebAT #3 LIVE DARI REGION 📚
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
⏲
19:30-21:00 WIB
👤
SME : Bunda Septi Peni Wulandani & Ustadz Harry Santosa
🎙 Host & Co-Host : Bunda Ina (Kalimantan) &
Bunda Deasy ISO (Sumatera 1)
📬 Admin : Bunda Ria (Kalimantan)
📝
Notulis : Bunda Yuli (Bandung)
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
👤 Profil SME
Septi Peni Wulandani
🔹Ibu
dari 3 orang anak
🔹Baru
menekuni passionnya di dunia anak dan keluarga saat membangun keluarga bersama
suami
🔹Founder
komunitas Institut Ibu Profesional (IIP)
🔹Founder
Jaritmatika
🔹Founder
School of Life Lebah Putih
🔹SME
Utama HEbAT Community
AWARDS
⚜
Kartini Next Generation Award 2003, KOMINFO
⚜
Pemenang Danamon Award 2006 sebagai “Individu
Pemberdaya
Masyarakat”.
⚜
Ashoka Fellowship 2007 sebagai “Woman of Enterpreneur”.
⚜
Tokoh Pilihan Majalah Tempo 2007 sebagai “10 Tokoh
yang
Mengubah Indonesia”
⚜
Penghargaan Menpora 2007 sebagai “20 Pemuda yang
Mengukir
Prestasi”.
⚜
Nominator International Enterpreuner of the year dari Ernst
and Young
tahun 2007
⚜
Ikon 2008 Majalah Gatra untuk bidang ilmu pengetahuan
dan
teknologi
⚜
Kartini Award versi majalah Kartini, 2009
⚜Ibu
Teladan versi majalah UMMI 2014
Materi Pokok 6⃣
🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁
Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya
wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in).
Memperkaya
wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan
bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir,
sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan
anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga
mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much
teaching, but more learning”.
Usia 0-2
tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua
orangtuanya, terutama ibu yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak
sebagai seorang bayi "hanya" di usia ini (0-2 tahun). Mengapa
ditekankan "hanya" karena banyak diantara kita memperlakukan
anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba
dibantu.
Usia 0-2
tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas.
Sambil menyusui selalu masukkan harapan anda dari lubuk hati yang terdalam.
Ayah jangan
lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia
0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara
menjelang tidur, tanamkan value keluarga
anda kepada anak-anak sedini mungkin.
Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat.
Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang
membangun pola, maka jangan sampai
salah. Berikan teladan yang benar.
Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang anda
katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan
kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga,
karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu
masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.
Panduan
teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:
1.
Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t
dan menikmati segala kebesaranny
2.
Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak
serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam
3.
Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu
anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang,
sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore
bakat anak.
Salah satu contoh dengan mengajak
anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar
mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan
4. Fitrah
Perkembangan : Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola
makan, pola tidur, pola OR dll
---------------------------------------------
♻
Disusun kembali oleh Tim Fasilitator HEbAT Community
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
❓📝❔ Tanya Jawab❔📝❓
🎙 Host
1⃣ Fase Egosentris VS Penerapan Disiplin
Bunda Ajeng
- Bandung
Bunda Tantia
- Depok
Bunda Eka -
Balikpapan
Bunda Riva -
Magetan
Bunda Kartika
- Cileduk
Bunda
Yardhika – Surabaya
1. Sy mau
tanya, pernah sy baca materi ttg pemuasan ego di usia 0-7thn itu penting. Nah
sementara di materi barusan, ada kata2 2-7thn jgn sampe ketika ia membuat
kesalahan, jgn sampe dibiarkan dan harus diperbaiki saat itu juga.
Sy khawatir
slh memahami yg pemenuhan ego.
Misal
kasusnya: anak usia 4tahun berebut mainan atau makanan dgn teman sebayanya. Nah
di pemenuhan ego itu kan katanya dibiarkan saja "bercekcok" slama tdk
ada hal parah trjadi, bs utk mningkatkan rasa bersaing. Smentara dr materi yg
barusan, sy memahami bahwa demi menjaga fitrah kebaikan anak, perlu utk segera
membantu melerai anak - anak belajar mengalah, berbagi, slain itu jg menjaga
agar ortu tmannya tdk mrasa terganggu dgn anak qta *krn bs jd blm mmahami polah
anak sewajarnya, agar anak tdk diperlakukan buruk oleh org lain kelak. Atau bkn
kesalahan spt ini yg dimaksud? Mohon penjelasannya ya.. Syukron.
2.
Assalamualaikum wr wb...
Apabila
anak2 usia 2-7 th melakukan kesalahan tidak bisa qta biarkan, harus segera
dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini
orangtua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin tambah usia makin
longgar
Mohon
dijelaskan kesalahan yang seperti apa yang harus dibetulkan & tegas yang
seperti apa, kemudian semakin tambah usia makin longgar, longgar dalam hal apa?
Jazakillah khoir🙏
3. Bagaimana
merespon perkembangan anak yg mulai suka bargaining..mau melakukan sesuatu jk
ada rewardnya..sy perhatikan di usia 5 th ini mulainya..apakah metode reward and punishment tdk baik? Lalu
dg metode apa baiknya agar anak mengenal aturan dan disiplin..
4.
Assalamualaikum,
Mohon
penjelasannya, dimaksud gagap value itu bagaimana? Dan seberapa tegaskah
seharusnya orang tua terhadap anak di masa pembentukan? Boleh diberikan
contohnya? Karena kadang saya khawatir kalo ketegasan saya kebablasan sehingga
bisa menciderai fitrah anak. Jazakumullah khair
5. Bagaimna
cara mengatatasi anak tantrum usia 2 thun, klo dia kesal teriak2 gt ...
Terimkasih
6. Dalam
materi dijelaskan untuk anak 2-7 tahun adalah pembentukan pola dan harus segera
dibetulkan jika melakukan kesalahan. Orang tua harus tegas. Boleh dijelaskan
kesalahan seperti apa yang dimaksud dan bagaimana cara membetulkannya...?
Mengingat
anak usia 2-7 tahun masih suka eksplorasi dan belum paham aturan...
👤
Bu Septi:
1⃣ kita bahas satu-satu ya,
biar tdk bingung.
➡Apabila
anak bertengkar, orangtua memang tdk boleh cepat-cepat melerai, ijinkan mereka
menyelesaikan permasalahannya sendiri. Istilahnya sama dengan analogi ini:
"Kalau
anak kita panas, maka jangan buru-buru dikasih antibiotik, biar muncul antibodi
secara alamiah".
Tugas kita
hanya menjaga anak-anak dari hal-hal yg berbahaya saja, selebihnya biarkan
anak-anak yg menyelesaikan.
➡kemudian
untuk usia 2-7 th kita perlu memperkuat penanaman value keluarga, jangan sampai
salah disini, karena anak akan mengalami " gagap value"✅
2⃣ wa'alaykumsalam, kita
perlu tegas di value keluarga, agar value keluarga ini tercelup di dalam value
diri anak-anak. Ketika mereka usia 7-14 th, saatnya kita melihat bagaimana
ketahanan diri mereka dalam memegang value keluarga, ketika berbaur dg value
keluarga yg lain. Dan anak-anak masih bersama kita secara fisik.
Ketika usia
14 th ke atas, saatnya kita melihat anak-anak kuat dg value dirinya di saat
bercampur dg value teman-temannya.✅
3⃣ metode reward and
punishment ini sebenarnya tidak tepat untuk manusia. Metode ini paling tepat
untuk hewan, karena hewan ini ada stimulus ➡ respon.
Sedangkan
manusia itu:
Stimulus ➡
Thinking ➡ respon
Sehingga
sebaiknya memakai metode "kesepakatan dan konsekuensi"✅
4⃣ contoh, salah satu value
di keluarga kita adalah "jujur"
Tapi ketika
ada tamu yg kita tdk suka, kita pesan ke anak-anak
"Ssst...kalau
ada bu x datang, bilang mama nggak ada ya"
Dan banyak
contoh kondisi yg lain lagi, yg membuat anak bingung ( gagap ) secara value.
Nah hal ini
akan makin membingungkan anak-anak usia 2-7 th, yg memegang value yg ditularkan
oleh ortunya, tapi dirusak oleh orang
dewasa di sekitarnya✅
5⃣ jangan ditanggapi dan
jangan pernah diloloskan keinginannya, nanti akan jadi modus operandi
anak-anak.
Katakan
bahwa di rumah ini tidak ada yg berhasil dengan menangis dan teriak-teriak.
Jadilah
orangtua yg tega✅
6⃣ sudah saya jelaskan di awal ya✅
🎙 Host:
2⃣ Merancang Kurikulum
Bunda Nares - Jogja
Bunda Dyah - Medan
Bunda Saufa - Medan
Bunda Isna - Jogja
1. Bunda
Septi,
Saat ini
saya sudah mengambil kembali mendidik anak mandiri, tdk lagi di Paud.
Per hari
ini, Ananda (3,5th) mulai belajar, namun bertahan 15 menit untuk belajar dlm
posisi duduk. Yaitu: doa harian dan mewarnai
Berlanjut
bermain badminton durasinya 15 menit jg.
Menurut
penjelasan Fitrah Belajar, Ananda sbaiknya banyak belajar di alam.
Pertanyaannya;
✏
Berapa lama waktu belajar ideal sy harus membersamainya?
✏
Apa saja yg bisa saya catat di jurnal hariannya?
Terimakasih
2. kita tau
anak usia 0-7 tahun itu menghabiskan wktu lebih banyak di rumah. seberapa
penting kurikulum, daily activity dan
portofolio yang harus disiapkan ortu demi mendampingi proses belajar mereka?
3.
Bagaimanakah contoh konkrit aktivitas/kegiatan untuk mengembangkan fitrah
keimanan.
Terimakasih
4. Ibu
septi, bagaimana membuat kurikulum pendidikan dirmh dg dua anak yg berbeda umur,
satu tahun dan 4 thn? Apakah disamakan sj?
👤
Bu Septi:
1⃣ rentang konsentrasi anak
itu 1 menit x umurnya, dan bertambah selaras dengan menariknya media belajar
serta fasilitator yg memandu.
Jadi kalau
ananda bisa tahan duduk 15 menit itu sdh luar biasa
Untuk jurnal
harian jangan terlalu rumit dulu, dokumentasikan saja aktivitas anak. Kemudian
berikan keterangan di captionnya
Misal :
ananda hari ini sangat antusias belajar ttg daun.
Hari
berikutnya :
Ananda hari
ini mulai banyak bertanya dg berbagai macam daun. Baru 3 menit sdh beralih
bertanya ttg batu-batuan. ✅
2⃣ jangan pikirkan
kurikulum dll dulu, hadirkan hati,
pikiran dan fisik anda untuk bermain bersama anak-anak. Totalitas dulu, dan
lakukan saja jangan banyak berpikir.
Lakukanlah walau belum paham, karena Allah
lah yang akan memahamkan laku perjalanan kita✅
3⃣ kami tidak pernah
memisah-misahkan aktivitas x berkaitan
dengan iman dan aktivitas y tidak berkaitan dg iman. Karena mulai dari mereka
bangun tidur sampai tidur lagi semuanya sdg dalam proses meningkatkan fitrah
iman✅
4⃣ main bersama saja bu,
dan jadikan si kakak sebagai asiaten ayah bundanya✅
3⃣ Fitrah Bakat dan
Learning style
Bunda
Agustin - Tangerang Selatan
Bunda Dede -
Pamulang
Bunda Diah -
DKI
Bunda Agus -
Depok
1. Assalamualaikum,
Soal fitrah bakat, sejauh mana memperkenalkan ke anak usia 0-7 bakat2 yg ada.
Bakat ada d dunia ini banyak sementara kemampuan sy untuk mengeksplore sgt
sedikit. Takutnya sy memaksakan bakat sy k anak. Umur brp anak bs diketahui
berbakat pada suatu bidang? Apa jika mengikuti bakat dia akan sukses? Bagaimana
dg org yg lbh berbakat?Jika berbakat menari dia akan jd penari jg?
2.
Assalamu'alaikum.
Utk mengasah
fitrah bakat dilakukan tour talent, pd anak usia 6 thn, apakah langsung ke
lapangan berkunjung dgn semua profesi atau bisa melalui media gambar atau video
(misalnya download dari internet). Bagaimana sebaiknya?
Profesi yg
kita kenalkan apakah hanya yg sukses secara ekonomi atau semua jenis tanpa
kecuali? Mhn arahannya, Trimakasih. Wassalamu'alaikum
3. Anak-anak
saya masih di bawah 7th dan banyak sekali bertanya 'Kenapa'. Bagaimana supaya
tidak too much teaching?
Terimakasih
4.
Assalamu'alaikum,
✏
More learning itu contoh realnya misalnya gimana ya?
✏
Bila anak kurang pintar bergaul ( cenderung hanya bermain dng 1 teman) dan dy
itu folower banget ( apa yg di lakukan temannya di ikuti) dan blm bisa membela
diri, blm bisa memfilter mana yg baik/ buruk...
Bagaimana
solusi utk anak yg type begitu?
✏
Karena anak tersebut seperti type nomer 2, saya ada sedikit kekhawatiran ketika
mengikutkan anak utk ikut TPQ, karena pernah waktu itu ikut pengajian sore saat
ramadhan ( gak di tunggui) anak jadi cenderung penakut gak percaya diri, klo
tdk nyaman tiba2 langsung ngemut jari ... Yg ada di pikiran saya itu mgkin
waktu si anak ikut proses Pengajian saat ramadhan tsb anak kan kurang bisa
bergaul jadi hanya diem saja dan otomatis teman2nya gak mau main sama dy, atau
mgkin ada temannya yg 'galak' dy blm bisa membela diri. Apa solusinya ya pak?
Apakah tetap saya ikutkan utk ikut TPQ sekarang berharap kemampuan
sosialisasinya membaik dng banyk ketemu teman, atau saya tunda sampai anak ini
'mapan' dulu ya? Mohon pencerahannya
👤
Ustad Harry:
1. Fitrah bakat ini adalah sifat bawaan unik
yang produktif, disebut talent atau strength. Ini merupakan panggilan hidup
seseorang, jika dikembangkan akan menjadi career atau peran peradaban atau
destiny nya.
Sifat bawaan
atau bakat ada dua, yang pertama adalah bakat
terkait fisik, ini mudah diamati. Misalnya suka olahraga tertentu, suka
menari, suka memasak, suka ngomomg dll. Yang kedua, bakat terkait bidang atau peran, misalnya suka
mengatur, suka meneliti, suka menganalisa, suka mengumpulkan teman2, suka
memprediksi masa depan, suka memilih menempatkan orang yg cocok dll. Nah ini
agak sulit dikenali di bawah usia 7 tahun. Maka
perbanyaklah aktifitas dan wawasan sebelum usia 7 tahun.
Kita tidak
perlu membekali semuanya, bekalilah yang relevan dengan bakat anak2 kita saja.
Abu Bakar ra mengatakan bukan aib bagi seseorang yg tdk mengetahui sesuatu yg
tdk relevan dengan dirinya. Kita saja orangtua, tidak bisa semua hal, tdk tahu
semua hal dan tdk suka semua hal, lalu mengapa harus membekali semua hal pd
anak2 kita? Bekalilah mereka hanya yg relevan dengan fitrah2nya sesuai fitrah
tahapannya.
Sebaiknya
menggunakan pengamatan saja untuk usia 0-10 tahun dengan memperbanyak
aktifitas.
Caranya, ambil sehelai kertas, catat setiap
pekan aktifitas anak yg apabila setiap mereka melakukannya sangat semangat
sebelumnya, sangat enjoy ketika melakukannya dan sangat bahagia setelahnya.
Lakukan dan catat terus selama 1 sampai 3 bulan. Kemudian pilih 3 - 5 saja
diantara aktifitas tersebut, lalu fokus dan konsisten mengembangkannya,
menambahkan skill dan knowlege yg diperlukan.
Tetap
optimis ya Bunda, framework yang kita buat adalah framework ideal pendidikan,
pada galibnya siapapun bisa memulai mendidik fitrahnya pada usia berapapun,
bukan hanya fitrah bakat juga fitrah lainnya. Penemu pemetaan bakat, Abah Rama,
baru mengenal dirinya dan bakatnya di usia hampir 60 tahun. Namun beliau
menjadi sangat sehat dan produktif setelah itu dan kini berusia 70 tahunan.
Jadi jangan bingung.
Bakat adalah sifat produktif, ada yg
terlihat dari peran, spt suka memimpin, suka mengatur dll dan ada yg dari
fisik, spt menari, memasak, olahraga dll. Bakat ini jika didalami akan menjadi
peran, dan peran ini adalah misi spesifik
nya di muka bumi disamping misi umumnya
utk beribadah, imamah, imaroh, dan khalifah. Misi
spesifik ini unik dan banyak yg mengatakan sbg panggilan hidup. Kalau anak kita nampak berbakat Menari,
dikembangkan saja krn terkait pembentukan karakter uniknya. Banyak peran yg
bisa dikembangkan dari bakat menari, jika "tdk berharap" bila anak
menjadi penari di kemudian hari. Penari dalam benak kita selalu negatif,
dibanding bakat memimpin, bakat menghafal dstnya. Padahal pemimpin diktator dan
penghafal alQuran yg sekuler juga banyak. Jadi bakat hanyalah sisi pembentukan
karakter kinerja (disiplin, tekun, rajin, tuntas, dll) saja, memerlukan
pendidikan akhlak utk menyempurnakannya dgn peran yg lebih luas.
👤
Bu Septi:
Ya betul,
bakat unik anak itu karunia dari Allah yg harus kita syukuri. Kalau ada bakat
anak yg tidak sesuai dg keinginan kita, sebaiknya tidak kita sampaikan ke anak
sebelum kita pelajari. Misal anak suka menari, maka hadirkan para penari yg
bermanfaat untuk banyak orang.
2. Betul,
ajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat yg ada di muka bumi ini, agar
mereka kaya wawasan. Sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan.
3.
Perkayalah wawasan anak anak kita. Memperkaya wawasan dalam perspektif
pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah
memiliki fitrah belajar, konsep2 dasar berfikir, sehingga mampu menalar.
Tugas kita
menyadarkan anak anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya,
sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, "dont
too much teaching, but more learning". Misalnya bagi kita lebih baik anak2 suka buku dengan banyak dibacakan
dan diinspirasikan gairah bertanyanya daripada mengajarkan membaca.
Anak2 yg suka buku maka dipastikan fitrah
belajar nya tumbuh, anak2 yg diharuskan bisa membaca, beresiko membenci buku,
dan belum tentu suka buku. Jadi biarkan mereka yg memintanya sendiri utk
Belajar.
4. Perkuat
terlebih dahulu value keluarga untuk bisa dicontoh anak-anak, value ini ditularkan bukan diajarkan.
Nah ketika penularan pertama adalah hal baik, maka ketika ia tertular value
akhlak di luar sana yg kurang baik, imun tubuh anak akan meningkat, dan bisa
mengatakan tidak. ✅
4⃣ Hubungan antar anggota
keluarga
Bunda Fanny
- Tasik
Bubda Saufa
- Medan
Bunda Tia -
Serang
1.
Assalamualaikum ibu septi, saya ibu rumah tangga, hidup merantau dan tanpa art.
Anak saya 2, kakaknya perempuan umur 4thn 6bln karakter kuat, suka mengatur,
tidak mau kalah. Dan adiknya laki-laki umur 16 bln karakter kuat juga.
Bagaimana caranya saya bisa mendidik keduanya tanpa mencederai fitrahnya. Si
kakak sekarang menuntut perhatian lebih dengan meniru setiap gerak gerik
adiknya (dari mulai berjalan, bicara,
bahkan kadang kembali minta nyusu). Berebut mainan dll. Saya sudah memberikan
pengertian tapi hasilnya masih nihil. Si adik sekarang malah jadi lebih banyak
mengalah dan saya alihkan perhatiannya pada yg lain. Keadaan akan makin parah
kalau di berumah hanya bertiga. Apa yang harus saya lakukan agar fitrah
keduanya bisa berkembang dengan baik?
Trims..
2. Saat ini
suami saya tugas diluar kota, 3 bln sekali kami baru bertemu. Mohon tips dan
saran cara yg terbaik agar suami saya bisa senantiasa terus bermain dgn anak
lelaki kami (10 bulan) walaupun hanya dengan waktu yg singkat.
3. Assalamualaikum
saya ibu
bekerja, berangkat jam 7 pagi, pulang paling lambat jam 5 sore, setiap istrht
saya bisa , pulang sambil nengok anak.anak pertama 4 th anak kedua 2 th
tidak
dipungkiri pengasuhan anak di rmh dibantu juga oleh ibu saya. Saya merasa terbantu
oleh ibu mengingat suami saya bekerja di Jkt. berangkat jam 5 pagi pulang
paling telat jam 8 mlm. saya merasa suami saya kurang berperan dlm mendidik
anak2 ( kadang dia jg merasa begitu)
saya
berusaha memanfaatkan quality time utk ank2 dan saya selalu mengkomunikasikan
masalah2 anak2 kpd ibu dan suami namun ada sedikit kekhawatiran.
pertanyaan:
✏
apakah kondisi di atas mempengaruhi anak dalam hal di rumah lebih lama dengan
nenek Dan jarang bersama dengan ayah?
✏
saya merasa anak2 kurang dlm komunikasi. apa yg hrs saya lakukan dgn kondisi di
atas?
terima kasih
👤
Ustad Harry:
Ada seninya agar fitrah egonya terpuaskan
(tdk terluka) tetapi nilai2 kebaikan bisa sambil ditanamkan. Misalnya ketika mainan anak kita direbut
saudaranya, maka kita mengembalikan mainan anak kita kpdnya. Tidak memaksanya
saat itu dengan mengatakan "ayo anak ummi tidak pelit" atau
"anak sholeh harus berbagi ya" dstnya itu akan melukai egonya.
Tapi jelaskan di lain waktu dan lain tempat dengan kisah inspiratif dan
keteladanan yg baik.
Jika
sebaliknya maka, upayakan alihkan atau ucapkan kata2 yg baik bukan mengecam.
Intinya jangan pernah melukai ego kakak maupun adik, imaji positifnya ttg
dirinya dan imaji positif ttg perbuatan yg baik, jangan dibenturkan keduanya.
Contoh lain,
bunda bisa mengajak anak2 membereskan kamar bersama2, ajak kakak menjadi
pemimpinnya dan adik membantunya. Bayangkan sambil sedang membuat/bermain kapal
laut yg keren dsbnya. Bunda bisa berkreasi lainnya.
2.
Sesungguhnya pada galibnya setiap ortu sdh memenuhi kriteria dan syarat utk HE,
krn sudah layak diamanahi karunia anak oleh Allah swt.
Home
Education hanya istilah yg mudah diingat utk mengembalikan peran pendidikan
kepada rumah atau keluarga. Amanah mendidik anak tdk bisa didelegasikan kpd
siapapun. Lembaga rumah telah ada jauh sebelum ada lembaga2 lain spt sekolah.
Pendidikan Usia 0-7 sepenuhnya tanggungjawab kita sbg ortu, usia 8-14 mulai
perpaduan rumah dan komunitas.
Peran ayah
dalam HE adalah spt peran para Nabi thd keluarganya. Yang bukan Nabi namun luar
biasa dalam mendidik adalah Luqmanul Hakim, seorang ayah yg diabadikan namanya
oleh alQuran krn wasiat2nya pd anak2nya. Mohon maaf belum ada nama ibu yg
diabadikan sbg nama surat dlm alQuran krn nasehat2nya.
Penelitian
menyebutkan bhw anak lelaki yg tdk dekat
dgn ayahnya berpeluang 6 kali kena narkoba. Sementara anak wanita yg tdk dekat dgn ayahnya akan (maaf) mudah menyerahkan
kehormatannya pd pria yg bukan suaminya. Saya mendapat info dari ust
Adriano, saya belum konfirmasi sumbernya. Namun para psikolog dan penggiat
parenting selalu mendorong peran ayah dalam pendidikan rumah. Ayah adalah sosok ketegasan, pembuat hukum
dan penyedia sumber.
👤
Bunda Septi:
Bunda, pasti
banyak para bunda di rumah yg langsung acung jempol dan menyatakan secara
bersamaan "betuuuuul".
Ini
tantangan yg jamak dialami setiap keluarga, maka tugas kita mengubahnya menjadi
tidak biasa di grup ini.
Kuncinya
"komunikasi".
Kemudian lanjutkan dengan minta investasi
waktu para ayah untuk mendiskusikan ttg
pendidikan anak.
Laksanakan "family strategic
planning" setiap satu tahun sekali. Kemudian di breakdown dg family
meeting setiap sepekan sekali
Kuncinya adalah "ayah, ketika anda
bisa professional melakukan pekerjaan kantor, maka mulailah dengan sangat
professional di perusahaan yg dititipkan Bos Besar kita di pundakmu, krn ini
pertanggungjawaban dunia akherat.
3. Secara
teknis memang bunda harus mengatur waktu lebih baik agar tidak terlalu letih
bekerja. Gadget dll tdk dapat menggantikan sentuhan dan pelukan. Mendidik bukanlah mengajarkan jadi tdk
perlu khawatir terbebani mengajarkan matematika, fisika dll. Jagalah kedekatan, kenali karakteeistik
mereka, cari sisi2 positif dimana peran bunda bisa masuk lebih berkesan dengan
waktu terbatas, misalnya jika anak suka belaian maka perbanyaklah belaian, jika
dia suka cerita ttg hero, maka perbanyaklah cerita ttg hero jika bertemu dll,
shg tepat waktu dan tepat guna. Kita tdk pernah tahu sisi mana anak kita akan
tersentuh dan terkesan oleh pendidikan kita, maka temukan sifat bawaan dan
keunikan mereka. Doronglah mereka
mengenali dirinya lewat beragam kesempatan dan aktifitas yg relevan.
Secara filosofis, yakinlah bhw Allah tidak
akan memanggil mereka yang mampu dan punya waktu banyak, namun Allah akan
memampukan mereka yang menjawab
panggilan untuk mendidik anak2nya. ✅
5⃣ Fitrah Perkembangan
sesuai Gender dan Tahapan nya
Bunda Iqomah
- Bekasi
Ummu Hafa -
Semarang (4 month)
Bunda Fina -
Banjarbaru Kalsel
1.
Assalamu'alaikum bunda,
Didalam
Konsep pendidikan pra aqil baligh perlu diperhatikan di usia 0-7 thn, adakah
perbedaan pemerhatian untuk anak laki-laki dan perempuan, jika memang berbeda
seperti apa bunda?
2.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh bunda, bismillah saya ingin
bertanya:
✏
Adakah poin2 milestone per tahapan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam
tumbuh kembang anak sesuai fitrah tadi ?Jika iya apa saja?
✏
Adakah contoh2 stimulasi di tiap tahapan tersebut untuk memenuhi milestone
tadi? Apa saja?
Jazakallahu
khayr
3.
Assalamu'alaikum Terkait dengan fitrah perkembangan anak, untuk anak usia 5
tahun makanya memerlukan waktu lama sekali, dam terkadang masih minta disuapin
langkah apa yang bisa dilakukan untuk pelan2 merubah kebiasaan tersebut?
Apabila saya menolak untuk menyuapinya dengan alasan karena anak sudah bs makan
sendiri benar/salah? Ketika di rumah nenek ank saya jadi lebih manja sekali,
makan minta disuapin karena nenek jauh dan hanya setahun 2x pulang kampung,
mereka pikir krn msh kecil dan ada tempat manja jd gpp, nnti kalo sdh di rumah
sndri sm ortunya lak pinter lagi mau makan sendiri, dan bilang anak2 kecil
tetangganya kecilnya manja kl sudah nalar ya bisa makan sendiri begitu juga
imbuh nenek2nya. Saya harus bagaimana ya?
👤
Ustad Harry:
1. Usia 0-2
thn anak dominan berada pada ibunya, usia 3- 6 thn anak perempuan ke ibu dan
anak lelaki ke ayah. Usia 7 - 12 tahun
(pre aqil baligh) dibalik, anak perempuan ke ayah, anak lelaki ke ibu.
Karena pada usia ini anak sangat membutuhkan terpenuhinya kasih sayang dari
sosok lawan jenis. Anak lelaki yang tdk "dekat" dengan ibunya pd usia
ini cenderung melecehkan wanita, mencari kasihsayang dgn wanita di luar rumah
(berpacaran) dstnya. Begitupula anak wanita yang tdk dekat dengan ayahnya, akan
mudah menyerahkan tubuhnya pd lelaki yang bukan haknya.
Usia 13-15
dibalik lagi, anak lelaki ke ayah sebagai sosok keteladanan sosial, business
dan memikul beban syariah. Anak perempuan ke ibu. Ayah dan ibu menjelaskan
secara terbuka dari sisi ilmiah (fase pembuahan dan janin, aspek kesehatan) dan
sisi syariah (mandi wajib, wajib syariah dll) ttg sex agar anak mendapat
informasi pertama.
2. Usia 0-2 bayi diberi full ASI, ini saja sdh
memenuhi hampir seluruh aspek pendidikan. Fitrah imannya terbangun, krn
selama menyusui otomatis kedekatan terjalin kokoh, sentuhan yang lembut,
tatapan penuh cinta, wajah yang tulus dan ceria dll maka imaji2 ttg sosok
ibunya akan menguatkan fitrah keimanannya. Fitrah belajarnya tumbuh lewat bahasa
ibu yang intens, banyakah bicara dan mengisahkan kepahlawanan, kebaikan dll.
Fitrah bakatnya akan tumbuh dengan memberi kesempatan bergerak dan memilih
mainan kesukaan dstnya. Nabi saw melarang
keras bersikap kasar pd fase ini.
Usia 3-6, pada usia ini anak egonya tumbuh,
dirinya pusat semesta, dia belum menyadari eksistensi orang lain, dia belum
punya tanggungjawab moral. Fitrah
keimanannya memerlukan atmosfir dan keteladanan. Maka upayakan cinta dan ridha
dahulu sebelum pengejaran. Anak yang suka dan cinta pada Kitabullah maka
dia akan menghafal dengan sendirinya, anak yang suka dan cinta sholat dan
sedekah maka dia akan sholat tanpa disuruh. Jangan tergesa mengajarkan,
tergesalah untuk membangkitkan cintanya dan ridhanya pd semua kebaikan dan
kebenaran.
Fitrah belajarnya suka yang konkret bukan
abstrak, walau tahu dimensi waktu, misalnya ayah kemarin hadir sekarang di
kantor dll. Maka menjelaskan Allah dengan cara berfikirnya, bukan dengan cara
kuliah orang dewasa. Fitrah bakat pd tahap
ini perbanyak saja wawasan dan aktifitas beragam. Mengahafal alQuran jika
ingin, maka pastikan dia sdh cinta alQuran dan lakukan dgn metode talaqi atau
pendengaran bukan membaca text.
Usia 7 -10, ini yang disebut pre aqilbaligh
tahap 1. Sholat bahkan sdh diperintah. Jika 0-6 sdh jatuh cinta pada kebaikan
dan kebeneran, perintah sholat adalah sesuatu yang menyenangkan di usia ini
bahkan tdk perlu diperintah. Fitrah
belajar dengan memperbanyak proyek2, fitrah bakat dengan memperbanyak proyek
bakat, club bakat, dikenalkan pd pakar2 sesuai bakatnya, mulai diamati potensi
bakatnya yang paling menonjol.
11-14 ini
tahapan kritis, pre aqilbaligh ke dua. Kalau tdk sholat boleh dipukul, maka
upayakan 0-10 tahun fitrah imannya tumbuh jadi tdk prlu dipukul. Rasulullah saw
sepanjang hidupnya tdk pernah memukul anak. Bakat sdh berubah menjadi peran
awal dan karir. Belajar sdh mulai melahirkan karya2 inovasi. Rasulullah saw pd
tahap ini sering magang berdagang ke Syams bersama Maestro bisnis yaitu
pamannya.
Semoga menjawab
semua pertanyaan.
👤
Bunda Septi:
3. Bunda,
kalau ada istilah usia 0-7 th jadikanlah anak-anak sebagai raja, menurut
pemahaman yg sudah saya lakukan ke anak-anak, tidak memaknai untuk selalu
dilayani, disenangkan dan dipenuhi kebutuhannya. Saya dan suami memaknainya
sebagai berikut : Raja itu berhak mendapatkan kualitas no 1. Maka berikan
waktu, hati, fisik, perhatian dan pikiran kita ke anak-anak dengan kualitas no
1, bukan di nomor duakan. Bersungguh-sungguh dalam melatih anak karena usia ini
merupakan pondasi pertama peradaban ditancapkan untuk bisa menapaki pijakan-pijakan
peradaban berikutnya.
Kuatkan
value keluarga bunda dan komunikasikan lah dengan baik kepada nenek anak2 kita ✅
6⃣. Fitrah Belajar - Minat
dan Curiousity
Bunda Ludfi
- Solo
Bunda Irma -
Lampung
Bunda Rina -
Banjarnegara
Bunda Erna -
Surabaya
1. Anak saya
5 th, sangat sering bertanya, dan ketika saya menjelaskan jawabannya sering
sekali banyak kosa kata yg dia ga paham, otomatis dia langsung menanyakan
artinya, bahkan untuk kata2 yg sangat umum..saya jadi kadang sulit menjelaskan
artinya agar dia faham..jadi ga selesai2 pertanyaannya😟.
Ujung2nya saya yg emosi 😢. Apakah wajar untuk
anak di usia itu?
2.
Assalamualaikum Bunda Septi.
Saya
memiliki anak usia 4 dan 2,5 tahun..dari kecil saya selalu membacakan anak2
buku setiap harinya..saya juga buatkan ruang baca khusus untk anak2, mrk selalu
antusias untk minta dibacakan atau buka2 sndri di ruang baca..tp setiap saya
mencoba untuk membacakan buku ttg rasullallah atau asmaul husna anak2 sering
menolak, lbh suka salah satu seri buku " franklin" buku tentang
karakter. Terkadang ada kegalauan tersendiri bunda di saya krn inginnya
diselipkan kisah2 ttg asma Allah dan rosul juga untk anak2. Atau saya yg
terlalu tergesa bunda? apakah memang msh pada tahap usianya lbh suka seri
bergambar dan cerita2 yang lbh ringan?. Trima kasih bunda 🙏
3.
Assalamu'alaikum Bunda Septi.
Pada narasi
materi disebutkan pentingnya bacaan bersastra baik. Bersastra baik itu
gambarannya seperti apa untuk level balita? Untuk balita yg menggunakan bahasa
Jawa sbg bahasa ibu, apakah ortunya perlu merangkai kalimat sendiri dgn bahasa
Jawa saat membacakan buku teks berbahasa Indonesia atau tetap sesuai teksnya
saja?
4. Bismillah
Bunda
Septi..sy ada pertanyaan utk materi pokok 6..
✏
Bgmn cara menumbuhkan fitrah belajar pada diri anak? Shg sampai dewasa dia akan
menjadi manusia pembelajar..
✏
apa ciri 2 anak yg suka belajar / anak2 pembelajar??
Misal: kmrn
sy ke rumah sakit poli mata bersama anak saya..nah pas diruangan dokter itu dia
mengamati lalu tertuju pada sebuah gambar ttg bahaya rokok dan alat utk
mengecek mata..lalu dia bertanya kpd saya..apa itu bu? Lalu sy jelaskan
bla.bla..bla..
Apakah
kejadian di atas bisa di simpulkan bahwa anak sy suka belajar ya?😬🙏
Apakah betul
pemikiran saya jika penjelasan sy ke anak akan lebih masuk ke dlm ingatannya
jika dia bertanya sendiri dr pada sy yg menjelaskan ttg sesuatu yg dia tdk
tanyakan?? Terima kasih
👤
Ustad Harry:
1. Bunda,
mendidik anak hakekatnya adalah mendidik diri kita sebagai orangtua. Fitrah
baik orangtua akan bertemu dengan fitrah baik anak anak kita. Didiklah anak
anak kita sesuai fitrah nya yaitu banyak memberikan imaji positif.
Imaji
positif adalah semua hal yang membuat anak bahagia, baik ucapan, pandangan,
tindakan spt pelukan dll juga suasana.
Imaji
negatif adalah sebaliknya, misalnya bentakan, tarikan, paksaan, kemarahan,
serta emosi negatif lainnya. Jika sudah masuk ke alam bawah sadar recoverynya
sulit. Banyaklah memeluk dan meminta maaf pada anak. Banyaklah tazkiyatunnafs
dan bertaubat agar Allah
menjaga agar
kesalahan lama tdk menjadi keburukan dan menjaga agar tdk melakukan kesalahan
baru.
2. Ayah
bunda silahkan berkreasi menciptakan imaji2 positif tentang Allah dan Rasul
melalui eksplorasi di alam, kisah2 dalam alQuran, cerita lucu namun inspiratif,
kisah pahlawan dan para Sahabat Nabi atau orang2 besar dstnya. Sehingga fitrah
keimanannya lahir melalui kesadaran. Pd usia 0-7 , selain belajar di alam/senso
motorik, kisah2, tradisi lokal yg baik,
juga bahasa ibu. Bahasa ibu ini penting dan akan menjadi bahasan khusus.
3.
Dianjurkan memilih bacaan dgn sastra indah dengan tokoh2 sejarah yg baik. Namun
utk balita kita bisa manfaatkan tokoh yang anak sukai utk membangun imaji2 yg
baik ttg akhlak, sholat dll. Misalkan buat komik dengan tokoh yg rajin sholat,
baca Qur'an, rajin mandi, dsb. Manfaatkan utk memberikan imaji2 yg baik ttg
menjalankan adab sehingga anak jadi enjoy.
Bahasa Ibu
adalah bahasa tutur dan gestur ibunya. Anak2 sampai usia 6 tahun perlu utuh
mengekspresikan gagasan, fikiran dan perasaannya. Rasulullah saw walau buta
huruf, beliau adalah anak dan pemuda dengan ekpresi tutur yang baik. Anak2 yg
tidak utuh bahasa ibunya, sulit mengekpresikan gagasan, perasaan dan menangkap
makna.
Potensi
fitrah belajar, memerlukan bahasa ibu yang baik utk menumbuhkannya, lewat
kisah2 inspiratif, ekpresi2 tutur imajinasi anak dstnya. Anak2 yg mengalami
mental blok krn bingung bahasa di usia balita cenderung sulit memahami makna, mengekspresikan gagasan
dan pertanyaan2 secara lugas dan jelas.
Bahasa ibu
itu adalah komunikasi yg dipakai sehari- hari di rumah. Bahasa ibu ini tidak
sekedar urusan grammar, lebih dari itu. Karena bahasa ibu akan membangun imaji
positif anak, maka antara bahasa sehari-hari orangtua dan anak harus sama.
Sehingga tidak apa2 jika bunda merangkai/berkreasi dengan bahasa jawa dalam
membacakan buku jika memang itu adalah bahasa ibunya sehari hari.
4. Fitrah
belajar dan bernalar, dirawat dan ditumbuhkan dengan gagasan gagasan yang menantang
dan inspirasi2 hebat yang memancing gairah bereksplorasi dan meneliti melalui
proyek proyek belajar yang seru. Kita harus banyak idea dan inspirasi hebat,
agar anak tertantang lalu mengantarkan mereka pada sumber2 pengetahuan yang
tepat dan beragam. Hindari perilaku belajar karena ujian, belajar karena
dimarahi, belajar karena disuruh dll.
Agar fitrah
anak kita tetap hadir, maka hadirkan kecintaan dan keridhaan mereka pada
potensi fitrah mereka. Mereka yang yang suka belajar, maka akan belajar sepanjang
hidupnya, ini pertanda fitrahnya hidup dan berdenyut. Mereka yang kenal dan
suka bakatnya, akan menjalani perannya dengan bahagia sepanjang hidupnya.
Mereka yang ridha dan suka alQuran maka akan mengimani alQuran sepanjang
hidupnya.
Nah agar
cinta dan ridha mereka tumbuh dan berdenyut bagus, maka pastikan orangtuanya
ridha pd fitrah anaknya dan ridha pada perannya sbg perawat dan penumbuh
fitrah. Bersediakah para orangtua bangun malam utk qiyamulail, shaum senin
kamis, mendekat kpd Allh, berhati2 pd nafkah yg haram dstnya?? Nah mendekat kpd
Allah akan memberi kita kesadaran, keyakinan, kebersyukuran dan keshabaran,
keridhaan mendidik fitrah anak2 kita.
Allah akan
berikan Qoulan Sadida, perkataan, perasaan, fikiran dan tindakan yang berbobot
dalam mendidik anak2 kita. Fitrah belajar ditumbuhkan dengan inspirasi dan
idea2 yg menggairahkan. ✅
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Penutup:
Mendidik
anak pada hakekatnya adalah mendidik diri sendiri. Fitrah baik orangtua akan
bertemu dengan fitrah baik anak anak kita.Didiklah anak anak kita sesuai
fitrahnya yaitu banyak memberikan imaji positif.
Mendekat
kepada Allah akan memberi kita kesadaran, keyakinan, kebersyukuran dan
keshabaran, keridhaan mendidik fitrah anak anak kita.
Allah akan
berikan Qoulan Sadida, perkataan, perasaan, fikiran dan tindakan yang berbobot
dalam mendidik anak2 kita.
(Ust. Harry
Santosa)
💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Komentar
Posting Komentar