🌹MODUL #16 🌹
By: Ustadzah Amalia Husnaah B ( usz. Yuyu)
Kamis, 20 April 2017
Kisah sebelumnya menceritakan tentang Rencana pertemuan Abrahah dan Abdul Muthalib
Tatkala Abrahah melihatnya, dia hormat dan memuliakannya. Abrahah tidak mau duduk di atas kursi kebesarannya sementara Abdul Muthalib duduk di bawahnya. Lalu Abrahah pun turun dan duduk di atas tikar bersama Abdul Muthalib.
Kemudian Abdul Muthalib berkata padanya, “Wahai sang raja, engkau telah mengambil harta bendaku yang banyak, karena itu aku memohon agar engkau mengembalikanna lagi kepadaku.” Abrahah kemudian berkata pada Abdul Muthalib, “Sungguh aku kagum padamu saat aku melihatmu, namun sungguh aku berpaling darimu.” Abdul Muthalib menjawab, “Mengapa demikian?” Abrahah menjawab, “Aku datang untuk mengambil Ka’bah dan ia adalah agamamu dan agama nenek moyangmu. Ia adalah benteng dan kekuatan kalian. Lalu aku berniat untuk menghancurkannya, tapi kamu malah membicarakan perihal 200 untamu.” Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemilik unta-unta itu, sedangkan Ka’bah ada pemiliknya sendiri yang akan menjaganya.” Dengan nada sombong Abrahah menjawab, “Tidak ada yang bisa mencegah keinginanku.” Abdul Muthalib berkata, “Silahkan itu urusanmu dengan pemilik Ka’bah.”
Lalu Abrahah memerintahkan bawahannya untuk mengembalikan 200 onta milik Abdul Muthalib.
🐐🐐🐐🐑 Kemudian setelah Abdul Muthalib mendapatkan kembali onta miliknya, maka dia pun pergi. Dia mengabarkan kepada penduduk Quraisy dan menyarankan agar mereka mengungsi ke daerah perbukitan.
🐘🐘 Abrahah yang kala itu sudah berada di Mughammas segera menyiapkan bala tentaranya untuk memasuki kota Makkah. Dia mendekati seekor gajah yang akan menjadi kendaraannya. Ia membawa segala sesuatu yang dibutuhkan. Dengan angkuh dia pun berdiri di atas gajah. Tapi manakala dia menggerakkan gajahnya, tiba-tiba gajah tersebut tidak mau beranjak seakan-akan kakinya terikat dan berlutut (menderum).
Para ajudan Abrahah mencoba memukul kepala gajah tersebut dengan beliung, tapi tetap tidak mau bergerak. Mereka mencoba memasukkan kayu di bawah lekuknya, tapi tetap gajah itu tidak berkutik. Anehnya ketika gajah tersebut di arahkan ke Yaman, baru ia mau beranjak. Mereka kembali berusaha membelokkan ke Makkah, tapi gajah berhenti dan tidak mau berjalan.
🦅Tak lama kemudian dari arah laut *tiba-tiba datang burung-burung dan setiap ekor burung membawa tiga batu. Dua batu di kakinya dan satu batu lagi di paruhnya. Laksana membawa kacang dan adas, burung-burung tersebut beterbangan di langit menuju Abrahah dan bala tentaranya. Batu-batu yang dibawa burung tersebut dihujamkan ke bawah manakala ia melintas di kepala Abrahah dan bala tentaranya. Siapa pun yang terkena batu tersebut pasti hancur binasa. Tapi tidak semua bala tentara Abrahah terkena batu-batu mematikan tersebut.
Bala tentara Abrahah berjatuhan terkena batu itu. Abrahah pun berusaha menyelamatkan diri dan batu tersebut sempat mengenai jari-jari Abrahah, sehingga menimbulkan borok dan rontok satu persatu. Dari jari-jarinya keluar darah dan nanah. Abrahah pulang ke Yaman dan menderita sakit yang teramat parah. Abrahah tak ubahnya seperti tengkorak burung dan akhirnya Abrahah pun mati.
Dalam kitab sejarahnya, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hisyam, Ibnu Ishaq menuturkan bahwa Abdul Muthalib bersama sejumlah penduduk Quraisy sebelum kejadian itu sempat berdoa di depan pintu Ka’bah. Mereka memohon kepada Allah agar Abrahah dan bala tentaranya kalah. Di depan pintu Ka’bah, Abdul Muthalib bersenandung:
Sesungguhnya seorang hamba menahan kakinya, karena itu tahanlah
Tipu muslihat mereka berganti menjadi tipu muslihat-Mu
Jika Engkau membiarkan mereka dan Ka’bah kami
Kemudian Abdul Muthalib membawa pintu Ka’bah dan berangkat bersama penduduk Quraisy menuju ke kawasan pegunungan. Dari sana mereka mengawasi dan melihat apa yang akan dilakukan Abrahah tatkala memasuki kota Makkah.
Tapi apa yang terjadi, Abrahah dan bala tentaranya binasa sebelum sampai di kota Makkah.
Demikian kisah kehancuran tentara bergajah, hancur sebelum masuk ke kota Makkah..
❓Apa pengaruh kehancuran tentara berwajah terhadap suku Quraisy....
✍ Simak modul terakhir dari Nasab dan Leluhur pada modul 17.... Insya Allah




Komentar
Posting Komentar