📚 Resume KulWApp Matrikulasi HEbAT #3 Live dari Region Barat dan Tengah 📚
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
Home Education based on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
🗓 Rabu, 11 Januari 2017 ⏲
10:00 - 12:00 WIB
👥
Host dan Co-Host : 1. Bunda Balqis (Jakarta) 2.
Bunda Amel (Jakarta)
📫
Admin : 1. Bunda Dinda (Depok) 2.
Bunda Rima (Banyumas)
📝
Notulis : Bunda Yuli (Bandung)
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
🎓 Profil SME
Harry Santosa, M.Si
🔹Alumni
FMIPA-UI
🔹Menikah
dengan Roro Dwi Darodjati
🔹Ayah
dari 5 putra & putri
🔹Aktivitas
yang relevan dgn dunia pendidikan:
🔻Penggiat
Pendidikan Rumah (Home Education)
🔻Founder
HEbAT Community
🔻Integrator
Fitrah Based Education
🔻Dosen
di MM-UI dan berbagai universitas (1992-2009)
🔻Pendiri
Sekolah Alam Depok (2004)
🔻Pendiri
Aulade Kid's Learning Centre (2002)
🔻Penulis
buku "Fitrah Based Education"
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
Materi Pokok 7⃣
_________
Malam ini
kita akan membahas konsep pendidikan berbasis potensi fitrah dan akhlak, untuk
periode pre aqil baligh (usia 8-10 tahun). Tentu tahap 8-10 ini akan lebih mudah kita jalani apabila tahap 0-7, pertumbuhan fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah
belajar anak anak kita berkembang secara utuh.
Baik teori
psikologi perkembangan anak, maupun perjalanan sirah Nabwiyah, melihat usia
8-10 atau ada juga yg menulis 7-10
merupakan penentu kesiapan tahap latih di usia 11-14 menuju aqil baligh.
Secara syariah, fitrah keimanan,
ditandai dengan perintah sholat yg
dimulai ketika usia 7 tahun, dan batas
penyadarannya sampai di usia 10 tahun. Bila di usia 10 tahun masih belum
tumbuh fitrah keimanannya dgn sholat sbg wujud simbolnya maka boleh dipukul.
Fase keimanan Rububiyatullah (kholiqon,
roziqon, malikan), bergeser meningkat ke
Mulkiyatullah (waliyan dan hakiman). Wujudnya adalah perintah sholat.
Ketika ego sentrisnya terpuaskan di usia 0-6 tahun,
maka di usia 7 tahun mulai melebar
kepada sosial dan tanggungjawab moral.
Maka di saat yg sama, anak2 harus dibangkitkan fitrah keimanannya pd aspek ketaatan pd hukum (hakiman) dan
ketaatan/kecintaan tunggal (waliyan).
Secara
fitrah perkembangan, usia 7 tahun,
anak2 mulai mengenal nilai2 sosial di sekitarnya. Maka mereka mulai mengenal Allah sebagai pembuat hukum dan Zat
yg harus ditaati secara totalitas. Di saat yg sama, pada usia 7 tahun, fitrah belajar dan fitrah bakat juga mulai
dibangkitkan dengan beragam aktifitas yg menjadi minat dan passionnya. Pada
tahap ini perbanyak aktifitas belajar di masyarakat dan aktifitas yg sesuai
kepribadiannya. Agar di usia 10 tahun, ketiga fitrah ini (fitrah keimanan,
fitrah belajar, fitrah bakat) sudah matang untuk dilatih secara serius.
Usia 10 adalah batas evaluasi apakah sdh kenal
Allah dengan baik (sholat dgn kesadaran) dan kenal diri dengan baik (ku tahu yg
ku mau). Para Pelatih FIFA, juga menjadikan usia 10 tahun sebagai batas
dari latihan “bermain-main saja walau berbakat” menjadi latihan “teknik dan
muscle memory”. Di Jerman penjurusan sekolah dimulai ketika kelas 4 SD, atau
sekitar usia 10 tahun.
Rasulullah
SAW, mulai magang berdagang bersama pamannya ke Syams sekitar usia 10 atau 11 tahun.
Abu Bakar
ra, mengatakan ada dua hal yang paling utama untuk dikenal, yaitu kenal Allah
dan kenal diri. Menurut saya kenal Allah (fitrah keimanan) dan kenal diri
(fitrah bakat) sebaiknya sudah selesai di usia 10 tahun.
=====================
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
❓📝❔ Tanya Jawab ❔📝❓
1⃣
Imaji negatif tentang Sholat dan Fitrah keimanan belum tumbuh
Bunda Izzati
- Aceh
Bunda Intan
- Jakarta
Bunda
Fariani - Ternate
Eva Malini -
Medan.
1. Ustaz,
bagaimana jika ananda (7thn) tiba2 berargumen "gak enak shalat, gak ada
hadiahnya". Kondisinya sedang dlm keadaan emosi ttg hal lain.
2. Sebelum
ananda berumur 7 tahun kami punya kesepakatan bhw "nanti ketika umurnya
genap 7 tahun maka abang shalatnya harus pakai celana panjang. Karena selama
ini ananda blm konsisten, kadang2 suka shalat dgn clna pendek, saya biarkan dgn
kesepakatan tadi. Nah ketika sdh usia 7 thn, ternyata si abang masih blm
konsisten dgn kesepakatan kami. Banyak alasannya; ribetlah..., cape lah...dan
saya masih nego.
Kadang2 saya
izinkan sambil sedikit sedikit ditegaskan dgn kesepakatan kami. Di lain pihak,
si kakak (9) ingin adeknya patuh dengan kesepakatan kami. Walhasil sering
terjadi semacam pemaksaan dari si kakak.
Pertanyaannya:
apakah cara saya terhadap ketidakkonsistenan si abang sdh tepat atau bagaimana
ustadz? Kemudian bgmn caranya sy komunikasikan ke si kakak ttg masalah adiknya?
Apa yg harus sy fahamkan ke kakak? Jazakumullah ustadz atas jawabannya.. 🙏🏻😊
3. Assalamu
alaikum.
Mohon contoh
kisah yang menceritakan keindahan shalat untuk anak usia 7.5 tahun, biar
maksimal ikhtiar doa2 saya. Selama ini saya merasa jadi shalat keeper. Klau pas
tidak ada di samping anak, maka anak tdk shalat. Kalaupun ada, itupun muter2
dulu. Saya mesti orasi lbh dr 5 menit, juga aksi mengelitiki anak. Merasa tdk
efektif 😅
Sblm adzan
berbunyi sdh saya warning misalkan sedang nonton tv, itupun ga siap2. Selesai
adzan, saya tanya kakak: Tuhannya TV ya kok pas waktu shalat 'menyembah' tv?
Logikanya sdh jalan, dia bilang " Engga mama". Tapi ya nanti2, Saya
ga bisa melenyapkan tv di rumah, karena ada mertua yg butuh hiburan tv 😖
4. Assalamu
'alaykum.
Mau tanya.
Apakah ketika anak2 usia 9 dan 14 thn msh sering butuh diingatkan waktu shalat
,msh tergolong belum berkembang fitrah keimanannya sesuai thp umurnya?
5.
Assalamu'alaikum ustadz.
Bagaimana
bila anak usia 8 s.d 10 tahun memiliki ayah yang tidak selalu menunaikan sholat
5 waktu? Apakah mempengaruhi kebiasaan anak untuk sholat ?
👳🏽 Ust. Harry
1⃣Ayah
bunda yang baik,
Imaji
imaji positif tentang indahnya sholat dimulai sejak usia 0-6 tahun,
jauh sebelum orangtua diperintah Allah untuk menyuruh sholat anak anaknya pada
usia 7 tahun. Imaji imaji positif itu dibangun
dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan yang membuat ananda antusias dan
bergairah (ghirah) atau cinta kepada alHaq (Allah, RasulNya dan Islam). Bukan cinta pada sholatnya, tetapi
cinta kepada Allahnyalah yang diutamakan.
Rajin2lah menyebut Allah dalam setiap
kesempatan, mengaitkan semua peristiwa dengan ke Maha Hebatan Allah. Hindari
kisah2 mengerikan tentang Dajjal, Perang Akhir Zaman, Neraka, Setan yang
menakutkan dll yang membuat anak takut bahkan trauma. Utamakanlah kisah2
keindahan Allah, kehebatan ciptaanNya, ke Maha Baikan Allah, indahnya Syurga,
indahnya akhlak Rasulullah SAW dan para SahabatNya dstnya
Karenanya
dalam framework pendidikan berbasis fitrah, Golden Age untuk mendidik fitrah
keimanan ada pada rentang usia 0-6 tahun bukan setelahnya. Pada usia 0-6 tahun ini imaji dan abstraksi anak sedang puncaknya, fitrah
ananda sedang merekah indah2nya.
JIka cinta dan gairah ananda pada ALlah,
pada Rasulullah SAW, pada Islam, pada alQuran membuncah buncah ketika usia 0-6
tahun, maka usia 7 tahun mereka akan menerima perintah sholat dengan suka cita.
Umumnya kita
melalaikan membangkitkan gairah cinta kepada Allah pada usia 0-6 tahun. Kita
lebih banyak menggegas bacaan, hafalan dll sebelum cinta ananda pada alHaq
merekah indah.
Barangkali
masih ingat kisah Rasulullah SAW yang tidak tega memutus kebahagiaan cucunya
Hasan dan Hussein ketika balita bermain kuda kudaan di punggung Nabi SAW saat
beliau sujud. Sangat lama Beliau membiarkan cucunya asik bermain di punggung
beliau, sampai para Sahabat yang menjadi makmum menganggap Beliau wafat.
Bertahun tahun setelah peristiwa itu, Hussein RA digelari sebagai assajaad,
yaitu pemuda yang cinta sujud kepada Allah. Para ulama mengatakan barangkali
karena peristiwa bermain kuda2an itulah yang membuat imaji dan kesan luarbiasa
pada Sujud.
Jika di atas usia 7 tahun masih belum
bergairah untuk sholat atau disuruh suruh, ini adalah gejala fitrah keimanannya
tidak tumbuh hebat atau terlewat ditumbuhkan ketika di bawah usia 7 tahun. Jika
sudah terlanjur maka percuma memaksa/menyuruh sholat tiap hari, mereka akan
makin menjauh atau selalu minta disuruh, tetapi ulangilah prosesnya yaitu
dengan kembali membangun gairah cintanya kepada Allah, RasulNya dan Islam
dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan, tentu dengan lebih intensif,
misalnya meng-Homestay kan anak pada keluarga atau komunitas shalih yang
membuatnya terkesan mendalam sehingga terpicu kembali gairah cintanya kepada
Allah SWT.✅
2⃣
Tentang Fitrah
Bunda Fitri
Yusnidar - Aceh.
Bunda Yardha
- Surabaya
Ijin
bertanya ustadz.
1.
Faktor-faktor apa saja yg dapat memicu imun ortu dan anak dalam menemukan
fitrahnya di setiap tahapan tumbuh kembangnya.
2. Hal-hal
apa saja yang dapat menciderai rasa rileks, yakin, dan optimis ortu dalam
mendampingi dan mendidik anak-anaknya di setiap tahapan tumbuh kembang si anak?
Terima kasih
ustadz..
3. Ustadz,
mohon dijelaskan tentang maksud fitrah perkembangan. Jazakallah...
👳🏽 Ust. Harry
2⃣Ayah
Bunda yang baik,
1. Fitrah
telah Allah instal dengan sempurna dalam diri anak sejak lahir bahkan sejak di
alam rahim. Maka tugas kita para orangtua hanyalah mengaktifasi, membangkitkan,
menumbuhkan dan merawatnya sehingga kelak menjadi peran terbaik dengan adab
mulia. Tentu harus berangkat dari keimanan yang mendalam bahwa tidak mungkin
Allah memberi tugas kepada manusia tanpa memberinya potensi yaitu fitrah, dan
tidak mungkin ada anak yang tidak memiliki peran istimewa di masa depan kelak,
kecuali orangtuanya yang menyimpangkan fitrahnya.
Jika kita
besyukur mendalam atas fitrah anak anak kita, insyaAllah akan Allah berikan
hikmah yang banyak dalam mendidik anak, kita akan mampu melihat dengan jernih
pola fitrah anak anak kita untuk kita didik dengan paripurna. Karenanya
sambutlah panggilah Allah untuk menjadi orangtua sejati, maka Allah akan
mampukan kita untuk kembali kepada fitrah kita untuk mendidik anak sesuai
fitrahnya.
2. Lebay
obsesif atau Lalai Pesimislah yang membuat cidera. Ketidak yakinan bahwa
sesungguhnya Allahlah Pendidik sejati bagi anak anak kita. Ketidakyakinan
adanya fitrah. Ketidakyakinan bahwa setiap fitrah jika tumbuh kelak akan
menjadi peran istimewa terbaik. Ketidakyakinan bahwa Allah tidak salah pilih
ketika mengamanahkan anak kepada kita, bahwa sesungguhnya Allah yakin kita
mampu sepanjang menyambut panggilanNya.
3. Fitrah
Perkembangan adalah tahapan tahapan dalam mendidik. Segala sesuatunya ada
sunnatullahnya, ada prosesnya. Maka begitupula dalam mendidik semua ada
tahapannya, tidak berlaku kaidah makin
cepat makin baik, karena semuanya akan indah pada masanya. Allahpun
mengajarkan bahwa dalam penciptaan segala sesuatu pasti ada tahapannya, bahkan
dalam mendidik disebut dengan detail tahun tahun perkembangan anak, misalnya susui anak selama 2 tahun,
perintahkan sholat di usia 7 tahun, pisahkan kamar saat usia 10 tahun,
pukullah jika meninggalkan sholat (bukan pukulan hukuman ya tetapi pukulan
untuk menyadarkan yang tidak memalukan dan melukai). Kemudian tercapainya
aqilbaligh pada saat usia 15 tahun. ✅
3⃣
Fitrah Bakat
Bunda Intan
Jakarta
Bunda Eva
Malini - Medan
Bunda Arny
(Wiwid) - Jakarta Timur
Assalamu
alaikum.
Memperhatikan
putri saya senang dan bakat dgn aktivitas menjahit dan craft. Kmrn sempat saya
ikutkan les jahit, dan saya sediakan mesin jahit di rumah. Klau di sekolah,
anak sering lihat piagam penghargaan kompetisi nasional-internasional.
1. Apa lagi
yang mesti saya lakukan ustad?
2. Klau
menjahit dan craft, uji nyalinya apa biar anak saya semangat?
Background
ortunya teknik, tadinya saya berharap dia menyukai yang berbau bau akademik;
robotika dkk. Klo fashion, sewing craft tidak ada gambaran sama sekali 😶
3.
Assalamu'alaikum.
Apakah pada
anak usia 8 s.d 10 tahun sudah dapat diketahui bakat dan potensinya?
terima kasih
ustad.
4.
Assalamu'alaikum Ust. Harry Santosa, Aybun smua yg dirahmati Allah 😍
pembangun peradaban terbaik 😄. Sejak akhir tahun
kemarin, 2 putri kami (6,5yo & 7,5yo) ingin memelihara hewan (kelinci),
apakah di usia mereka sudah bisa Ustad? memang sih nanti banyak fitrah yg akan
terbangkitkan, jazakumullah khoiron😊🙏🏻
👳🏽 Ust. Harry
3⃣Ayah
Bunda yang baik,
Bakat
dikenali sebagai SIfat Unik dan Fisik Unik pada usia 0-6 tahun, Dalam aspek
fitrah bakat dan kepemimpinan, ananda sudah bisa merawat tanaman atau hewan
(yang mudah dirawat) untuk menumbuhkan executive functioning nya dan mengamati
sifat uniknya selama proses..
Kemudian
jika sifat uniknya sudah ditemukan (suka memimpin, suka memperbaiki, suka
berkreasi, suka berkomunikasi, suka mengatur, suka merawat dll) maka ini akan
menjadi potensi unik jika diberikan beragam aktifitas yang sesuai atau relevan
pada usia 7-10 tahun. Misalnya jika ketika kecil sifat uniknya suka merawat,
maka di usia 7-10 akan nampak dalam aktifitas suka merawat hewan, merawat
barang, merawat tumbuhan dstnya.
Kelak
diharapkan dengan beragam aktifitas yang relevan itu akan ditemukan aktifitas
yang 4E (Easy, Enjoy, Excellent, Earn), yaitu aktifitas yang jika akan memulai
sangat ditunggu2, ketika melakukannya dunia seolah berhenti berputar dan tidak
mengakhirinya dengan ucapan "akhirnya kelar juga" tetapi minta
diulangi lagi. Ini perlunya dokumentasi
berupa Jurnal Kegiatan dalam setiap kegiatan yang jika sudah banyak kelak bisa
digunakan sebagai bahan bagi Portfolionya,
Maka
pilihlah beberapa yang aktifitas yang 4E ini untuk dikembangkan lebih lanjut
pada usia 10-14 sehingga menjadi peran dan bekal kemandiriannya ketika
aqilbaligh. Di usia 10 ke atas,
sebaiknya ananda sudah mulai
1. Dibuatkan (bersama) Portfolio (Dokumentasi
progres dan evidence karya/product)
2. Personalized Curriculum (Plan
Improvement)
3. Pendamping Akhlaq
4. Pendamping Bakat (Pemagangan)
5. Uji kehidupan untuk semua fitrahnya ✅
🎙 Host
Baik
Ustadz... berarti dsni sangat penting ya kita sbg orgtua meng-observasi
anak2... dengan karakter unik tiap anak yg brbeda...
👳🏽 Ust. Harry
👍👍👍
Jurnal Kegiatan
sebaiknya mulai dibuat
*Gambar
Sifat Unik
*Gambar
Framework FBE versi 7.0
Penutup
👳🏽 Ust. Harry
AyahBunda yang baik, teruslah yakin dan
syukur, rileks dan optimis dalam mendidik fitrah anak anak kita lalu mari
bergandeng tangan bersama menghantarkan anak anak kita, generasi peradaban,
menuju peran peradaban terbaik dan adab mulia.
==============================
Doa Kafaratul Majelis
Astagfirullahadziim...
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta
astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)
Komentar
Posting Komentar