Langsung ke konten utama

📝 JEJAK KEHIDUPAN IBRAHIM📝 MODUL #07

Senin, 26 Desember 2016
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar (Usz. Yuyu)


0⃣6⃣  DI HIJAZ
Sejak meninggalkan Ur dan bersafari ke berbagai tempat, hingga akhirnya menetap di wilayah Kan’an. Ibrahim as. senantiasa menyeru manusia kepada pengesaan Allah semata. Ia membangun banyak tempat penyembelihan hewan kurban. Ia juga membangun tempat-tempat peribadatan di lokasi-lokasi terpencil, terutama di puncak-puncak bukit. Pada saat bersamaan ia menyaksikan bagaimana pemuka agama berhala membangun berbagai kuil besar dan megah untuk menyembah dewa dewa mereka. Dalam diri Ibrahim as timbul keinginan untuk membangun sebuah rumah besar yang diperuntukkan hanya untuk beribadah kepada Allah.

Perjalanan Ibrahim as. ke tanah Hijaz bukanlah sesuatu yang di dorong oleh motif, menjauhkan hajar dan putranya dari Sarah semata. Jika motif itu yang menjadi pendorong maka seharusnya Ibrahim as. memabawa Hajar dan putranya ke Harran, kota dimana para leluhurnya tinggal. Atau seharusnya ia membawa Hajar dan putranya ke Mesir, tempat di mana keluarga dan saudara-saudara Hajar berada.

Ibrahim as. tidak memilih kedua kota itu. Mesir adalah tempat dimana penyembahan kepada patung-patung berhala demikian membudaya. Ia tidak rela membawa Hajar ke lokasi di mana kesesatan akan mengepungnya, padahal Hajar telah merasakan nikmatnya iman.
Ia pun tidak rela putranya harus tumbuh di lingkungan buruk seperti itu. Demikian pula dengan Haran, jumlah orang-orang beriman di kota itu sangat sedikit. Kota itu tidak akan memberi perlindunngan yang memadai jika Hajar dan putranya dibawa ke sana.

Allah telah menetapkan bahwa Ibrahim as. harus bergerak menuju Hijaz. Perpindahan ke Hijaz itu menjadi pereda bagi rasa tidak nyaman yang dirasakan Sarah karena berdekatan dengan Hajar, mantan budaknya itu dan keinginannya untuk menjauhkan dia. Bagi Hajar sendiri, itu menjadi pembebas bagi dirinya dari sikap-sikap tidak baik yang selalu dilakukan oleh Sarah terhadap dirinya.

Ibrahim as menyampaikan rencananya memindahkan Hajar dan Ismail as ke tempat yang jauh, bahkan sangat jauh. Setelah seluruh perbekalan sudah siap, kafilah kecil itupun berangkat menyusuri jalan ke arah tenggara kemudian ke arah selatan, jalan yang biasa digunakan oleh penduduk Yaman bila pergi ke Syam.

Tidaklah perlu di ragukan bahwa awan senantiasa mengiringi perjalanan kafilah kecil ini, melindungi mereka dari sengatan matahari. Awan itupun sekaligus membimbingmereka untuk dapat mencapai lokasi yang dikehendaki Allah SWT.

Lokasi itu adalah sebuah tempat yang diapit oleh dua gunung, hamparan lembah yang dikelilingi oleh dataran tinggi di sekitarnya. Itulah gurun Faran lembah tandus yang menghadap ke gunung Qubaisy. Tidak ada air dan tidak ada satupun pohon yang tumbuh di sana. Di lembah itu awan yang sejak sebelumnya membimbing mereka, tidak lagi bergerak. Ibrahim as menyadari bahwa itulah tempat yang ditetapkan Allah.

Kafilah pun berhenti di dekat sebuah gundukan tanah. Ia menurunkan Hajar dan Ismail dari tunggangannya dan menempatkan mereka di sana. Ia letakkan untuk mereka sebuah kantong berisi buah kurma dan sebuah kantong lainnya yang berisi air. Setelah itu, iapun pergi meninggalkan mereka berdua.

Hajar mengejar Ibrahim as, mau kemaana?” Kau hendak pergi dan meninggalkan kami di lembah ini?”. Ibrahim as. tidak menghiraukan Hajar. Wanita itu bertanya kembali”Allahkah yang memerintahkanmu melakukan ini?”. Ibrahim as. pun menjawab “Ya”. Mendengar jawaban Ibrahim as. Hajarpun tenang lalu berkata; Jika demikian, jangan hiraukan kami. Hajar pun kembali ke tenda sederhana yang dibuatkan oleh Ibrahim as.

Nabi Ibrahim as. kembali bergerak menuju Hebron. Sebelum itu, ia mengarahkan pandangannya untuk terakhir kali kepada Hajar dan Ismail as. Lalu, ia arahkan wajahnya kehadirat Allah dan berdo’a :
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Artinya : Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanama di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

🐪 Ibrahim as pulang.. Hajar dan Ismail as tinggal...

❓Bagaimana tanggung jawab
Ibrahim as dengan peristiwa ini?...

🚦Diskusikanlah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...