Langsung ke konten utama

🌷.JEJAK KEHIDUPAN IBRAHIM 📝 MODUL #04

15, Desember 2016
Oleh : ustz. Amalia Bahar (usz. Yuyu)

02 DI HARAN

Dalam perjalanannya ke Haran Ibrahim melakukan dakwah di kota-kota yang dilewatinya, dan usia Ibrahim as kala itu 55 tahun. Dalam perjalanan dakwahnya menuju Harran  Ibrahim as. bertemu dengan Raja Hammurabi seorang Raja Babil yang sangat masyhur dan bertahta. Hammurabi telah mendengar berita tentang Ibrahim as, sosok istimewa yang diberkati Allah sehingga ia diselamatkan dari api yang membakarnya dan ia mengetahui kedatangan Ibrahim di Babil lalu mengundangnya untuk bertemu maka terjadi perdebatan ketuhanan dengan Nabi Ibrahim as, yang dituangkan dalam surah Al Baqarah ayat 258.
“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata,“Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan, “dia berkata, “ Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan. ”Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”
Dari jawaban yang diberikan Ibrahim maka Hammurabi terdiam dan akhirnya membiarkan Nabi Ibrahim as. dan tidak mengusiknya apalagi menjatuhkan hukuman padanya.

Setelah peristiwa dengan Raja Hammurabi maka Ibrahim merenungi dialog tersebut, kemudian untuk memantapkan keyakinannya maka Ibrahim as. meminta kepada yang Maha Tinggi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana Dia mematikan dan bagaimana Dia menghidupkan (QS 2 : 260)
Ibnu Said menerangkan bahwa permohonan dalam surah Al Baqarah ayat 260 dilatarbelakangi oleh suatu kejadian sebagai berikut: 

Suatu saat, Ibrahim as berjalan melewati satu bangkai ikan paus. Sebagian tubuh ikan itu terendam air laut dan sebagiannya lagi tidak. Hewan laut memakan tubuh ikan paus yang terendam air dan hewan darat memakan tubuh ikan paus yang tidak terendam air, kemudian, Iblis membisikkan kepada Nabi Ibrahim as, pertanyaan berikut: ”Kapankah Allah menghimpun kembali serpihan-serpihan bangkai ikan paus yang ada di dalam perut hewan-hewan itu?” Maka Ibrahim as. pun memohon “Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”

Al Hasan Al Bashri Qatadah, Sa’id Ibn Jabir dan Ar Rabi’ menjelaskan bahwa,”Tuhan pemeliharaku adalah yang menghidupkan dan mematikan!” Raja menyanggah dengan mengatakan “Akupun mampu menghidupkan dan mematikan!” Lalu, Raja membunuh seorang pria dan membiarkan hidup yang lainnya. Atas demonstrasi raja itu, Ibrahim as berkomentar ‘Sesungguhnya Allah adalah yang menghidupkan, yaitu yang mengembalikan nyawa kepada jasad yang sudah mati”. Raja menukas lagi dengan pertanyaan : Apakah engkau telah menyaksikan sendiri apa yang engkau katakan (tentang Tuhanmu itu?)”. Atas pertanyaan terakhir itu, Ibrahim as. tidak mampu menjawabnya. Maka Ibrahim pun menyampaikan permohonan  itu kepada Allah.
Atas permohonan Ibrahim as. tersebut Allah menjawabnya:
“Allah (berfirman): ‘(Kalau demikian) ambillah empat ekor unggas, lalu dekatkan mereka kepadamu kemudian cincanglah mereka. Lalu lemparkan di atas setiap bukit (satu) bagian darinya, kemudian panggillah mereka, (niscaya) mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Baqarah 2 : 260)

Diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa ke empat unggas sebagaimana tersebut dalam ayat itu, adalah burung gharnuk, burung merak, ayam jantan, dan merpati. Dalam Tafsirnya, Ar Razi menguraikan bahwa Ibrahim as, kemudian menyembelih, mencabuti bulu-bulunya dan memotong-motong keempat unggas itu, bagian per bagian. Darah dan potongan-potongan daging keempat unggas itu dicampurkan, lalu ia letakkan di beberapa bukit. Ibrahim as. selanjutnya memanggil, keempat unggas itu:”Dengan izin Allah, kemarilah kalian semua!” Potongan tubuh keempat unggas itupun saling beterbangan dan menyatu kembali antara satu dengan yang lain. Maka dengan seizin Allah keempat burung itu pun hidup kembali.

Nabi Ibrahim as. dalam perjalanan ke setiap kota maka tugas utamanya adalah menyeru setiap orang agar beriman kepada Allah dan mengajari mereka aturan-aturan yang harus dijalankan untuk meluruskan hidup mereka.
Perjalanan Ibrahim tetap diringi oleh Sarah istrinya, dan Luth, kemenakannya. Sejumlah budak ikut bersamanya, melayaninya dan menggembalakan hewan-hewan ternak yang dibawanya. Ibrahim as. dalam safarinya itu membawa kambing dan domba yang banyak.

Ketika usianya 75 tahun . Allah memerintahkan Ibrahim as, agar ia meninggalkan kota haran. Dalam perjalanan menuju Hebron, beliau singgah di Halab. Di wilayah itu, ia mendirikan perkemahan. Banyak kambing yang dimiliki Ibrahim as. Menarik orang-orang Badui. Mereka muncul dari balik bukit-bukit, umumnya dalam keadaan lapar dan haus, lalu mendatangi Ibrahim as. Orang-orang itu berharap ia menyuruh mereka memerah susu sapi dan kambing yang dimilikinya. Sebagai upahnya mereka mendapatkan susu.
Orang-orang Badui datang ke perkemahan Ibrahim as. setiap hari. Seringkali mereka saling bertanya: “Apakah Ibrahim as, sedang memerah susu?” Tempat berkemahnya Ibrahim as. itu pun dikenal dengan nama “Al Halab” yang berarti “Memerah susu”. 

Abdul hamid Jaudah As Sahhar menuturkan sebuah kisah tentang seorang Pria tua yang datang bertamu ke perkemahan Ibrahim as. di suatu malam.. Pria itu seorang penyembah berhala. Ia berjalan membungkuk kekemah Ibrahim as. segera menyambut dan membimbingnya masuk ke kemah, lalu menyajikan minuman dan makanan. Selanjutnya ia mengajak sang tamu untuk beriman kepada Allah dan mengajaknya untuk menyembah Allah semata.
Jangankan menyambut Ibrahim as. pria tua itu malah mengeluarkan patung berhala dari tempat barang bawaannya, lalu bersujud ke hadapan patung itu. Ibahim as. berkata:”Tidak ada seorang pun yang boleh bersujud di perkemahanku selain hanya kepada Allah!” Maka, di tengah malam itu, ia pun mengusir sang tamu

Ibrahim as. tiba-tiba diam. Ia merasakan wahyu turun kepadanya. Dalam wahyu itu, ia ditanya: “Apa yang engkau lakukan terhadap tamu itu, wahai Ibrahim?”. Ibrahim as. menjawab :”Dia aku usir karena dia enggan menyebut nama Allah sebelum makan dan ia bersujud kepada selain Allah, juga ia enggan beriman kepada Allah!” Maka, dikatakanlah kepada Ibrahim :Tuhan pemeliharamu tetap meengurusnya selama seratus tahun, padahal dia menyembah selain-Nya serta enggan memuji-Nya. Sementara itu, engkau belum pernah mengurusnya walaupun sesaat. Apa sulitnya engkau melakukan sesuatu yang tidak akan mendatangkan keburukan kepadamu?”.

Ibrahim as. tersadar dan segera mencari pria itu di kegelapan malam., Pria itu ditemukannya sedang menopang diri pada tongkatnya diterpa angin dan hawa dingin. Ibrahim as kembali ke tendanya bersama pria itu dan memuliakannya.
🙌 sampai ketemu pada pertemuan berikutnya.... 🚣🏾🚣🏾🚣🏾


Komentar