🌹MODUL #01 🌹
By: Usz. Amalia Husna Bahar
Selasa, 21 Februari 2017
🕋 PENGELOLAAN KA’BAH (1)
Modul pengelolaan ka’bah adalah kelanjutkan kisah Nabi Ibrahim as, untuk mengetahui bagaimana Ka’bah selanjutnya setelah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.
Nabi Ibrahim as datang ke Mekkah untuk mengunjungi anaknya, yaitu Nabi Isma’il. Akan tetapi, Nabi Isma’il saat itu sedang tidak berada di rumah. Ia sedang pergi berburu. Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il yaitu Imarah binti Sa'd bin Usamah bin Aqil al-Amaliqiy dari Bani Amaliq dan bertanya ke mana suaminya dan apa pekerjaannya.
Maka istri Nabi Isma’il menceritakan bahwa suaminya pergi berburu dan kehidupan mereka sangat sulit. Maka Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Apabila suamimu datang, sampaikan salam dariku dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya.”
Kemudian Nabi Ibrahim segera pulang. Tatkala Nabi Isma’il telah datang, ia seakan merasakan sesuatu, maka ia bertanya kepada istrinya.
Istrinya lalu bercerita, “Tadi ada seorang tua datang yang sifatnya demikian (ia menyebutkan sifat-sifat Nabi Ibrahim). Ia bertanya tentang engkau dan aku kabarkan kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita dan aku kabarkan bahwa sesungguhnya kita dalam kesulitan. Dia menitip salam untukmu dan mengatakan agar engkau mengganti palang pintu rumahmu.”
Maka Nabi Isma’il pun berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkaulah yang dimaksud dengan palang pintu itu.
Kembalilah engkau kepada orang tuamu
Nabi Isma’il menceraikan istrinya,
Kemudian Nabi Isma’il menikah lagi dengan wanita lain, yaitu seorang putri pemimpin suku Jurhum bernama Ra’lah binti Madhadh bin Amru. Setelah itu, Nabi Ibrahim datang lagi pada waktu yan lain, dan Nabi Isma’il juga kebetulan sedang pergi berburu. Maka Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il dan bertanya tentang Nabi Isma’il. Maka istrinya bersyukur kepada Allah dan juga menceritakannya.
Kemudian Nabi Ibrahim menanyakan tentang kehidupan mereka. Istri Nabi isma’il menceritakan bahwa kehidupan mereka penuh dengan nikmat dan kebaikan. Istri Nabi isma’il tersebut adalah seorang wanita yang baik, yang bersyukur kepada Allah dan juga kepada suaminya. Kemudian Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Jika suamimu datang, sampaikanlah salam kepadanya dan katakan kepadanya agar ia mengokohkan palang pintu rumahnya.”
Setelah itu, Nabi Ibrahim pun segera pulang.
Maka tatkala Nabi Isma’il pulang, ia bertanya kepada istrinya, “Apakah tadi ada yang mengunjungimu?
Istrinya menjawab, “Tadi datang kepadaku seorang tua yang keadaannya demikian….”
Nabi Isma’il bertanya, “Apakah ada sesuatu yang ia katakan kepadamu?”
Istrinya menjawab, “Dia bertanya kepadaku tentang dirimu, dan aku pun menceritakannya. Dan ia bertanya pula tentang kehidupan kita, maka aku sampaikan bahwa kita berada dalam kenikmatan, dan aku mengucapkan syukur memuji Allah.”
Nabi Isma’il bertanya lagi, “Kemudian apalagi yang ia katakan?”
Istrinya menjawab, “Ia menitipkan salam untukmu dan memerintahkannmu untuk mengokohkan palang pintu rumahmu.”
Nabi Isma’il lantas berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkau adalah palang pintu itu. Ia memerintahkan agar aku tetap mempertahankanmu (sebagai istri).”
Dari istrinya ini Ismail memperoleh 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Setelah Nabi Ismail as wafat, putra pertamanya yang bernama Nabit mengemban tanggungjawab mengurus ka’bah. Setelah itu orang-orang Jurhum mengambil alih kekuasaan atas Ka’bah dari putra-putra Ismail.
Yang pertama kali berkuasa atas Ka’bah dari suku Jurhum adalah kepala suku mereka yaitu Al Harits bin Madhadh.
🕋 Selanjutnya bagaimana pengelolaan Ka’bah sampai kepada Qushay bin Kilab kakek ke-4 Rasulullah... kita nantikan modul selanjutnya...
Komentar
Posting Komentar