Langsung ke konten utama

📽PORTRAIT OF PROPHET 📽 💖RASULULLAH MUHAMMAD SAW 💝 🏝🏝 MODUL UTAMA NASAB DAN LELUHUR 🌴🌴🌴

 
🍁🍁 MODUL #02 🍁🍁


By: Ustadzah Amalia Husna Bahar
Senin, 27 Februari 2017


🕋 PENGELOLAAN KA’BAH (2)

Pada kisah sebelumnya dikisahkan bahwa dari anak Nabi Ismail as yang pertama, yaitu Nabit melanjutkan pengelolaan Ka’bah lalu berpindah ke Bani Jurhum karena jumlah suku Bani Jurhum semakin bertambah banyak  dan anak-anak Nabi Ismail ketika itu tidak ingin menentang saudara-saudara mereka dari bani Jurhum, karena kekerabatan mereka, jugauntuk menghormati kemerdekaan agar tidak terjadi peperangan dan saling bunuh.

Tanggungjawab mengurus Ka’bah akhirnya dikuasai oleh Bani Jurhum. Pemimpin pertama mereka yaitu Harits bin Madhadh membuat kebijakan untuk  membangun POS di pinggiran Mekah yang bernama Qoiqo’an. Setiap orang yang masuk Mekah dengan tujuan berdagang harus membayar 10% dari barang niaga mereka.

Pada saat yang sama raja Amaliq yang bernama Sumaida Bin Haubar juga menguasai bagian lain dari Mekah. Ia juga  mengambil 10% dari harta niaga setiap orang yang datang ke Mekah yang memalui tempatnya. Lalu pecahlah perang antara kedua suku itu dan akhirnya kekuasaan atas Mekah dipegang oleh suku ‘Amaliq. Tapi, kemudian suku Jurhum berhasil merebut kembali kekauasaan atas Mekah.

Seterusnya Ka’bah dibawah kekuasaan suku Jurhum selama 300 tahun. Selama masa kekuasaannnya itu, suku Jurhum menambah bangunan Ka’bah dan meninggikan lebih dari nabi Ibrahim as. Adapun raja jurhum yang terakhir berkuasa atas Ka’bah adalah Al Harits (III) bin Madhadh Al Ashgar.

Tapi, generasi suku Jurhum melampaui batas dan berbuat semena-mena. Mereka meremehkan tanggungjawab besar yang ada dipundak mereka, bahkan mereka merebut harta-harta milik Ka’bah. Selain itu mereka juga bersikap buruk kepada jama’ah haji. Sehingga, banyak jama’ah haji yang protes dan mengeluhkan tindak tanduk suku Jurhum. Tapi pertolongan Allah senantiasa menaungi Baitullah. Maka, Allah menghukum suku Jurhum karena tindakan mereka. Allah menurunkan hujan yang sangat deras pada suku Jurhum. Allah juga mengirim semut dan bencana-bencana lainnya yang membinasakan orang-orang Jurhum.

Ketika orang-orang Jurhum menghadapi akhir kehidupan, kepala suku mereka Al Harits (III) pergi menuju Ka’bah dan mengambil dua patung rusa emas beberapa pedang dan perisai yang ada di dalamnya. Ia kemudian mengubur harta rampasan  tersebut di dalam sumur zamzam dan kemudian menutupnya dengan pasir. Setelah itu ia kembali kepada kaumnya  yang bersiap-siap untuk pergi meninggalkan Mekkah.

Mekah bersih dari musuh-musuh agama Allah. Tugas pemeliharaan Ka’bah selanjutnya dike kepada semua orangmbalikan kepada keturunan Ismail yaitu Nizar, bin Ma’d bin Adnan. Mekkah kembali makmur jumlah jama’ah bertambah, dan kafilah dagang kembali melewati Mekah dalam perjalanan dagang mereka. Karena keturunan Ismail adalah pemeluk setia agama Ibrahim as, mereka giat mendakwahkan dan mengajarkan ajaran Ibrahim as.

Kehidupan di Mekkah terus berlanjut, Ketika ajal menjemput Nizar, ia mewariskan pemeliharaan Ka’bah kepada putranya Iyad. Tidak lama kemudian pecah konflik perebutan kekuasaan antara Iyad dan saudaranya, Mudar. Lalu, pecah perang panjang antara Mudhar dan Iyad yang berakhir dengan kemenangan Mudhar. Iyad pun pergi meninggalkan Mekah menuju Irak.


👳‍♀ Pengelolaan Ka’bah berganti lagi, tetapi kisah pengelolaan ini belum berakhir.... 🖐✋ Bersabar menunggu modul selanjutnya....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...