Home Education based on Akhlaq and
Talents (HEbAT) Community
📚 Resume KulWApp Matrikulasi HEbAT #3 Live dari Region Timur 📚
Oleh : Ust. Harry
Santoso, M.Si
🗓 Selasa, 17 Januari 2017 ⏲
10:00 - 12:00 WIB
👳🏻 SME : Ustadz Harry Santosa, M.Si
👥
Host dan Co-Host : 1.
Bunda Bunda Ria (Kalimantan) 2.
Bunda Juni (Surabaya)
📫
Admin : 1. Bunda Juni (Surabaya)
📝
Notulis : Bunda Yuli ( Bandung)
🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
Materi Pokok 9⃣
=====================
Tahap
pendidikan pre aqil baligh usia 8-10 th merupakan masa kritis dimana anak akan
mengalami transisi dr masa egosentris di usia < 7 thn kepada kesadaran awal
sbg makhluk Tuhan & makhluk sosial.
Tahap ini
mrpkn tahap latihan&pembiasaan dg cara keteladanan & membangun
kesadaran.
Bila tahap
ini gagal, dg berbagai alasan misalnya dg pemaksaan, trauma atau pendidikan
tidak berhasil membuat terbangunnya kesadaran, maka fase berikutnya akn berat untuk
memperbaiki kondisi tsb.
Metode pendidikan
yg paling efektif pada tahap ini adalah experiental learning atau project based
learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa2 sehari2, atau dr
sejarah, atau yg ada di alam semesta.
Bagaimana
dg tahap selanjutnya, Pre aqil baligh usia 11-14th?
Salam
pendidikan peradaban utk para ayah bunda para pendidik generasi peradaban. Kita
awali dgn merujuk pd siroh Nabawiyah ya, bagaimana keindahan orkestrasi
kehidupan Rasulullah SAW pd rentang usia tersebut.
Rasulullah
SAW, sejak usia 9 tahun telah menjalani pendidikan bersama Paman dan keluarga
besarnya.
Dengan cara
magang berdagang bahkan sampai ke Syams (Syiria). Namun mulai serius sejak usia
11 tahun.
Nah jika
rentang 8-10 adalah masa tadribat (pelatihan menuju aqil baligh) awal, maka
11-14 masa tadribat advance.
Kemandirian
penuh diharapkan terjadi ketika usia 15-16 tahun. Ini yg kita sebut usia aqil
baligh.
Namun
latihan2 atau program menuju kesana mulai serius sejak usia 11-12 tahun.
Bagi yg
punya anak atau adik di usia 11 tahun, maka mulai terasa agak berbeda sikapnya
dari sebelumnya. Sedikit suka melawan, membantah, tdk suka diatur, banyak
merenung, malas melakukan kerja rumahtangga dll. Mengapa demikian, itu krn
mereka, anak2 kita sdh hampir separuhnya menjadi orang dewasa.
Bukankah orang dewasa tdk suka diatur2,
diperintah2, dianggap anak kecil dstnya?.
KECUALI, sesuatu yg menjadi minat dan
bakatnya, sesuatu yg merupakan idea dan gagasannya, sesuatu yg berangkat dari
panggilan jiwanya. Performance Character spt disiplin, tekun, kerja keras,
tepat waktu, tuntas dll dapat dikembankan dengan baik apabila berbasis minat,
bakat, passion dll atau kita sebut dgn berbasis potensi keunikan. Dalam
olahraga dan seni juga demikian, sangat penting bakat atau talent atau potensi
seseorang.
Jadi usia 11 sampai 14, adalah fase latih pd
tahap pre aqil baligh akhir menuju aqil baligh. Dari pengalaman, anak2 di usia 11 ke atas yg belum kenal
Allah (contohnya malas Sholat) dan belum kenal diri (tak tahu bakat) maka akan
lebih berat dan panjang recovery nya.
Begitupula
dengan fitrah belajar, bhw anak2 yang belum terbiasa berfikir kritis, logis,
bernalar pd usia di atas 10 tahun akan cenderung susah dirubah. Karenanya anak2 yg hanya belajar ketika
disuruh, belajar ketika ada ujian, belajar hanya memenuhi tugas dll adalah
pertanda fitrah belajarnya telah meredup.
Recovery nya
juga lebih berat. Tentu mengenal Allah, mengenal diri (bakat), mengembangkan
kemampuan berfikir kritis dll adalah perjalanan seumur hidup (journey), namun
setidaknya usia 10 fondasinya selesai, dan tepat ketika aqilbalig (usia 14/15
tahun) fondasi ini telah berbentuk bangunan layak huni, layak memikul beban
syariah, siap dikembangkan lebih lanjut dalam karya2 dan peran2 peradaban
Jadi ayah bunda, memperbanyak wawasan pd usia
0-10, dgn membaca/mengenal diri,
membaca/mengenal Tuhan, membaca
alam/masyarakat sebaiknya sdh dipenuhi, krn pd usia 11-14 anak2 akan fokus
pd tadribat lanjutan menuju kedewasaan atau aqil baligh, dimana kewajiban
syariah akan setara dgn kedua orangtuanya.
Wawasan dan
gagasan berubah menjadi pendalaman potensi dan aksi.
Pada usia
11-14 tahun Rasulullah SAW disebutkan bhw masih magang namun telah memiliki
tanggungjawab / bisnis atau usaha kecil2an sendiri serta terlibat dalam
aktifitas sosial masyarakat dalam skala terbatas.
Wawasannya
selama menggembala kambing dan magang pd usia sebelumnya, berwujud pd
pendalaman potensi dan aksi.
========================
♻ Disusun kembali oleh Tim Fasilitator HEbAT
Community
🎙 Host
Alhamdulillah Ustadz Harry sudah mendarat
dengan selamat...
Assalamu'alykum
Ustadz... apakabar pagi ini?😊
👳🏽 Ust. Harry
Wa'alaykumusalaamwrwb
🙏😊 alhamdulillah landing dengan
mulus. Pilotnya HEbAT
Apakabar
ayahbunda HEbAT, semoga selalu rileks dan optimis membersamai khalifah Allah
yang masih cilik di rumah masing masing 🙏
🎙 Host
Alhamdulillah
landing dengan mulus ya ustadz 😊Insyaa Allah Ayah Bunda
semua sudah siap menerima materi yg akan disampaikan oleh Ustadz.....
sebelumnya kami ucapakan terimakasih banyak ustadz atas waktunya...
Baik Ustadz,
Seperti sebelumnya ustadz, pertanyaan sudah kami kelompokkan berdasarkan
tematik nya..
Mohon ustadz
menjawab secara keseluruhan..
Ust. Harry
Kemuliaan
dan kebahagiaan bagi saya bisa belajar bersama para arsitek peradaban 🙏😊
========================
❓📝❔ Tanya Jawab ❔📝❓
🎙 Host
1⃣
Pesantren&Sekolah
Bunda Ani
Fitriani - Banjarmasin
Bunda Erna
-Surabaya
Assalamualaikum
Ustadz
1. Pada
rentang usia 11- 15 tahun, bagaimana bila orang tua memilih menitipkan anak
(memilih pesantren atau pondok) sebagai pendidikan lanjutan anak, apakah itu
akan membawa hal positif atau justru kurang tepat ustadz? Mungkin karena
keterbatasan orang tua mendidik dan membersamai anaknya.
2. Usia
berapa yg tepat anak 'boleh' mondok/pesantren?
3. Lebih
prioritas mana ya antara memilih sekolah yg diutamakan fitrah keimanannya atau
fitrah bakatnya utk usia 7-10?
Sy lagi
bingung utk menentukan sekolah putra saya. Di Surabaya ada sekolah alam yg
lebih fokus utk mengembangkan fitrah belajar, bernalar dan bakatnya, sdgkan
fitrah keimanannya msh minoritas.
Lalu ada
sekolah Islam misal Al Uswah dan Lukman Al Hakim yg menurut sy dan bbrp org
bagus utk menumbuhkan fitrah keimanannya, tapi eksplore fitrah bakat nya
kurang.
Memang yg
terbaik adalah home schooling, tapi saat ini kondisi msh blm bisa. Sy masih
akan tetap menerapkan school and home education. Terima kasih 😊🙏🙏
👳🏽 Ust. Harry
1⃣Ayah
Bunda yang baik,
Semua aspek
fitrah, sejatinya tumbuh bersamaan dan selaras sehingga mencapai peran peran
terbaik. Fitrah keimanan yang tumbuh paripurna akan berujung kepada peran untuk
menTauhidkan manusia. Fitrah bakat yang tumbuh paripurna akan berujung kepada
peran untuk berkinerja dan memimpin pada bidang kehidupan tertentu. Begitupula
fitrah belajar dan bernalar jika tumbuh paripurna akan berujung kepada peran
inovator yang mampu melestarikan bumi. Fitrah seksualitas juga demikian, jika tumbuh
paripurna akan berujung kepada peran keayahan dan peran keibuan yang baik.
Karenanya
baik anak bersekolah, berpesantren maupun tidak, pastikan semua aspek fitrah
ini tumbuh dalam tanggungjawab penuh kedua orangtuanya. Sekolah maupun
pesantren sifatnya hanya pendukung dan sulit bagi kita berharap akan tersedia
semuanya di sana.
Jika anak
bersekolah atau pesantren maka pastikan keterlibatan penuh orangtua dalam
proses pendidikan dan ruang untuk melengkapi penumbuhan aspek fitrah yang tidak
diagendakan di sekolah.
Tentang
pesantren, saran saya dan banyak praktisi serta ustadz
1. Pesantren
yang baik adalah yang ada sosok Ulama yang hadir dalam keseharian bersama
santri sebagai the best real role model
2. Pesantren
yang baik adalah yang menginteraksikan semua aspek fitrah dengan alam dan
kehidupan sekitar pesantren. Pesantren bukanlah kuil utk mencetak pendeta,
tetapi mujahid yang mampu menyelesaikan masalah ummat. Di masa lalu, kyai,
santri dan warga bahu membahu membangun desa dengan pesantren sebagai pusat
riset dan sumber daya manusianya
3. Pesantren
yang baik, tidak mengasramakan anak sebelum usia 15 tahun, tetapi mengHomeStay
kan anak di rumah para ustadz atau ustadzah di sekitar pesantren agar sosok
ayah dan ibu hadir utk aspek fitrah seksualitas. Mohon maaf kasus LGBT atau
penyimpangan seksual juga terjadi di pesantren karena aspek fitrah seksualitas
tidak tumbuh baik
4. Pesantren
yang baik, melibatkan orangtua dalam proses pendidikan, terutama yang tdk
ditumbuhkan di pesantren seperti fitrah bakat. Ada pesantren yang melarang sama
sekali fitrah bakat dan peran orangtua ✅
🎙 Host
Subhanallah
terimakasih ustadz jawaban yg sangat mencerahkan. Lanjut ke pertanyaan
berikutnya ya Ustadz 😊
2⃣
Fitrah Belajar&Fitrah Keimanan
Bunda Erie -
Kalsel
Bunda
Fariani-Ternate
Assalamu'alaikum
Ustadz...
Si sulung
(10 thn 8 bln) semakin besar agak susah diingatkan untuk belajar. Padahal
pas masih usia dibawah 9 tahun, dia semangat sekali belajar apalagi usia 7
tahun awal2 masuk SD dia semangat sekali belajar dan membaca2 hampir tiap hari
tanpa diingatkan.
1. Apa
ini termasuk fitrah belajarnya telah meredup ustadz?
2. Bagaimana
cara membangkitkan fitrah belajar anak yang telah meredup? dan mengembangkan
kemampuan berpikir kritis pada anak, selain banyak membaca dan melatihnya untuk
aktif bertanya?
3. Bgmn
caranya yah menumbuhkan rasa cinta pada Al Qur'an utk anak usia 10-14 thn?
Terutama usia 14 thn. Sy mgkn termasuk org tua yg terlambat mengenal ilmu
parenting 😩. Anak sdh mulai beranjak dewasa, baru
mengenal ilmu parenting, walhasil metode mendidiknya msh banyak yg keliru.
Mdh2an msh ada waktu utk memperbaikinya. Terima kasih ustadz sudah berkenan
menjawab.
👳🏽 Ust. Harry
2⃣
Ayah Bunda yang baik,
Fitrah Belajar
dan bernalar ini puncaknya ada di usia 7- 10 tahun. Anak dianggap sudah
sempurna kemampuan berfikir dan bernalarnya, sementara ego sentrisnya bergeser
kepada sosio sentris dimana anak mulai menyadari ada kehidupan sosial dan
keteraturan di alam semesta di luar dirinya karenanya dalam Islam perintah
sholat juga dimulai di usia 7 tahun.
Jika fitrah
keimanan, dia ditumbuhkan dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan utk
membangkitkan gairah cinta kpd Allah maka fitrah belajar dan bernalar ini
ditumbuhkan dengan idea menantang dan inspirasi hebat untuk ekplorasi di alam
dan pengalaman nyata sehingga anak cinta belajar sepanjang hidupnya.
Anak yang
nampak redup fitrah belajarnya, biasanya ditandai disorientasi belajar (belajar
karena ujian, karena terpaksa dll) dan juga ditandai dengan "mental
hectic" (menolak sama sekali belajar) maka ada kemungkinan terlalu digegas
belajar dengan target2 sejak dini.
Maka
banyaklah memeluknya meminta maaf, katakan dengan jujur bahwa ayah atau bunda
salah dalam menerapkan pendidikan, dan kini akan lebih banyak memfasilitasi dan
menyemangati bukan menuntut dan memasang target. Ulangi prosesnya dengan banyak
memberinya idea menantang utk banyak berkegiatan namun tanpa memberi judul
"belajar" . Dengan banyak berkegiatan, sesungguhnya secara alamiah
akan berujùng pada banyak keterampilan dan pengetahuan yang dikuasai melalui
pengalaman termasuk sikap2 keren yang tidak bisa diajarkan dengan diceritakan
tetapi dengan dialami langsung. ✅
🎙 Host
Banyaklah memeluknya meminta maaf, katakan
dengan jujur bahwa ayah atau bunda salah dalam menerapkan pendidikan, dan kini
akan lebih banyak memfasilitasi dan menyemangati bukan menuntut dan memasang
target.
Noted
Ustadz
3⃣
Sadar diri&Lingkungan
bunda Balgis
- Malang
bunda Eka
Citra - Balikpaan
Assalamu'alaikum.
1. Bagaimana
solusi untuk anak usia 10 thn lebih tapi masih penakut (takut tdur kamar
sendiri, takut gelap, dll) terhadap makhluk ghoib maupun thd imajinasi ttg org
jahat?
2. Utk tahap
usia 11-14 thn, metode pembelajaran apa yg
lbh tepat untuk anak bisa dibebani tanggung jawab mengurus dirinya dan mulai dibangun kesadaran
pada lingkungan?
👳🏽 Ust. Harry
3⃣Ayah
Bunda yang baik,
Usia 10-14
tahun adalah tahap pre aqilbaligh, ini adalah tahap kritis dalam kehidupan anak
untuk menuju masa dewasa penuh ketika berusia 15 tahun. Jangan kaget, bahwa
fitrah fitrah yang tidak tumbuh baik pada tahap sebelumnya banyak bermunculan
pada fase ini. Jadi sering harus bekerja ekstra antara memperbaiki masa lalu
dan menyiapkan masa depan. Namun jangan menyerah, inilah tahap menuju garis
finish, setalah masa ini, anak anak kita bukan anak anak lagi. Makin sulit
mendidik orang dewasa sejak usia 15 tahun, yang fitrahnya belum tumbuh.
Maka untuk
anak usia 11-14 tahun
1. Peran
ayah harus lebih dominan. Ayahlah sang raja tega, namun ibu tetap hadir sebagai
sang pembasuh luka
2. Fokus
pada potensi anak bukan masalahnya. Bantu temukan dan kembangkan bakatnya.
Inilah fase dimana fitrah bakat sedang masa emasnya
3. Benturkan
dalam kehidupan nyata, beri jalan untuk ekspedisi, terlibat sebagai relawan
kemanusiaan, organisasi sosial, magang bisnis sesuai bakatnya (Rasulullah SAW
mulai magang berdagang ke Syiria usia 11-12 tahun), uji keimanan dan
ketangguhannya dengan program yang mendewasakan dirinya. ✅
4⃣
Kepekaan Belum tumbuh
Ummu Icha-
Kalimantan
bunda Ririn
-Ambon
Bismillah...
Anak sy
masih 7 thn/prp. Ketika dia balita, saya dan anak2 kebanyakan hidup di antara
org tua/mertua walaupun tdk lama. Tetapi ada hal yg membekas yg sy agak
terganggu.
Anak
pertama, tidak mau menginjakkan kakinya tanpa alas di tanah krn katanya jorok
bahkan awalnya dlm rmh slalu berkaos kaki krn org tua seperti mewajibkan
walaupun secara halus dan sy berusaha keras melepaskan kaos kaki dlm rmh.
Begitupun
dengan memegang tanah/berkebun, bahkan sandal yg di pakai tdk boleh basah
apalagi becek. Jadilah anak sy hanya menonton ketika sy mengajarkan bagaimna
mencuci piring. Dia pasti tidak mau, lebih memilih baca buku saja sambil liat
ummi. Kemudian suami sy tipe org yg meniadakan kesulitan anak, misal tdk boleh
anaknya ikut ke pasar bersama sy.
1. Apakah
kejadian2 seperti ini akan sampai ke usia 8 thn dstnya, ataukah harus
dihentikan kebiasaan ini?
2. Apakah
bila anak menolak melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring dsb sebagai
orang tua membiarkan saja? Atau ajak ngobrol sambil ditanya ada apa kok jd ga
mau?
3. Apakah
dgn diajak ngobrol, anak tidak merasa dia akhirnya seperti dibujuk untuk
melakukan pekerjaan tersebut ? Jazakallahu khairan wa barokallahu fik
ustadz...
👳🏽 Ust. Harry
4⃣Ayah
Bunda yang Baik,
Yang sering
dilupakan banyak orangtua bahwa fitrah itu tidak akan tumbuh baik jika tidak diinteraksikan
dengan sekitarnya. Sejak lahir potensi2 fitrah ini tumbuh menguat dan menghebat
karena interaksi dengan orangtua, alam dan kehidupan serta juga Kitabullah
(kisah, keindahan dll).
Kalau kakek
nenek memang tidak berada pada kondisi mendidik hanya menyayangi dan
memanjakan. Pada usia 0-6 tahun, anak memang sebaiknya full kasih sayang bahkan
dalam batas tertentu boleh manja. Mereka belum punya tanggungjawab moral, dan
lebih mau bergerak karena sesuatu yang secara imajinatif indah dan menarik.
Namun anak
usia di atas 7 tahun, maka perlahan anak sudah memahami ada dunia di luar
dirimya dn dirinya harus terlibat. Usia 7-10 tahun adalah puncak fitrah belajar
dan bernalae dengan interaksi terbaik di alam. Secara fitrah seksualitas,
ananda harus berinteraksi dengan aktifitajs kelelakian bagi anak lelaki atau
keperempuanan bagi anak perempuan.
Saran saya,
imaji imaji anak bunda ketika kecil harus diulang prosesnya. Ceritakan lagi
indahnya dan pentingnya berkegiatan dan berinteraksi dengan alam dan kehidupan.
Libatkan dalam komunitas pencinta alam dsbnya
Mulailah
ananda melakukan hal hal sederhana berangkat dari aktifitas yang dia sangat
sukai, sering ajak menginap pada keluarga yang punya anak seumuran namun baik
dalam mendidiknya dsbnya ✅
🎙 Host
Yang sering dilupakan banyak orangtua bahwa
fitrah itu tidak akan tumbuh baik jika tidak diinteraksikan dengan sekitarnya.
Masyaa
Allah.. pengingat untuk kami ustadz.
🎙 Host
5⃣
Persiapan untuk usia Aqil Baligh
bunda Hanif
- Kalsel
bunda
Khauli- Aceh
Assalamu'alaikum...Ustadz.
Anak sy
laki2 msh usia 4 thn, tp sy kawatir bila dimasa pre aqil baligh 11-14 thn anak
mulai menyukai lawan jenis. Mengingat pengaruh kemajuan zaman saat ini,
terutama dikalangan anak muda. Mohon penjelasan ustadz bagaimana
mengantisipasinya?
2. Bagaimana
selaku orang tua, mempersiapkan diri untuk masa pre aqil baligh anak kita,
sedangkan usianya masih 6 tahun dan 4 tahun? Jazakallah khoir Ustadz
👳🏽 Ust. Harry
5⃣Ayah
Bunda yang baik,
Jangan
khawatir dengan dunia di luar sana, tetapi khawatirlah dengan dunia dalam jiwa
anak anak kita, yaitu fitrahnya. Yakinlah jika semua aspek fitrah tumbuh maka
anak kita akan disibukkan oleh cahayanya dan kebenaran atau kebaikan kebaikan.
Setinggi apapun
kita membuat bendungan, maka akan jebol juga. Maka didiklah anak kita untuk
mampu membangun bahteranya sendiri, dia akan melayari kehidupannya dengan
tangguh.
Fokuslah pada cahaya ananda maka kelak
cahayanya akan melebar dan membuat sirna kegelapan. Bukankah kegelapan hanya
ada ketika tiada cahaya?
Maka
alirkanlah potensi cahaya anak anak kita, karena hanya yang tidak mengalirlah
yang menjadi sarang kuman dan penyakit.
Sejak saat
ini, banyaklah mensyukuri fitrah fitrah dalam diri anak kita agar Allah berikan
banyak hikmah dalam mendidik, yakinlah
bahwa tidak mungkin Allah menciptakan manusia tanpa peran istimewa kelak,
yakinlah bahwa Allah tidak salah pilih mengamanahkan anak anak kitakpd
kita banyaklah berdoa dan mendekat
kepadaNya agar diberikan Qoulan Sadida.
Qoulan Sadida adalah ucapan dan tutur yang
berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam merancang kegiatan, sikap
dan tindakan yang pantas dan layak ditiru, hati yang lembut dan penuh empati
dalam memahami kebutuhan anak. ✅
🎙 Host
Alirkanlah potensi cahaya anak anak kita,
karena hanya yang tidak mengalirkan yang menjadi sarang kuman dan penyakit
Subhanallah..
Jawaban2 Ustadz menjadi pengingat dan semangat untuk kami terus memperbaiki dan
memantaskan diri dalam mengemban dan melaksanakan tugas mulia dari Allah SWT
sebagai orang tua.
Baiklah ayah
bunda.. Alhamdulillah semua pertanyaan sudah dijawab oleh Ustadz Harry..
Dan kita
sudah ada dipenghujung Kulwap hari ini..
Ustadz
Harry, jika berkenan silahkan untuk memberikan closing statement untuk
kesempatan Kulwap hari ini.. 😊🙏
Penutup
AyahBunda yang baik,
Mari kembali kepada fitrah mendidik anak,
mari kembali kepada mendidik fitrah anak anak kita. Rumah rumah kita adalah
miniatur peradaban, maka baik dan buruk peradaban tergantung dari seberapa baik
fitrah anak anak kita ditumbuhkan di rumah rumah kita.
Anak kita sesungguhnya akan lebih lama hidup
daripada kita. Walau bisa saja mereka wafat lebih dulu, namun pada ghalibnya
mereka akan menghuni zaman yang kita tidak akan pernah bisa menghuninya karena
telah berada di alam kubur. Anak anak kita akan hidup tanpa kita di sisinya.
Mereka akan mampu hidup dan bertahan dengan baik, jika fitrah mereka tumbuh
dalam keindahan bersama kita pada saat ini. Mereka akan mengenang masa masa
indah bersama ayahbunda nya, mereka kelak akan mensyukuri fitrahnya yang tumbuh
indah di tangan ayah bundanya dan merka akan senantiasa mendoakan kita.
Tetap rileks dan optimis, tidak ada anak
ciptaan Allah yang merupakan produk gagal. Mohon maaf jika ada kata yang tidak
berkenan. Jazakumullah. Waswrwb 🙏😊
( Ust. Harry Santoso)
🎙 Host
Mari kita
tutup sesi kulwap hari ini dengan membaca membaca hamdalah istigfar dan doa kafaratul majelis
Alhamdulillahirabbil'alamiin... Astagfirullahadziim...
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya
: “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada
Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih)
Wassalamu'alaikum
warahmatullaah wabarakatuuh.. 😊
Komentar
Posting Komentar