Langsung ke konten utama

💖 JEJAK KEHIDUPAN NABI IBRAHIM DI HEBRON📝MODUL#06

Kamis, 22 Desember 2016

Oleh : Ustadzah Amalia Bahar (Usz. Yuyu)



0⃣5⃣  DI HEBRON
Ibrahim berangkat dari Mesir menuju Hebron, kota yang sebelumnya sudah disinggahi. Perjalanan itu adalah perintah Allah SWT. Bersama segenap keluarga, harta benda dan ternak-ternaknya hijrah menuju Hebron. Usia Ibrahim pada saat itu sudah semakin bertambah tua, sedangkan ia belum diberi keturunan, oleh karena itu Ibrahim memohon kepada Allah :

Tuhan Pemeliharaku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh “ (QS. 37 : 100)

Atas do’a Nabi Ibrahim as. tersebut, Allah menjawab: “Maka kami memberinya kabar gembira (bahwa dia akan dianugrahi) dengan seorang anak yang sangat penyantun (QS.37:101)
Sekalipun Allah dengan tegas menjawab permohonan Ibrahim, tetap muncul dari dalam dirinya pertanyaan : bagaimana Allah akan menganugrahkan anak kepadanya? Istrinya semakin menua dan anak yang dirindukannya itu belum juga hadir.

Setelah 10 tahun berada di Hebron, Sarah menyadari bahwa betapa rindunya sang suami terhadap anak, maka Sarah pun menghadiahkan Hajar, budaknya itu, kepada Ibrahim as. untuk dinikahi. Ia berharap sang suami mendapatkan anak darinya. Apa yang dilakukan Sarah merupakan sesuatu yang lazim ketika itu. Majikan perempuan akan memperlakukan anak yang lahir dari budak perempuannya sebagai anak sendiri. Itu karena budak perempuan itu adalah miliknya.

Sudah menjadi suatu hal yang alamiah seorang istri ingin mendapatkan perhatian penuh oleh suaminya dan tidak ingin membaginya dengan yang lain. Dorongan alamiah ini tumbuh secara diam-diam pada diri seorang istri. Demikian halnya dengan Sarah. Perlakuan-perlakuan kasar mulai ditunjukkan kepada Hajar. Adakalanya Sarah beralasan bahwa Hajar bersikap angkuh kepadanya sejak diperistri oleh suaminya, Ibrahim as. Padahal Hajar adalah budak dan ia adalah majikannya. Alasan Sarah ini mungkin terlalu dibuat-buat. Bagaimana mungkin Hajar bersikap kurang ajar kepada mantan majikannya, padahal ia berada jauh dari negerinya sendiri, pula jauh dari keluarga dan sanak famili?

Namun agaknya Ibrahim as. memaklumi dorongan alamiah pada diri Sarah itu, karena itu Ibrahim as. berkata kepada Sarah: “Jangan hiraukan (keangkuhan) budakmu ini, lakukan saja olehmu di hadapannya apa yang baik menurutmu!” Namun perlakuan tidak baik dari Sarah kepada Hajar tidak berkurang sekalipun Ibrahim as. telah mengingatkan. Nyaris saja Hajar kabur karenanya jika Allah tidak menurunkan wahyu kepada Ibrahim agar Hajar bersabar atas perlakuan buruk yang dialaminya.

Dalam waktu yang telah ditentukan, Hajarpun melahirkan anaknya Ibrahim as. menamai putranya yang baru lahir itu dengan nama Ismail. Ketika Hajar melahirkan anaknya, Ibrahim telah berusia 86 tahun. Hajar melewati masa kehamilannya dibawah tekanan Sarah. Ibrahim as. sangat tersentuh dengan kesabaran dan ketabahan Hajar itu. Kebahagiaan menyambut sang bayi tidak mengurangi tekanan Sarah. Ibrahim as. terus berfikir bagaimana cara mengeluarkan diri dari kemelut ini hingga akhirnya, ia pun menyimpulkan bahwa Sarah dan Hajar tidak dapat hidup bersama lagi. Bisa jadi, terpikir dalam diri Ibrahim as. ditempat lain. Namun dimana?

Dalam suasana kebingungan semacam ini, Ibrahim memasrahkan perkaranya kepada Allah. Ia pun menanti petunjuk langit. Ia ternyata tidak perlu menunggu lama, karena kemudian Allah mengizinkannya membawa hajar dan Ismail ke Mekkah di Hijaz.🐪

⭐⭐Silahkan disimak, semoga menjadi pelajaran yang baik ⭐⭐


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...