Langsung ke konten utama

🌟🌟PORTRAIT OF PROPHET 🌟🌟 💖RASULULLAH MUHAMMAD SAW 💝 🏝🏝 MODUL UTAMA NASAB DAN LELUHUR 🌴🌴🌴


🌹MODUL #05 🌹


Oleh: Ustadzah Amalia Husna Bahar ( uz. Yuyu)
Senin, 13 Maret 2017


   👳🏻 NASAB 👳🏻

Pengelolaan  Ka’bah akhirnya berakhir pada keturunan Quraisy, yaitu Qushay bin Kilab, bagaimana kelanjutannya hingga sampai kepada Abdul Muthalib...

Peran Qushay dan keturunannya akan diurai dalam nasab Rasulullah Saw.

🍁 NASAB🍁
Nasab dalam  hukum Islam merupakan sesuatu yang sangat urgen, nasab merupakan nikmat yang paling besar yang diturunkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya, sebagaimana firman dalam surat al-Furqan ayat 54 yang berbunyi:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
“Dan dia pula yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan yang berasal dari perkawinan) dan adalah tuhanmu yang maha kuasa.”

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa nasab merupakan suatu nikmat yang berasal dari Allah. Hal ini dipahami dari lafaz “fa ja‘alahu nasabaa.” Dan perlu diketahui bahwasanya nasab juga merupakan salah satu dari lima maqasid al-syariah (Tujuan hukum Islam) yaitu :
1.    Hifdz Ad-Din (Memelihara Agama)
2.    Hifdz An-Nafs (Memelihara Jiwa)
3.    Hifdz Al’Aql (Memelihara Akal)
4.    Hifdz An-Nasb (Memelihara Keturunan)
5.    Hifdz Al-Maal (Memelihara Harta)
Nasab adalah legalitas hubungan kekeluargaan yang berdasarkan pertalian darah, sebagai salah satu akibat dari pernikahan yang sah, atau nikah fasid (Pernikahan yang tidak sah atau terlarang dalam agama), atau syubhat (zina). Nasab merupakan sebuah pengakuan syara’ bagi hubungan seorang anak dengan garis keturunan ayahnya sehingga dengan itu anak tersebut menjadi salah seorang anggota keluarga dari keturunan itu dan dengan demikian anak itu berhak mendapatkan hak-hak sebagai akibat adanya hubungan nasab. Seperti hukum waris, pernikahan, perwalian dan lain sebagainya.

Seseorang boleh menasabkan dirinya kepada seseorang atau ayahnya apabila sudah terpenuhi syarat-syaratnya, adapun syarat-syaratnya adalah sebagaimana berikut;
1.    Seorang anak yang lahir dari seorang perempuan memang benar hasil perbuatannya dengan suaminya.
2.    Ketika perempuan hamil, waktunya tidak kurang dari waktu kehamilan pada umumnya.
3.    Suami tidak mengingkari anak yang lahir dari istrinya.

Mengetahui nasab (garis keturunan) merupakan salah satu perkara yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan mengetahui nasab, seseorang dapat mengetahui silsilah keluarganya, sehingga dapat menyambung tali silaturahim dengan mereka. Nabi SAW. pernah berpesan, “Pelajarilah nasab kalian sehingga kalian dapat menyambung tali silaturahim dengan kerabat kalian.” Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. mengatakan, “Pelajarilah ilmu nasab, jangan menjadi seperti suku Nabt  yang  jika salah seorang diantara mereka ditanya tentang asal-usul mereka maka mereka hanya menjawab, “Kami dari desa ini dan itu.” Ibnu Hazm pernah berkata, “Ilmu nasab adalah ilmu yang mulia, karena dengan ilmu tersebut dapat saling mengenal antara manusia.” Dan masih banyak lagi ulama yang berbicara mengenai urgensi ilmu nasab dan mengetahui silsilah keturunan.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan dari Watsilah bin al-Asqa’, Rasulullah saw. bersabda, “Termasuk kedustaan terbesar adalah menisbatkan seseorang kepada selain ayahnya…” (HR. Bukhari). Dari Abu Dzar r.a. bahwa ia pernah mendengar Nabi SAW. bersabda, “Tidaklah seseorang itu memanggil orang lain dengan nama selain ayahnya melainkan ia telah kufur kepada Allah.” (HR. Bukhari). Dari Sa’ad bin Abi Waqash, ia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW. bersabda, “Barangsiapa mengklaim nasab ke selain ayahnya padahal ia mengetahui akan hal itu, maka surga haram baginya.” (HR. Bukhari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...