📚 Resume KulWApp Matrikulasi HEbAT #3 Live dari Region Tengah HEbAT Community 📚 Home Education based
on Akhlaq and Talents (HEbAT) Community
🗓 Selasa, 3 Januari 2017
⏲
07.00 – 09.00 WIB
👳🏻 SME : Ustadz Muhammad Ferous
🎙 Host & Co-Host : Bunda Lissyari (Bali) &
Bunda Yuli (Bandung)
📬
Admin : Bunda Wahyu (Solo Raya)
📝
Notulis : Bunda Yuli (Bandung)
🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
👳🏻
Profil SME
Nama beliau
adalah Muhammad Ferous. Biasa dipanggil Ustadz Ferous.
Beliau lahir
di Medan, 1 Juni 1967
Pendidikan
beliau :
1974 - 1983
Madrasah Diniyah al-Washliyyah Sumatera utara.
1986 - 1990
FSUI.
Beliau
adalah 1 dari 9 pendiri sekolahalam. Selain itu Pengalaman beliau di Bidang
Pendidikan:
2004 – 2004
Direktur Sekolah Alam Ciganjur.
2005 - (saat
ini) Konsultan sekolah alam.
2012 - (saat
ini) Talents Mapping Business Partner.
🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
📖 Materi Pokok 3⃣
"Tazkiyatun Nafs (TN)"
Oleh: Ust. M. Ferous
-----------------------------------------
💞
Apakah itu TN ?
💞
Mengapa harus TN ?
💞
Apa fungsi TN ?
💞
Bagaimana cara melakukan TN ?
💞
Mengapa TN menjadi bekal prioritas dalam mendidik anak?
Syaikh Said Hawwa menjelaskannya TN sebagai upaya membersihkan diri dari perbuatan
syirik dan cabang cabangnya, menanamkan nilai nilai tauhid serta beribadah
didasari keikhlasan.
Ulama lain
pun banyak memberikan penjelasan ttg TN.
Konsep TN
secara sederhana dapat dipahami dari al Qur`an Surat 91 ayat 7 s/d 10.
"Demi Jiwa dan apa yang
menyempurnakannya.* maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketakwaannya.* sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,*
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya," *
Dari
rangkaian ayat di atas TN adalah respon terhadap ilham (inspirasi) perbuatan
kefasikan dan ketaqwan.
Tidak ada
manusia yg terbebas dari inspirasi (ilham) kefasikan dan ketakqwaan.
Manusia
harus memilih respon terhadap kedua ilham tersebut.
Orang yg
merespon positif ilham fasik akan melakukan perbuatan keji maka kotorlah
jiwanya. Dan akan sulit merespon positif ilham takwa.
Fungsi utama TN adalah sebagai strategi
sekaligus benteng jiwa dalam menghadapi godaan setan.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah
syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji
dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada
kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari
perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. [QS 24 ayat 21].
Pada
dasarnya melakukan TN sederhana yaitu dgn menjauhi
dosa. Namun ada 1 hal penting yg perlu dihindari agar TN dapat terlaksana
dgn mudah, yaitu jangan merasa suci sekalipun
sudah menjauhi atau tidak melakukan dosa besar.
(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang
keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin
dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. [QS. 53 ayat 32].
Lalu,
mengapa TN penting dalam mendidik anak.
Kita semua
sepakat atau minimal penah mendengar hadits ttg setiap anak lahir dalam keadaan
fithrah.
Bagaimana
mau mendidik anak yang fithrah, kalau orangtua terpapar atau bahkan
terkontaminasi inspirasi fujur? Nah di sinilah urgensi TN. ✅
🙏🏼
-----------------------------------------
♻
Disusun kembali oleh Tim Fasilitator HEbAT Community
📚📚📚📖📰📖📚📚📚
====================
❓✏❔ Tanya Jawab ❓✏❔
1⃣
Parameter keberhasilan TN
Bunda Wiwid
– Jakarta
Bunda Tini –
Tangerang
Bunda Wulan
– Bekasi
Bunda
Fariani – Ternate
1.
Bismillah Ust Ferous, indikasi TN yg baik
menghasilkn kedekatan diri pada Allah yg memunculkan bashiroh, apakah secara
langsung ini akan menghubungkan dgn feeling anak terhadap AyahBundanya, misal
anak jadi lebih nyaman, dengan senang hati menjalankan kewajibannya,
aktivitasnya, dsb. Jazakallah🙏🏻
2.
Banyak ortu yg merasa TN nya sdh sempurna namun
dilihat dari karakter ank2 nya ternyata msh banyak kekurangan apa yg harus dilakukan?
3.
Bismillah ... Jika pasangan belum melakukan TN
apakah akan menghambat penanaman keimanan pada anak?
4.
Jika anak sepertinya masih belum tertanam
keimanan seperti yg kami inginkan, apakah itu tanda bahwa TN ortunya juga belum
baik? Jazakumullah ustadz
5.
Apakah indikator pendidikan TN yg kita berikan
sdh berhasil?
👳🏻 Ust. M. Ferous :
Sebelum
menjawab pertanyaan di atas... perlu terlebih dahulu dipahami atau bila mungkin
disepakati tentang motif mendidik.
A.
Menjalankan kewajiban yang Alllah swt embankan
pada orang tua (aybun).
B.
Menjadikan anak seperti yang kita inginkan.
C.
Menjadikan anak seperti yang dikehendaki
Allah.
Bila pilihan
jawabannya A, maka TN aybun akan bermanfaat untuk mempertahankan semangat
mendidik dengan ragam dan tingkatan problem apapun.
Bila
pilihannya B. Aybun akan cenderung menjadi diktator dan TN jadi tak
berguna.
Jika
pilihannya C maka tidak ada seorang aybun yg mengetahui apa yg dikehendaki
Allah terhadap anak.
Jika
pilihannya B dan C di gabung (yang aybun inginkan adalah agar anak menjadi
seperti yg Allah kehendaki maka sejatinya pilihan ini sama dengan pilihan B.
Karena motif mendidik subjektif. Fokusnya keinginan aybun.
TN tujuannya adalah agar jiwa kita selalu
bugar sehingga siap menghadapi kondisi atau dinamika problem mendidik.
Maka TN akan
memberikan kondisi semangat dan kesiapan yg tiada henti untuk mendidik. TN
membantu aybun merenspon perasaan anak dgn tepat sehingga anak merasa lebih
nyaman.
Jadi aybun
tidak boleh merasa TN sempurna.
Jika
pasangan aybun belum melakukan TN, ya menghambat bahkan berpotensi merusak
fitrah iman anak.
Dan jangan
terlalu cepat membuat kesimpulan 😊🙏🏼 Teruslah TN dan terus mendidik, menanamkan nilai iman
dan contohkan (beri keteladanan amal shalih). 🙏🏼
Indikator
sukses TN adalah kebugaran jiwa (semangat) dalam mendidik yg terus menyala dan
tak kenal putus asa. 🙏🏼
✅
2⃣
Supaya TN bekerja efektif
Bunda Risna
– Bekasi
Bunda Dian –
Surabaya
Bunda Deasy
Iso – Medan
Ummu
Al-Fatih – Semarang
Bunda Saroh
– Solo
Bunda
Aprilia Rahma – Surabaya
Bunda
Fariani – Ternate
1.
Ustadz bagaimana caranya agar TN bisa sangat
efektif dlm proses ' berdamai dgn masa lalu ' ?
2.
Saya termasuk yg innerchild nya parah, dan
spertinya sdh membekas pada prilaku putri saya (5 th). Bagaimana untuk bisa
mendidik putri saya kembali ke fitrah sedangkan saya masih kurang konsisten dlm
berTN, krn kadang masih terpengaruh oleh kondisi di masyarakat sekitar (ortu,
sodara, tetangga, teman) Terimakasih ustadz 🙏🏼
3.
Ustadz, jika saya tidak salah mengambil
kesimpulan ttg healing dan TN
Berarti jika kita memiliki
tumpukan "sampah jiwa" atau
innerchild maka supaya jiwa kita bisa suci kita boleh melakukan Healing
terlebih dahulu sebagai terapi dan agar proses TN kita bisa berjalan lancar dan
jiwa kita benar2 menjadi pribadi baik yg siap mendidik anak sesuai fitrahnya
dan sesuai tuntunan Quran? Jazakallah Khairan Katsiran ustadz.
4.
Assalamu'alaykum
ustadz. Berbagai kesibukan rumah tangga dsb, terkadang membuat nafsu
lebih menguasai dibanding bersabar. Langkah apa aja yang dapat kita lakukan
agar TN kita bisa ter-asah dengan baik, disela kesibukan kita? Jazakalloh
khairan atas jawabannya.
5.
Ustadz iman saya pasang surut naik turun namun
bahkan sering turunnya, jadi sangat mempengaruhi emosional saya, bagaimana
langkah2 teknis agar TN saya stabil ? Trimakasih
6.
Sebagai orang tua, maka ada harapan kepada
anak-anak agar menduplikasi perbuatan baik kita saja. Dan kita sebagai orang
tuapun berusaha memperbaiki masa lalu perilaku yang kurang baik. Namun
bersamaan dg hadirnya anak, apalagi sadarnya untuk berubah setelah menerima
informasi (seperti gabung dg komunitas HEbAT ini), dan anakpun sudah berada
pada usia suka menirukan.
Bagaimanakah sikap kita sbg orangtua
disaat anak sudah paham untuk menirukan, pastilah ada sikap2 yg kurang baik yg
telah di duplikasi oleh anak dr orangtua, sdg untuk saat ini orangtuanya
berusaha untuk memperbaiki diri. Adakah saran dari ustadz? Dan sikap kita sbg
orang tua bagaimana?
7.
Apakah TN itu harus diberikan trus menerus?
diwaktu2 apa kita bs memberikan TN scra efektif? apakah ada cth metode yg bs
diterapkan utk TN? Terima kasih
👳🏻 Ust. M. Ferous :
Secara umum
adalah dzikrullah banyak mengingat Allah.
Secara
khusus:
1.
Dengan TN, masa lalu : sama ada baik atau buruk
adalah sesuatu yg dapat dijadikan modal (dikapitalisa) untuk menempuh masa
depan.
2.
TN, no alternatif. Jangan putus asa.
Mulai dari istighfar dan dzikir, lanjutkan dgn shalat dan puasa.
Kemudian mungkin perlu juga untuk
melatih komunikasi pendidikan (bahasa bunda bahasa cinta) untuk merespon putrinya
yg berusia 5 tahun.
3.
Saya lebih menyarankan untuk tidak menunda TN.
silahkan TN sambil healing, walaupun TN juga berfungsi sebagai healing meskipun
yang fungsi utama TN adalah menjaga kebugaran jiwa
4.
Ini masalah manajemen waktu: Meluangkan waktu,
Mengisi waktu luang & Waktu luang terbuang. Untuk TN seharusnya meluangkan
waktu sesibuk apapun kita. 😊🙏🏼
5.
TN itu
membuat naiknya iman lebih konstan. TN membuat hati jadi terlatih merespon
hidayah. Teknis TN mulai dgn dzikir. Biasakan memulai sesuatu dgn bismillah.
Dan jadikan basmallah sebagai motivasi diri. Lalu lanjutkan dgn berpikir
positif (berprasangka baik terhadap Allah) kemudian perlu tambahan puasa dan
shalat malam.
6.
Awali dgn membangun komunikasi kasih sayang
(terima perasaan anak apapun itu: baik kesal, jengkel atau marah) bersamaan dgn
melakukan ishlah diri dan perbanyak istighfar.
7.
Kita harus TN terus menerus. Namun melatih TN
untuk anak bisa diberbagai momen, mulai dari naik kendaraan, saat shalat, saat
ramadhan dsb.✅
3⃣ Memupuk rasa sabar
Bunda Isna –
Klaten
Bunda Ajeng
- Jakarta Barat
1.
Pernah baca ttg tn, dan sabar adalah bagiannya.
Pertanyaannya bagaimana mengelola sabar ketika mendidik anak karena memang
adakalanya emosi kita labil, naik turun. Apalagi ketika saat itu kita
mengetahui anak kita bertindak tdk sesuai or tdk sopan?
2.
Assalamu'alaikum, saya mau tanya..
Saya memiliki keponakan prempuan
berusia 3tahun lebih dan sudah sangat lancar diajak berkomunikasi.Namun dengan kemampuan itu,
seringkali ia melakukan hal yang membuat saya naik pitam, apalagi saya
mempunyai bayi usia 9bulan jg yang masih harus dijaga, dan keponakan saya ini
karena tinggal berdekatan, jadi sering ada di rumah dan bermain dgn anak saya.
Tidak jarang ia membuat saya khawatir karena sering bermain agak 'kasar' dgn
anak saya. Dlm konsep TN, saya jd tahu bahwa
bgmnpun saya tidak boleh merasa suci. Saya syg pada keponakan saya, namun kdg
tdk terkontrol saya jd kesal dgnnya. Saya jd khawatir jg jika kelak saya bgtu
pd anak saya. Apalagi yg prlu saya tanamkan pd diri terkait TN, thdp kondisi di
atas ya? Karena saya tidak ingin fitrah keponakan saya rusak akibat perlakuan
saya saat khilaf tsb.
👳🏻 Ust. M. Ferous :
1.
TN dapat dikatakan sebagai sabar dan syukur.
Sabar melawan inspirasi fujur (buruk) dan mensyukuri inspirasi takwa.
Kemudian dalam merespon perilaku anak
dgn basis TN ambil waktu sejenak (sampai 6 menit bila perlu) untuk merenungkan
respon terbaik sebelum merespon perilaku
anak.
2.
Pada dasarnya sama dgn no 1. Hanya mungkin perlu
lebih spesifik tentang kelancaran komunikasi keponakan yg membuat aybun naik
pitam 🙏🏼.
Intinya jangan merespon spontan sikap
atau perilaku anak, gunakan waktu sejenak untuk merenungkan akibatnya dan dgn
TN in syaa Allah hal ini jadi mudah.✅
📝
Catatan :
Konsep TN
1. Merespon
negatif inspirasi (ilham) fujur.
2. Merespon
positif inspirasi takwa.
3. Jangan
pernah merasa suci sehingga TN 1 dan 2 terhenti.
4. Mulai dgn
dzikir.
5. Lanjutkan
dgn ibadah mahdhah lainnya tertama shalat malam disertai muhasabah (hingga
menitikkan air mata) 🙏🏼
4⃣
Trauma pengasuhan masa kecil
Bunda
Yulianti – Bandung
Ummu Ibrahim
– Bekasi
1.
Assalamu'alaikum Ustadz.
Bagaimana jika orang tua mengalami
traumatik dari masa kecil nya? Apa yg sebaiknya pertama kali dilakukan agar
proses mendidik anaknya tidak terpengaruh oleh trauma tersebut?
2.
Ustad, saya punya sahabat baik. Dia tumbuh dalam
keluarga yang tidam harmonis. Akhirnya
ayah ibunya bercerai ketika sang anak (sahabat saya itu) memasuki usia dewasa.
Belakangan ini saya melihat gejala perilaku yang anti sosial dalam dirinya.
Bahkan beberapa kali saya lihat perbuatan kasar pada anaknya yang dia sendiri
tak sukai karena mirip dengan cara mendidik ortunya. Padahal ketika kami sama2
di sekolah rutin mengikuti kajian keislaman dan saya merasakan sendiri proses
TN di dalamnya.
Apa yg sebenarnya terjadi, Ustad? Bagaimana peran saya sebagai sahabat
untuk menolong?
👳🏻 Ust. M. Ferous :
1. Dzikrullah
bantu ortu tersebut untuk dzikrullah kemudian tumbuhkan kesadaran akan qadha
dan qadar Allah. QS 57 ayat 22 dan 23
Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami
jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang
luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri.
2. Perlu
metode komunikasi kasih sayang.. dan itu expertnya Bu Septriana Murdiani. 🙏🏼✅
🎙 Host :
Sungguh kita
perlu melakukan respon negatif dan positip tersebut dengan sekuat tenaga ya
Ustadz...
👳🏻 Ust. M. Ferous :
Dengan
semangat sabar dan syukur, ingat nikmat Allah sesungguhnya sangat banyak, tak
terhitung.
5⃣
Perlukah TN untuk anak?
Bunda Ririn
– Sragen
Bunda Nur –
Banjarmasin
1.
Ustadz, untuk anak-anak apakah perlu
ditazkiyatun nafs juga? Atau hanya diberi pengertian saja? Karena kadang hati
anak berubah-ubah, sering kali terkontaminasi dengan pergaulan di sekitar.
Jazakalloh khoir.
2.
Assalamu'alaikum.. Ustadz, Bagaimana mengajarkan
TN buat anak usia 3th?
👳🏻 Ust. M. Ferous :
1. anak
diajarkan tazkiyatunnafs (TN) untuk menjaga fitrahnya agar berkembang baik.
Momennya bisa saat makan, berkendaraan, shalat berjamaah, berinfak, puasa
ramadhan dsb sesuai perkembangannya.
2. mulai dgn
membiasakan basmalah hamdalah kemudian dzikir dzikir lainnya secara bertahap
sesuai perkembangannya. Dan aybun perlu mencontohkan beristighfar ketika
melakukan sesuatu kekeliruan.✅
6⃣
TN pada anak usia Aqil Baligh
Bunda Fitri
– Aceh
Ayah
Syahrunnas – Depok
Bunda Fidi –
Depok
1. Ustadz.. Bagaimana cara menerapkan TN kepada
individu yg sudah baligh, tetapi sejak dari kecil terbiasa dan menjadi karakter
dalam teladan jelek (diluar nilai fithrah)?
2. TN utk anak 15-17 th bagaimana karena di sekolah
banyak hal yg bikin kotor n sia2
3. Assalamualaikum,
ust. Ferous, metode apa untuk
mengajak anak yg usia menjelang aqil baliqh 9 thn keatas, untuk tadzkiyatun nafs mandiri sebagai benteng
pribadi juga otomatis jd teladan bagi temannya, Krn di usia ini anak kebanyakan
lebih sering bersama teman dan lingkungan karena aktivitas yg meningkat..
Trims
👳🏻 Ust. M. Ferous :
1. penyadaran
perlu dilakukan dialog yang menyadarkan akan pentingnya merespon negatif
(menolak) inspirasi fujur (godaan setan dan hawa nafsu) dan jangan lupa agar
yang sedang melakukan penyadaran tersebut meningkatkan kuantitas dan kualitas
doa serta TNnya.
Salah satu kiatnya
adalah ajak merefleksikan kisah kisah teladan baik dalam buku maupun film.
2. perlu perbaikan kurikulum dan sebaiknya anak
jangan disekolahkan di sekolah yg tidak punya kurikulum akhlak yang konkrit. 15
dan 17 tahun hendaknya ikut mentoring yang ada program TNnya. Peran aybun untuk
anak usia 15 - 17 tahun lebih pada komunikasi kasih sayang dan doa.
3. anak umur 9 tahun hendaknya kurikulum dzikir dan
shalatnya sudah tuntas. Dan sudah mulai menerapkan kurikulum (akhlak /moral)
dalam hal hijab (batas pergaulan pria wanita) dan pada saat yang sama kurikulum
bakatnya hendaknya sudah semakin intens.
Umur 9 tahun belum
bisa 100% TN mandiri... masih perlu beberapa latihan TN sampai umur 14 tahun. ✅
7⃣
Membentengi anak dari pengaruh luar
Bunda Retno
– Semarang
Bunda Elly –
Depok
Bunda Lina
- Banyuwangi
1. Bagaimana cara menanggulangi pengaruh negatif yg
skrg ini notabene sangat kuat, khususnya untuk anak2
2. Ustad Ferous.. setau saya menjaga lisan juga
salah satu bagian dari TN... betul ya?
Bagaimana caranya melatih anak agar
lebih baik diam dari pada bicara yg tidak pantas ya ustad? karena terkadang
suka meniru teman2nya bicara yg tidak pantas.. sudah diingatkan kadang masih
mengulang yg anak sendiri gk tau artinya apa😬
Khawatirnya ketika anak bicara ada yg merasa tersinggung
3. Bolehkah mengajarkan pada anak untuk memperbaiki
sikap dengan menakut2i dengan nerakadan setan, misalnya anak-anak yang suka
berteriak2, saya bilang : mas, kalau
bicara pelan2, teriak2 itu temannya setan, setan tempatnya di neraka. Di neraka
panas, dst.
4. Saat anak menerima masukan negatif dari luar,
atau informasi yang tidak benar dari orang yang dekat, apa yang harus saya
lakukan? Mengoreksi atau bagaimana? Misalnya anak saya dilarang memindah pot
sambil mengatakan: jangan nak, jangan dipindah nanti dosa, masuk neraka.
Ust. M.
Ferous :
1. Salah
satu media yg banyak memberi ilham fujur namun banyak juga ilham takwanya
adalah internet dan medsos. So, Home Education kudu punya kurikulum internet
dan medsos positif.
Dan jangan menggunakan metode sterilisasi tapi gunakan metode
imunisasi
2. pertama tama latih berkata baik : dzikir,
nasehat, berita fakta dan cerita inspiratif. Karena bicara baik itu emas.
Sedangkan diam adalah pilihan terakhir kalau sudah selesai berkata baik.
3. Motivasi TN pada anak memang dgn surga dan
neraka Allah. Jangan dgn surga dan nerakanya makhluk.
Dahulukan motivasi dgn surga baru
kemudian dgn neraka. Awali dgn positive statement. Kasih kabar gembira terlebih
dahulu.
Dan mohon bedakan dgn menakut nakuti dgn memberi tadzkirah.
*menakut-nakuti pengaruhnya
sementara. Kalau tadzkirah (peringatan) akan menumbuhkan kesadaran yg lebih
permanen. 😊🙏🏼
4. tergantung
usia anak. Dan hindari sikap reaktif.
Mohon lihat pembahasan pembahasan sebelumnya. 👆🏼di atas.
🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰
Penutup
Aybun
sekalian... apapun kondisinya jangan pernah berhenti TN... Sepanjang hayat jiwa
kita akan selalu mendapat inspirasi fujur dan takwa
Pasti beruntung (sukses) orang yg
membersihkan jiwanya qs.91 ayat 9
Perlu juga
diphamami bahwa walaupun TN menjaga kebugaran jiwa (memberi semangat) dalam
mendidik anak namun TN bukan satu satunya syarat sukses edukasi... diperlukan
metode komunikasi kasih sayang dan metode metode lain untuk mengembagkan fitrah
iman, akhlak dan bakat.
Demikian....
dan sekali lagi sy mohon maaf kalau ada hal yg kurang berkenan dari sy dalam
kulwap ini. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Semoga Allah
memudahkan kita semua mendidik anak anak kita.
Wassalau'alaykum😊🙏🏼 (Ust. M. Ferous)
Doa
Kafaratul Majelis
“Subhanakallahumma
wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)
🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿🍃🍂🍁🌿
Indikator
sukses TN adalah kebugaran jiwa (semangat) dalam mendidik yg terus menyala dan
tak kenal putus asa.
TN itu
membuat naiknya iman lebih konstan. TN membuat hati jadi terlatih merespon
hidayah.
TN membuat
jiwa kita selalu bugar sehingga siap menghadapi kondisi atau dinamika problem
mendidik juga memberikan kondisi semangat dan kesiapan yg tiada henti untuk
mendidik.
-
Ust. Ferous, Januari 2017 –
Komentar
Posting Komentar