🌹MODUL #14 🌹
By: Ustadzah Amalia Husnah B (Usz. Yuyu)
Kamis, 13 April 2017
Akhir Era Dzu Nuwas
Salah seorang yang lolos dari peristiwa Ashabul Ukhdud, Daus Tsa’labah. Ia melarikan diri dengan mengendarai kudanya dan mengarungi tanah lumpur hingga tidak mampu dikejar pasukan Dzu Nuwas. Ia terus berjalan hingga tiba di Kaisar Romawi, guna meminta bantuan untuk menghadapi Dzu Nuwas dan pasukannya. Ia jelaskan kepada raja perlakuan pasukan Dzu Nuwas terhadap dirinya. Kaisar berkata kepada Daus, “Sayang negerimu jauh dari negeri kami, Namun aku akan menulis surat kepada raja Habasyah karena ia seagama denganmu, dan ia sangat dekat dengan negerimu.” Kaisar menulis surat kepada raja Habasyah memberi bantuan kepada Daus dan mengambil tindakan atas perlakuan Dzu Nuwas.
Daus tiba di tempat Najasy dengan membawa surat Kaisar, kemudian Najasy membatunya dengan pasukan yang berkekuatan 70.000 personel. Pasukan tersebut dikomandani salah seorang dari mereka yang bernama Aryath, dan salah seorang dari anak buahnya yang bernama Abrahah. Aryath dan pasukannya termasuk Daus mengarungi lautan hingga tiba di pesisir Yaman.
Dzu Nuwas di Himyar dan kabilah-kabilah yang setia kepadanya datang menghadang pasukan dari Habasyah. Ketika kedua pihak telah bertemu, Dzu Nuwas dan pasukannya terpukul mundur. Ketika Dzu Nuwas mengetahui apa yang terjadi pada dirinya dan pasukannya, ia mengarahkan kudanya ke arah laut, dan berjalan di laut yang dangkal ke air yang dalam hingga tenggelam. Itulah akhir kesudahan Dzu Nuwas. Kemudian Aryath memasuki Yaman dan menguasainya
Konfilk antara Aryath dan Abrahah
Setelah itu, Aryath menetap di Yaman hingga beberapa tahun dan menjadi penguasa Yaman di sana. Kemudian Abrahah berusaha merebut kekuasaan dari tangan Aryath. Akibatnya orang-orang Habasyah di Yaman terpecah menjadi dua kubu. Ketika kedua kubu saling berhadap-hadapan, Abrahah menulis surat kepada Aryath, “Engkau jangan mempertemukan sesama orang-orang Habasyah, karena hal ini membuat mereka musnah. Datanglah kepadaku, aku pasti datang kepadamu. Siapa diantara kita berdua yang mampu mengalahkan lawannhya, maka pasukannya bergabung kepadanya. Aryath membalas surat Abrahah, “Engkau benar”. Kemudian Abrahah yang berpostur besar datang ke tempat Aryath, dan pada saat yang sama Aryath yang tampan, besar dan jangkung datang ke tempat Abrahah. Di belakang Abrahah terdapat budaknya Ataudah. Aryath mengangkat tombak kecilnya, dan memukulkannya kepada Abrahah, akibatnya, kedua alis Abrahah, hidungnya, matanya dan kedua bibirnya robek. Karena itulah, Abrahah dinamakan Abrahah Al Asyram (robek). Namun dari belakang Abrahah, Ataudah menyerang Aryath dan berhasil membunuhnya. Pasukan Aryath bergabung bersama Abrahah, semua orang-orang Habasyah bersatu di bawah kepemimpinannya, dan Abrahah membayar diyat atas kematian Aryath.
Pembangunan Gereja Qullays
Ketika An Najasy mendengar peristiwa kematian Aryath, ia marah besar. Ia berkata, Gubernurku di bunuh tanpa perintahku. An Najasy bersumpah bahwa ia tidak meninggalkan Abrahah hingga ia menginjak kepala Abrahah di tanah atas tanah Yaman. Mendengar sumpah An Najasy maka Abrahah mencukur rambutnya dan mengisi kantong kulit dengan tanah Yaman, kemudian mengirimkannya kepada An Najasy. Ia menulis surat untuknya dan dalam suratnya ia berkata, “Paduka raja sesungguhnya Aryath adalah budakmu, dan aku juga budakmu. Kami berbeda pendapat dalam memahami perintahmu, dan semuanya tetap patuh kepadamu. Namun aku lebih kuat mengurusi orang-orang Habasyah di Yaman, lebih bijak dari pada Aryath. Sesungguhnya aku telah mencukur semua rambutku, ketika aku mendengar sumpah pasuka raja dan mengirimkan kantong kulit yang berisi tanah Yaman kepadamu agar paduka raja meletakkannya di bawah telapak kakimu, agar dengan demikian sumpahmu tidak berlaku lagi kepada diriku. Bersama itu pula Abrahah menyampaikan niatnya untuk memberikan hadiah kepada Raja An najasy sebuah bangunan Gereja yang dinamakan Qullays. Abrahah berkata “Paduka raja untukmu aku telah membangun gereja megah, yang belum pernah dibangun oleh raja sebelummu, dan agar orang-orang Arab mengalihkan hajinya kepada Qullays.
⛪ Pembangunan Al Qullays dengan maksud untuk mengalihkan haji orang-orang Arab sudah terdengar dikalangan orang Arab. Salah seorang dari Bani Kinanah, marah dan mengotori gereja tersebut dengan kotorannya. Setelah itu Al Kinani pulang ke negerinya. Peristiwa tersebut dilaporkan kepada Abrahah. Abrahah bertanya, “Siapa yang melakukannya?”. Dikatakan kepadanya, “Pelakunya salah seorang Arab tepatnya warga sekitar Baitullah ‘Ka’bah’ di Mekkah, tempat orang-orang Arab berhaji kepadanya, karena ia mendengar ucapanmu bahwa engkau akan mengalihkan haji orang-orang Arab ke gerejamu.
😡😡 Abrahah murka mendengar laporan tersebut. Ia bersumpah ia akan pergi ke Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah Ia perintahkan pasukan Habasya bersiap-siap, kemudian ia berangkat ke Mekkah dengan mengendarai gajah.
Sumpah ini yang kemudian menjadi awal penyerangan tentara bergajah menuju Mekkah. Ini pulalah yang menjadi benang merah antara Kisah Ashabul Ukhdud dengan Kisah penyerangan tentara bergajah,.... Seru.. dan semakin seru...
🕋🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘🐘Episode selanjutnya... Penyerbuan tentara bergajah kepada Ka’bah di Mekkah.
Komentar
Posting Komentar