Senin, 28 November 2016
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar ( usz.
Yuyu)
Pengenalan akan sosok mulia Muhammad Saw akan dimulai dengan membahas para Nabi sebelum beliau yang memiliki Nasab langsung dan pembahasannya hanya yang berkaitan dengan peristiwa peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan Muhammad Saw kelak. Diawali dengan Nabi Adam as, sebagai penghului para Nabi.
Rasulullah Muhammad Saw telah diberitakan kehadirannya saat Adam as masih bercampur dengan tanah. “Sesungguhnya aku adalah Nabi terakhir di sisi allah pada saat Adam masih bercampur dengan tanah”. (HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ahmad)
Maisarah Al fajr berkata,”Aku bertanya,”Wahai Rasulullah kapankah engkau menjadi nabi?”. Beliau menjawab “Pada saat Adam masih berada diantara ruh dan jasad.” (HR. At Tirmidzi. Ahmad dan Ath Thobrani).
Selanjutnya, setelah Nabi adam as di utus ke bumi maka sejak itu pula kehidupan manusia dimulai. Dalam sebuah riwayat disampaikan bahwa ketika Adam as diutus ke bumi maka bersamaan dengan itu diturunkannya Baitul Makmur.
Ada beberapa pendapat tentang pembangunan ka’bah.
Riwayat pertama yang berpendapat bahwa yang pertama membangun Ka’bah adalah malaikat. Dalam surah Al Baqarah di sebutkan bahwa pada saat Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di mula bumi maka para malaikat memberikan pertanyaan “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahala kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan menyusucikan Engkau?” Lalu Allah memberikan jawaban “sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Lalu karena itu para malaikat memohon ampun kepada Allah, lari menuju ‘Arsy, menengadah sambil memohon ampun karena takut akan murka Allah.
Lalu, para Malaikat thawaf menuju ‘Arsy sebanyak 7 kali- seperti thawafnya jama’ah haji di Ka’bah saat ini.
Sambil berthawaf mereka menyeru , “Ya Allah kami datang menyambut panggilan-Mu, kami datang memohon ampunan-Mu, kami memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.” Melihat itu, kemudian Allah menurunkan rahmat-Nya dan membuat sebuah rumah di bawah ‘Arsy yaitu Baitul Makmur. Kemudian Allah berfirman pada para malaikat, “Tawaflah kamu mengelilingi rumah ini dan tinggalkanlah ‘Arsy.” Akhirnya, mereka thawaf di Al Baitul Makmur dan itu dirasa lebih mudah oleh mereka daripada Thawaf mengelilingi ‘Arsy.
Selanjutnya, menurut riwayat Allah memerintahkan para malaikat para malaikat yang ada di bumi untuk membangun sebuah bangunan yang serupa dengan Baitul Makmur. Kemudian Allah memerintahkan para malaikat di bumi agar Thawaf mengelilingi bangunan tersebut sebagaimana thawafnya para malaikat di langit mengelilingi Baitul Makmur.
Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa para malaikat di bumi sudah membangun Ka’bah dan melakukan ibadah haji 2.000 tahun sebelum Nabi Adam diciptakan.
Oleh karena itu, ketika Nabi Adam as melaksanakan ibadah haji di ka’bah, para malaikat berkata, “Semoga hajimu Mabrur wahai Adam. Kami telah melakukannya 2.000 tahun sebelum engkau diciptakan.”
🌸🌸 Semoga bermanfaat.. insya Allah bersambung pada modul berikutnya... 🌸🌸
Rasulullah Muhammad Saw telah diberitakan kehadirannya saat Adam as masih bercampur dengan tanah. “Sesungguhnya aku adalah Nabi terakhir di sisi allah pada saat Adam masih bercampur dengan tanah”. (HR. Ibnu Hibban, Al Hakim, Ahmad)
Maisarah Al fajr berkata,”Aku bertanya,”Wahai Rasulullah kapankah engkau menjadi nabi?”. Beliau menjawab “Pada saat Adam masih berada diantara ruh dan jasad.” (HR. At Tirmidzi. Ahmad dan Ath Thobrani).
Selanjutnya, setelah Nabi adam as di utus ke bumi maka sejak itu pula kehidupan manusia dimulai. Dalam sebuah riwayat disampaikan bahwa ketika Adam as diutus ke bumi maka bersamaan dengan itu diturunkannya Baitul Makmur.
Ada beberapa pendapat tentang pembangunan ka’bah.
Riwayat pertama yang berpendapat bahwa yang pertama membangun Ka’bah adalah malaikat. Dalam surah Al Baqarah di sebutkan bahwa pada saat Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di mula bumi maka para malaikat memberikan pertanyaan “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahala kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan menyusucikan Engkau?” Lalu Allah memberikan jawaban “sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Lalu karena itu para malaikat memohon ampun kepada Allah, lari menuju ‘Arsy, menengadah sambil memohon ampun karena takut akan murka Allah.
Lalu, para Malaikat thawaf menuju ‘Arsy sebanyak 7 kali- seperti thawafnya jama’ah haji di Ka’bah saat ini.
Sambil berthawaf mereka menyeru , “Ya Allah kami datang menyambut panggilan-Mu, kami datang memohon ampunan-Mu, kami memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.” Melihat itu, kemudian Allah menurunkan rahmat-Nya dan membuat sebuah rumah di bawah ‘Arsy yaitu Baitul Makmur. Kemudian Allah berfirman pada para malaikat, “Tawaflah kamu mengelilingi rumah ini dan tinggalkanlah ‘Arsy.” Akhirnya, mereka thawaf di Al Baitul Makmur dan itu dirasa lebih mudah oleh mereka daripada Thawaf mengelilingi ‘Arsy.
Selanjutnya, menurut riwayat Allah memerintahkan para malaikat para malaikat yang ada di bumi untuk membangun sebuah bangunan yang serupa dengan Baitul Makmur. Kemudian Allah memerintahkan para malaikat di bumi agar Thawaf mengelilingi bangunan tersebut sebagaimana thawafnya para malaikat di langit mengelilingi Baitul Makmur.
Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa para malaikat di bumi sudah membangun Ka’bah dan melakukan ibadah haji 2.000 tahun sebelum Nabi Adam diciptakan.
Oleh karena itu, ketika Nabi Adam as melaksanakan ibadah haji di ka’bah, para malaikat berkata, “Semoga hajimu Mabrur wahai Adam. Kami telah melakukannya 2.000 tahun sebelum engkau diciptakan.”
🌸🌸 Semoga bermanfaat.. insya Allah bersambung pada modul berikutnya... 🌸🌸
Komentar
Posting Komentar