Langsung ke konten utama

🛳 Nabi Nuh as🛳 📢 MODUL #02

Kamis, 8 Desember 2016
Oleh : Ustadzah Amalia Bahar ( usz. Yuyu)

Ketika Muhammad Saw lahir maka keadaan Ka’bah dipenuhi oleh banyak berhala. Mengapa berhala bisa berada di sana? Padahal  Nabi Ibrahim menempatkan keturunannya di lembah yang tandus yang tidak terdapat tanaman-tanaman serta belum berpenghuni?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka sebelumnya akaan dijelaskan dahulu bagaimana kisah awal kemunculan berhala sebagai sembahan.

Pada surah Al Baqoroh ayat 213
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus”
Ibnu Abbas ra meriwayatkan tentang penafsiran ayat ini. Dia berkata, “Jarak waktu antara Nabi Adam as. dan nabi Nuh as adalah kurang lebih 10 abad. Mereka semua membawa syari’at dari Allah lalu berpecah belah. Allah lantas mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” Namun setelah setan menggoda kaum Nabi Nuh as untuk menyembah selain Allah, maka meluaslah perilaku syirik dan penyembahan berhala di kalangan anak manusia. Allah SWT berfirman,”Mereka berkata,”Jangan sekali sekali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.” (QS Nuh : 23)
Nabi Nuh as dibesarkan di daerah Irak, dikalangan masyarakat yang kufur dan sesat. Allah kemudian mengutus Nuh dan Risalahnya guna mengeluarkan mereka dari lumpur kesesatan dan kegelapan pikiran menuju jalan petunjuk dan cahaya yang terang. Beliau adalah Rasul pertama yang diutus di muka bumi.

Kesesatan umat Nabi Nuh as. merupakan kesesatan aqidah pertama yang terjadi di muka bumi. Penyebabnya adalah seperti yang disebutkan Ibnu Jarir  Ath Thabari, “Pada mulanya kaum yang berada diantara Nabi Adam dan Nabi Nuh adalah orang yang shaleh. Mereka juga memiliki pengikut yang patuh. Namun, ketika para Nabi dan orang-orang shaleh meninggal, para pengikut tersebut berkata, “jika kita membuat gambar mereka , tentunya kita akan lebih gemar beribadah karena mengingat mereka. Akhinya mereka membuat gambar para Nabi dan orang-orang shaleh tersebut.

Setelah pembuat gambar itu mati, datanglah kelompok lain yang dirasuki iblis seraya berkata,”Mereka menyembah orang-orang shaleh tersebut dan minta diturunkan hujan. Lantas, setiap orang mneyembah masing-masingberhala dan menjadikannya sembahan khusus. Setelah beberapa kurun, untuk lebih meyakinkan lagi, merekapun menjadikan gambar-gambar tersebut sebagai patung-patung berjasad untuk disembah.

Kemudian mereka menyembahnya dengan beragam cara penyembahan. Dan inilah yang kemudian tersebar pada zaman selanjutnya ketika sejumlah pengikut seolang alim menggambar guru mereka. Mereka hanya merasa khusyu’ jika menggambar sang guru jika meletakkan di hadapannya. Inilah awal dari bentuk penyembahan berhala dan patung.

Kisah selanjutnya adalah bagaimana keturunan anak manusia dan Ka’bah Baitul Karim setelah peristiwa banjir dahsyat yang merupakan azab bagi kaum Nabi Nuh?

Setelah banjir terjadi dan Allah menyelamatkan Nabi Nuh as. dan pengikutnya yang beriman saat kapal mereka berlabuh di atas bukit Judi, disebuah tempat yang dikenal dengan Jazirah ibnu Umar. Saat ini daerah tersebut merupakan bagian timur Turki.

Nabi Nuh memiliki 4 orang anak yaitu Kan’an, Yefits, Sam, Ham. Kan’;anlah yang pergi ke puncak gunung dan berlindung dari banjir dan akhirnya tenggelam. Mengenai ketiga putranya yang lain, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa seluruh bani Adam di bumi ini berasal dari ketiga anak nabi Nuh yang tersisa.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sam adalah bapak orang Arab, Ham adalah bapak orang Habsy dan Yafits adalah bapak orang romawi. (lihat silsilah Nabi Nuh as)
📚Referensi : “Sami’Bin Abdullah, Atlas Sejarah Para nabi, Almahira-Jakarta 2014🌴🌴

💿 Semoga menambah pengetahuan dan keyakinan kita... Aamiin🙏🏻

                                          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...