Langsung ke konten utama

TESTIMONI MATRIKULASI IIP














Sesi demi sesi telah dilalui sesuai dengan tahapannya.
Walaupun sempat ketinggalan pengumpulan 2 NHW...Alhamdulillah sempat terkejar juga.
Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana menjadi agen perubahan di lingkungan kita dan itu menjadi PR terpenting kita.
Trima kasih banyak untuk bu Septi, pak Dodik dan seluruh team fasil (mbak Nia,mbak Zy, mbak Dyah) & semua peserta matrikulasi batch 2 ini atas dedikasi pikiran, tenaga & waktunya. Semoga dapat bermanfaat untuk semua & semangat trus ibu Indonesia!๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜(Resti Duwiningrum)

Dengan mengikuti esi martikulasi ini saya belajar bahwa hidup adalah menjadi sebaik2nya manusia yg bermanfaat untuk sesama2nya dengan value "BERBAGI DAN MELAYANI bukan MENUNTUT".
Peradaban tidak akan menjadi kuat jika seorang ibu tidak profesional dalam menjalani profesi nya dirumah.
Karena cinta,, kasih sayang,, hidup dan pengalaman ini telalu banyak dan indah jika kita nikmati sendiri (Dinda Permatasari)







Hari ini hari pengumuman kelulusan Matrikulasi IIP Batch #2, deg-degan udah kayak namanya mau dipanggil pas wisuda (efek liat e-banner gambar topi toga). Setelah sekian lama random blogwalking, youtubing dan lain-lain, akhirnya ketemu juga tempat buat belajar jadi seorang Ibu. Nyesel banget!
Nyesel kenapa nggak dari dulu ikutan, hehe. Ternyata disini ilmunya buanyak banget!. Kalau kalian mikir disini kita diajarin cara masak doang, kalian salah besar. Kalau kata aku mah ini sekolah untuk jadi seorang manusia yang berkualitas dalam kehidupannya. Manusia pembelajar.
Di matrikulasi ini bener-bener dikupas tentang bagaimana kita kenal dengan diri kita. Menyelami siapa kita, mengapa kita, mau apa kita. Sehingga memang, jawaban tugas-tugas yang dijadiin homework tiap minggunya itu tidak ada benar salahnya, semua jawaban benar, karena jawaban terbaik adalah hasil dari pengembaraan kita mengenal fungsi diri dan amanah yang ada didepan mata.
Ketika sudah mengenali diri, kemudian kita diminta untuk memilih bidang apa yang bisa dan suka untuk kita asah jam terbangnya hingga menjadi profesional dibidang tersebut. Be professional, Rezeki will follow, itu jargonnya.
Setelah kita tahu bakat dan peran kita, kemudian kita diminta untuk melakukan pemetaan untuk mampu menjadi "agent of change" di lingkungan kita. Mengangkat isu sosial yang terkait dengan minat bakat, lalu memberikan rekomendasi program untuk bisa menyelesaikan masalah sosial tersebut.
W.O.W banget yak. Padahal kirain mah materinya nggak akan sampai seluas itu. Bagi saya yang tipikal orangnya doyan pecicilan kesana kemari kerjain ini itu (kayak nggak betah dirumah) jadi PR banget!, karena tentu untuk menjadi seorang Bunda Shalehah bin Produktif, harusnya kita sebagai ibu HARUS sudah selesai dengan urusan keluarga yang dirumah. Nggak boleh nggak kalau mau lancar mah. Ah panjang banget kalau mau dijabarin semua materinya mah!.
Delapan minggu berlalu dengan tugas-tugas yang harus disubmit tiap minggunya, kebagian satu grup sama aneka buibu ama calon ibu (yang belum punya anak dan belum menikah) dari latar belakang yang beraneka ragam!. Mulai dari PNS, pegawai swasta, mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, pengurus yayasan, dll.
Grup Matrikulasi ini adalah Satu-satunya grup yang nggak ada "spam" nya, warbiyasah!
Semua ibu itu bekerja. Yang berbeda itu hanya ranahnya saja. Ada yang di ranah publik, ada pula yang di ranah domestik. Dua-duanya istimewa!..Asaaaall.. kitanya ini sebagai ibu paham kewajibannya. Semua perempuan itu bisa berkarya, balik lagi...semua asal kita mau terus-dan-terus-dan-terus BELAJAR dan MENGAMALKAN.
Perkuliahan Matrikulasi Batch #3 dimulai tanggal 16 Januari 2017 loh katanya, makanya buat para perempuan diseluruh dunia, kalian join yah! (Silmina Ulfah)

Bagi saya mengikuti program matrikulasi IIP Depok serasa mendapat ilmu baru yg pada awalnya saya kira hanya ilmu seputar pengasuhan anak. Semakin lama, pandangan saya semakin terbuka. ilmu ditambahkan secara bertahap per minggu. sebagai ibu yg bekerja, sebuah tantangan bagi saya utk mengejar ketertinggalan di ranah bunda sayang. Setelah program ini selesai, ada rasa kerinduan utk mengejar materi dan NHW yg sering terlambat. Maafkan saya ya tim fasil...
Saya akan rindu semangat ini, mudah2an silaturahmi akan selalu terjalin. Saran, motivasi dan gemblengan akan selalu saya nanti dr grup ini...
terima kasih yang tak terkira kepada tim fasil utk wejangannya, kisah mengharukan dan kesabaran dengan ketelatan saya...(Yekti wirani)

Ini adalah salah satu cara emak menjadikan hari - harinya menjadi lebih berwarna warni
Tiap minggu diberi materi yang berarti, Dibarengi Video motivasi dari bu septi yang baik hati
Ada tugas yang harus dikerjakan dengan hati dan sedikit mengerutkan dahi
Yang semakin mengantarkan makna keberadaan diri dimuka bumi ini, untuk apa, mau apa, akan kemana,seorang ibu akan melangkahkan kaki?
Satu point penting yang saya garis bawahi selama saya mengikuti matrikulasi ini..bahwa menjadi ibu adalah panggilan illahi jalankan dengan cara terbaikNya hari ini atau kau akan menyesal nanti.. Alhamdulillah..
Terima kasih pak suami.. Terima kasih tim fasil matrikulasi IIP Depok...Terima kasih teman - teman seperjuangan matrikulasi iip depok batch #2
Akhirnya...kita lulus..๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ (Hastuti Utami)
Dulu tertarik ikut IIP 80% karena penasaran apa sih IIP itu? Walaupun saya tahu founder nya Bu Septi ,yang 20% baru karena ingin belajar hehehe..

Setelah masuk kelas woow begini ya rasanya belajar lagi dan setiap Minggu selalu terkejut,amazaing dengan semua materinya. Mengerjakan setiap NHW selalu mengerutkan dahi,memanyunkan bibir karena kita diajak terus dan terus berfikir dan baru saya sadari dengan umur 33 tahun menikah sudah 6 tahun anak sudah 2 diberi  pertanyaan apa visi misi hidup kita ternyata saya masih tergagap-gagap bingung mau nulis apa ๐Ÿค”

Semoga kedepannya saya bisa mengeksekusi dan konsisten untuk apa yang telah saya tulis dalam NHW.
Terima kasih saya haturkan kepada Bu Septi dan para fasilitator yang telah menemani saya belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi.๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒŸ⭐(Nur Aini budiati)

Alhamdulillah,saya bisa ikut matrikulasi IIP......banyak pelajaran yang saya dapatkan disini
Ikut kelas matrikulasi ini saya berasa dapat teguran,dibangunkan dari tidur ku yang panjang.
Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana menjadi agen perubahan di lingkungan kita dan itu menjadi PR terpenting kita.
Bagaimana kita bisa komit dari NHW yang kita buat.
Trima kasih banyak untuk bu Septi, pak Dodik dan seluruh team fasil (mbak Nia,mbak Zy, mbak Dyah) & semua peserta matrikulasi batch 2 ini atas dedikasi pikiran, tenaga & waktunya. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Wassalamu'alaikum (Arssy - IIP Depok)




































 







Jatuh hati dengan IIP sudah lama. Tapi, baru jadi muridnya tahun 2016 ini, setelah mendaftar masuk ke batch 2 wilayah Depok. Niatnya ingin mempelajari banyak ilmu tentang pengasuhan.
Lalu setelah masuk di sesi kuliah, saya dibikin kaget, ternyata bukan hanya tentang pengasuhan saja, banyak aspek lain sebelum masuk ke pengasuhan di ON kan. Menjadi ibu bila tak ada ilmunya tentulah akan terbentur dengan banyak masalah yang solusinya mentok.
Merasa penting sekali karena sadar sekolah ibu di Indonesia belum ada fakultas atau lembaga pendidikan formal yang sengaja ditempuh oleh para calon ibu. Setelah yakin dengan pertimbangan yang agak lama, akhirnya ngumpulin nyali, bismillah. Memberanikan diri berkomitmen menjadi siswa di IIP. 
Momen yang pas bagi para bunda yang berkeinginan bergabung dengan IIP, 4 aspek yang menjadi bagian dari seorang ibu akan membombardir jiwa kita. Sampai kita temukan titik balik yang membuat kita sadar bahwa menjadi ibu bukan sekadar mengasuh.
Temukan banyak hal baru yang belum pernah para bunda rasakan. Gali ilmu di IIP bersama bunda lainnya.
Kepada seluruh tim fasil, saya ucapkan terimakasih. Sangat senang sekali bisa berada di tengah keluarga IIP Depok batch 2. Semoga ilmu yang telah tim fasil share untuk kami menjadi catatan kebaikan dan amal yang memberatkan kelak di yaumil akhir. Aamiin(Hilmiyatil Alifah )

Matrikulasi ini membuat mata berbinar, akal tercerahkan, ruh menggebu, dan raga deg2an.. Gimana ga deg2an? Tiap pekan nunggu materi apa lagi nih (krn slalu mengharu biru) trus NHW nya apa ya? Deg2an yg bikin mikir, evaluasi diri, dan semangat berlari..
Bersyukur Allah kasih kesempatan kuliah di matrikulasi ini. Semoga ilmunya mengalir dan jariyahnya juga utk tim fasil dan ibu septi keluarga.. Jazakumullah khairan katsir IIP..๐Ÿ˜Š ( Isnianida)

"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...