RESUME MATERI REVIEW NHW #7 DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH #2 Senin 5 Desember 2016, Pukul 20.00-21.00
REVIEW NHW #7
IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI
Bunda dan calon bunda yang selalu
semangat belajar,
Terima kasih bagi yang sudah
mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta
kekuatan teman-teman, maka kami melihat beragam potensi fitrah yang
dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki
ranah produktif.
NHW #7 ini adalah sesi KONFIRMASI.
Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa
yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli
di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah
diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di
www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ www.tipskarir.com dan
masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita
pelajari.
Kita menempatkan tools-tools tersebut
sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru
menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati dan mata fisik
kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda
yang DIA berikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.
Efek yang bisa kita rasakan, saat
menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai
alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru
akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak
keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi
peran hidup produktifnya kelak.
Selain itu juga memperbanyak
aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni
anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati. Kayakan wawasan anak, kayakan
gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah
(Engage) , Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengarkan
dan melihat (watch and listen ) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun,
lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas, jadi modal
pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.
Alat hanya mempermudah kita untuk
mengenali sifat diri kita yang produktif menggunakan bahasa bakat yg sama
shg mudah untuk diobrolkan.
Tetapi menggunakan alat bukan sebuah
keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda
saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.
Salah satu tools yang kita coba
kemarin adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi
langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru
tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman memiliki tools
lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya
silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat
konfirmasi bakat kita.
Setelah mendapatkan hasil segera
cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman
tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita
bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN
Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke
depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang
merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk
mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara
menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun
menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat
jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan
kaca mata.
Ini salah satu contoh pentingnya kita
memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu
silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri
teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk
melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda
memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda
sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah
produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang
perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham
orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama.
Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A,
si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang
tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Mari kita lihat beberapa contoh di
bawah ini:
(gambar)
POTENSI KEKUATAN
Banyak orang masih berpandangan bila
kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan
menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun
ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi
kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan
membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan
aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.
Menurut Abah Rama Royani dalam
bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul
4 E (2010)
Potensi Kekuatan adalah aktivitas
yang anda SUKA melakukannya dan BISA dengan mudah
melakukannya, hasilnya bagus dan produktif
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat
kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan
konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan
aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Setelah memetakan apa yang SUKA dan
BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah
melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.
Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu
yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu
baru tantangan. Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih
dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah
menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “ Enjoy,Easy dan Excellent” , maka
mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran
BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda
TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua
akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
“It is GOOD to DO what you LOVE, but
the secret of life is LOVE what you DO"
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
Materi Matrikulasi IIP Sesi #7,
Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2016
Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP,
2016
Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy,
Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010
Referensi tentang bahasa bakat dan
potensi kekuatan di www.temubakat.com
sesi tanya jawab
1⃣ Yekti
assalamualaikum,
saya ijin bertanya. berdasarkan hasil
dari temuan bakat, yg menjadi pertimbangan utama saya adalah kekuatan saya :
educator, mediator, strategiest, communicator, synthesizer, marketer, motivator
hampir dibilang memiliki kecocokan apa yg menjadi minat saya, namun kelemahan
saya spt analyst, server sekarang mjd rutinitas pekerjaan yg saya lakukan. dan
jujur saya merasa sangat tdk berminat kembali dan ingin lbh fokus mendidik
anak2 baik di lingkungan formal dan informal. yg ingin saya tanyakan apakah
hasil temuan bakat ini akan berbeda-beda sesuai dgn minat kita pada saat itu?
apakah hasil kekuatan dan kelemahan saya terwujud karena keinginan saya saat
ini? bagaimanakah caranya saya meyakinkan baik melalui suami atau rekan bahwa ini adalah kekuatan dan kelemahan saya
yg memang terkini?
terima kasih
1⃣ Bunda
Yekti, yang harus diyakinkan adalah diri Bunda sendiri. Talents mapping
hanyalah salah satu tools untuk re-assure (mengkonfirmasi) apa yang selama ini
bunda rasakan dalam bidang yang bunda hadapi sehari-hari. Bisa jadi tepat bisa
juga tidak, maka tidak perlu saklek sekali apabila di kemudian hari hasilnya
berbeda dengan apa yang dirasakan.
Fokus yang harus bunda bangun adalah
pada kekuatan bunda, olah sedemikian rupa sehingga bunda dapat
mendayagunakannya demi sebaik-baiknya manfaat. Siasati kelemahan dengan
bersinergi dengan orang yang lebih ahli jika itu yang Bunda butuhkan untuk
berhasil.✅
2⃣ Resti
Kapan atau umur berapa kita bisa
melihat bakat/potensi anak? Karena saat ini sdh bbg kegiatan diikuti utk
menstimulasi bakat mereka tapi susah bertahan lama karena bosan atau tdk ada
teman yg mengikuti kegiatan yg sama tsb.
➡2⃣ Pertajam mata bat in Dan jiwa kita bunda Resti, optimalkan
waktu-waktu membersamai anak-anak menggunakan observasi fisik Dan hati. Jika
kita jeli bibit-bibit bakat bisa terlihat sejak bayi. Bakat tidak sama dengan
bidang kegiatan.
Fasilitasi saja lalu dengarkan hati
mereka. Melihat bahwa salah satu alasan anak bunda karena tidak ada teman yang
mengikuti kegiatan, barangkali saja anak Bunda punya bakat fellowmanship,
artinya bisa loyal menjadi follower, tidak hanya sekedar follower biasa. Hanya
sekedar contoh, dalam dunia kerja saat ini, fellowmanship penting sebagai adab
bagaimana bertindak sebagai bawahan yang bijak cerdas Dan efisien. Karena kinerja pimpinan juga tercermin dari
kinerja bawahannya. Digali terus bunda ✅
3⃣ Wiwit :
Dari review NHW7..saya mengambil
makna penting bahwa sebaiknya kita masuk pada ranah yg kita SUKA & BISA.
Mohon saran sebaiknya bgmn kita menyikapi utk aktifitas yg kita BISA tetapi
kita tdk terlalu suka,krn jd suatu keahlian. Jazakillah khairan katsiraa ๐๐๐ผ
3⃣Bunda
Wiwit, salah satu kuncinya produktif ya harus enjoy, kalo gak suka ya tidak perlu
dilakukan.✅
4⃣Siti
Muslihah
Pertanyaan:
Pada materi tertulis bahwa untuk
menyiasati kelemahan salah satu nya
yaitu bersinergi dg orang lain..,
kalau orang lain nya itu adalah pasangan hidup & gak sinkron misalnya saya
analytical tp pasangan bukan activator atau pasangan command tp saya bukan
emphaty, bagaimana menyiasatinya supaya sy bisa tetap produktif & tidak
baperan (bawa perasaan)?
➡4⃣ Bunda Siti, ya barangkali pasangan bukan partner sinergi
yang pas dalam beberapa hal... Sehingga harus dicari temu titik mana yang klik.
Gali lagi. Ngobrol lagi.✅
5⃣ Ika
Dari analisis temubakat.com, bakat
saya di bidang educator, motivator. Jika saya berkarir di bidang itu, berarti
saya terpaksa meninggalkan anak-anak saya untuk mengajar. Jika saya di rumah saja,
rasanya seperti ada yang hilang. Saat dijalankan berbarengan, kondisi anak-anak
turun, dalam artian mereka jadi rewel, ngambekan, sulit diajak berkomunikasi.
Saya merasa harus balik lagi ke dasar Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Apa yang
sebaiknya saya lakukan? (Tiba-tiba galau ini muncul tanpa permisi ๐)
Jazakillah khair...
5⃣ Bunda
Ika, bakat tidak selalu harus diaplikasikan diluar rumah. Perkuat di dalam
saja. Yuk ingat lagi materi sebelumnya, di rumah tidak asal di rumah,
kesungguhan harus diisi sehingga "bagian yang hilang" bisa ketemu.
Jadilah educator untuk anak-anak, perkuat bunsay bunCek.✅
6⃣ Ratri
Apa yg harus dilakukan ketika
pekerjaan d ranah publik yg dilakukan ternyata tdk dlm kuadran suka dan bisa?
Bila demikian apakah aktivitas yg ada dlm kuadran suka dan bisa adl peluang yg
perlu diambil??
➡6⃣ Bunda Ratri, berdasarkan yang saya
lakukan dan jalankan, iya. Go grab it! ✅
____________________________
Diskusi malam ini kita sudahi dulu...
Terimakasih jg utk bunda2 yg sudah menyimak...
Nantikan materi selanjutnya yang akan
semakin membuka pola pikir dan langkah yg akan kita ambil kedepannya.. Makanya
tetap semangat dikelas Matrikulasi ini.. ๐ Kita tutup ucapan hamdalah dengan doa kafaratul majelis
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu
ilaik” Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi
bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan
bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih). See u tomorrow teman-teman๐๐ Kami yang bertugas mohon diri...
Wassalamualaikum Wr.Wb
Komentar
Posting Komentar