Notulensi Kopdar Perdana Matrikulasi Ibu Profesional Depok Sabtu, 26 November 2016 Pukul 09.00-13.00 Di CODE MARGONDA
Oleh : Zy Fauziah
Mulai pukul 08.15 saya hadir ditempat
diikuti dengan peserta dan tim fasil lainnya untuk menyiapkan segala
perlengkapan untuk acara ini.
Tak disangka sekitar 8.30 pak Dodik
menelepon dan ternyata sudah sampai didepan gedung Code di Margonda ini. On
time value yang beliau tunjukkan, bisa menjadi pelajaran buat peserta
matrikulasi lainnya yang belum hadir.
Sesuai pesan bu Septi, kopi hitam
sudah kami sediakan dengan penganan seadanya sambil menunggu waktu. ๐
Tepat pukul 09.00, acara saya ambil
alih, mba Nia Nio yang seharusnya menjadi MC datang agak terlambat karena satu
dan lain hal.
Acara perkenalan peserta dan sekilas
tentang perjalanan IIP Depok kami tukar di akhir waktu agar waktu diskusi
bersama pak Dodik lebih lama.
Diskusi pun dimulai, para bunda mulai
mengalirkan rasa satu persatu dan menanyakan berbagai hal seputar pengalaman
mendidik anak dilihat dari sisi seorang suami kepada pak Dodik.
Beliau bahagia sekarang ketika
melihat bapak-bapak jaman sekarang banyak yg menemani anaknya bermain tidak
seperti masa kita kecil dahulu.
Ketika kita sebagai orangtua
diamanahkan dalam mendidik anak, maka lakukanlah dengan bahagia.
Jika tidak bahagia, maka ada sesuatu
yang salah disana.
Mendidik jangan seperti tabiat hewan
babi (maaf). Jika ekornya semakin ditarik malah maju, Tapi jika semakin
didorong malah mundur.
Artinya jangan pernah memaksakan
untuk belajar apa yang tidak disukainya.
Pak Dodik di usianya yang sekarang,
beliau sedang menyiapkan hidup untuk 1000 tahun lamanya.
Dengan cara apa? Melakukan 3 hal ini
dalam hidupnya:
-Amal jariyah
-Doa anak sholeh
-Ilmu yang bermanfaat
Tentang suami yang bekerja full time
diranah publik, bagaimana cara membagi tugas dengan baik dengan istri.
-Buat list pekerjaan yang bisa dibagi
antara istri dan suami. Jika tidak dibuat list bagaimana bisa dibagi?
-Bicarakan dengan baik. -Hormati
suami yang sudah lelah bekerja mencari nafkah.
Ada salah satu peserta yang
menanyakan tentang bagaimana menghilangkan trauma atas didikan orangtua di masa
lalu.
Pak Dodik menjawabnya ada beberapa
cara, yaitu:
-Terima dan ikhlaskan kesalahannya
-datang ke profesional untuk membantu
menyelesaikan apabila belum bisa menerimanya.
Karena secara tidak langsung trauma
masa lalu itu akan tersimpan di pikiran bawah sadar kita.
Agar tidak memberi efek yang negatif
pula kepada anak kita.
Bagaimana cara menjadikan kesenangan
anak yang negatif?
Dengan memberikan banyak kegiatan
lain yang menyenangkan dan bermanfaat.
Ketika Elan ditanya, kenapa dia
pernah menghabiskan waktu berjam-jam untuk main game? Karena dia merasa senang.
Tapi tidak bermanfaat. Berbeda jika dia disuruh bermain game yang edukatif.
Pasti membosankan. Dan akhirnya dia menganggap edu game pun tidak menarik lagi
buat dia.
Elan pernah menyenangi robotic sejak
usia 7 tahun. Ketika usianya 12 dia menyukai sepeda dan membuat SoBike sepeda
dari bambu. Dan kini di usia sekarang, 13 tahun dia mulai beralih ke passionnya
sebagai Sutradara. Jadi anak itu boleh mengganti kegiatan yang disenanginya
sampai usia 15 tahun. Setelah itu dia harus memilih satu bidang, supaya lebih
fokus dan tidak boros.
Ada pertanyaan apakah pak Dodik
pernah marah? Dan apa yang menjadi penyebabnya?
Elan pun menjawab:
"Bapak ga pernah marah,...
(Waah kereen.., ibu-ibu sudah
terkesima dengan jawaban Elan).. tapi murka" (lanjut Elan lagi) Lho?!
Hehe..
Pak Dodik itu katanya paling marah
jika anak berebut makanan.
Maka, sebelum anak berebut.. beliau
akan membaginya terlebih dahulu supaya tidak berebut.
Dan jika kamu memperingatkan dengan
tegas. Maka perlu sekali saja. Tidak perlu memarahi atas kesalahan yang sama.
Jadi kita bisa memperkecil luka ke
anak-anak.
Karena "Sebaik apapun Marah itu,
pasti meninggalkan bekas"
Terakhir yang saya catat Mengenai
Adab..
Jangan lepas anak didunia manapun
tanpa ADAB
Karena dari ujung kutub utara sampai
ujung kutub selatan. Adab itu berlaku.
Jadi jangan lupa terapkan pada anak
kita,
Iman, Adab, Akhlak, Bicara.
Diskusi bersama pak Dodik selesai
pada pukul 11.00
Dilanjutkan dengan pemberian
oleh-oleh jus dan dodol belimbing khas Depok serta susu hasil dari bunda
produktif IIP Depok.
Foto bersama untuk dokumentasi juga
tak kalah penting. Hehe..
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan
perkenalan dan aliran rasa dari para peserta matrikulasi batch 2 IIP Depok ini.
Dan, saking semangatnya, acara
ditambah satu jam lagi untuk ramah tamah.
Sekian tulisan saya tentang acara
Kopdar Perdana Matrikulasi Ibu profesional Depok ini.
Semoga semua pesertanya lulus dan
lebih semangat lagi dalam belajar bersama, menebar manfaat bersama.
Terimakasih kepada Allah SWT atas
rahmatnya,
Terimakasih kepada pak Dodik yang
telah menyediakan waktunya di sela aktifitas lainnya.
Terimakasih Elan JM yang sudah
memberikan kejutan dan sudah menjawab dari sudut pandang anak,
Terimakasih kepada tim Fasil Depok,
mba Diah Soehadi, mba Nia Nio, dan panitia yang ikut membantu kelancaran acara
ini, mba Ersita, mba Poppy, mba Dinda dan semua ibu-ibu hebat yang hadir penuh
semangat.
/Salam Ibu Profesional/
Komentar
Posting Komentar