RESUME MATERI DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH # 2 Kulwapp Sesi 4 , Selasa 8 November 2016, Pukul 20.00-21.00 ➖➖➖➖➖➖➖
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH
Bunda, setelah kita memamahi bahwa
salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali
peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita,
ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di
muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja
yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah
ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini,
maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus
anda kuasai, melainkan DIRI ANDA SENDIRI
Apakah mudah? TIDAK. Tapi
yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri,
jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang
lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0
perjalanan anda tanpa rasa “galau”.
Inilah sumber kegalauan diri kita
menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup”
kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas
terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan tidak
ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline
maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan
ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi
jejak sejarah perjalanan hidup anda.
Check List harian sudah anda buat
dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh
hati di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi
keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi
anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda
dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan
fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.
“ Just DO It”,
lakukan saja meskipun anda belum paham,
karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.
Demikian juga dengan pendidikan
anak-anak. Selama ini kita heboh pada Apa yang harus dipelajari anak-anak
kita, bukan pada Untuk apa anak-anak
mempelajari hal tersebut Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan
muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini
harus melakukannya.
Ada satu kurikulum pendidikan yang
tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu
PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN
FITRAH
Tahap yang harus anda jalankan adalah
sbb:
a.Bersihkan hati nurani anda, karena
ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.
b. Gunakan Mata Hati untuk melihat
setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak
sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya
sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi
spesifik hidupnya.
c. Pahami Fitrah yang dibawa anak
sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah
Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.
d. Upayakan proses mendidik yang
sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia.
Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.
e. Selanjutnya tugas kita adalah
MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh
dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan
bersabar atas proses.
Semua riset tentang pendidikan
ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu
mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses
pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak
anak kita rusak.
f. Manfaatkan momen bersama
anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama
anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama
dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam
lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.
g. Rancang program yang khas bersama
anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited
special edition”
Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan,
mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses
membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.
Lebih penting mana membuat anak
bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting
mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.
Jika mereka sudah cinta, ridha,
bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber bacaan :
Irawati
Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013
Harry
Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Antologi,
Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014
Materi
Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sesi Tanya Jawab
1⃣ Bunda
Wiwit :
utk materi ke 4 ini Mendidik dg
Kekuatan Fitrah.
Welk noted utk KM0, Tsunami
informasi, tahapan ilmu serta yg paling intinya
Pahami Fitrah yg dibawa anak sejak
lahir: Fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah perkembangan, Fitrah
seksualitas dll.
Saya ingin sekali bisa memahami
aspek2 fitrah yg ada pada anak kita, krn saya msh awam.
Mohon berkenan utk penjelasannya
lebih detail mengenai fitrah2 yg ada pada anak kita tsb msg2 :
Fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah
Bakat, Fitrah perkembangan, Fitrah seksualitas dll.
Jazakillah khairan katsiraa 😊🙏🏼
1⃣bunda
Wiwit
Fitrah Ilahiyah (keimanan)
meliputi spiritualitas, moralitas dan
religiusitas. Setiap anak dilahirkan untuk mencintai Tuhannya yang selanjutnya
akan membentuk karakternya (akhlakul karimah). Pada usia dibawah 7 tahun,
fitrah ini sangat mudah dibangkitkan dengan imajinasi dan abstraksi tentang
Allah, Rasul, kebaikan dan segala ciptaan-Nya.
Fitrah belajar
adalah keinginan untuk mempelajari
sesuatu secara alami, tidak perlu diajarkan secara khusus.
Kita hanya perlu menemani dan
mengarahkan, hal apa yang disukai anak. Jika anak suka sains, fasilitasi dengan
buku, bisa juga melihat dan mengamati tumbuhan atau makhluk hidup disekitarnya.
Dalam bukunya Origins, Annie Murphy
Paul membuktikan bahwa bayi selama 9 bulan dalam kandungan telah mampu menyerap
apa yang terjadi diluar tubuh ibunya.
Dalam sebuah penelitian tahun 1999 di
kawasan kumuh di India, dilakukan eksperimen dengan meletakkan sebuah komputer
di tempat umum yang memungkinkan di sentuh anak-anak. Walau tanpa diajarkan,
ternyata anak-anak itu mampu mengoperasikan komputer. Bahkan jika komputer itu
menggunakan bahasa asing.
Fitrah Bakat
meliputi Talent, Passion &
Strength. Setiap anak adalah unik dan memiliki sifat bawaan masing-masing yang
kemudian akan berkembang menjadi karakternya. Dengan karakternya, akan
berkembang bakat yang akan menjadi misi hidup yang spesifik untuk bisa berperan
dalam peradaban.
Masa-masa keemasan untuk
mengembangkan fitrah bakat ini adalah usia 10-14
Biasanya di usia ini anak sudah mulai
menentukan satu bidang yg dia sukai dengan lebih serius.
Fitrah Perkembangan
Segala yang ada di muka bumi memiliki
sunnatullah tahapan pertumbuhannya masing-masing yang berkorelasi dengan
dimensi waktu dan dimensi kehidupan.
Ada masa dimana benih atau biji
ditanam dan disemai, ada masanya benih bertunas, ada masanya tumbuh cabang dan
daun, ada masanya berbunga, ada masanya berbuah begitu seterusnya.
Untuk setiap masa itu ada cara dan
tujuannya masing-masing. Dalam sunnatullah perkembangan atau pertumbuhan ini
maka tidak berlaku kaidah “makin cepat makin baik”, juga jangan terlalu
terlambat untuk tiap tahapannya. Segala sesuatunya akan indah bila tumbuh pada
saatnya.
Analogikan diri anda seperti petani
organik
Petani organik itu tidak pernah
menggegas dengan menambahkan berbagai macam hal2 yg tidak alamiah. Para petani
ini ingin menemani tanaman itu tumbuh sesuai dgn kehendakNya. Tidak memaksakan
proses sehingga hasilnya dipaksakan sesuai kehendak kita sang perawat.
Fitrah Seksualitas
Secara fitrah seksualitas, anak
lelaki mulai lebih didekatkan kepada ayah agar tumbuh fitrah kelelakiannya
secara alamiah, begitupula anak perempuan mulai lebih didekatkan pada ibu agar
tumbuh fitrah keperempuanannya secara alamiah baik individu maupun sosial. Pada
puncak tumbuhnya fitrah seksualitas ini, maka fitrah peran seksualitas ini akan
menjadi adab pada orangtua, adab pada perannya sebagai lelaki, adab pada
perannya sebagai perempuan dalam skala personal maupun komunal. ✅
2⃣ Bunda
Laela
Mendidik anak sealamiah mungkin, saya
blm begitu paham tentang itu, bisa dijelaskan lbh detil? Apakah yg dimaksud
sealamiyah itu sesuai tahapan nya jangan
terlalu terburu buru mengajarkan ini itu atau bagaimana?
Trimakasih sebelumnya
2⃣bunda
Laela
Betul..
buatlah pembelajaran yang nyaman dan
menyenangkan buat anak. Jangan pernah memaksa anak untuk bisa semua hal. Tapi
kuatkan di bidang yg anak kuasai.. maka itu akan lebih bermakna.
"jangan paksakan anak burung
untuk jago berenang, karena dia hanya jago terbang.
Dan jangan paksakan ikan untuk jago
terbang, karena dia hanya jago berenang.
Jadi fokus pada kelebihan anak bukan
pada kekurangannya.✅
3⃣ bunda
Nira
pada point d mendidik anak dengan
fitrah, mendidik anak dengan
sunatullah, realnya seperti apa
3⃣ bunda Nira
Pertanyaannya sama seperti bunda
Laela.
Saya tambahkan lagi ya..
Tugas kita sebagai orangtua hanya
menemani proses pembelajarannya, tumbuh kembangnya.. Jika ingin melihat
indikatornya, bandingkan dengan dirinya sendiri dimasa yg lalu. Jangan pernah
membandingkan anak kita dengan anak yang lain.
Contoh: sekarang anak kita senang
membaca buku. Padahal setahun yang lalu dia belum bisa membaca.
Sekarang anak kita sudah bisa
merapihkan sepatunya sendiri. Padahal setahun yg lalu masih melepas sepatu
sembarangan.
Bersyukur dan beri pujian atas
pencapaiannya.
Buat hal2 yg ingin dicapai lebih baik
lagi oleh anak kita tapi dimulai dari yang sederhana dulu dalam kegiatan
sehari-hari sesuai usianya. Jangan terlalu memaksakan.✅
4⃣bunda Ika
Di poin G: Rancang program yang khas
bersama anak.
Ini seperti apa ya? apakah setiap
hari kita membuat aktivitas khusus untuk masing-masing anak? atau bagaimana ya?
Terima kasih..
4⃣bunda Ika
Iya. Buatlah rencana kegiatan.. misal
minggu ini kita mau main apa ya? Mau kemana dan nanti disana ada nilai
pembelajarannya.
Karena sampai usia 12 tahun selama
anak belum aqil baligh maka pasti anak akan senang bermain atau menghabiskan
waktu bersama keluarga.
Dan setelah aqil baligh, biasanya
anak tidak lagi selalu ingin berada disamping kita. Lanjutkan dengan menjadikan
anak sebagai sahabat ✅
5⃣ Ibu insiyah
Mba saya ibu 3 anak,yg pertama 12 thn
alhamdulillah msk pesantren,yg kedua umur 3 thn 10 bln,yg ketiga 4 bln.,yang
ingin saya tanyakan apakah salah jika yang menentukan pilihan sekolah itu orang
tua,anak saya yg kedua itu aktif banget makanya saya memasukkan sekolah TK dari
umur 3 thn,apa itu terlalu dini?
5⃣bunda
Insiyah
Sebaiknya dalam menentukan sekolah,
kita berikan beberapa pilihan kepada anak kita, mau masuk kemana? Ajarkan anak
berdiskusi dan belajar menentukan pilihan.
Diberikan anak yang aktif itu
anugerah sebenarnya. Dan sebagai orangtua kita harus berlatih sabar dalam
menghadapinya.
Kalau menurut bunda sendiri, anak
kedua bunda nyaman kah disekolahkan sejak dini? Pernah kah dia mengeluh capek
atau bilang kalau dia maunya dirumah aja sama bunda dan adiknya?
Coba ditanyakan bun..
Kalau si anak tengah merasa senang
dan nyaman, menurut saya sih tdk masalah.
Tapi kalau ternyata dia merasa
dijauhkan dari adik dan bundanya sebaiknya jangan disekolahkan dulu.. berarti
dia belum mau. ✅
6⃣bunda Azay
Bagaimana cara membersamai/ menemani
di waktu bersama anak yg ideal bagi seorang ibu yg aktif di ranah publik(tidak
bisa 24jam bersama anak) agar tetap bisa mendidik anak sesuai fitrahnya?
6⃣bunda Azay
Kalau saya pribadi selalu meluangkan
waktu di hari minggu khusus untuk anak-anak.
Karena ketiga anak saya mondok di
pesantren.
Dihari minggu itulah kami orangtua
berusaha Membersamai anak-anak.. karena hanya diberi waktu dari pukul 9 pagi
sampai 5 sore.
Terserah anaknya mau dibawa kemana
untuk lepas kangen kangenan 😅
Biasanya saya selalu ajak ngobrol.
Membawakan makanan atau buah kesukaan
mereka. Sambil makan atau sambil jalan-jalan. Sekedar menanyakan perasaannya,
bercanda, bermain, baca buku, dan melepas lelah dan kejenuhan mereka selama 6
hari dengan aktifitas yang padat.
Saya selalu merancang waktu untuk 3
hal:
me time waktu saya untuk sendiri
we time waktu saya hanya berduaan
dengan suami, dan
family time waktu bersama keluarga.
Semua waktu itu berusaha kami penuhi
sekali dalam satu minggu.
Bagaimana dengan bunda?
Bunda pasti punya waktu kosong.
misal dimalam hari sebelum tidur,
saat makan malam bersama,
Silahkan gunakan untuk ngobrol bareng
keluarga.
Jangan sampai kita berguna bagi orang
lain tapi anggota keluarga sendiri merasa kehilangan.
Coba berusaha buat manajemen waktu
yang baik.
Hal ini bisa juga ditanyakan ke mba
nia yang punya pengalaman dalam membersamai anaknya saat sepulang kerja dimalam
hari. Karena beliau juga bekerja diranah publik.✅
Nia ➡
Menambahkan penjelasan dari mbak Zy, setelah bunda memahami apa saja jenia
fitrah maka kita terapkan diri kita sebagai "Manajer Keluarga". Manajer
berarti kita yang mengatur dan mengelola apa saja yang keluarga kita butuhkan
termasuk soal menjaga fitrah anak dan pendidikannya.
Nah sebagai ibu bekerja di ranah
publik, ibu sebagai seorang manajer keluarga dapat mendelegasikan tugas
tersebut. Sehingga tugas kita untuk menyampaikan atau mengedukasi pihak yang
kita berikan tanggung jawab dalam menjaga anak kita selama kita bekerja.
Diskusikan dan obrolkan bersama.
Bu Septi juga bercerita, dulu ketika
anak-anak bu Septi kecil ada asisten untuk mengurus anak, bu Septi ajarkan
berbagai cara yang telah dipikirkan Bu Septi contoh: cara berkomunikasi dengan
anak, cara mendampingi membaca buku. Bu Septi mengajak asistennya ikut seminar
parenting dsb. Dan pada akhirnya asistennya tersebut saat ini sudah memiliki
sekolah tk sendiri. 😊
Dan jika saya pribadi saya juga punya
waktu komitmen diantaranya:
1. Pada saat jam istirahat saya
selalu sempatkan telfon anak saya untuk mengobrol.
2. Saat sampai rumah, setelah siap
sudah mandi makan sholat menghela nafas, saya serahkan sepenuh jiwa raga saya
untuk anak. Kegiatan apapun yang ia inginkan. Mengejar ketertinggalan saya di
ranah Bunda Sayang dan Bunda Cekatan
3. Weekend full untuk anak
menjalankan family project or family trip. Main bersama. Jika ada kelas iip 2
jam, maka akan dikondisikan kembali.
Kelihatan berat? Pada awalnya iya.
Saya pun demikian tapi ini konsekuensi saya memilih ranah publik. Saya gak mau
anak ketinggalan karena excuse saya bekerja.
InsyaAllah bagi saya ini investasi,
mumpung masih ada umur dan rizki tenaga.
Kadang beberapa hari dalam sebulan
apabila saya pulang lebih larut atau saya lelah amat sangat saya minta maaf
pada anak karena tidak optimal. Itu saja. Agar anak ridho.
7⃣Bunda
Nurul
Assalamualaikum. Apakah ada tips yg
mudah kita terapkan manakala ada
perasaan apa yg kita lakukan dalam mendidik anak kita tidak sebaik
keluarga yang lain. Niat awal untuk
menjadi gambaran atau contoh, namun
seringkali malah jadi merasa terintimidasi. Merasa banyak kurang...merasa jauh
tertinggal.Terima kasih
7⃣ bunda
Nurul
Rumput tetangga memang terlihat lebih
hijau ya 😅 Sebaiknya kita segera merenung.
Model pendidikan keluarga kita
sebaiknya berdasarkan gaya belajar anak2 kita sendiri. Kita tdk bisa terus
menerus meniru gaya belajar orang lain. Karena sudah pasti kebutuhannya berbeda
beda.
Mengambil sisi positif dari orang
lain itu boleh boleh saja.
Bahkan di Ibu Profesional kita
mengenalnya dengan istilah ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi)
Jadi.. bunda bisa saja melihat model
pendidikan dari keluarga lain.. asalkan di modifikasi dengan kebutuhan masing2
anak kita. ✅
8⃣ Bunda
Diyan
Menilik tahapan2 dlm mendidik anak dg
kekuatan fitrah menurut saya sesuai modelnya bila dilakukan dg sistem homeschooling. Saya berminat sekali dg
sistem ini tapi anak saya cenderung ingin masuk sekolah formal. Tahun ini blm
saya daftarkan coz saya baru saja resign dan ingin PDKT lg sama anak. Bagaimana
saya harus bersikap? Tetap sounding tentang HS atau menuruti dl keinginannya
sambil tetap sounding?
(Duuh maksa banget saya ya)
8⃣bunda
Diyan
Bu Septi pernah menawarkan kepada
anak2nya. Beliau memberikan 3 pilihan sekolah terbaik yang cocok dengan value
keluarganya atau belajar dirumah bersama ibu dan bapaknya.
Dan setahu saya si sulung mba Enes
pernah sekolah di sekolah swasta pilihannya sebelum akhirnya homeschooling
juga.
Jadi memang sebaiknya berikan pilihan
dengan segala konsekuensinya dan dengarkan pilihan anak.
Jika ditengah jalan akhirnya dia
memutuskan ingin HS jangan pernah menyalahkan pilihannya. Karena semua itu terjadi
karena kehendakNya. Dan pasti ada pelajaran yang bisa diambil.
Pengalaman saya, anak pertama dan
kedua pindah sekolah sampai 2x dan baru memilih mondok dipesantren dengan
keinginannya sendiri.. dan saya sebagai orangtua tidak pernah menyesali perjalanan
itu.. karena banyak hikmah yang bisa kami jadikan pelajaran dalam hidup ini. ✅
9⃣bunda
Marie
Pertanyaan : Bagaimana cara memahami
fitrah anak sejak lahir? Dan bagaimana meyakinkan diri kita sebagai ortu dan
anak kita bahwa itu adalah fitrahnya.
9⃣bunda
Marie
Fitrah berasal dari akar kata
fa-ta-ro dalam bahasa Arab yang berarti membuka atau menguak.
Fitrah sendiri mempunyai makna
asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal. Dalam Islam terdapat
konsep bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah.
Sumber: wikipedia
Jadi sebagai orangtua, kita hanya
mengarahkan agar si anak tetap menjadi makhluk ciptaanNya yang harus taat
dengan melewati tahapan dalam hidupnya hingga kembali padaNya. ✅
Diskusi tambahan
❓❓Gimana membuat anak eksplorasi dg alam tp d lingkungan rmh
susah dpt kebun atw kolam aplg sawah hehee. Ada kebun orang lain.
⏩Ijin aja ke kebun orang jika dibolehkan asal jangan merusak
hehe
❓❓Mba Zy, mengembangkan fitrah Ilahiyah itu bagaimana caranya
ya? Fitrah ini cenderung terlewati, padahal merupakan dasar. apakah
fitrah-fitrah ini bentuknya bertingkat ya? maksud saya, fase-fasenya seperti
piramida.
⏩Tetap sesuai usia mba.
0-7 tahun perbanyak main dengan alam
terbuka untuk menanamkan nilai ketuhanan.
7-14 tahun mulai mendisiplinkan ibadah
dengan konsisten
14-21 pendalaman keimanan untuk
mempersiapkan anak menjadi makhluk sosial yang bermanfaat untuk sesama dan
mempersiapkan anak memasuki tahap menjadi manusia dewasa #imho
❓❓Mba.. Cara utk menguatkan rasa ingin tau anak gmn ya? Anak saya
yg pertama di usia balitanya saya rasa banyak sekali ingin tau, dilihat dgn
banyak tanya. Sekarang di usia yg mau tujuh tahun, porsi bertanya nya agak
melemah. Memang begitu fitrahnya atau ada pola yg salah ya?
⏩Rasa ingin tahu yg besar dan banyak bertanya adalah ciri2
anak yg cerdas. Jadi sediakan waktu untuk menjawab pertanyaan anak.
Ada kemungkinan anak merasa diacuhkan
atau dibentak saat bertanya itu juga bisa menyebabkan anak jadi enggan bertanya
lagi..
⏩Husnudzon saya, dia kadang sudah menemukan jawabannya sendiri
sebelum akhirnya banyak tanya 😂 Tapi ya saya kangen sama dia yg
cerewet tanya ini itu.. Memang kompleks sih pertanyaannya jd kadang mungkin
anak kurang terpuaskan dgn jawaban ibunya. Smg Allah selalu bimbing kami.. Trm
ksh mba Zy 😇
⏩Aamiin.. sebagai orangtua.. kita memang harus pintar menjawab
pertanyaan anak. Jika memang tidak tahu, ajak anak mencari jawabannya dengan
bertanya kepada orang lain yg lebih tahu atau cari di google 😂
❓❓Hampir mirip pertanyaan sy... bedanya kemandirian... usia
dini kemandiriannya sdh terlihat, usia bertambah malah semakin menurun dan
selalu minta dilayani... 😰
⏩Menurut saya bundanya kurang "tega" dalam
mendisiplinkan anak.
Karena untuk melatih kemandirian anak
butuh ketegasan. Jika bunda atau ayahnya pernah melanggarnya. Maka anak akan
kendor kedisiplinannya
❓❓Mba zy, jika anak usia pra sekolah yg blm bisa menentukan
apa2 yg menyenangkannya (menurut saya sih ini 😬), kira2 butuh brp x atau brp lama kita coba di satu hal, smpai kita tau
dia suka atau tidak. Misal kita sedang mencoba mengenalkan renang, diperjalanan
dia bilang gak suka. Apa kita langsung turuti beralih ke yg lain atau lihat
perkembangan smpai brp lama?
⏩Menurut ippho santosa 90 hari waktu yang cukup untuk
menentukan apakah kita memang masih menyukai kegiatan tersebut atau tidak. Jika
ia dlm waktu tersebut sdh bosan bisa diganti dgn kegiatan lain. Jika tetap
menyukainya. Teruskan..bisa jadi itu passionnya
❓❓Saya mau tanya..Saya suka khawatir karena curriosity anak
saya seperti tidak ada habisnya. (usianya 7 tahun). Kemarin pulang sekolah dia
minta diajarin perkalian. 🙈 (Alhamdulillaah penjumlahan dan
pengurangan sudah mampu dikuasai). Tapi saya agak khawatir, kalo perkembangan
secara kognisinya terlalu cepat. Seperti hal nya dulu, di usianya menjelang 5
tahun, saya belum mau mengajarinya membaca tapi dia sudah banyak bertanya dan
minta diajari membaca. (mungkin karena hampir setiap hari dia melihat saya
membaca buku saya sendiri atau membacakannya cerita). Padahal saya hampir tidak pernah membahas
pelajaran sekolah saat di rumah. Jikapun bertanya hanya melakukan review
sesekali tentang pengalaman belajarnya, apa yang baru dia tahu dll. Tapi lebih
sering dia duluan yang cerita. 🙈Ummi.. Tadi aku belajar ini, tapi aku
masih bingung. Padahal udah dijelasin. Ummi ajarin aku ya..? Saya lebih banyak
bertanya tentang dengan siapa dia bermain? Apa yang seru di sekolah hari ini?
Dll.. Karena orientasi saya saat ini, yang penting anak saya senang belajar,
dan senang berteman. Apa yang sebaiknya saya lakukan..?
⏩Curriosity anak yang besar sangat bagus. Jadi tdk perlu
dikhawatirkan.
Yang tdk boleh, kita memaksakan
kehendak kita agar anak bisa ini bisa itu.
Tapi kalau anak yg meminta mengapa
tidak diajarkan bun? Barangkali memang itu kebutuhannya. Cepat dalam belajar..
sehingga bisa terjadi sebaliknya jika dia sudah banyak tahu tapi tidak ditambah
pengetahuannya nanti dia akan bosan..#imho
Penutup
Ingat..
Jadilah diri anda sendiri, jangan
hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain.
Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan
anda tanpa rasa “galau”.
😊😊😊😊😊
Alhamdulillah..
Terima kasih mba Ika.. dan
bunda-bunda semua..
Semoga kita semua selalu sehat dan
bahagia bersama keluarga.
Wassalamu'alaikum wr wb
Komentar
Posting Komentar