RESUME MATERI DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH #2 KULWAPP SESI 9, SELASA 13 DESEMBER 2016, PUKUL 20.00 – 21.00
BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Perempuan
khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen
perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua
orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama
berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat,
keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana
keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan
Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah,
demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada
peningkatan kualitas masyarakat.
Maka
berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya
mendidik seorang perempuan itu. Karena
“mendidik 1
perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”
Maka apabila
ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu
generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.
Darimanakah
mulainya?
Kembali
lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi
“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”
Kita harus
paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA
MENUJU SUKSES.
Setelah
menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga.
Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita
menjadi CHANGEMAKER FAMILY.
Mulailah
dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini
untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.
Maka gunakan
pola kaizen( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari
Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus
menerus dan berkesinambungan.
Setelah
terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu
masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi
spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau
di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan
perubahan-perubahan tersebut, dari hal
kecil yang kita bisa.
START FROM
THE EMPHATY
Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan
membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga
aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan
keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah
EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini
akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat
KELUARGA
tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu
warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang.
Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya
anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.
Inilah
indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi
dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
Sehingga
sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran
kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.
Salam
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber
Bacaan :
Masaaki Ima,
Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation,
Be a Changemaker: Start from the Emphaty,
2010
Materi-materi
hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016
Fasil:
Link Video
Matrikulasi IIP Sesi 9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan
https://www.youtube.com/watch?v=tDKZAKpH-GI&t=68s
___________________
Host:
Alhamdulillah
sampai juga kita di pekan terakhir matrikulasi, sbg penutup kita akan membahas
ttg ibu sebagai agen perubahan (tahapan bunda shalehah)
Silakan jika
ada pertanyaan
1⃣ Wita
Mbak, saya
mohon penjelasan untuk pernyataan yang ini
"Bila
suami protes berarti warning lampu kuning dan bila anak2 yang protes berarti
warning lampu merah"
Logika saya,
'kepemilikkan' yang paling tinggi utk seorang wanita menikah kan di suaminya,
kenapa warning nya suami dikalahkan oleh warning nya anak anak ?
๐1⃣ Mb Wita, dalam usaha
kita belajar menjadi seorang IBU profesional tentu ijin tertinggi ada pada
suami tapi saat menjalani proses tersebut customer utama kita adalah anak2,
jadi saat customer kita protes atas proses yg kita jalani maka itulah lampu
merah bagi kita ✅
2⃣ Tria
Bagaimanakah
kita sebagai ortu membimbing anak2 menjadi orang yang memiliki 'keinginan utk
bermanfaat' bagi umat/masyarakat?
๐2⃣ "Children see
children do" mb Tria, jadi aktiflah di berbagai kegiatan sosial supaya
mereka melihat contoh nyata yg dilakukan ortu mereka, lalu ajaklah mereka
terlibat dalam aktivitas tersebut.
Saat anak
ada di usia pra baligh buatlah project2 sosial keluarga dengan mereka sbg
motornya, in syaa allah bisa mengasah kepekaan sosial mereka ✅
3⃣ Ardiani Putri
Anak saya
masih 19m, pernah suatu ketika saya ikut sebuah kelas sertifikasi untuk
menambah jam terbang saya sehingga harus meninggalkan anak saya dgn keluarga
lebih dari 8 jam. Ternyata sesampainya dirumah anak saya sedang menangis sambil
memeluk jilbab dan baju saya, tidak mau dipegang oleh siapapun. Apakah ini
termasuk lampu merah bagi saya untuk berhenti menambah jam terbang di luar
rumah? Adakah tipsnya untuk melatih anak mandiri ketikan saya sedang
beraktifitas diluar? Atau baiknya saya selesaikan tahapan bunda sayang dan
bunda cekatan terlebih dahulu?
๐3⃣ Melatih kemandirian anak
ada dalam materi bunda sayang mb putri. Itulah kenapa bunda produktif/bunda
shalehah harus melewati tahapan bunda sayang dan bunda cekatan dulu, supaya
tidak terjadi hal2 yg mengusik ketentraman hati ๐✅
4⃣ Poppy
Saya pernah
berbincang dengan salah satu ibu, yg saya lihat punya potensi untuk aktif di
lingkungan. Tapi keluar pernyataan dari beliau bahwa: "beberapa orang
meragukan saya krn terlihat tidak pandai mengurus rumah tangga".
Pertanyaan
saya, apa standarnya/indikatornya seorang ibu BOLEH aktif di luar rumah, selain
restu suami dan anak2nya?
Misalnya,
apakah usia anak bungsu harus minimal 14 tahun? dsb.
๐4⃣ Menanggapi pernyataan teman
mb poppy di atas: The only reality is OUR PERCEPTION, maka buatlah persepsi
positif terlebih dahulu dengan diri kita, setelah yakin, masukkan persepsi
positif dengan orang-orang di sekitar kita.
Di IIP
Indikator seorang ibu dipersilahkan aktif di luar rumah selain restu suami dan
anak adalah sudah punya pijakan yg kuat di tahapan bunsay dan buncek. ✅
5⃣ Nira
Bagaimana
nasib kuadran suka tpi tidak bisa,
ketidakbisaan karena manajemen waktu misalnya, bagaimana proporsi
waktunya,
๐5⃣ BISA itu berkaitan
dengan kemampuan.
SUKA
berkaitan dengan rasa.
Jika MAU
sedikit berdisiplin di manajemen waktu in syaa allah mb Nira pasti BISA
produktif di bidang tersebut, semangat yaaaa... ✊๐ผ✅
6⃣ Dinda
Ada
peribahasa bilang perempuan itu tidak akan bisa fokus kerja di ranah publik
jika pekerjaan di ranah domestik belum tuntas. Dan lelaki itu tidak akan bisa
fokus di urusan keluarga jika pekerjaan nya di kantor belum tuntas.
Bagaimana ya
menyeimbangkan keduanya agar bisa sukses dirumah dan bisa menambah jam terbang
jg di ranah publik.
Adalah tips
n triks berbagi tugas dgn suami d agar bisa sukses di keduanya juga.
Karena
kesuksesan keluarga akan terjadi jika suami istri bisa berkolaborasi dgn tepat.
๐6⃣ Tips dari pak Dodik saat
kopdar 2 minggu lalu adalah banyak2lah ngobrol dan melakukan berbagai aktivitas
bersama keluarga (suami dan anak2). Sehingga komunikasi bisa cair dan
kolaborasi antar anggota keluarga lebih mudah dilakukan. ✅
7⃣ Marie
Bagaimana
menyikapi keadaan dimana kita berada di lingkungan yang bisa dibilang
individualistis dan sulit untuk bekerja sama? Bagaimana menumbuhkan empati di
lingk spt itu? Mengingat sudah bbrp kali dicoba untuk menggerakkan lingkungan
tsb namun hasilnya tidak signifikan. Apakah mencari lingkungan lain atau
bagaimana? Terima kasih.๐
๐7⃣ Menurut saya poin utama
dalam menjadi agen perubahan adalah kontribusi apa yg bisa kita bagikan untuk
lingkungan sekitar mb Marie, shg kita fokus ke dalam bukan terpengaruh dg
kondisi lingkungan luar.
Emphaty
ditumbuhkan dari perubahan2 yang sudah kita buat dalam lingkup keluarga kita.
Misal kita
sudah sukses menjalankan 3R di rumah kita, semua anggota keluarga fasih
melakukan 3R. Kemudian kita lihat lingkungan sekitar belum aware dg program
tsb. Kita ingin meluaskan kegiatan tsb ke lingkungan RT kita, maka kita akan dg
senang hati merintis usaha tsb, bisa juga dg melibatkan anggota keluarga shg
keluarga tdk ditinggalkan.
Banyak
sedikitnya tetangga yg ikut kegiatan ini bukan tujuan utama kita.
Apalagi jika
ditambah passion maka akan bermunculan ide2 kreatif untuk menemukan solusi dari
setiap tantangan yg muncul. ✅
8⃣ Wiwit :
Ibu sebagai
Agen Perubahan! Saya sepakat sekali dg statement tsb. Ingin sekali berbagi
kebaikan dg ibu2 di lingkungan sekeliling saya. Hanya sy ingin mendapat
ilmu lebih bgmn cara berkomunikasi yg
lebih baik dlm menyampaikan pesan.Mohon pencerahan,apakah IIP mempunyai
materi/pelatihan/saran media utk ilmu komunikasi yg efektif utk masuk di
lingkungan yg heterogen (latar belakang & sosial yg berbeda2)?. Krn menurut
sy hal ini sgt membantu peran kita Ibu sbg agen perubahan.
Jazakillah
Khairan Katsira ๐๐๐ผ
๐8⃣ Saya baru 10 bulan
bergabung dg IIP, dalam waktu yg singkat ini saya belum sepenuhnya mengikuti
semua materi yg ada di IIP. Yang saya tahu beberapa kota memiliki rumah belajar
public speaking disana member bisa menggali ilmu ttg cara berkomunikasi yg
baik.
Usulan mb
wiwit sangat bagus, bisa menjadi masukan bagi iip depok untuk membuka kelas
minat dg materi komunikasi efektif untuk tahapan bunda sholehah ๐๐ผ✅
9⃣ Asti
Bu Septi,,
mohon maaf sebelumnya,, terus terang hingga saat ini saya sangat
"berbinar-binar" mengikuti tahap demi tahap matrikulasi ini. Dari
sejak materi pertama (Adab sebelum ilmu) ibu sudah mengajak saya (dan kami,
peserta matrikulasi) untuk menuntut ilmu dengan cara mulia supaya meningkatkan
kemuliaan hidup.. membuat saya juga semakin bersemangat mempelajari Islam.
Banyak
sekali ilmu tentang manajemen waktu yang "nyantol" di saya, misalnya
di sesi 6: Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang
menyia-nyiakan waktu.
Kali ini
saya "tergelitik" untuk bertanya, kenapa di sesi ke sembilan ini ibu
malah menggunakan prinsip dan pola Kaizen? Di materi ke 9 ibu menyatakan bahwa
Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada
pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Apakah di
Islam tidak ada filosofinya? Misalnya di Surat Al Ashr yang tersirat pada sesi
6, atau di surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengajak orang beriman untuk
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,, atau mungkin
manajemen waktu bila ditilik dari filosofi dalam sholat: tepat waktu, bersih,
rapi dan rapat dalam barisan shaf?
Mohon
penjelasannya ya bu. Terimakasih sebelumnya
๐9⃣ Pertanyaan ini ditujukan
untuk bu Septi jadi saya forwardkan langsung ke beliau. Jika sudah dijawab akan
saya sampaikan di grup ini ya mb Asti ๐
๐
Tantia
Terkadang ketika kita aktif d masyarakat
kadang ada kalanya anak protes, apakah ini termasuk lampu merah (warning keras),
apa yg harus d kuatkan akan berjalan dengan selaras?
๐
๐ Mohon lihat jawaban no.4 ya mb Tantia ✅
Host:
Alhamdulillah sdh 9 pertanyaan yg terjawab
teman temans...
Ada yg mau
sharing atau menanggapi kah??
Msh ada
waktu 15 menit lagi๐๐
Tantia:
Berarti kl
sesuai point 4⃣,
bunsay n buncek ya? Apakah itu harga mati? Ketika itu belum kuat qt tdk bisa
keluar, berperan d masyarakat?
๐Bukan
harga mati mbak, itu idealnya
Jika memang
kita harus ada di ranah publik maka konsekuensinya harus mengejar tahapan
bunsay dan buncek supaya hati tentram
Tantia: Baik
mba Diah
Berbicara
tentang tentram, apakah indikator tentram itu?
๐Imho,
Tentram itu jika semua berjalan selaras dan harmoni sesuai yg kita kehendaki
Bisa juga
kita berperan keluar dg tetap melibatkan anak2 sehingga waktu kita membersamai
mereka tdk berkurang
Saya
cuplikan tanya jawab pada matrikulasi batch 1 ttg ketentraman sbb:
Kenapa Ibu
menekankan kata tenteram? -_Adakah berkontribusi kebermanfaatan seseorang tapi
ia tidak tenteram? Dalam konteks kasus positif maksud saya._
Jawaban:
Ketika dasar
mulainya kebermanfaatan ini bukan didasari sebuah niat kuat untuk memperbaiki
keluarga kita. Contoh saya merasa sudah bermanfaat untuk banyak orang dengan
membuka kelas untuk ibu-ibu. Namun selama menjalankan kebermanfaatan ini,
anak-anak saya merasa terlantar, karena ibunya asyik sendiri dengan
“kelas yang rasanya sebagai program kebermanfaatan”. Lama-lama hati
kecil kita pasti akan terusik, karena melihat kondisi anak-anak kita. Hal ini
membuat kita TIDAK TENTRAM. Karena sebuah ketidakseimbangan.
Saya
tambahkan sedikit, biasanya program kebermanfaatan yang membuat kita TIDAK
TENTRAM itu bermula dari sebuah PELARIAN. Lari dari kenyataan hebohnya menjadi
ibu, lari dari kenyataan kondisi penindasan di dalam rumah sendiri, lari dari
kenyataan “tidak sukanya kita terhadap anak-anak. Lari dari kenyataan “Status
seorang ibu rumah tangga dan lain-lain.
Kaizen
merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut:
Berorientasi
pada proses dan hasil.
Berpikir secara
sistematis pada seluruh proses.
Tidak
menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.
[Materi ini
ada di Bunda Cekatan secara lengkapnya, saya ambil beberapa point penting]
Beberapa
point penting dalam proses penerapan KAIZEN yaitu :
❤Konsep
3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk
mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi
atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura
diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi
ketegangan.
❤Gerakkan
5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya
membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso
berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti
kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur
ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat dan Rajin
❤Konsep
PDCA dalam KAIZEN. Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan
dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA
(Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.
❤Konsep
5W + 1H. Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan
KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What,
Who, Why, Where, When dan How).
____
Host:
Alhamdulillah,, mksh jawaban nya mba diah...
Sudah pukul 21:01
Kita tutup
dengan ucapan hamdalah dan doa kafaratul majelis
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta
astaghfiruka wa’atubu ilaik” Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan
memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon
pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
Kami yang
bertugas mohon maaf atas segala salah dan khilap..
Terimakasih
atas perhatiannya dan terimakasih atas sharing ilmunya...
Kami undur
pamit yaa...
Wassalamu'alaikum
Wr. Wb...
Komentar
Posting Komentar