Langsung ke konten utama

Aliran Rasa Melatih Kemandirian Anak

Bismillahirrohmanirrohiim...

Puja dan puji  hanya milikMu ya Allah  atas limpahan nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat, nikmat ukhuwah dan nikmat tholabul ilmi.  Alhamdulillah bersyukur saya diperkenalkan dengan komunitas Ibu Profesional yang senantiasa perlahan-lahan menuntun untuk menghantarkan menjadi Ibu yang profesional.

Ucapan terimakasih kepada Bu Septi, Pak Dodik, Putri dan putranya yang telah berkenan membagikan pengalaman dalam dunia pendidikan ibu dan anak. Atas kegigihan, konsisten dan komitmen bu Septi dan keluarga hingga komunitas ini ada dan menebar manfaat. Tak lupa ucapan terimakasih kepada Teh Ai, Teh Chika, Mba Zy, Pejabat BunSay Depok dan Teman-teman angkatan 1 kelas Bunda Sayang, karena beliau-beliaulah selalu memacu semangat  dalam membersamai anak-anak.

Materi kedua dalam kelas Bunda Sayang ini adalah MELATIH KEMANDIRIAN ANAK, 
artinya jika kita hendak melatih kemandirian anak, maka sudah selayaknya kita senang dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri, karena contoh / teladan dari orang tua sangat berpengaruh terhadap anak. komitmen dan konsistensi sangat diperlukan dalam hal ini, oleh karena itu saya mencoba untuk melatih diri ini konsisten dan komitmen dalam urusan pribadi yang tertuang dalam indikator profesionalisme perempuan kebanggaan keluarga. insyaAllah jika dari orang tua ada teladan anak akan lebih mudah melaksanakan proses kemandiriannya.

Tantangan Games Level 2 ini adalah membuat program One week One Skill, mengabadikan dalam portfolio kemadirian anak. Atas RahmatNya saya bisa menyelesaikan tantangan setiap hari melatih kemandirian anak dan mengabadikan di blog. Daan Subhanallah dapat hadiah dari Fasil
 Bercerita tentang blog sebenarnya semenjak mengikuti matrikulasi sudah dibikinin suami, tapi karena belum begitu tau caranya dan mungkin belum merasakan manfaatnya, akhirnya blog belum terisi. Daaan Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan, lewat teh Ai dan teh Chika, dikirim tutorial blog kreativitas Fasil Bunda Sayang Nasional, saya pelajari dan saya coba, Alhamdulillah bisa dan senang ternyata enak lihatnya, lebih rapi dan terdokumentasi dan ini sesuai dengan desain pembelajaran yang saya buat ketika matrikulasi semua materi yang ada yang teringkas terdokumentasi dan terpublikasikan. Jazakumulloh khoiron katsiro, kepada semua pihak yang terkait. 'Tiada balasan Kebaikan kecuali Balasan Kebaikan pula.''

Dalam tantangan Games Level 2 ini  saya bersama suami membersamai anak-anak dalam proses melatih kemandirian anak-anak. Kadang suami masih sering lupa langsung dilayani, misal makan (diambilkan dan disuapi, padahal kakak sudah bisa mengambil dan sudah bisa makan sendiri, dan adek dibantu diambilkan bisa makan sendiri) saya ingatkan, kalau kakak atau adek sudah bisa kita dampingi saja,  suami setuju dan berpesan yang penting anak-anak senang jangan sampai terpaksa, beri pengertian, difahamkan dan dimotivasi.

Selama 15 Hari list kemandirian yang kami latih untuk kakak ada 2 yaitu : 1. menyiapkan bekal makan dan minum untuk sekolah, atau menyiapkan makan dan makan sendiri  di waktu pagi, siang
dan sore. 2. mandi dan menyiram kamar mandi dengan air yang banyak setelah BAK. Alhamdulillah dengan adanya proses latihan ini kakak sudah konsisten menyiapkan bekal untuk sekolah, bisa mengukur kebutuhan makananya, tujuannya agar makan tidak mubadzir, tidak bersisa. Kadang ikut terlibat didapur menyiapkan makanan misal, menyeplok telur, menggoreng, membuat agar-agar, dan membuat popcorn dengan di dampingi. Untuk kemandirian kedua pun alhamdulillah berjalan , memang kalau mandi sendiri, ganti baju sudah dilakukan sejak usia 5 tahun , yang masih menjadi PR adalah ketika pipis dilantai kamar mandi nyiramnya kurang banyak, apalagi kalau terbangun di malam hari, hanya cebok saja, malas  menyiram dengan air yang banyak. Baiklah  terus dilatih dan motivasi pentingnya kebersihan. Ada tambahan tugas dan sudah berjalan membuka gordyn dan menjemur handuk.
Sedangkan kemandirian adek adalah Toilet Training. Sebenarnya toilet training sudah dimulai ketika usia 18 bulan, ketika dirumah dilatih toilet training  tetapi ketika di mushola atau berpergian masih dipakaikan diapers. Sampai ada tantangan ini dan adek sudah berusia 2 tahun, ada kesadaran untuk memulai lagi toilet training, daaan Alhamdulillah Allah mudahkan. Selama 15 hari poses latihannya berasa "nano-nano" kadang menguji kesabaran, kadang ada peningkatan yang bikin orangtua terharu dan bahagia. 1 minggu pertama sepertinya belum terkontrol dan ketika ditawari pipis seringnya tidak mau. Kadang pipis ya pipis  ditempat jika tidak ditawari pipis di dapur atau kamar mandi. Bolak balik ngepel dan cucian lebih banyak. Minggu ke 2 saya berfikir dan berinisatif menawarkan pipis dan mengajak ke kamar mandi, setiap 30 menit ditawari  kadang mau dan kadang tidak, adek sudah mau bilang pipis tapi masih di tempat, kadang sudah selesai pipis baru bilang pipis, atau sudah pipis di celana bilang pipis dan di ajak ke kamar mandi mau. Alhamdulillah sudah 2 hari ini sudah bisa merasakan, jika mau pipis bilang dan ke kamar mandi. Subhanallah ternyata semua bisa dilewati ya, semua ada masanya, asal kan kita mau MEMULAI dan yakin bisa melewati tahapan atau prosesnya.

Saya sangat menikmati proses pendokumentasian ini semoga ini bukan bentuk pamer tapi lebih kepada ekspresi saya sebagai ibu mendokumentasikan kegiatan anak-anak dengan harapan semoga kelak menjadi kenagan manis anak-anak bahwa waktu kecilnya pada usia tersebut mereka belajar kemandirian. Saya berharap dengan  menulis menguatkan jiwa dan mengikat ilmu yang saya peroleh, dan semoga ada hikmah yang dapat diambil dan bermanfaat.

Games Level 2 ini sebagai awal untuk melatih kita sebagai orangtua untuk konsisten dan komitmen melatih kemandirian anak, karena begitu banyak PR kita dalam membersamai kemandirian anak. Banyak yang harus dilakukan  untuk mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang mandiri.


 MasyaAllah betapa ini materi penting sekali karena  manfaatnya luar biasa,  Melatih kemandirian anak  akan memberikan dampak anak menjadi pribadi yang mandiri tidak tergantung kepada orang lain dan cepat menyelesaikan urusan dirinya dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Hasil dari  melatih kemandirian ini tidak seketika dan terlihat langsung bisa jadi efek atau dampak nya akan terlihat beberapa tahun mendatang. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik, dilatih kemandiriannya sesuai dengan tahapan usianya, diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas kemandirian insyaAllah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...