Resume Materi dan Tanya Jawab
Kulwapp sesi 2, Selasa, 25 Oktober 2016, Pukul 20.00-21.00
Matrikulasi IIP Depok Batch #2
_________________
๐ MENJADI IBU PROFESIONAL,
KEBANGGAAN KELUARGA ๐
Apa kabar
bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan
belajar bersama
a. Apa Itu
Ibu Profesional?
b. Apa itu
Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana
tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja
indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
๐APA ITU IBU
PROFESIONAL?
Kita mulai
dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu
memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk
perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik
yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan
sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang
terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan
kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan
dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang
:
a. Bangga
akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa
memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola
keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
๐APA ITU KOMUNITAS IBU
PROFESIONAL?
Adalah forum
belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya
sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
๐MISI KOMUNITAS IBU
PROFESIONAL
1. Meningkatkan
kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama
dan pertama bagi anaknya.
2.
Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga
menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan
rasa percaya diri ibu dengan cara
senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa
harus meninggalkan anak dan keluarganya
4.
Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa
perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
๐VISI KOMUNITAS IBU
PROFESIONAL
Menjadi
komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga
bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa
dari dalam internal keluarga.
๐BAGAIMANA
TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan
yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda
Sayang
Ilmu-ilmu
untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa
menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda
Cekatan
Ilmu-ilmu
untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda
Produktif
Ilmu-ilmu
untuk meningkatkan rasa percaya diri
ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya
di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa
produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda
Shaleha
Ilmu-ilmu
untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat,
sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
๐APA INDIKATOR
KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di
atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional.
Karena anak-anak dan suami kitalah yang
paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata
mereka.
Maka yang
perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah
anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah
suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak,
sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa
ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa
ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah
manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah
kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir”
keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa
ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun
ini?
d.Berapa
ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah
kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana
cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah
kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent)
di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana
cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus
meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a.
Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang
ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita
tiada?
c. Program
berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah
kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat
berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang
bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu
Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti
pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya
kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka
kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik
Mariyanto
Salam Ibu
Profesional
/Tim
Matrikulasi Ibu Profesional/
๐
SUMBER BACAAN:
Kamus Besar
Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku
Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda
Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda
Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda
Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J
Publishing, cetakan 1, 2015
_______
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sesi
Tanya Jawab
1⃣
Azay
Menjadi
profesional itu sangat erat kaitannya dengan management waktu. Apalagi sebagai
seorang ibu yang mempunyai banyak peran, sebagai hamba Allah SWT, sebagai
seorang istri, sebagai seorang ibu, sebagai seorang anak perempuan, sebagai
seorang saudara perempuan, sebagai karyawan suatu perusahaan, sebagai anggota
masyarakat, dll. Bagaimana contoh management waktu untuk menjadi profesional dengan
banyaknya peran tsb diatas?
1⃣
Mb Azay, menurut saya manajemen waktu satu orang dengan yang lain tidaklah sama
karena peran hidup masing - masing orang tidak ada yg sama.
Tetapkan
dulu peran hidup kita di dunia ini, fokus disitu, setelah itu:
- Buat
prioritas (put first thing first)
- Kerjakan
setahap demi setahap
- Jika perlu
delegasikan tugas dengan orang lain✅
2⃣Atika
Sampai saat
ini saya belum menemukan cara yang klik untuk mendidik dan mengarahkan anak
(usia 6y dan 2.5y)..minat dan bakat anak pun belum terlihat jadi masih menunggu
dan mengawasi
Itu gimana ya
bu? kadang suka galau sendiri kalo ngeliat anak seusia anak saya sudah
kelihatan bakatnya.
Saya jadi
merasa Semua terasa mengalir tanpa konsep.
2⃣
Yakinkah mba Atika bahwa 'setiap anak adalah bintang'? ➡
Setiap bintang punya cahayanya sendiri.
Apakah kita
sudah membantu bintang kecil kita memancarkan sinarnya atau kita justru sibuk
memperhatikan bintang- bintang yang lain?
Bagaimana
membantu supaya anak- anak kita bersinar? Dengan memberi mereka banyak ragam
aktifitas yg menyenangkan buat mereka di usia 2-8 th.
Amati
aktifitas apa yang begitu menarik perhatian mereka hingga terus diulang-ulang
tanpa perlu kita minta. Begitu mereka Enjoy dengan aktifitas tersebut, maka
mereka akan mudah (Easy) mengerjakannya. Beri tantangan supaya muncul
ketrampilannya (Excellent).
Jika tahapan
ini kita lakukan maka saat memasuki usia 9-14 tahun anak-anak akan mulai fokus pada 1-3 aktifitas yang
benar-benar diminatinya, bukan hal yang mustahil jika di usia ini beberapa
diantara mereka bahkan sudah menghasilkan (Earn) baik prestasi maupun materi ✅
3⃣
Tria
Saya ingin
menanyakan. Apakah utk hal aktualisasi diri (seperti aktif di suatu organisasi,
atau bekerja spt perawat, dokter, konselor), serta untuk manajemen waktunya
akan kita dalami di tahapan 'bunda produktif'? Jika tidak, kira- kira masuk di
tahapan yang mana?
3⃣
Saya kutipkan jawaban dr bu Septi sbb:
"Di komunitas
Ibu Profesional ini semuanya adalah IBU BEKERJA, baik bekerja di ranah domestik
maupun ranah publik. Keduanya butuh profesionalitas. Sehingga harus mengikuti
pijakan-pijakan yang ada.
Ibu yang
memilih bekerja di ranah domestik harus menguatkan bunda sayang dan bunda
cekatannya sebagai pijakan masuk ke ranah publik dengan dasar ilmu bunda
produktif dan bunda shalehah.
Ibu yang
memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan bunda
shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar ketertinggalan di bunda
sayang dan bunda cekatan"
Manajemen
waktunya akan kita dalami di tahap mana? Ya di tahap yang kita sedang jalani
saat ini✅
4⃣
Maria Susanti
Bagaimana
cara kita meningkatkan kualitas untuk menjadi ibu pendidik terhadap anak-anak
kita bu sedangkan di sisi lain anak-anak lebih cenderung buat mendengar serta
belajar dan diajar sama guru di sekolah maupun di tempat ngaji atau pun tempat les nya dan apa saja kiat2nya?
4⃣
Perkuat pijakan di tahapan Bunda Sayang mb Maria, saya pun sedang menata diri
di situ ๐
Di sana
banyak materi-materi yang bisa membantu kita supaya dekat lahir batin dengan
anak.
Jika melihat
kondisi mba Maria bisa jadi “komunikasi ke anak” belum clear. Maka perkuat
materi komunikasi produktif.
Mulailah
ngobrol/curhat dengan anak, pelajari apa yang sedang mereka minati saat ini, supaya
nyambung obrolannya. Coba menangkan hatinya dulu.
Yang penting
jangan pernah berhenti mengaplikasikan sebisa yang kita mampu. Teruslah
berjalan, karena tugas kita hanya ikhtiar, hasil itu hak Allah. Pastikan apa
yang mb Maria jalankan sudah di jalur yg benar. Bismillah ya ๐๐ผ✅
5⃣Suci
Apakah 4
tahapan menjadi ibu professional itu bisa dijalankan secara bersamaan? Misal
ingin jadi bunda produktif melalui jualan online sambil tetap menjadi bunda
sayang yg memperhatikan pendidikan anak2. Bagaimana kiat2nya. Ataukah kita
harus menguasai satu tahapan dulu baru melangkah ke berikutnya?
Saat Ini
saya ibu rumah tangga dengan dua anak, satu balita sangat aktif dan satu masih
bayi. Saya jg nyambi punya usaha onlen dan Offline (ada toko, setiap hari saya
ke sana). Tp sering sy merasa keteteran. Jg kadang merasa bersalah sama anak
krn merasa kurang optimal membersamai mereka. Kadang berpikir utk menutup usaha
dan kembali dulu ke rumah sepenuhnya baru setelah anak2 beranjak besar mulai
aktualisasi diri lg. Tp mentor sy bilang sayang karena bisnis sy udah cukup
dikenal namanya. Jd saya dilema..
Ingin jd
bunda produktif yg juga tetap optimal menjalankan peran lainnya.
5⃣
Mb Suci, salah satu prinsip IIP dlm menimba ilmu adalah setahap demi setahap
(one bite at the time), sedikit kita terima langsung praktekkan, dapat lagi
tambahan ilmu, praktekkan lagi , begitu terus untuk mengasah ketrampilan kita.
Jadi kuasai dulu 1 ilmu baru beranjak ke ilmu yg baru supaya kita punya pijakan
yg kuat.
Saat kita
merasa keteteran, menurut saya itu adalah salah satu indikator ada yg 'salah'
dlm sistem yg kita jalani. Balik lagi lihat peran hidup kita, sudah sesuai
belum prioritas yg kita susun dg peran tsb, bgmn dg manajemen waktu kita,
susunan aktivitas harian dsb.
Apakah itu
berarti kita tdk bisa multitasking? Tentu saja bisa, hanya saja usaha yg harus
dikeluarkan tentu lbh besar ketimbang jika kita fokus pd 1-2 kerjaan.
Ingat rejeki
itu pasti, kemuliaan harus dicari ✅
6⃣
Dinda
Tahapan apa
yg bisa dilakukan oleh seorang bunda yg bekerja di sektor publik tapi tetap
bisa mengawal tumbuh kembang anak2nya dirumah.
Saya bekerja
dari jam 7:30 - 15:30 ditambah dengan 30 menit perjalanan utk pulang pergi dr
rumah ke ktr.
Saya akhir2
ini galau karena jam kerja ditambah 30 menit jd pukul 16:00,, galau karena tdk
bisa membersamai sholat ashar berjamaah๐
6⃣
Saya kembali kutipkan jawaban bu Septi
sbb:
Tahapan bagi
Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan
bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar ketertinggalan di
bunda sayang dan bunda cekatan.
Satu hari 24
jam, bekerja di ranah publik 8-9 jam kerja maka pos waktu berikutnya adalah
mengejar ketertinggalan waktu kualitas bersama anak. Pulang kerja harus
diniatkan untuk mengisi energi baru membersamai anak anak sambut kegirangannya
dengan senyum lebar dan pelukan sehangat mentari, obrolan seharian, dongeng
dsb. Tentunya jika bunda butuh waktu untuk menyiapkan diri (mandi, makan) maka
mintalah waktu pada anak anak untuk itu, kemudian kembali kepada mereka.
Dalam jelang
tidurnya yakni saat dalam kondisi gelombang alfa, maka bisikkan kalimat positif
bahwa bunda mengajak anak anak untuk ikhlas dan berdoa untuk bunda supaya
kualitas kerja bunda baik dan efisien sehingga bisa tepat waktu pulang, berikan
penguatan kita akan bercengkrama lagi selepas bunda di rumah dan saat weekend
adalah saat saat yang amat sangat dinanti.
Semoga
sukses ya Bunda ✅
7⃣Poppy.
Setelah
menjadi member tetap IIP, apakah ada pendampingan rutin dari bu Septi selaku
pendiri?
7⃣
Mb Poppy dan bunda2 semua nanti kalau sdh jadi member, aktif ya di Komunitas
IIP, silakan bisa jadi pengurus
rumbel/kelas minat atau bahkan koordinator kota, sehingga bisa langsung belajar
dg bu Septi ๐ ✅
8⃣
Hilma
Dalam
berproses menjadi ibu profesional, bagaimana kiat agar pandai memanaje emosi
spt rasa jenuh, letih, dsb?
8⃣
Mb Hilma adalah sesuatu yg sangat manusiawi jika kita dilanda kejenuhan dan
emosi saat merasa letih jiwa dan raga. Saya pribadi selalu mencoba mengukur
kapasitas diri saat menerima sebuah aktivitas. Ikhlas tidak menjalaninya?
Sanggup tidak mengawal sampai akhir?
Jika tidak
bisa, saya beranikan diri untuk menolak tawaran tsb.
Saat
kejenuhan datang biasanya saya rehat sejenak, mengerjakan hal2 kecil yg betul2
saya suka. Kadang nitip anak ke suami, saya cuci mata di pasar.
Hal2 kecil
tsb terbukti mampu menjaga kewarasan saya selama ini ๐✅
9⃣Arssy
Sebagai ibu
rumah tangga dgn dua anak balita, saya jg ada bisnis online kecil2an.....
Dlm bisnis
online saya sering merasa blm total.
Pertanyaannya,biasanya
di usia anak brapa thn saya bisa total dlm bisnis?
9⃣
Di usia anak brapa thn bisa total dlm bisnis? ➡ Hanya mb Arssy yg bisa
menjawab hal ini karena visi dan misi msg2 org berbeda satu dg lainnya
Nanti kita
akan bahas lebih mendalam di materi "Menemukan Misi Spesifik Hidup"
1⃣0⃣
Eka Timur
Saya ingin
sekali produktif dirumah (punya usaha dr rumah) tanpa meninggalkan anak
dan urusan rumah tangga. Tp sepertinya
waktu sudah habis utk urusan rumah. Kalau sy fokuskan ke usaha, anak jadi
kurang perhatian. Bagaimana menyikapi hal ini..
1⃣0⃣
Pertanyaannya mirip dg milik mb Azay dan mb Suci, silakan simak jawaban saya di
atas ya ๐
Yang paling
utama mb Eka harus tentukan prioritas, apa yg mau diutamakan: urusan rumah atau
usaha?
Prioritas
ini penting supaya kita bisa fokus sehingga bisa memberikan hasil yg maksimal ✅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Diskusi bebas
๐Syifa
Di bagian pertanyaan dlm indikator
keberhasilan ibu profesional, "apakah suami makin senang dan bangga
melihat cara istri mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam
mendidik anak makin tinggi"
Apa
perbedaannya sikap suami yang memang cuek thdp pendidikan anak di rumah dgn
kita yg blm berhasil di tahap bunda sayang (kalau merujuk ke kalimat tadi)?
jawaban:
▪Mb syifa,
ada suami yg senang terlibat dg pendidikan anak, ada juga yg terliat cuek.
Janganlah hal tsb menghalangi kita untuk bersikap profesional. Karena untuk
merubah sekitar, kita dulu yang harus berubah ๐
๐Jadi
blm tentu berarti kita yg "gagal" dalam tahapan bunda sayang ya bun?
Yg penting
mah action terus, indikator yg itu nomor sekian. Gt bun?
▪Selama kita
yakin bhw kita on the track, lanjut aja terus, indikator itu nanti akan
terlihat sendiri
๐Ulfa:
Berarti usia
2-8 tahun memang masa observasi ya mbak..? Bisa dibilang begitu kah..? Karena
anak saya banyak sekali keinginannya.. ๐๐
Dia suka
art, Suka cookery juga, Semangat LTQ juga, Sekarang malah pengen ikut karate. ๐
Berarti kita
harus upayakan eksplorasi sebanyak banyaknya agar dia menemukan 'passion' nya..
Begitukah..?
Karena
kadang saya bingung.. Kok banyak banget minatnya.. ๐
▪Difasilitasi
aja mba, tugas kita kan cuma menemani ☺
Sambil kita
observasi mana dr sekian banyak aktivitas itu yg bisa bertahan lama
▪ 2-8
dikenalkan dgn banyak aktifitas.. tapi harus memilih maksimal 3 aktifitas yg
disukai anak. Nanti pd akhirnya anak akan bosan dan akan memilih yg paling
disukainya..
๐
"
Tahapan bagi Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda
produktif dan bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar
ketertinggalan di bunda sayang dan bunda cekatan. "
Mhn djlaskan
lbh lanjut dgn paragraf 1 jawaban diatas☝
▪Bagi ibu yg
bekerja di ranah publik, maka profesionalisme di tempat kerja harus terbawa di
rumah, bahkan harus lbh baik
Misal jika
kita tepat waktu di kantor maja harus tepat waktu juga di rumah
Jika di
kantor bisa mengelola bawahan dg baik, maka di rumah juga lbh baik lg mengelola
anak dan art.
_______
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Bunda -
bunda semua terimakasih atas pertanyaan - pertanyaan yg sangat mendalam dan
luar biasa. Saya mengamati beberapa masih ingin belajar banyak ilmu tapi sadar
kalau belum tentu bisa menjalani. Sehingga hal tersebut makin membuat galau.
Jika bunda -
bunda menjalankan dengan sungguh-sungguh tahapan matrikulasi ini, In syaa Allah
akan lebih mudah menemukan “prioritas hidup”.
Jadi terus
stay tune di sini ya, pahami materi yang diberikan satu per satu, kerjakan
NHWnya dengan sungguh- sungguh dan tepat waktu.
Bukan tidak
mungkin bunda akan menemukan kepingan - keping puzzle yg berserakan berubah
menjadi satu gambar utuh di depan mata. Semangat terus, terus semangat..!
Atas nama
tim fasilitator saya pamit mundur semoga jawaban- jawaban yang diberikan bisa
memenuhi harapan bunda semua, mohon maaf atas segala kekurangan
wabillahi taufik wal hidayah
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
--------------------
Host : Dinda
Co-host :
Marie
Notulis :
Poppy
Narasumber :
Diah Soehadi
TantiAkur
Komentar
Posting Komentar