Langsung ke konten utama

Resume Materi dan Tanya Jawab Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga



Resume Materi dan Tanya Jawab
Kulwapp sesi 2,  Selasa, 25 Oktober 2016, Pukul 20.00-21.00
Matrikulasi IIP Depok Batch #2
_________________
๐Ÿ™‹  MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA  ๐Ÿ™‹
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

๐Ÿ€APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

๐Ÿ€APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

๐Ÿ€MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

๐Ÿ€VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.


๐Ÿ€BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

๐Ÿ€APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:

“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

๐Ÿ“š SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
_______
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sesi Tanya Jawab

1 Azay
Menjadi profesional itu sangat erat kaitannya dengan management waktu. Apalagi sebagai seorang ibu yang mempunyai banyak peran, sebagai hamba Allah SWT, sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu, sebagai seorang anak perempuan, sebagai seorang saudara perempuan, sebagai karyawan suatu perusahaan, sebagai anggota masyarakat, dll. Bagaimana contoh management waktu untuk menjadi profesional dengan banyaknya peran tsb diatas?
1 Mb Azay, menurut saya manajemen waktu satu orang dengan yang lain tidaklah sama karena peran hidup masing - masing orang tidak ada yg sama.
Tetapkan dulu peran hidup kita di dunia ini, fokus disitu, setelah itu: 
- Buat prioritas (put first thing first)
- Kerjakan setahap demi setahap
- Jika perlu delegasikan tugas dengan orang lain

2Atika
Sampai saat ini saya belum menemukan cara yang klik untuk mendidik dan mengarahkan anak (usia 6y dan 2.5y)..minat dan bakat anak pun belum terlihat jadi masih menunggu dan mengawasi
Itu gimana ya bu? kadang suka galau sendiri kalo ngeliat anak seusia anak saya sudah kelihatan bakatnya.
Saya jadi merasa Semua terasa mengalir tanpa konsep.
2 Yakinkah mba Atika bahwa 'setiap anak adalah bintang'? Setiap bintang punya cahayanya sendiri.
Apakah kita sudah membantu bintang kecil kita memancarkan sinarnya atau kita justru sibuk memperhatikan bintang- bintang yang lain?
Bagaimana membantu supaya anak- anak kita bersinar? Dengan memberi mereka banyak ragam aktifitas yg menyenangkan buat mereka di usia 2-8 th.
Amati aktifitas apa yang begitu menarik perhatian mereka hingga terus diulang-ulang tanpa perlu kita minta. Begitu mereka Enjoy dengan aktifitas tersebut, maka mereka akan mudah (Easy) mengerjakannya. Beri tantangan supaya muncul ketrampilannya (Excellent).
Jika tahapan ini kita lakukan maka saat memasuki usia 9-14 tahun anak-anak  akan mulai fokus pada 1-3 aktifitas yang benar-benar diminatinya, bukan hal yang mustahil jika di usia ini beberapa diantara mereka bahkan sudah menghasilkan (Earn) baik prestasi maupun materi

3 Tria
Saya ingin menanyakan. Apakah utk hal aktualisasi diri (seperti aktif di suatu organisasi, atau bekerja spt perawat, dokter, konselor), serta untuk manajemen waktunya akan kita dalami di tahapan 'bunda produktif'? Jika tidak, kira- kira masuk di tahapan yang mana?
3 Saya kutipkan jawaban dr bu Septi sbb:
"Di komunitas Ibu Profesional ini semuanya adalah IBU BEKERJA, baik bekerja di ranah domestik maupun ranah publik. Keduanya butuh profesionalitas. Sehingga harus mengikuti pijakan-pijakan yang ada.
Ibu yang memilih bekerja di ranah domestik harus menguatkan bunda sayang dan bunda cekatannya sebagai pijakan masuk ke ranah publik dengan dasar ilmu bunda produktif dan bunda shalehah.
Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar ketertinggalan di bunda sayang dan bunda cekatan"
Manajemen waktunya akan kita dalami di tahap mana? Ya di tahap yang kita sedang jalani saat ini

4 Maria Susanti
Bagaimana cara kita meningkatkan kualitas untuk menjadi ibu pendidik terhadap anak-anak kita bu sedangkan di sisi lain anak-anak lebih cenderung buat mendengar serta belajar dan diajar sama guru di sekolah maupun di tempat ngaji atau  pun tempat les nya dan apa saja kiat2nya?
4 Perkuat pijakan di tahapan Bunda Sayang mb Maria, saya pun sedang menata diri di situ ๐Ÿ˜Š
Di sana banyak materi-materi yang bisa membantu kita supaya dekat lahir batin dengan anak.
Jika melihat kondisi mba Maria bisa jadi “komunikasi ke anak” belum clear. Maka perkuat materi komunikasi produktif.
Mulailah ngobrol/curhat dengan anak, pelajari apa yang sedang mereka minati saat ini, supaya nyambung obrolannya. Coba menangkan hatinya dulu.
Yang penting jangan pernah berhenti mengaplikasikan sebisa yang kita mampu. Teruslah berjalan, karena tugas kita hanya ikhtiar, hasil itu hak Allah. Pastikan apa yang mb Maria jalankan sudah di jalur yg benar. Bismillah ya ๐Ÿ™๐Ÿผ

5Suci
Apakah 4 tahapan menjadi ibu professional itu bisa dijalankan secara bersamaan? Misal ingin jadi bunda produktif melalui jualan online sambil tetap menjadi bunda sayang yg memperhatikan pendidikan anak2. Bagaimana kiat2nya. Ataukah kita harus menguasai satu tahapan dulu baru melangkah ke berikutnya?
Saat Ini saya ibu rumah tangga dengan dua anak, satu balita sangat aktif dan satu masih bayi. Saya jg nyambi punya usaha onlen dan Offline (ada toko, setiap hari saya ke sana). Tp sering sy merasa keteteran. Jg kadang merasa bersalah sama anak krn merasa kurang optimal membersamai mereka. Kadang berpikir utk menutup usaha dan kembali dulu ke rumah sepenuhnya baru setelah anak2 beranjak besar mulai aktualisasi diri lg. Tp mentor sy bilang sayang karena bisnis sy udah cukup dikenal namanya. Jd saya dilema..
Ingin jd bunda produktif yg juga tetap optimal menjalankan peran lainnya.
5 Mb Suci, salah satu prinsip IIP dlm menimba ilmu adalah setahap demi setahap (one bite at the time), sedikit kita terima langsung praktekkan, dapat lagi tambahan ilmu, praktekkan lagi , begitu terus untuk mengasah ketrampilan kita. Jadi kuasai dulu 1 ilmu baru beranjak ke ilmu yg baru supaya kita punya pijakan yg kuat.
Saat kita merasa keteteran, menurut saya itu adalah salah satu indikator ada yg 'salah' dlm sistem yg kita jalani. Balik lagi lihat peran hidup kita, sudah sesuai belum prioritas yg kita susun dg peran tsb, bgmn dg manajemen waktu kita, susunan aktivitas harian dsb.
Apakah itu berarti kita tdk bisa multitasking? Tentu saja bisa, hanya saja usaha yg harus dikeluarkan tentu lbh besar ketimbang jika kita fokus pd 1-2 kerjaan.
Ingat rejeki itu pasti, kemuliaan harus dicari

6 Dinda
Tahapan apa yg bisa dilakukan oleh seorang bunda yg bekerja di sektor publik tapi tetap bisa mengawal tumbuh kembang anak2nya dirumah.
Saya bekerja dari jam 7:30 - 15:30 ditambah dengan 30 menit perjalanan utk pulang pergi dr rumah ke ktr.
Saya akhir2 ini galau karena jam kerja ditambah 30 menit jd pukul 16:00,, galau karena tdk bisa membersamai sholat ashar berjamaah๐Ÿ˜ž
6 Saya kembali kutipkan jawaban bu Septi  sbb:
Tahapan bagi Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar ketertinggalan di bunda sayang dan bunda cekatan.
Satu hari 24 jam, bekerja di ranah publik 8-9 jam kerja maka pos waktu berikutnya adalah mengejar ketertinggalan waktu kualitas bersama anak. Pulang kerja harus diniatkan untuk mengisi energi baru membersamai anak anak sambut kegirangannya dengan senyum lebar dan pelukan sehangat mentari, obrolan seharian, dongeng dsb. Tentunya jika bunda butuh waktu untuk menyiapkan diri (mandi, makan) maka mintalah waktu pada anak anak untuk itu, kemudian kembali kepada mereka.
Dalam jelang tidurnya yakni saat dalam kondisi gelombang alfa, maka bisikkan kalimat positif bahwa bunda mengajak anak anak untuk ikhlas dan berdoa untuk bunda supaya kualitas kerja bunda baik dan efisien sehingga bisa tepat waktu pulang, berikan penguatan kita akan bercengkrama lagi selepas bunda di rumah dan saat weekend adalah saat saat yang amat sangat dinanti.
Semoga sukses ya Bunda

7Poppy.
Setelah menjadi member tetap IIP, apakah ada pendampingan rutin dari bu Septi selaku pendiri?
7 Mb Poppy dan bunda2 semua nanti kalau sdh jadi member, aktif ya di Komunitas IIP,  silakan bisa jadi pengurus rumbel/kelas minat atau bahkan koordinator kota, sehingga bisa langsung belajar dg bu Septi ๐Ÿ˜Š

8 Hilma
Dalam berproses menjadi ibu profesional, bagaimana kiat agar pandai memanaje emosi spt rasa jenuh, letih, dsb?
8 Mb Hilma adalah sesuatu yg sangat manusiawi jika kita dilanda kejenuhan dan emosi saat merasa letih jiwa dan raga. Saya pribadi selalu mencoba mengukur kapasitas diri saat menerima sebuah aktivitas. Ikhlas tidak menjalaninya? Sanggup tidak mengawal sampai akhir?
Jika tidak bisa, saya beranikan diri untuk menolak tawaran tsb.

Saat kejenuhan datang biasanya saya rehat sejenak, mengerjakan hal2 kecil yg betul2 saya suka. Kadang nitip anak ke suami, saya cuci mata di pasar.
Hal2 kecil tsb terbukti mampu menjaga kewarasan saya selama ini ๐Ÿ˜✅

9Arssy
Sebagai ibu rumah tangga dgn dua anak balita, saya jg ada bisnis online kecil2an.....
Dlm bisnis online saya sering merasa blm total.
Pertanyaannya,biasanya di usia anak brapa thn saya bisa total dlm bisnis?
9 Di usia anak brapa thn bisa total dlm bisnis? Hanya mb Arssy yg bisa menjawab hal ini karena visi dan misi msg2 org berbeda satu dg lainnya
Nanti kita akan bahas lebih mendalam di materi "Menemukan Misi Spesifik Hidup"

10 Eka Timur
Saya ingin sekali produktif dirumah (punya usaha dr rumah) tanpa meninggalkan anak dan  urusan rumah tangga. Tp sepertinya waktu sudah habis utk urusan rumah. Kalau sy fokuskan ke usaha, anak jadi kurang perhatian. Bagaimana menyikapi hal ini..
10 Pertanyaannya mirip dg milik mb Azay dan mb Suci, silakan simak jawaban saya di atas ya ๐Ÿ˜Š
Yang paling utama mb Eka harus tentukan prioritas, apa yg mau diutamakan: urusan rumah atau usaha?
Prioritas ini penting supaya kita bisa fokus sehingga bisa memberikan hasil yg maksimal
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Diskusi bebas
๐Ÿ”‰Syifa
 Di bagian pertanyaan dlm indikator keberhasilan ibu profesional, "apakah suami makin senang dan bangga melihat cara istri mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam mendidik anak makin tinggi"
Apa perbedaannya sikap suami yang memang cuek thdp pendidikan anak di rumah dgn kita yg blm berhasil di tahap bunda sayang (kalau merujuk ke kalimat tadi)?
jawaban:
▪Mb syifa, ada suami yg senang terlibat dg pendidikan anak, ada juga yg terliat cuek. Janganlah hal tsb menghalangi kita untuk bersikap profesional. Karena untuk merubah sekitar, kita dulu yang harus berubah ๐Ÿ˜Š
๐Ÿ”‰Jadi blm tentu berarti kita yg "gagal" dalam tahapan bunda sayang ya bun?
Yg penting mah action terus, indikator yg itu nomor sekian. Gt bun?
▪Selama kita yakin bhw kita on the track, lanjut aja terus, indikator itu nanti akan terlihat sendiri

๐Ÿ”‰Ulfa:
Berarti usia 2-8 tahun memang masa observasi ya mbak..? Bisa dibilang begitu kah..? Karena anak saya banyak sekali keinginannya..  ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ
Dia suka art, Suka cookery juga, Semangat LTQ juga, Sekarang malah pengen ikut karate. ๐Ÿ™ˆ
Berarti kita harus upayakan eksplorasi sebanyak banyaknya agar dia menemukan 'passion' nya..
Begitukah..?
Karena kadang saya bingung.. Kok banyak banget minatnya.. ๐Ÿ™ˆ
▪Difasilitasi aja mba, tugas kita kan cuma menemani
Sambil kita observasi mana dr sekian banyak aktivitas itu yg bisa bertahan lama
▪ 2-8 dikenalkan dgn banyak aktifitas.. tapi harus memilih maksimal 3 aktifitas yg disukai anak. Nanti pd akhirnya anak akan bosan dan akan memilih yg paling disukainya..

๐Ÿ”‰
" Tahapan bagi Ibu yang memilih bekerja di ranah publik, harus menguatkan bunda produktif dan bunda shaleha dengan benar, agar bisa dengan cepat mengejar ketertinggalan di bunda sayang dan bunda cekatan. "
Mhn djlaskan lbh lanjut dgn paragraf 1 jawaban diatas
▪Bagi ibu yg bekerja di ranah publik, maka profesionalisme di tempat kerja harus terbawa di rumah, bahkan harus lbh baik
Misal jika kita tepat waktu di kantor maja harus tepat waktu juga di rumah
Jika di kantor bisa mengelola bawahan dg baik, maka di rumah juga lbh baik lg mengelola anak dan art.
_______
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Bunda - bunda semua terimakasih atas pertanyaan - pertanyaan yg sangat mendalam dan luar biasa. Saya mengamati beberapa masih ingin belajar banyak ilmu tapi sadar kalau belum tentu bisa menjalani. Sehingga hal tersebut makin membuat galau.
Jika bunda - bunda menjalankan dengan sungguh-sungguh tahapan matrikulasi ini, In syaa Allah akan lebih mudah menemukan “prioritas hidup”.
Jadi terus stay tune di sini ya, pahami materi yang diberikan satu per satu, kerjakan NHWnya dengan sungguh- sungguh dan tepat waktu.
Bukan tidak mungkin bunda akan menemukan kepingan - keping puzzle yg berserakan berubah menjadi satu gambar utuh di depan mata. Semangat terus, terus semangat..!
Atas nama tim fasilitator saya pamit mundur semoga jawaban- jawaban yang diberikan bisa memenuhi harapan bunda semua, mohon maaf atas segala kekurangan

wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

--------------------
Host : Dinda
Co-host : Marie
Notulis : Poppy
Narasumber : Diah Soehadi                       



TantiAkur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...