Langsung ke konten utama

ASYIKNYA BERSAMA - SAMA DALAM ACARA WISUDA MATRIKULASI BATCH #2 INSTITUT IBU PROFESIONAL DEPOK

Pengumuman acara wisuda sudah dilakukan jauh – jauh hari diharapakan semua peserta yang lulus matrikulasi batch #2 sebanyak 63 peserta bisa hadir, tetapi namanya rencana tidak 100 % terlaksana.  Peserta wisuda yang hadir 29 orang
Alhamdulillah  dengan izin Allah saya berkesempatan bisa menghadiri acara wisuda matrikulasi batch #2 pada sabtu, 25 Februari 2017 yang bertempat di Rumah Makan Bu Tjondro jalan Sersan Aning Depok. Saya hanya berangkat bersama 2 soliha cantik karena suami ada acara  seminar di UI.  Untuk menuju lokasi kami naik angkot yang sebelumnya dari gang rumah sampai jalan raya ikut nebeng suami : ). Alhamdulillah semua dimudahkan, angkot langsung ada dan kami naik menuju lokasi. Sampai di lokasi jam 08.00 di sana sudah ada panitia yang sedang menyiapkan segala keperluan diantaranya goodie bag, backdrop dan sound system. Eh ternyata saya menjadi peserta yang datang lebih awal, dan alhamdulillah mendapatkan doorprize mukena cantik. 
Acara ini bertajuk “ Berbagi dan melayani” sehingga tidak hanya peserta wisuda saja yang hadir tetapi dihadiri oleh 22 anak yatim, 7 orang pendamping dari Yayasan Yatim Daarul Ma’wa, keluarga dari peserta wisuda, 3 orang fasil dan 2 pengurus kota.
Pukul 09.00 tepat acara dibuka oleh MC yang kece, keren dan komunikatif yaitu mba Fitriana Hatta. Untuk menyatukan rasa, menyamakan persepsi, menyamakan semangat acara ini di buka dengan yel-yel khas IIP. Mba Fitria mengandeng ketua panitia kita yaitu mba Zy Fauziyah untuk ber yel-yel. Check sound... begitulah mba fitria mengawalinya, di jawab dengan mba zy hu ha! Sampai selesai yel-yel. Dan kami peserta mengikutinya. Wah terasa beda, ada semangat yang mengelora.
Inilah yel- yel khas IIP
Check sound... hu ha !
What’s the problem ? no problem!
What’s the challenge... cancel, cancel go away!
Ibu Profesional.... huuuuu yeesss!
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia sekaligus doa pembuka agar acara berjalan dengan lancar. Kini tibalah penampilan dari anak-anak yatim Daarul Ma’wa, ada yang berpuisi ada yang tahfidz qur’an. Anak-anak putra dan putri bersemangat dalam melafalkan Al-qur’an mulai dari surat-surat pendek juz 30, kemudian perwakilan membawakan surat An Naba’ dan ditutup dengan surat Ar-Rahman.
Ketika penampilan puisi berjudul “Ayah”, hati saya tersentuh, melelehlah air mata saya, menundukkan kepala dan sesekali mengelap air mata, tak kuasa menatap anak-anak yatim itu, Ya Allah berilah kami rasa lemah lembut dan senantiasa bisa dan mampu menafkahkan rizki di jalanMU, menyayangi anak - anak yatim.
Ayah..
aku kangen ayah..
Teringat saat ayah gendong..
Teringat saat ayah ajak aku jalan-jalan..
Teringat saat ayah memelukku..
Ayah..
Jika ayah masih hidup..
Pasti ayah akan bangga karena aku dapat memenuhi harapanmu..
Ayah..
Disini aku selalu menangis mengingatmu..
Aku rindu bermain dengan ayah..
Aku ingin merasakan sekali lagi pelukan ayah..
Tapi itu tak akan mungkin..
Karena kata ibu, ayah tak akan pernah kembali lagi..
Semoga ayah tenang di alam sana.
Suasana hening, kami tersentuh dengan puisi tersebut  hingga MC meminta pewakilan pendamping  Yayasan Yatim Daarul Ma’wa untuk berbagi menceritakan kegiatan dan sumber dana yang diperoleh untuk kegiatan tersebut.
Dongeng ternyata tidak hanya disukai oleh anak-anak, Ibu-ibupun menyukainya. Dalam acara ini salah satu rangkaian acaranya adalah sesi dogeng yang dibawakan oleh Kak Sidik. Semua penuh dengan antusis menyimak dogeng yang dibawakan oleh kak Sidik yang berjudul “ Burung bersayap satu”.  Agar anak-anak berkonsentrasi kak Sidik mengajak untuk merapatkan barisan, isi shof yang depan dilanjutkan games pegang anggota tubuh, pegang hidug, pegang kepala, pegang perut, diulang dan sesekali kak sidiq pegang perut tetapi kak sidik pegang kepala, ada anak yang konsentrasi tetap pegang perut dan ada yang mengikuti pegang kepala, suara tertawa dari anak-anak menambah kemeriahan acara ini.
Cerita “ Burung Bersayap Satu” disebuah sarang ada induk burung yang sedang mengerami telurnya. Ada 3 telur yang dieraminya, setelah sampai waktunya menetaslah ke 3 telur tersebut yang oleh pasangan burung tersebut diberi nama pipit, pepet dan popot.  Anak-anak burung  diperankan oleh 3 anak, salah satunya adalah aisyah, aisy berperan sebagai  pepet.  Ayah burung melatih anak-anak nya untuk terbang. Pipit diajak untuk mengepakkan sayapnya dan 2 sayapnya bisa digerakkan, begitu juga dengan pepet, 2 sayapnya dapat digerakkan dengan sempurna. Tiba giliran popot untuk belajar mengepakkan sayapnya, ayo kita gerakkan sayapnya ya, ajak ayah burung, tetapi selalu saja sayap bagian kiri tidak bisa di kepakkan. Popot mulai sedih dan menangis, ayahnya tak kuasa melihat kondisi anaknya, dipanggillah si ibu, dengan ceria si ibu membisikkan kata-kata kepada si popot, tenang ibu akan mengajarkan sesuatu kepada mu, kita belajar bernyanyi hingga popot ahli dalam bidang menyanyi.
Hikmah dari kejadian tersebut adalah tidak ada yang sia-sia di dunia ini, setiap kali Allah menciptakan makhlukNya sudah sepaket dilengkapi dengan kelebihannya, maka tugas orangtaulah  membersamai dan mengantarkan anak-anak menemukan passionnya.
 Aisy berperan sebagai pepet.
 Apresiasi keberanian tampil di depan

Sesi  mendongeng telah usai, kini tiba acara inti yaitu sesi wisuda dengan dibagikannya ID Card kepada seluruh peserta Matrikulasi batch #2 yang sudah lulus yang telah teruji komitmen dan konsistensinya.



     

Semua peserta berbahagia telah menerima ID Card dilanjutkan Aliran Rasa yang disampaikan oleh beberapa perwakilan peserta, baik dari ibu yang bekerja diranah domestik maupun ibu bekerja diranah publik. Ada yang menyampaikannya dengan mata berkaca-kaca katanya, "setelah mengikuti kelas Matrikulasi saya lebih sabar menghadapi anak-anak saya". Ada yang bilang, "saya jadi lebih 'terang' dalam menjalankan semua peran saya sebagai istri dan ibu", ada juga yang berkata bahwa "dulu saya minder menjadi seorang ibu rumah tangga tapi setelah mengikuti kelas Matrikulasi IIP, sekarang lebih bangga menjadi ibu profesional."
Alhamdulillah saya ikut berpartisipasi dalam aliran rasa dan inilah apresiasi dari panitia
Setelah sesi Aliran Rasa dari wisudawati, ramah tamah sambil menyantap makan siang pun berlangsung akrab dan terasa sekali kekeluargaannya. kami saling mengobrol mengingat-ingat, menanyakan tinggal dimana, dan oh ternyata mba ini yang ini ya, jadi tambah akrab dengan bertemu langsung. Anak-anak pun antusias memainkan bublegiant dari mbah Diah. “ayo mas ditiup, kakak berbagi ya, gantian dengan yang lain” pesan dari salah satu orangtua kepada ananda.
Doorprize yang melimpah dari para donatur diantaranya : buku parenting, hijab, mukena, gamis, tas, dompet, kaos kaki, mug, kalender bahkan voucer DP umroh senilai 1 juta di bagikan oleh MC dengan kategori datang paling awal, peserta yang membawa anak dengan usia yang termuda, peserta yang membawa anak dengan jumlah paling banyak, peserta yang maju kedepan mengalirkan rasa, ketua kelas Matrikulasi, peserta yang menjadi kordi mingguan sewaktu dikelas matrikulasi, nama belakang founder  IIP. Alhamdulillah hadiah yang berkah dan melimpah apresiasi untuk  tim Fasil dengan memberikan hadiah kepada mereka.


 Hadiah berkah melimpah, lagi dan lagi kategori menjawab nama belakang founder 

Sebelum acara ditutup, ketua panitia memperkenalkan susunan kepengurusan IIP Depok yang baru, masa kerja 2 tahun dimulai Januari 2017 – Januari 2019. Koordinator Kota adalah mba Farida Ariyani, Online manager yaitu mba Nidia Rosyiana, Financial Manager yaitu mba Diah Soehadi, dan Offline manager yaitu mba Zy Fauziah.  kemudian juga diperkenalkan para kordinator Kelas Minat (KAMI), admin grup, admin sosmed, dan bidang-bidang lainnya di dalam kepengurusan. Misi kepengengurusan yang dikomadoi oleh mba Farida kali ini tagline nya adalah "Emak Go Online" diharapkan dengan teknologi canggih yang ada sekarang, ibu-ibu bisa memaksimalkan peran dan kemampuannya dengan menggunakan gadget untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai positif bahkan menghasilkan uang.
foto pengurus IIP Depok, nah 3 dari kanan ini tim fasil matrik kami ( Mba zy, Mba Diah dan mba Nia


Sesi foto bersamapun dimulai, berasa kurang kalau tidak ada foto- foto : )
#institutibuprofesional
#iipdepok
#wisudamatrikulasibatch#2iipdepok
#berbagidanmelayani



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...