🎈Guest Star bulan Februari🎈
3⃣ Bunda Resti
"Bagaimana cara menciptakan komunikasi efektif utk yg anggota keluarganya punya mobilitas tinggi?
Tips mengatur pengerjaan HNW secara disiplin?
Nama :
Maya Faroka
Asal :
Aceh
Hari & Tanggal : Senin, 28 Februari 2017
pukul : 20.00-20.49
Host & Notulis : Refi Yulita
Alhamdulillah, kelas Bunda Sayang
Depok kedatangan tamu spesial dari Aceh 💓💓💓 Bunda Maya💓💓💓
Berikut aliran rasa Komunikasi Produktif yang disampaikan oleh
beliau..
Terima kasih untuk tantangan ke 2
kali ini, karenanya saya bisa memaksa diri untuk membuat mindmap sederhana,
sebuah rangkuman singkat, tentang materi komunikasi produktif di kelas bunda
sayang yang telah diberikan…
Alhamdulillah kami sudah sering
membuat forum keluarga “informal” sehingga saat tugas pertama, saya lebih fokus
dengan menumbuhkan semangat menulis (sudah lama sekali tidak menulis) daripada
materi tugas itu sendiri . Tugas pertama belum membuat saya terlalu dalam
menganalisa kesalahan-kesalahan komunikasi apa yang saya lakukan saat berdialog
dengan suami, anak, maupun orang lain.
Namun saya “terselamatkan” dengan adanya tugas kedua ini. Dengan membuat bagan di atas, saya bisa mengingat poin-poinnya saat terjadi komunikasi yang kurang efektif, baik dengan diri sendiri, suami, anak, maupun keluarga. Karena sayalah yang bertanggung jawab atas output komunikasi yang terjadi. *I am responsible for my communication result*
Saat saya merasa kurang bersemangat atau terpuruk, saya mengingat apakah ada bahasa batin saya yang masih negatif sehingga saya hanya stag dan tidak bergerak mencari solusi permasalahan saya.
Saat saya berkomunikasi dengan suami dan feedback yang saya harapkan malah terjadi sebaliknya, saya ingat-ingat kembali apakah kalimat-kalimat saya yang kurang jelas, apakah cara penyampaian saya yang salah, apakah disaat waktu yang tidak tepat, atau persoalan FoE dan FoR kami yang tidak sama
Saat saya berkomunikasi dengan anak yang memang bahasa mereka unik, berbeda dengan kita yang dewasa ini, ilmu komunikasi dituntut lebih baik lagi, belajar dan belajar lagi dengan setidaknya berpegang pada poin-poin di atas.
Banyak manfaat yang saya dapatkan dari rangkaian materi dan tugas kali ini, terutama menyadarkan saya bahwa pembawa informasilah (sayalah) yang bertanggung jawab atas hasil dari komunikasi yang terjadi. Saat terjadi komunikasi yang kurang efektif saya tidak merta langsung marah-marah atau menyalahkan orang lain, tapi mengevaluasi apakah ada poin-poin di atas yang terlewatkan.
Terimakasih sekali lagi IIP dan para fasilitator :)
Namun saya “terselamatkan” dengan adanya tugas kedua ini. Dengan membuat bagan di atas, saya bisa mengingat poin-poinnya saat terjadi komunikasi yang kurang efektif, baik dengan diri sendiri, suami, anak, maupun keluarga. Karena sayalah yang bertanggung jawab atas output komunikasi yang terjadi. *I am responsible for my communication result*
Saat saya merasa kurang bersemangat atau terpuruk, saya mengingat apakah ada bahasa batin saya yang masih negatif sehingga saya hanya stag dan tidak bergerak mencari solusi permasalahan saya.
Saat saya berkomunikasi dengan suami dan feedback yang saya harapkan malah terjadi sebaliknya, saya ingat-ingat kembali apakah kalimat-kalimat saya yang kurang jelas, apakah cara penyampaian saya yang salah, apakah disaat waktu yang tidak tepat, atau persoalan FoE dan FoR kami yang tidak sama
Saat saya berkomunikasi dengan anak yang memang bahasa mereka unik, berbeda dengan kita yang dewasa ini, ilmu komunikasi dituntut lebih baik lagi, belajar dan belajar lagi dengan setidaknya berpegang pada poin-poin di atas.
Banyak manfaat yang saya dapatkan dari rangkaian materi dan tugas kali ini, terutama menyadarkan saya bahwa pembawa informasilah (sayalah) yang bertanggung jawab atas hasil dari komunikasi yang terjadi. Saat terjadi komunikasi yang kurang efektif saya tidak merta langsung marah-marah atau menyalahkan orang lain, tapi mengevaluasi apakah ada poin-poin di atas yang terlewatkan.
Terimakasih sekali lagi IIP dan para fasilitator :)
_____________________________
Host: IIP memang membuat hidup kita lebih
tercerahkan, lebih rapih dan lebih bervariasi yah bunda
😚___________________________
Seputar tanya-jawab
1⃣ Bunda Ika
Bisakah bunda berbagi bagaimana cara awal melatih kemandirian anak? Anak saya yang paling besar (7 tahun) jika dilatih kemandiriannya akan mengomel, mengeluh, marah-marah, dan akhirnya menangis. Saya jadi bingung harus memulai dari mana.
Bisakah bunda berbagi bagaimana cara awal melatih kemandirian anak? Anak saya yang paling besar (7 tahun) jika dilatih kemandiriannya akan mengomel, mengeluh, marah-marah, dan akhirnya menangis. Saya jadi bingung harus memulai dari mana.
Jawab:
Hai bun Ika salam kenal
Berhubung anak saya paling besar masih usia 3 tahun , saya berbagi tentang apa yang saya ketahui saja ya bun 🙏
Di Tema kemandirian ini saya akan membuat Papan bintang. Saya rasa insyaAllah bisa juga diterapkan di anak usia 7tahun
Berhubung anak saya paling besar masih usia 3 tahun , saya berbagi tentang apa yang saya ketahui saja ya bun 🙏
Di Tema kemandirian ini saya akan membuat Papan bintang. Saya rasa insyaAllah bisa juga diterapkan di anak usia 7tahun
1⃣ Papan bintang yang berisi bintang2 kecil yang akan ditempel.
2⃣ "Papan" berisi gambar kemandirian apa yang ia capai ..
Jadi bisa dilepas pasang, kalau dia uda mandiri , bisa dilepas Pict nya pindah ke poster 1 nya .. jadi saat dia mogok ga buru2 marah, kita ingetin melalui poster 1 nya, ini lo kk soleh pinter ud mandiri dalam hal.
2⃣ "Papan" berisi gambar kemandirian apa yang ia capai ..
Jadi bisa dilepas pasang, kalau dia uda mandiri , bisa dilepas Pict nya pindah ke poster 1 nya .. jadi saat dia mogok ga buru2 marah, kita ingetin melalui poster 1 nya, ini lo kk soleh pinter ud mandiri dalam hal.
Bukan dengan kata2 perintah tapi
melalui challenge insyaallah sangat membantu
Menurut ibu septi kebiasaan itu terjadi setelah 3bulan latihan. Maka konsisten
melatih 3bulan untuk beberapa Jenis kemandirian menurut saya lebih efektif dibandingkan
dengan rentetan checklist indikator kemandirian anak ✅
2⃣ Bunda Nana
Dalam KomProd kemarin, bagaimana Mba menjaga *kestabilan emosi ketika dalam proses* menjalankannya? Apalagi dalam KomProd kepada anak-anak.
Dalam KomProd kemarin, bagaimana Mba menjaga *kestabilan emosi ketika dalam proses* menjalankannya? Apalagi dalam KomProd kepada anak-anak.
Jawab:
Aslmkm bunda Nana
Kalau saya
1⃣ Harus kenyang 😁
2⃣ Pekerjaan rumah harus sudah selesai Di jam nya
InsyaAllah saat to do list harian saya selesai pada jam2nya, lebih terjaga emosi saya menjaga anak.
Kalau saya
1⃣ Harus kenyang 😁
2⃣ Pekerjaan rumah harus sudah selesai Di jam nya
InsyaAllah saat to do list harian saya selesai pada jam2nya, lebih terjaga emosi saya menjaga anak.
Coba bunda disini siapa yg dalam
keadaan lapar masih bisa "waras" ?😂🙈. Sederhana tapi just try it . Kalau ud
kenyang & pekerjaan2 selesai .. Aman tentram
3⃣ Bunda Resti
"Bagaimana cara menciptakan komunikasi efektif utk yg anggota keluarganya punya mobilitas tinggi?
Tips mengatur pengerjaan HNW secara disiplin?
Jawab:
Mohon maaf bisa dijabarkan mobilitas
tingginy dalam hal?
Jika sesuai dengan yg saya pikirkan
Setiap hari harus ada komunikasi. Ntah telp, ntah pillow talk. Ntah video call, dan sejenis
Untuk pertanyaan ke 2
Kembali ke management waktu .
1. Saat tau deadline tugas tanggal X ,kita harus punya deadline sendiri beberapa hari sebelum tanggal X . Challenge ini kan range waktunya agak lama ya.
2. Membuat list ,misal komprod kemaren beberapa forum yg "direncanakan" secara khusus
3. Mencatat headline forum yg telah dilakukan jika belum sempat ada waktu menulis
✅
Jika sesuai dengan yg saya pikirkan
Setiap hari harus ada komunikasi. Ntah telp, ntah pillow talk. Ntah video call, dan sejenis
Untuk pertanyaan ke 2
Kembali ke management waktu .
1. Saat tau deadline tugas tanggal X ,kita harus punya deadline sendiri beberapa hari sebelum tanggal X . Challenge ini kan range waktunya agak lama ya.
2. Membuat list ,misal komprod kemaren beberapa forum yg "direncanakan" secara khusus
3. Mencatat headline forum yg telah dilakukan jika belum sempat ada waktu menulis
✅



Komentar
Posting Komentar