Langsung ke konten utama

"30 Menit Lebih Dekat" Tangerang - Tangsel Resume tanya jawab oleh peserta matrikulasi batch#2 IIP Tangsel dengan Ibu Septi Peni Wulandani Kamis, 10 November 2016 Pukul 20.30 - 21.30 Peresume : Natalia Intan Pratiwi

1. Assalamu'alaikum bunda Septi,
Umur sy 43 th, tp sy merasa tdk punya kelebihan apa2 yg mjd misi khusus hidup saya. Sy cuma bisa jd ibu biasa saja. Bgmn menetapkan milestone saya? Cita2 sy ingin mengantarkan anak2 jd manusiayg mulia dunia akherat

▶▶ Bunda Natalia, Allah sdh menginstallkan semua kelebihan yg bisa kita gunakan senjata unt hidup ini dalam menjalankan peran hidup. Hanya saja selama ini kita tidak fokus. Rasanya semua ingin dipelajari. Unt mengantarkan anak mulia dunia akherat, pasti orangtuanya diberikan sisi unik dan ilmu unt kesana.

Mulai sekarang silakan bunda lihat apa aktivitas yg selama ini bunda suka dan bisa. Kemudian praktekkan terus menerus✅

2. Assalamualaikum ibu septi, bagaimana bisa fokus dan terus fokus dengan apa yang sudah jadi visi dan misi kita untuk lebih baik karena dalam perjalanan sering kali bnyak krikil dan batu besar nya? Trimakasih

▶▶ Wa'alaykumsalam mbak pipit, untuk fokus itu harus dimulai dg cinta, kemudian di manage setahap demi setahap unt menekuninya. Kalau ada godaan dari luar katakan "menarik tapi tidak tertarik"✅

3. Ati_Ciputat.
Tanya ibu..
#Dalam menetapkan 0KM, setelah mengikuti diskusi dgn teman2 di grup ini saya sampai pada kesimpulan awal bahwa :

1.0 KM Adalah sebuah "titik balik" kita.dimana disitulah kita merasakan mulai "jadi seseorang".
2.0 KM Adalah titik awal kita memulai kita ingin jadi apa kedepan nya.
# kedua hal diatas memiliki makna yang berbeda dalam memaknai" sejarah " hidup kita atas apa yg pernah kita lalui..
dengan pemahaman yg pertama, kita akan berfikir bahwa kita telah salah jalan dgn pengalaman2 yg sebelumnya...bukan yang memaknai "everything happens for something"..
Sedangkan pada pemahaman yg kedua, kita seperti memulai sejarah baru untuk hidup kita kedepan...
Mohon penjelasan nya ibu..

▶▶ Mbak Ati, KM 0, bisa jadi dua-duanya, bergantung pengalaman hidup kita masing-masing.

Bagi kita yg sudah mengalami jatuh bangun dalam menemukan peran hidup ini, maka KM 0 menjadi titik balik dimana kita mulai menemukan peran kita seaungguhnya
Bagi yg selama ini menganggap biasa-biasa saja perjalanan hidupnya, bisa jadi KM O ini adalah titik awal proses menemukan diri.
Keduanya boleh dan sah, yg tidak boleh adalah tdk sgr menentukan KM 0 nya ๐Ÿ˜ฌ✅


4. Nani_Tangsel

Saya ingin bertanya, bagaimana prosesnya hingga Bu Septi bisa seperti sekarang?
Bagaimana menetapkan milestone seperti di NHW#4 yg akan kami kerjakan?
Faktor apa yang paling mendukung, siapa aktor yg paling berperan?
Hambatan terberat apa yg pernah dialami? Bagaimana cara mengatasinya?

▶▶ Banyak faktor yg memicu mbak, salah satunya yg paling besar adalah anak-anak dan suami. Saya memulai perenungan seperti yg saya sampaikan di NHW sebelumnya. Setelah proses IQRA' akhirnya saya putuskan saya tidak bisa diam seperti ini saja

For Thing to CHANGE, I must CHANGE first

Kendala terbesar saat itu, saya sendiri, tidak ada teman yg saling mendukung, apalagi komunitas.

Dari situlah saya berprinsip, bukan saya saja yg punya permasalahan ttg ibu rumah tangga. Kalau saya bisa menyelesaikan tantangan hidup saya, semoga hal ini juga bisa jadi solusi bagi ibu yg lain. ✅

5. Rei_bsd.
Tanya ibu..
#Pertnyaan saya hampir sama dgn bu Ati_Ciputat.. tambahan di sini, dgn usia yang telah 35 an, saya merasa utk bisa memulai milestone rasanya kok agak sedikit terkendala.. rasanya sdh tertimbun dgn keadaan dan kondisi yg ada. Terlebih jika team yg ada rasanya sulit untuk bisa berbaur. Bagaimana saya mengkondisikan keadaan ini dgn harapan milestone bisa tercapai. Terima kasih

▶▶Bunda Rei, urusannya bukan dengan orang lain, melainkan dengan diri kita sendiri. Prof sanders baru menemukan dirinya di usia 60 th, dan bisa. Abah Rama, penemu tools talents mapping baru menemukan dirinya di usia 59 th. Dan beliau bisa juga. Artinya jangan jadikan kendala yg ada di depan mata kita sebagai permakluman, hadapi..
There is NO Problem, CHALLENGE
Semangat ya bun✅

6. Nurlaela_ciputat
Assalaamu'alaykum bunda septi..
#tanya...
Sy ibu dr 5 org anak dan umur saya 36 th dan sampai sekarang saya belum menemukan apa passion saya sebenarnya dan tentunya akan menemukan misi spesifik hidup. Mohon penjelasannya

▶▶Mulai kerjakan apa yang bunda SUKA dan BISA. Latih terus sampai berbinar....✅


7. Selviana-Cipondoh, Tangerang

1.Pertanyaan saya menyambung pertanyaan sebelumnya yg disampaikan oleh mbak kurmiyati mengenai 0KM...

Kalau saya sudah merasakan 0KM saya, atau titik balik saya beberapa waktu lalu, namun sejak saat itu sampai saat ini, saya belum dgn seriua mengalokasikan waktu dan konsistensi saya dalam meraih misi hidup saya, ini bagaimana bu?? Apakah secara teknis, langkah pertama saya dimulai ketika saya sudah fokus dan konsisten dengan langkah2 apa saja yg akan saya kerjakan??

2.Bagaimana menjaga semangat dan konsistensi kita dalam menjalankan misi hidup kita?? Ya selain berdoa kepada Allah swt tentunya.. karena dalam proses perjalanan itu, pasti akan ada kendala atau sesuatu yg membuat kita down dan lelah.. pernahkah ibu mengalaminya dan apa yg ibu lakukan??

▶▶ Bunda Selviana, kalau sudah menemukan KM 0 nya berarti tinggal latih konsistensi kita. Pakailah prinsip

Andaikata ini adalah hari terakhir saya, maka saya ingin dipanggil disaat menemukan dan menjalankan misi hidup saya.

8. Lina_selapajang

Bagaimana cara kita untuk menetapkan target2 yg telah kita susun tanpa membuat beban untuk kita sendiri?

▶▶ Buatlah target yg sangat mungkin kita kerjakan bun, jangan yg terlalu tinggi dan terlalu rendah. Dan yang pasti mulai dari apa yg sangat kita perlukan dalam menyempurnakan perjalanan hidup kita✅

9. #tanya: saya guru matematika di sekolah. tdk ada beban kalau mau mengajar, santai saja. belakangan saya "merasa" passion sy berkreasi dgn pita satin. tapi saat NHW 4, pertanyaannya mmbuat saya flashback. apakah passion sy itu hanya terbawa arus saja bukan yg sebenarnya? karena ternyata sy agak malas belakangan ini kalau menerima orderan. jadi bimbang jangan2 memang bakat saya menjadi guru matematika. cuma sy tdk bisa dibebankan tugas lain hanya suka mengajar saja (sementara kalau mnjadi guru d swasta pasti ada beban tugas lain misal kepanitiaan, marketing sekolah dll yg menuntut banyak waktu). sementara kepikiran buat bimbel saja saat ini. cuma sy gak pandai enggangement dgn orang/kaku/kurang luwes padahal kalau ngebimbel sendiri kn malah harus cari siswa, komunikasi dgn ortunya, dsb. sy bingung. mohon pencerahannya bu septi. senang sekali ada kesempatan ini. teeima kasih sebelumnya.

▶▶ Bunda destha, coba dilihat tanpa bebannya kita mengajar matematika itu karena memang cinta dan bahagia, atau memang tugasnya terlalu ringan?
Kemudian ketika craft. apakah krn pelarian atau memang cinta?
Kedua hal inilah yg harus dijawab dg tulus. Kemudian apa yg membuat anda makin cinta dan bahagia terus menerus meski tantangan yg dihadapi makin banyak. Itulah biasanya clue misi hidup.
Maka hindari apa yg bunda tidak suka, lakukan apa yg suka saja. Ambil segala konsekuensinya✅





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...