Langsung ke konten utama

RESUME MATERI REVIEW #9 DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH #2 SENIN 19 DESEMBER 2016 PUKUL 20.00-21.00



BERUBAH ATAU KALAH

Barang siapa hari ini LEBIH BAIK dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG
Barang siapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah orang yang MERUGI
dan Barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA"
– HR Hakim

Berubah adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, karena kalau anda tidak pernah berubah, maka sejatinya kita sudah mati. Maka dengan membaca Nice Homework #9 ini, kami bangga dengan banyaknya ide-ide perubahan yang sudah teman-teman tuangkan dalam tulisan. Kebayang tidak, andaikata dari seluruh peserta matrikulasi Ibu Profesional ini menjalankan langkah pertama perubahan yang sudah dituangkan dalam ide-ide di NHW#9, akan muncul berbagai perubahan-perubahan kecil dari setiap lini kehidupan.

Andaikata hanya 10 % saja yang berhasil menjadikan ide perubahan ini menjadi sebuah gerakan nyata, maka sudah ada sekitar 100 lebih perubahan –perubahan kecil menjadi sebuah gerakan-gerakan positif baru yang memicu munculnya perubahan besar.

Untuk itu kita perlu mencari yang namanya Tipping point agar perubahan-perubahan yang kita lakukan bisa memberikan impact  perubahan yang besar.

_The Tipping point : the point at which a series of small changes or incidents becomes significant enough to cause a larger, more important change_
--Malcolm Gladwell--

Tipping point adalah titik di mana usaha-usaha kecil yang dilakukan berakumulasi menjadi satu hal besar yang cukup signifikan untuk dianggap sebagai perubahan. Istilah tipping point sudah lama digunakan dalam bidang sosiologi, tapi baru populer setelah dibahas secara mendalam oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference

Tidak perlu orang banyak untuk menyukseskan gerakan yang akan anda lakukan. Kalau bisa dengan suami dan anak-anak sebagai satu team, itu sudah cukup. Namun apabila tidak memungkinkan, maka temukan beberapa orang yang satu visi dengan anda, meski dengan misi yang berbeda-beda, pasti akan bertemu.

Dalam ekonomi, ada Pareto Rule yang menyatakan bahwa 80% dari pekerjaan yang ada sebenarnya diselesaikan hanya oleh 20% orang, yang berarti gerakan kita harus punya 20% orang spesial ini untuk bisa mencapai tipping point. Di bukunya, Gladwell mengupas tentang tiga jenis orang yang menentukan kesuksesan adopsi sebuah ide atau gerakan.

Connector
Connector adalah mereka dengan kemampuan bersosialisasi luar biasa yang bisa menghubungkan orang dari berbagai bidang. Sepanjang yang kami tahu, suatu gerakan bisa jadi besar kalau bisa merangkul banyak orang untuk berkolaborasi. Inilah mengapa kita perlu tipe-tipe connector di komunitas atau gerakan apapun. Mereka adalah jenis orang yang secara natural selalu percaya diri untuk lebur dan bersosialisasi.

Tidak hanya sekedar gaul dan kenal banyak orang,  Connector juga harus punya sensitivitas untuk bertanya,
“Siapa ya yang saya kenal yang bisa membantu gerakan ini?”
atau
“Bagaimana cara menghubungkan si A dari bidang ini dan si B dari bidang itu untuk berkolaborasi?”.

Maven
Maven adalah mereka dengan pengetahuan sangat luas yang senang mengakumulasi informasi dan membagikannya. Bisa dibilang maven adalah orang-orang yang sangat senang belajar. Tidak hanya jadi nerd yang menyimpan semua ilmunya sendiri, maven senang membagikan temuan-temuan barunya kepada orang lain. Orang-orang seperti maven yang punya antusiasme dalam berbagi bisa menarik orang-orang ke sebuah gerakan, melalui api mereka dalam menyebarkan insight bermanfaat.

Salesman
Salesman, tentu, adalah mereka yang punya kemampuan persuasi luar biasa. Salesmen tentu saja dibutuhkan untuk “menjual” apa sebenarnya misi yang dibawa, dengan kemampuan mempersuasinya yang sangat hebat. Tanpa berniat menjual pun, orang-orang yang gifted sebagai salesman selalu bisa bikin orang tertarik dengan apapun yang dibicarakannya.
Kebanyakan dari sebuah gerakan memiliki kemampuan salesman, tapi tidak punya connector dan maven untuk mengimbangi. Maka sejatinya kita perlu 3 orang saja di awal membangun sebuah gerakan perubahan di sekitar kita, ada salesman yang bisa menjual gagasan kita ke pihak lain,  ada connector yang berpikir strategis untuk menghubungkan pihak A dan B, serta maven yang pinter dan senang berbagi.

Setiap orang punya tipping point. Titik dimana persepsi, kebiasaan, bahkan hidup seseorang berubah secara mendadak, dan efeknya cukup dahsyat terhadap kehidupan kita semua. Oleh sebab itu, tipping point bukan titik balik, tetapi titik perubahan. Ia merupakan titik kritis dari kondisi A ke kondisi B.

Selamat berkolaborasi untuk menemukan tipping point teman-teman semua dengan ide-ide perubahan yang sudah dituangkan dalam bentuk NHW#9

Lihatlah potensi kekuatan di keluarga kita terlebih dahulu,  baru merambah ke luar.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan:
Malcolm Gladwel, Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference , 2000
Materi Matrikulasi sesi #9, Ibu Sebagai Agen Perubahan, 2016
Hasil Nice Homework #9 para peserta matrikulasi Ibu Profesional batch #2, 2016



 
SESI TANYA JAWAB

1 Wiwit
Alhamdulillah tak terasa kita sdh diujung matrikulasi..sedih..jg bahagia..akhir yg akan menjadi permulaan ikhtiar menjadi Ibu Professional seutuhnya. Semoga setiap niat& langkah kita selalu di Ridhoi ALLAH SWT.Aamiin YRA..๐Ÿ™๐Ÿผ
Terima kasih kpd Bunda2 Hebat dr Tim Fasilitator dan semua Kontributor (ketua kelas,sekretaris,koordinator) & semua bunda2 Hebat lainnya..semoga jd amal kebaikan yg tdk terputus ๐Ÿ˜Š
Di akhir matrikulasi ini.. materi Ibu sbg Agen Perubahan, setelah menyelesaikan NHW 9, saya merasa Bersemangat ingin melakukan "Sesuatu yg bermanfaat" bg lingkungan sekitar. Tetapi saya ingin memperkuat diri saya terlebih dahulu di tingkat Bunda Sayang, Bunda Cekatan, manajemen rumah tangga&keluarga.
Mhn perkenan Saran dr tim fasil, sebaiknya apa yg dilakukan?. Dari pengalaman tim fasil apakah bs dilakukan & diwujudkan secara simultan?.
Krn ingin sekali diri ini walaupun dg aksi kecil bs bermanfaat bg lingkungan sekitar.
Jazakillah khairan katsiraa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ
1 Aamiin..aamiin ya robbal alamiiin..
Pembukaan mb Wiwit sangat mengharubiru hati saya, itupun yg saya rasakan saat matrikulasi batch 1 berakhir ๐Ÿ˜ญ.
Saran dari saya, mulailah melakukan perubahan pada keluarga kecil kita dulu, manfaatkan potensi2 kekuatan yg kita miliki, jika ingin merambah keluar ajaklah team kecil kita tsb.
Hal tsb yang sedang saya lakukan saat ini mb wiwit, karena pijakan bunsay dan buncek saya belum kuat sebisa mungkin saya melibatkan keluarga saat bergabung dg teman2 sevisi melakukan bbrp acara sosial. Dengan harapan semoga langkah2 kecil ini bisa mempertemukan saya dg tipping point saya.      
                
 2 Tria
MasyaAllah, mata saya berbinar2 baca reviewnya ๐Ÿ˜ƒ
Mba fasil, yg ingin saya tanyakan, jika kita berpikir ada si A yg sekiranya dpt kita jadikan teman yg satu visi. Hanya saja, dirasa kurang cocok dg sikap dan sifatnya.
Apakah yg sebaiknya dilakukan dlm posisi tersebut? Apakah mencari orang lain ๐Ÿ˜ฌ?
Apakah mencoba bekerjasama dg nya. Krn toh pd dasarnya setiap orang punya sikap dan sifat yg beragam? Terima kasih ๐Ÿ˜Š                       
 2 Mb Tria, saya rasa masing2 orang punya cara dan batasan toleransi sendiri dalam berkolaborasi.
Silakan mb Tria menimbang2 batasan toleransi jika berkolaborasi dg teman sevisi yg kurang cocok sikap dan sifatnya. Jika memang dirasa sdh melewati batas toleransi tidak ada salahnya untuk melakukan evaluasi.
Saya pribadi cenderung mencari suasana yang nyaman dari sebuah team saat mengerjakan project, supaya saya selalu bersemangat dan merasakan manfaat dari kolaborasi tsb ๐Ÿค—

3 Marie
Dari 3 jenis orang (connector, maven, salesman) mana dulu yg harus diprioritaskan. Karena ga mungkin dpt 3 sekaligus dalam waktu bersamaan...                       
3 Menurut saya tergantung jenis projectnya mb Marie, jika bisa dapat ketiganya pasti akan ideal. Biasanya seseorang punya 1 atau lebih tipe dalam dirinya, 1 tipe yg benar2 dikuasai dg baik dan lainnya biasa2 saja. Hal ini terjadi karena memang tidak terlalu nyaman (misal: saya bisa jadi maven dan connector tapi kalo ada connector lain, yg lain aja deh ๐Ÿ˜) atau tidak menguasai karena kemampuan tsb kurang dilatih  
                     
 DISKUSI TAMBAHAN    
       
 Tria : Saya jd penasaran. Berarti bisa yah ada org memiliki ketiga tipenya? ๐Ÿ˜ฌ
Atau bisa gak seseorang disaat tertentu, 'keluar' ketiganya. ๐Ÿ™ˆ   
                  
Diah Mba: Mb nia sepertinya bisa semua
Saya merasa bisa 2 diantaranya, tp lbh nyaman sbg maven                       
Artinya jika kondisi "terpaksa" bisa saja menjadi connector atau salesman, tp hasilnya tidak akan seoptimal jika menjadi maven  
                    
 Zy Mba : Sayapun merasa bisa menjadi semuanya. Walaupun kadang merasa ada hal yg tidak ahli..

 Febi Mba : Untuk mengetahui kita di tipe yg mana, apakah memang lebih ke "perasaan" saja ya? Atau adakah semacamtes utk bisa mengetahui kita cenderung yg mana? Misalnya test utk tipe quitters, campers, climbers.  
                    
Nia Mba : Harus dicoba semua nya, jika parameter 4E nya dapet maka itu kecenderungannya  Seperti yang kami diskusi kan diantara fasil saya bisa melakukan ketiganya karena pekerjaan saya sehari hari sales dan yakin kita semua disini juga maven karena sedang berilmu Dan membagi ilmu, tapi akhir akhir ini saya sedang suka Dan sedang ingin fokus di connecting 
 
 Diah Mba : Saya copaskan jawaban dari bu Septi sbb:
Kalau CONNECTOR itu berarti memiliki bakat -bakat di bahasan TM Abah Rama kurang lebih  sbb :
a. CONNECTEDNESS, senang mengaitkan peristiwa yang satu dengan peristiwa lainnya dan lebih percaya bahwa setiap kejadian pasti memiliki alasan/sebab daripada kebetulan.
b. DEVELOPER, senang mengenali dan menggali potensi yang terdapat pada diri orang lain dan mendapatkan kepuasan dari setiap kemajuan masing-masing individu
c.HARMONY, dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain.
d. INCLUDER/INCLUSIVENESS, kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki dalam kelompok.
e.RELATOR, Menikmati hubungan yang dekat atau erat dengan orang lain secara pribadi dan menemukan kepuasan mendalam dalam bekerja keras dengan teman-temannya untuk mencapai tujuan.

Sedangkan MAVEN akan memiliki bakkat-bakat sbb :
a. INTELLECTION, senang berpikir, mawas diri dan lebih menyukai diskusi-diskusi yang bersifat intelektual.
b. LEARNER, senang mempelajari sesuatu dan selalu tertarik lebih terhadap proses
mempelajari sesuatu dibandingkan bidang, materi atau hasil pembelajaran tersebut.
c.MAXIMIZER, fokus pada kekuatan-kekuatan yang ada sebagai cara untuk merangsang keunggulan pribadi dan kelompok dan cenderung untuk mengubah sesuatu baik dan membuatnya menjadi jauh lebih baik lagi.
d. INPUT, memiliki hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan lebih banyak serta senang
mengumpulkan atau mengkoleksi dan mengarsip segala macam informasi.
e. STRATEGIC, mampu memilah-milah masalah yang ada dan menemukan jalan yang
terbaik untuk solusinya. Cara pikir dan perspektif yang berbeda memungkinkannya dapat melihat garis besar akan sesuatu secara keseluruhan

SALESMAN memiliki bakat-bakat sbb :
a. SIGNIFICANCE, senang menjadi pusat perhatian, dikenal, didengar, diakui serta dihargai banyak orang atas keunikan atau keistimewaan yang dimilikinya.
b. WOO (Winning Others Over), senang akan tantangan untuk bertemu dengan orang
baru atau orang yang belum dikenal dan menjadi akrab dengan mereka.
c.EMPATHY, mampu merasakan perasaan orang lain disekitarnya seakan-akan
mengalaminya sendiri                       
                     
Dinda Mb: Kita tutup dengan ucapan hamdalah dan doa kafaratul majelis
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)                       
Kami yang bertugas mengucapkan jazakumullah khairan katsira atas sharingnya dan perhatiannya..
Mohon maaf atas segala salah dan hilap. Terima kasih atas perhatiannya semua.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb                       


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...