Langsung ke konten utama

NHW 3 ๐Ÿ“š MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH ๐Ÿ“š

04 November 2017


๐Ÿ“š MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH ๐Ÿ“š

Membaca judul nya saja sudah berfikir keras MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH… Butuh penelaahan mendalam karena bagi saya yang sudah menikah 9 th ini sesuatu yang baru, baru tersadarkan akan tugas mulia ini, tidak disambi- sambi butuh totalitas untuk  Membangun peradapan dari dalam rumah. Hampir 2 tahun terakhir ini saya beralih dari tugas ranah publik beralih ke ranah domestik. 
Tersadar akan butuh ilmu untuk layak dan pantas menjadi perempuan yang profesional hingga menghantarkan saya kedalam komunitas ini, terutama ikut Matrikulasi ini benar-benar membuat saya semangat belajar, semangat memperbaiki diri.  “Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ”. Rumah  adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah untuk pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Pemberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh -sungguh. Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita (Tim Matrikulasi Ibu Profesional).
Karena kurang ilmunya kami, tanpa sadar mendidik anak-anak sesuai keinginan kita, lupa akan KehendakNya, kita belum tajam dalam membaca pesan-pesan Robb kami, suka tergesa-gesa ingin melihat hasilnya, padahal kita hanya diperintahkan untuk menemani, membersamai dalam menumbuhkan fitahnya, karena pada dasarnya anak terlahir dalam keadaan fitrah.

setelah belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini  tugas NHW#3 belajar mempraktekkannya satu persatu.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
A.           Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Bismillahirrohmairrohiim…..
Assalamualaikum wr.wb…..

Teruntuk suamiku… Belahan jiwaku… jodoh dunia akhiratku….
Solihku… 9 th qta lalui bahtera rumah tangga…
Bulan oktober/ syawal ( kalender H) adalah awal-awal, detik- detik qta di persatukan dalam ikatan suci, Misaqon Golido… janji yang Agung.
Masih terkenang prosesi akad,  dag dig dug …. Ya grogi, malu senang campur jadi satu.
Untuk mengurangi grogi dan memohon kepada Allah atas kelancaran niatan suci ini din tilawah dan alhamdulillah bisa menyelesaikan 1 juz.
Ya...Ya… ya… saat itu din masih usia 20 an, mungkin usia segitu lagi cantik-cantiknya, he he… kali ya…. Sampai-sampai Ab kepincut( he he)
Saat menikah din belum banyak ilmu, kuliah juga masih d tempuh, hanya berbekal “ jika ada seorang lelaki yang solih yang meminangmu, maka terimalah…” ya benar se simple itu.
Din menikah dengan Ab karena alasan agamanya, selain sifat pribadi yang mendukung yaitu sabar dan pantang menyerah( inti berkaitan dengan kalau nantinya menjemput nafkah).
Din yakin jika seorang lelaki taat kepada Allah pasti tidak akan menyia-yiakan anggota keluarga nya( istri dan anak-anaknya, kelak)
Berbekal janji Allah dan ingin menjaga kesucian akad terjalain.
Din bertipikal sumbu pendek, gampang tersinggung,gampang marah jika kondisi capek. Alhamdulillah Allah karuniakan solihku dalam kehidupan ini.
Sampai saat ini alhamdulillah Allah telah mengizinkan 3 permata hati tumbuh dalam rahim din walau si solih  ganteng anak pertama di tempatkan di JannahNya.
Seiring berputarnya waktu qodarullah din resign,beralih ke ranah domestik, tanpa ART dan qta semakin kompak dalam membersamai anak- anak.
Anak- Anak adalah amanah yang telah Allah titipkan kepada qta, mari temukan keunikan mereka,bangkitkan fitrahnya.
Dan ku yakin engkau adalah ayah yang hebat untuk permata qta… kau telah membuktikan dengan tingkah laku,perbuatan, sabar saat membersamaimereka,bermain bersama dan memberikan keteladanan.
Sungguh menikah dengan mu adalah kebahagian buatku….
Engkau pimpinku, engkau pelindungku dan engkau surgaku.

Masih ingat sayang lagu ini:

Dialog Dua Hati
by Suara Persaudaraan

Duhai kekasih hati
Kugubahkan nasyid ini
Sebagai tanda cinta suci
Dalam naungan ilahi

Hari demi hari
Bersamamu kulewati
Dalam suka dalam duka
Dalam meniti RidhoNya

Ikrarkan bersama
Untuk tetap di jalanNya
Bahtera rumah tangga
Tladan rasul mulia

Didik putra putri
Sebagai amanah ilahi
Bekali akhlaq Imani
Jadikan mukmin sejati
InsyaAllah...
Ya Allah ikatkanlah pernikahan ini hingga menuju jannahNya

Depok, 021116
Yang sll mencintaimu
TantiAkur

Respon dari suami saya adalah membalas dengan berkirim surat karena pekan ini suami lagi tugas keluar kota. Dalam suratnya berisi iringan doa  semoga Allah senantiasa menyempurnakan ilmu dan keikhlasan menuju kesempurnaan sebagai istri yang sholihah,  keyakinan dan keteguhan hati untuk menerima apa yang Allah takdirkan, pasti akan berbuah keberkahan, walau terkadang akan banyak ujian karena itu sunatullah, hijrahnya keluarga kami ke Depok untuk dapat memulai dengan semangat baru dan komitmen baru (dulu kami tinggal di Yogyakarta  dan anak pertama kami meninggal), sabar atau tidak sabar itu tergantung pada pengendaliannya kl bisa menahan  maka tidak akan ada sumbu yang menyala, menyadari tanggung jawab pendidikan anak adalah pada orangtuanya terutama suami untuk menghantarkan menjadi Fatatun mu’tadzibah.... mar’atush sholihah kemudian ummu sholihah...
Bersama-sama berkomitmen untuk menciptakan suasana surgawi di rumah tangga dan keluarga, berkomitmen untuk menjadi yang pertama dalam urusan akhirat, berkomitmen dengan rizki yang halal, berkomitmen untuk mencetak anak-anak penghafal Al-Qur’an.

B. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
1.  Aisyah H S (6y  4m)
Kekuatan
Sikap kepemimpinan dominan
Selalu ingin/ berkeinginan kuat
Banyak bicara
Imajinasi kuat
Daya ingat baik
Karakter keras
Rasa ingin tahu tinggi
Kreatif
Rapi dalam tulisan
Semangat corat–coret , mengambar, mewarnai
Semangat dalam menjalankan ibadah solat
Kelemahan
Emosi tidak stabil (labil)
Kurang PD
Belum disiplin
Suka memerintah
Peluang
Walau karakter keras masih bisa disentuh hatinya dengan diajak ngobrol, berkisah (kisah-kisah teladan)  dan disentuh dengan ruh keagamaan.
Ancaman
Jika ada hal-hal yg buruk/ contoh buruk kadang masih terbawa

2. Hanifa F Z (22 m)

Kekuatan
Fitrah keimanan tumbuh subur, semangat solat(mengikuti gerakan solat 1 rokaat) ke mushola beberapa hari ini kl adzan subuh berkumandang bangun dan minta solat ke mushola, kl tidak diizinkan nangis, semangat berdoa dan langsung tanggap kl ada adzan, adzan adzan solat-solat begitulah katanya.
Mulai mandiri (makan sendiri, pakai celana sendiri, mandi bareng kakak nya)
Bisa mengungkapkan keinginannya (sakit, makan, minum)
Daya ingat baik ( mengetahui ini punya kakakmya, abinya, uminya dan
Memiliki keinginan  yang kuat
Kosakata/kemampuan verbal sudah mulai tampak
Kelemahan
Emosi tidak stabil(labil)
Karena kuatnya keinginan tetapi kemanpuan belum mendukung sering reaktif (marah, mencubit)
Peluang
Dengan fitrah keimanannya tumbuh subur & daya ingat yang baik akan mudah menghafal Al-Qur’an
Ancaman
Karena lagi tahap mencopy, jadi jika ada hal-hal yang buruk/ contoh buruk  gampang mengikuti

C. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Kekuatan
Semangat belajar dan tekun, berusaha menularkan aura ini ke anak-anak (mengajak dan membawa jika ada kajian)
Rajin mencatat (tapi tidak rapi, ini yang sedang saya mulai menuliskan kembali ilmu yang diperoleh)
Empati (jika ada teman yang sakit, atau membutuhkan pertolongan ingin segera membantunya)
Semangat dalam menjalankan Ibadah dan mempunyai target-target tertentu
Segala sesuatu dihubungkan dengan keimanan jadi sesulit apapun, jika itu yg terbaik menutut Allah, bismillah
Motivator dan teladan untuk keluarga, dan beberapa teman dekat.
Berusaha tertib dalam segala urusan
Berdasarkan tes bakat adalah:
Motivator, commander, Mediator, Care Taker, Server, safekeeper, Distributor, educator,

Kelemahan
Emosi tidak stabil (labil)
Kurang PD
Susah berbicara di depan umum
Berdasarkan www.tes bakat.com adalah:
Seller, synthesizer, Marketer, visionary, producer, interpreter, evaluator, restorer
Peluang
Dengan rajin mencatat dan menuliskan kembali ilmu yang diperoleh akan bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain yang membutuhkan
Ancaman
Emosi yang tidak stabil akan menganggu aktivitas keluarga, proses mendidik anak...
Ini ni yang menjangkit pada diri saya...
Tapi insya Allah sdh menemukan jawabnya yaitu Tazkiyatun Nafs.
Selain itu juga berdamai dengan keadaan, menerima anak apa adanya( tidak menuntut dan berharap sesuai keinginan saya)


   
Alhamdulillah saya dihadirkan di tengah – tengah keluarga ini, semua ini tidak ada yang kebetulan, ini adalah bagian dari takdir Allah agar saya mau berbenah diri (belajar menjadi ibu dan istri yang dirindukan, yang bermanfaat) dan fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) bekal untuk menuju akhirat dengan anggota keluarga kami. Hadirnya saya di dalam keluarga ini adalah menjadi satu tim dengan suami dan anak -anak saling melengkapi (saya yang crewet suami cenderung tidak banyak bicara, saya yang labil gampang esmosa e esmosi suami saya sabar, ya… ya saya banyak diingatkan dan melihat suami bagaimana bersikap dengan kesabaran, saya yang cenderung tertib dan rapi dalam segala urusan suami saya cenderung tidak tertib dan rapi. Begitu juga dengan sifat kelebihan dan kekurangan anak-anak saya, dengan sifatnya itu saya harus belajar sabar semoga dengan bekal yang Allah berikan saya bisa memahami dan menghantarkan anak-anak sesuai fitrahnya), saya ada kekurangan, suami dan anak-anak menyempurnakan, mengingatkan begitu juga sebaliknya yang terjadi pada suami jika ada kekurangan tugas kami dan anak-anak menyempurnakan, mengingatkan suami,  dan jika anak-anak ada kekurangan tugas kami orang tua menyempurnakan, mengingatkan anak-anak. Karena segala sesuatu akan dimintai pertanggung Jawabannya kelak di yaumil akhir...
Teringat akan firman Allah dalam surat At- Tahrim ayat  6
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

D. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Kami tinggal di lingkungan perumahan yang keselurahannya muslim dengan pemahaman keislaman yang berbeda-beda. Perumahan juga sudah difasilitasi dengan mushola tetapi belum ada forum kajian keislaman.
Tantangannya adalah bagaimana keluarga kami bisa mengoptimalkan fungsi mushola sebagai sarana pengkajian ilmu-ilmu keislaman melalui pembentukan majlis taklim bapak-bapak dan ibu-ibu secara rutin.

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Menurut saya peran spesifik keluarga berdasarkan uraian diatas terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Peran internal
Melihat potensi, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada pada anak-anak maka peran keluaga adalah mendidik anak sesuai dengan potensi (fitrah) yang ada pada anak-anak sebagai kekuatan untuk mereduksi kelemahan menjadi kekuatan sehingga anak-anak akan berkembang sesuai dengan fitrahnya.
Sebagai istri yang menyadari sepenuhnya dengan kelemahan maka peran keluarga sebagai sarana untuk terus memperbaiki diri agar mampu berperan secara maksimal dalam mendidik anak-anak bersama suami.

2. Peran eksternal
Keluarga menginisiasi terbentuknya kajian keislaman di mushola sehingga mampu memberikan stimulus untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.


#NHW3
#KuliahMatrikulasiBatch #2
#Ibu Profesional
#IIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...