Tanggal 27
Februari 2017 teh Ai mengumumkan kalau saya terpilih sebagai peserta terbaik
pada tantangan 10 hari Komunikasi Produktif kelas Bunda Sayang IIP Depok. Dan
ada hadiah spesial buat peserta terbaik yaitu jalan- jalan dan berbagi di kota
lain, dalam even pertukaran pelajar (perPel). MasyaAllah betapa senangnya saya,
diberikan kepercayaan mendapatkan kesempatan jalan-jalan dan bersilaturrahim
bertemu dengan ibu-ibu profesional di kota lain. Sungguh ini suatu kehormatan
bagi saya, disisi lain jujur ketika saya diutus untuk berbagi ada hal yang
belum siap karena saya merasa sedang tahap belajar, belum pantas untuk berbagi,
tetapi dengan bismillah, meyakini ini adalah bagian tarbiyah dari Allah untuk
saya untuk meningkatkan kualitas diri saya, menjadi pengingat saya untuk
mengamalkan, sedikit demi sedikit hingga istiqomah apa yang saya tulis dalam Aliran
Rasa Komunikasi Produktif, saya pun memberanikan diri menerima untuk mencoba berbagi dikota lain.
Selain mendapatkan hadiah spesial ternyata
saya juga mendapatkan hadiah kejutan dari Tim Fasil Nasional untuk peserta
terbaik tantangan 10 hari komunikasi produktif.
Dan inilah hadiahnya
Sebelum saya
diterbangkan ke Aceh ada beberapa arahan dari fasil Nasional Bunda Sayang yaitu
:
๐น Pelajar Terpilih
membagikan tulisan aliran rasa Materi Komprod yg kemarin disetorkan (Boleh
diedit/diformat ulang agar tdk terlalu panjang)
๐น
Pelajar terpilih menceritakan bagaimana tips menulis dan mengelola waktu agar
bisa setoran tepat waktu
๐นdiskusi
bebas, peserta PerPel boleh menjawab pertanyaan yg mana saja s.d sisa waktu
berakhir.
๐น
durasi 30 menit
Saya memulai
untuk menyiapkan dan sedikit mengEdit Aliran Rasa KomProd, menulis tips menulis
dan mengelola waktu agar setor tepat waktu. saya kerjakaan di hari senin 27
Februari 2017.
Pukul 17.51
saya dihubungi bunda Wiwin Fasilitator BunSay IIP Aceh. Mengecek sudah siap
terbang ke Aceh kah? saya jawab insyaAllah siap. InsyaAllah pukul 19.45 saya
mendarat di Aceh. 19.50 saya sudah berada diruangan kelas Bunda Sayang Aceh,
saya di persilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah disiapkan. Tepat pukul
20.00 kelas dibuka dengan bacaan Basmallah, subhanallah sambutan yang hangat
dari sahabat-sahabat IIP Aceh, saya di persilahkan untuk memperkenalkan diri.
kemudian berbagi Aliran Rasa KomPro dan berlanjut dengan diskusi.
ALIRAN RASA KOMUNIKASI PRODUKTIF
Bismillahirrohmanirrohiim…
Alhamdulillah
dengan izin Allah tantangan 10 hari komunikasi produktif terselesaikan pada
tanggal 2 Februari 2017, tentunya dalam menyelesaikan tugas ini banyak aral
melintang yang menghadang. Sudah menjadi sunatullah selalu ada godaannya.
Karena memang hidup itu pilihan, dan yang menentukan adalah diri kita, mau
menang atau kalah. Komitmen dan konsisten sangat diperlukan, dan yang tidak
kalah penting adalah pengamalan.
Ucapan
terimakasih kepada ibu septi, tim fasil bunda sayang, teman-teman pejabat BunSay
dan teman-teman peserta kelas bunda sayang, karena beliau - beliau saya
dipandu belajar untuk menjadi baik.
Materi
Komunikasi Produktif ini sangat menarik dan kalau menurut saya proses
tantangannya itu sepanjang hidup selama masih ada nafas, kita berproses
berkomunikasi mencari solusi, mencoba dan belajar berkomunikasi produktif
dengan lawan bicara kita sehingga proses komunikasi benar-benar produktif, pas
di saya dan pas dilawan bicara. Sering atau kadang kegagalan komunikasi itu
bersumber dari tidak pahamnya antara kedua belah pihak, baik si penyampai atau
si penerima. Sehingga miskomunikasi itu terjadi. Jika miskomunikasi itu terjadi
sudah selayaknya evaluasi dilakukan sehingga harapannya kejadian yang serupa
tidak terulang.
Dalam materi
komunikasi produktif ini ada 3 point yang disampaikan Tim Bunda Sayang IIP
yaitu Komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi dengan pasangan dan komunikasi
dengan anak. Pada tantangan 10 hari komunikasi produktif ini saya mencoba
berkomunikasi meliputi ketiga aspek tersebut
Komunikasi
dengan diri sendiri ini menjadi sumber yang terpenting karena jika komunikasi
ini berhasil akan memberikan dampak / efek komunikasi produktif terhadap
pasangan, anak dan orang lain. Saya masih pasang surut menata hati, jika
kondisi keimanan sedang diatas atau minimal stabil (amalan yaumiyah tercapai),
kondisi badan sehat, dan aktivitas harian terselesaikan dengan baik (tidak
menumpuk) insyaAllah komunikasi dengan anak dan pasangan enak. Kata - kata yang
keluar bahasa yang santun dan empati, tetapi jika ada hal yang bikin stres
mulai error, emosi tidak terkontrol kata - kata yang keluar kurang bijak dan
kurang santun. Dalam review komunikasi dengan diri sendiri ada 4 tahapan yaitu
tahapan Anonim, tahapan Heteronomi, tahapan sosionomi dan tahapan Autonomi,
tahapan yang terakhir ini tahapan yang diharapkan dalam komunikasi diri sendiri
karena dalam tahapan ini pribadi diri terus menerus memperhatikan
perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten, tidak hanya berhenti
pada tantangan yang diberikan, melainkan terus melanjutkan meski pun tidak ada
yang menyuruh, tidak ada yang menilai, berkomunikasi produktif sudah menjadi
budaya dalam kehidupannya. Manusia yang beruntung adalah yang senantiasa
melakukan perbaikan diri, maka sudah selayaknya meningkatkan kualitas diri,
berfikir positif, Ikhtiar dan tawakal Alallah.
Komunikasi
dengan pasangan insyaAllah tidak ada kendala karena hampir setiap malam
sebelum tidur kami mengobrol santai, bercerita aktivitas seharian, bercerita
tentang anak- anak dan jika ada hal - hal yang perlu dicari solusi kita cari
solusi bersama- sama. Kita saling memahami dan dan percaya satu sama lain
sehingga mudah bagi kami untuk mengeluarkan - uneg- uneg. Tidak ada batas /
sekat diantara kami, jika ada hal - hal yang tidak dipahami tak segan- segan
diantara kita bertanya dan saling croscek. Kunci keberhasilan berkomunikasi
dengan pasangan ini mengedepankan ego sebagai orang dewasa yaitu bagian dari
kepribadian yang obyektif, stabil, tidak emosional, rasioanal, logis, tidak
menghakimi, bekerja dengan fakta dan kenyataan- kenyataan, selalu berusaha
menggunakan informasi yang tersedia untuk menghasilkan pemecahan yang terbaik
dalam pemecahan berbagai masalah.
Komunikasi
dengan anak, bagi saya ini hal yang memerlukan ketrampilan khusus, kadang
sukses kadang gagal hal ini terjadi karena, kurang sabarnya saya dalam memahami
anak -anak. Kadang kalimat tidak produktif masih sering menghiasi kata-
kata saya terhadap anak-anak. Padahal anak -anak seringkali mereka belum mampu
untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, bisa jadi karena perbendaharaan kata
mereka yang belum banyak sehingga komunikasi kami salah persepsi. Maksud saya A
difahami anak B, akhirnya terjadi kegagalan diantara kami dan kadang terpancing
emosi, anak nangis, Jika sudah emosi komunikasi sudah tidak produktif.
Kurang pekanya saya dalam menangkap
bahasa tubuh dan perasaan anak juga memacu terjadinya kegagalan komunikasi.
Kadang omelan yang tidak penting masih menghiasi. Sehingga anak - anak marah.
Melihat dari paparan diatas maka
orang tualah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif.
Mulailah mempraktekkan cara-cara berkomunikasi produktif dan efektif kepada
anak-anak, bersabar, tahan emosi dan mohon untuk dimudahkan oleh Allah.
Gunakan komunikasi sesuai bahasa cinta anak. Pahami dan bersamailah anak- anak
sehingga paham bahasa cinta yang manakah yang dominan, sentuhan fisikkah?
Kata-kata mendukungnya? Waktu bersamakah? pemberian hadiahkah? Atau tipe
pelayanan.
Ingatlah karena anak -anak
tidak pernah salah mencopy, gaya komunikasi anak -anak menjadi cerminan gaya
komunikasi orangtuanya.
Point yang sangat
penting dalam kelas bunda sayang ini adalah konsisten, komitmen dan praktek,
pelan- pelan lakukan, lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menuntun kita
pada sebuah perubahan, perubahan kearah yang lebih baik.
Pengingat diri sendiri :
“Sesungguhnya Solat mencegah perbuatan keji dan mungkar” seseorang yang khusyuk dalam
solatnya akan tercermin dalam kesehariannya, ia akan berkata-kata yang baik,
santun dan bijak. Ia tidak menyakiti, Ia akan selalu dalam rel roda kebenaran,
tawakal Alallah, tenang dan optimis menatap masa depan, maka perbaikilah
solatnya, belajarlah untuk Khusyuk. Tazkiyatun Nafs.
Anak -anak adalah amanahNya maka
jangan sia-siakan , belajarlah menjadi tauladan yang baik.
Sesungguhnya segala sesuatu akan ada
hisabnya. Maka hisablah diri sebelum dihisab, lakukan perbaikan diri.
๐๐ปTanya-Jawab
☘ Meli Salmia
Jleb sekali bunda Tantia paragraf
terakhir..
Jika sholat kita mencerminkan kan
kata2 yang keluar dari mulut kita..
Merasa diingatkan..
Sharing dunk bun tantia..
Gmn cara bunda dalam pemberian
hadiah pada anak2?gman katagorinya bun ?
☘ Tantia:
Kalau kami kalau kakak minta hadiah,
kakak sudah punya prestasi apa? Kl dijawab misal hafal surat ini, atau
melakukan kebaikan ini, seringnya kita kabulkan.
Tidak ada kategori sih kalau kami.
☘ Inggil:
Hemm.. bentuk hadiah nya selalu
benda kah?
☘ Tantia:
Kadang makanan( es cream, kadang
benda ( peralatan sekolah)
☘ Tantia:
Untuk hadiah, sebenarnya reward and
punishment tidak di sarankan karena menurut sebuah kajian tdk cocok untuk
manusia, mungkin kita sebagai ortu mendorong anak- anak untuk melakukan
kebaikan dan jika memang anak masih butuh hadiah berikan tapi perlahan lahan
fahamkan, jadi jangan sampai karena hadiah, tp karena dia melakukan sebuah
kebaikan/ aktivitas karena dia senang dan suka dan tentunya krn Allah
☘ Inggil
Beneran ya, dekat-dekat dg Allah yg
bisa bikin qt tetep "waras"
☘ Tantia:
Iya, janji Allah kan pasti ya bun
Saya pun juga masih belajar bun ,
saya tulis agar selalu memperbaiki diri
Karena kalau ditulis kita akan mudah
ingat dan seperti nya mudah untuk mengontrol
Jika kita melenceng, buru2 cari
tulisan, kita ingat- ingat, berusaha untuk memperbaiki.
Ayo bun, yg lain mungkin mau
menambahkan?
Prinsip kita semua guru dan semua
murid kan?
☘ Inggil:
Oia, berarti teh Tantia rutin
menulis y?
☘ Tantia:
Saya belum bun
Dulu waktu SMA sering nulis diary he
he. Pas kuliah juga. Nah kl semenjak nikah kadang- kadang, seringnya nulis
perkembangan ttgng anak kami, Misal usia brp bulan bisa apa.
☘ Inggil:
Hmm... Bentuk tulisannya spt jurnal
anak atau portofolio ya?
☘ Tantia:
Masih bebas
Tp semenjak kenal HEBAT( Home
Education Basic Akhlak Talent) baru belajar portofolio
☘ Tantia:
๐Tips menulis:
1. Kalahkan rasa malas
2. Mau mencoba menulis ( tidak
menunda-nunda)
3. Cari waktu dan tempat yang
nyaman, misal kalau kita sebagai ibu, ketika anak- anak tidur tempat sesuai
selera
4. Membaca bahan / materi yang telah
disampaikan / membaca literatur yang berhubungan dengan yang akan ditulis
5. Ceritakan saja apa yang ada dalam
fikiran kita
⏰Tips mengelola waktu agar bisa setor
tepat waktu:
1. Memahami bahwa waktu tak akan
terulang kembali dan setiap kita mempunyai amanah yang harus ditunaikan
2. Maka diusahakan menulis tiap
hari, Agar tidak menumpuk dan jika menumpuk bikin stres, dan akhirnya tidak
dikerjakan
3. Hidup adalah pilihan menang atau
kalah
☘ Melizar S
Bunda nanya dong...
Bagaimana utk menghilangkan
kekhawatiran akan apa yg dilakukan anak2 sehingga kita tdk buru2 melarang krn
akam mematikan kreatifitasnya? Dalam hal ini meyakinkan bahwa Sgalanya dari
Allah dan apa yg terjadi sudah ketentuang Allah jd jgn khawatir?
☘ Tantia:
Kalau saya pribadi pertama sadar
bahwa anak2 masa pertumbuhan, pasti dengan segala keaktifannya, kelincahannya,
biarkan bereksplorasi dengan di dampingi, kalau ternyata ada hal yang tidak
sesuai, misal jatuh atau cidera ya kita yakin bagian dari takdir dari Allah dan
yg terpenting bagaimana upaya qt ikhtiar qt semaksimal mungkin untuk kebaikan
anak.
Dan yakin Allah tdk akan menguji qt
d luar kemampuan qt.
☘ Tantia:
Baik bunda
bunda tersayang tak terasa sudah 30 menit saya berada dalam kelas Aceh, mohon
pamit, mohon dimaafkan jika ada kata2 yang kurang berkenan, Kebaikan datang
dari Allah kekhilafan dari pribadi saya. Saya undur diri ya bun...



Komentar
Posting Komentar