RESUME MATERI REVIEW NHW #6 DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH #2 SENIN 28 NOVEMBER 2016, PUKUL 20.00 – 21.00
REVIEW NHW #6
BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA ๐
Bunda, terima kasih sudah membuat
beberapa kategori tentang 3 hal
aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.
Dalam menjalankan peran sebagai manejer
keluarga, manajemen waktu menjadi hal yang paling krusial.
Karena waktu bisa berperan ganda,
memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung
bagaimana kita memperlakukannya.
Masih ingat istilah DEEP WORK dan
SHALLOW WORK?
Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal
kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat
lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work.
Kita akan paham mana saja aktivitas yang
memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam
hidup kita.
1⃣. Refleksikan
aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini
Menurut Covey, Merrill and Merrill
(1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan
membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak
penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang
kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.
Agar lebih jelas , silakan
teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan
dalam kategori kuadaran di bawah ini.
2⃣ Setelah
aktivitas terpetakan, fokuslah pada hal-hal yang penting (baik mendesak atau
tak mendesak) karena pada kegiatan yang penting inilah seharusnya kita
mengalokasi paling banyak waktu yang kita miliki
3⃣
Rencanakan dengan baik semua aktivitas yang anda anggap penting
Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan
sering gelisah jika kita sering
melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.
Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi
itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan
kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.
Sudah ada deadline yang diberikan oleh
fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan
masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita,
membuat hati lebih tenang. Tetapi
kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana
penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di
saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.
Kalau ini berlangsung terus menerus,
maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering
dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi,
secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan
manfaat bagi kita.
Idealnya, semakin banyak waktu yang
kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di
kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan
yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat
dihindari.
4⃣ Membuat
kandang waktu ( time blocking) untuk setiap aktivitas yang harus anda kerjakan
Membuat agenda mingguan dan harian
dengan mengaplikasikan teori *time blocking*dan *cut off time*KIta bisa membagi
secara rinci aktivitas harian dalam
hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia
5⃣ Unduh
Aplikasi atau buku catatan untuk membantu kita mengorganized semua jadwal kita
Saat ini ada banyak aplikasi
organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.
Sampai disini mungkin ada diantara
kita yang bertipe "unorganized" ( menyukai ketidakteraturan, termasuk
waktu )
Sehingga muncul pertanyaan,
"Mengapa sih harus repot-repot
dan sangat detail dengan manajemen waktu?"
Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin
bagus pula kualitasnya.
Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula
efeknya.
Sekarang tinggal dipilih anda mau
tipe yang organized shg menggunakan TIME BASED ORGANIZATION atau tipe yang
unorganized dan menggunakan RESULT BASED ORGANIZATION
Kalau time based artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah
kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.
Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan
kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil
yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.
Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN
tetap nomor satu.
Di Ibu Profesional, manajemen waktu ini wajib dikuasai dan
diamalkan oleh para ibu sebelum masuk ke
tahap bunda produktif.
Kita perlu menekankan pentingnya membuat
rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan
aktifitas yang penting.
Dengan demikian diharapkan kita dapat
menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.
Demi masa, semoga kita semua tidak
termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber Bacaan :
Materi Matrikulasi IIP batch #2 sesi
#6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2016
Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP,
2016
Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta,
2008
Steven
Covey, the seven habits, Jakarta, 1994
SESI TANYA JAWAB
Host :
Assalamualaikum teman2 semua... sy
sindy bararianti... malam ini menggantikan mba ersita...
Sudah jam 8 lewat lgs aja kita mulai
diskusinya ya teman2... mba diah sudah monitorkah?
Narsum :
๐๐ป Selamat malam bunda2, kita akan membahas review
NHW#6, silakan langsung aja jika ada pertanyaan
1⃣ Tria
Novita
Selama ini saya merasa bukan org yg
terbiasa dg jadwal. Sering saya buat penjadwalan, tetapi setelah itu saya
biarkan mengalir saja. Satu yg saya pegang, hal penting & tidak mendesak
alhamdulillah sebagian besar terlaksana.
Hanya terkadang, beberapa aktivitas
yg tdk penting & tdk mendesak suka membuat saya terlena. Mungkin
"kandang waktu" inilah yg harus saya tingkatkan yah?! ๐
Melihat saya yg seperti itu, apakah
saya dikatakan RESULT BASED ORGANIZATION atau masih UNORGANIZED? ๐
Mohon jg penjelasan lbh detail ttg
tipe result based organization itu..Tks ๐
➡Result based organization tidak membutuhkan penjadwalan waktu
yg ketat, yang penting komitmen (target2nya) terpenuhi.
Misal, komitmen: hari kamis jam 9
pagi harus ada sekaleng krupuk udang matang merata di meja makan
Mau nggoreng krupuknya 3 hari/1
hari/bahkan 15 menit sebelum dateline ga masalah, mau saat itu lagi longgar
atau qadarallah sakit kepala atau anak rewel ga jadi halangan, yg penting hari
kamis jam 9 pagi sdh tersedia sekaleng penuh krupuk udang, matang merata tanpa
ada yg bantat atau gosong di meja makan.
Nah kira2 mb tria masuk tipe yg mana
nih,
Time based management (organized)
atau Result based management (unorganized)? ✅
2⃣ Rita
Ingin menanyakan mbak
Bila kegiatan/kepentingan lebih banyak
ada di kuadran 1, bagaimana cara me-manage waktu dan memilih prioritas? Karena
semua dirasa penting dan sesuai visi hidup.
➡Mb Rita, aktivitas PENTING dan MENDESAK adalah kegiatan yg
HARUS dilakukan SEKARANG/SAAT INI juga. Jika aktivitas tsb bisa ditunda berarti
tidak termasuk ukuran mendesak.
Apakah semua aktivitas mb Rita di
kuadran 1 betul-betul tidak ada yg bisa ditunda?
Kalo seperti itu maka menurut saya
perlu kebesaran hati memilih bbrp aktivitas untuk ditunda pelaksanaannya, krn
kalo kita terus menerus dlm kondisi ini kita akan sangat stress, ujung2nya
malah mogok, ga ada yg dikerjain satu pun karena capek fisik, capek pikiran.
Idealnya jika kuadran 1 penuh, geser
sebagian ke kuadran 2, begitu kuadran 2 penuh, delegasikan sebagian aktivitas
kuadran 1/2 ke kuadran 3 ✅
3⃣ Ika
Bagaimana cara membuat jadwal
berdasarkan Result Based Organized? karena jadwal yang biasa dibuat berdasarkan
waktu, saya belum punya bayangan cara membuat berdasarkan RBO ini. Lalu,
darimana saya bisa menyadari bahwa kami sekeluarga lebih cocok menggunakan yang
berdasarkan time atau result? Jika kami berempat berbeda cara, apakah harus ada
4 jadwal?
Terima kasih
➡Caranya tinggal kelompokkan saja kegiatan2 tsb mb Ika, lalu
dibuat target2nya (batas waktu, kualitas pencapaian, dll) dan penuhi
komitmennya.
Mau kapan dikerjakan terserah (tdk
perlu perencanaan waktu) asal komit thd target2 yg sdh dibuat. Lihat contoh di
jawaban no.1 ya..
Untuk tahu mana yg lbh cocok, silakan
mb Ika lakukan 1 aktivitas dg 2 cara, menggunakan perencanaan waktu (time
based) dan result based, nanti dievaluasi mana yg lebih nyaman dilaksanakan ๐
Jika dalam 1 keluarga memiliki tipe
yg berbeda tidak jadi masalah selama masing2 memegang komitmen.
Mohon dibaca kembali review NHW#6
poin 5 ✅
4⃣ Nira
Managerial waktu dan kegiatn komitmen
yang sudah disepakati oleh keluarga terkadang terhambat dari anggota keluarga
kita , misal anggota keluarga yang terkecil, atau yang terbesar, atau suami .
pusnisment apa yang bisa kita berikan ,
dan apakah pusnisment dibedakan sesuai usia,
yang melanggar komitmen, dan punishment itu membuat semangat kita
kembali menyepakati komitmen.
➡Mb Nira, saya pribadi lbh menyukai terminologi konsekuensi
drpd hukuman (punishment).
Sebelum melakukan kegiatan
bersama, saya dan keluarga biasanya
bersepakat terlebih dahulu mengenai detil kegiatan (waktu, jenis, org yg
terlibat dsb), termasuk konsekuensi yg harus ditanggung msg2 anggota keluarga
jika melanggar kesepakatan tsb. Bentuk konsekuensinya juga harus SMART , msh
ingat kan kepanjangannya?✅
5⃣ Ratri
Ketika sdh membuat kandang waktu
& cut off time, berarti selesai atau tdk rutinitas hrs berhenti. Saya masih
kepikiran ttg waktu yg habis di kantor pdhal kurang produktif, sedangkan anak
dititip di daycare dan pekerjaan domestik blm sepenuhnya selesai. Bagaimana
menyiasatinya ya sedangkan waktu yg dikandangkan cm kebagian sedikit dan badan
punya hak istirahat??
➡Betul Mb Ratri, kita bukanlah supermom yg sanggup bersiaga
24jam. Karenanya saat aktivitas rutin dirasa terlalu membebani, belajarlah
untuk mendelegasikan bbrp diantaranya, bisa kpd suami, anak, art atau tenaga
profesional.
Waktu di kantor sepertinya perlu di
highlight mba, jika memang habis untuk kegiatan yg kurang produktif berarti sdh
saatnya untuk diubah menjadi aktivitas dinamis yg bisa menambah jam terbang
menuju tercapainya misi hidup mb Ratri, semoga berhasil ya ✅
6⃣ Poppy
Saya ingin bertanya berkaitan dengan
jadwal Rutin dan Dinamis...
Saat ini anak saya masih usia 4thn.
Sejak saya resign dari kerja fulltime, anak selaluu saya ajak disetiap
aktivitas saya diluar rumah. Sepanjang hari, dimanapun kami saat itu, saya
usahakan kebutuhan dasar anak (seperti makan&tidur siang) terpenuhi.
Pertanyaan saya: yg seperti ini benar
atau salah?? ๐ง Sering saya berpikir, kenapa jadi
anak saya yg mengikuti dan memahami jadwal ibunya,ya.... Bukankah ibunya yg
harus menyesuaikan kemauan anak2?
Contoh: anak saya masih ingin bermain
sendiri d dalam rumah, tapi agenda seharusnya saya keluar rumah. Jadi yg
terjadi seringkali adalah saya meloby dia sebisa mungkin untuk ikut saya.. ๐ง๐ mohon sarannya krn sering saya merasa bersalah.
➡Tergantung apa prioritas Mb Poppy saat ini, anak ikut
aktivitas ibu atau ibu yang ikut aktivitas anak ?
Pemilihan mana aktivitas yg
penting/tidak penting disini sifatnya sangat personal dan subyektif ya, tiap
org berbeda.
Kalo saya boleh menambahkan sedikit,
kebutuhan dasar untuk anak selain makan dan istirahat adalah juga pemenuhan
akan fitrah2nya, semoga kita tidak melupakan hal tersebut ๐ ✅
7⃣ Wiwit :
Di NHW 6 ini saya mempelajari bahwa :
"Jadikan aktifitas penting
menjadi aktifitas dinamis sehari2 utk memperbanyak jam terbang"
Mohon perkenan penjelasan dr tim
fasil tercinta, krn saya msh blm paham Apa yg dimaksud aktifitas dinamis
Yg membedakan menjadi aktifitas
rutin?.
Misal sy rutin membaca buku setiap
malam (yg saya anggap sbg jam terbang). Jazakumullah khairan katsiraa ๐๐๐ผ
➡Aktivitas rutin: adalah aktivitas yang mau tidak mau, suka
tidak suka harus kita selesaikan dan akan terus selalu ada.
Aktivitas dinamis : aktivitas yang selalu kita kerjakan dengan mata
berbinar, karena kita sangat suka, dan bisa terus bervariasi dari hari ke hari,
karena banyaknya ide yang bermunculan setiapkali mengerjakan hal tersebut.
Setiap org tdk sama dlm menentukan
jenis aktivitas tertentu, aktivitas rutin bagi seseorang bisa jadi adalah
aktivitas dinamis bagi orang lain.
Jika membaca buku tiap hari membuat
mb Wiwit berbinar dan menimbulkan banyak ide baru bermunculan maka sdh jelas ya
itu termasuk aktivitas yg mana ๐✅
8⃣Laela
Jika kita sudah membuat schedule
harian kita sudah membuat kandang waktu ,kadang schedule berantakan ketika anak
rewel,dan untuk menyelesaikan itu butuh kesabaran dan waktu yg lumayan bisa
mengambil.porsi jadwal rutin, kadang hal itu malah bikin ibu nya ikut ikut
tantrum ๐,karena akhirnya yg tadinya masuk ke kategori 2 jd
maju ke kategori 1 dikejar deadline
Padahal komitmen awal prioritas utk
anak dbanding kegiatan apapun, bagaimana menyikapi hal ini? Utk memanage waktu
ulang ketika tiba tiba harus berdiskusi lama dengan anak utk meredam rewelnya?
➡Mb Laela, jika prioritas terdepan adalah untuk anak, maka
butuh kesungguhan dan komitmen untuk memenuhi hal tsb. Akan lebih baik jika
suami turut terlibat dalam penentuan prioritas ini.
Jadi jika ada sesuatu yg mendesak
sehingga beresiko menggeser kegiatan yg lain, semua pihak bisa legowo atas
kondisi tsb, tapi bukan berarti kita membiarkan diri 'disetir' oleh anak ya.
Salah satu tipsnya: Sering2lah
mempraktekkan materi komunikasi produktif dg anak, sehingga kita tidak perlu
menghabiskan waktu untuk meredam rewelnya✅
9⃣Arssy
Bagaimana cara kita buat konsisten
dgn waktu,jadwal yg kita buat......
Klo keadaan sedang tidak memungkinkan
(misal anak dlm keadaan sakit)
Dmn kita smua handle sndiri tanpa art
dgn 2 anak balita.
Yg ada biasanya di akhir anak sakit
kerjaan rumah numpuk bukan main. Mksh
➡Mb Arssy, ada kalanya kondisi tidak berjalan sesuai jadwal yg
sdh kita susun, yaitu saat darurat spt
keluarga yg tetiba sakit.
Yang saya lakukan pd kondisi ini
adalah segera menetapkan prioritas saat itu, misal mengurus anak yg sakit,
adapun aktivitas lain sebisa mungkin saya delegasikan untuk sementara waktu
supaya tdk menumpuk di kemudian hari.
Yang biasanya setiap hari nyuci
setrika sendiri, sementara masukkan ke laundry, ambil catering/beli makanan
jadi, dsb.
Jika tdk bisa mendelegasikan
aktivitas, maka sederhanakan aktivitas tsb, misal nyuci doang setrika yg perlu2
aja atau ganti menu masakan dg yg tinggal cemplang cemplung dsb ✅
Alhamdulillah 9 pertanyaan yg masuk
sudah terjawab..
untuk selanjutnya masih dibuka
kesempatan teman2 jika masih ada yg bertanya.
Atau teman-teman yg ingin menanggapi
jawaban2 diatas..
sesi diskusi bebas
Tria: Jd mba diah, apakah salah jika
kita terbiasa dg yg RBO? Mestikah kita belajar jg yang TBO?
➡Tidak ada yg salah/benar dg ke 2 metode tsb mb tria, pilih
mana yg nyaman dilaksanakan, yg terpenting penuhi komitmennya
Ada baiknya mencoba keduanya, lalu
dievaluasi, mana yg lbh efektif dan memberikan hasil lbh maksimal
Saya pribadi selama ini nyaman dg RBO
krn tergolong last minute person, sejujurnya saya suka menunda2 pekerjaan ๐
Setelah saya coba TBO, awalnya
susaaah krn harus komitmen dg waktu, mengalahkan kemalasan yg sdh berkerak ๐
Setelah dievaluasi hasilnya memang
lbh baik dg TBO, skrg tinggal mencari cara mengalahkan kemalasan tsb ✊๐ผ
Nana: Kalau misal di jadual harian,
udah selesai dari target cut off time, sebaiknya apakah sisa waktu yang ada di
lanjutkan ke aktivitas berikutnya, atau free activity ke kita mba?
Tria: Saya dl pernah TBO mba diah. Tp
kok saya ngerasa lbh stres kayak dikejar2 waktu ๐.
Mungkin bs dicoba lg yah ๐
➡Nyamannya mb tria yg seperti apa?
Selama tidak mengganggu komitmen
waktu selanjutnya silakan aja
Nana : Skrg jadual aku coba tempel di
tempat yang selalu dibaca, mudah-mudahan bisa lebih disiplin ๐
➡Aaminn. Semangaaat mb nana ✊๐ผ
Diyan: Jd inget waktu SD buat jadwal
kegiatan harian n ditempel☺
Poppy : mba diah, saya juga jadi mau
nanya lagi.. ๐. Utk saat ini krn anak blm sekolah,
jd menurut saya prioritasnya anak ikut aktivitas ibu...
lalu menghilangkn rasa bersalahnya
spt rasa tidak enak sama anak, bagaimana? misalnya krn subuh2 sudah harus mandi
karena mau ke tempat eyang.. Padahal anaknya masih enak tidur.
➡Kalo sdh menetapkan prioritas berarti tinggal kesungguhan dan
komitmen mb pop, semua resiko dan konsekuensi seharusnya sdh sanggup ditanggung
termasuk rasa bersalah ๐
Zy: Justru bagus menurut saya..
membiasakan bangun subuh, mandi saat subuh bagus lho untuk kesehatan, apalagi
kalo diajarkan sholat subuh.. wah tambah kereen..
Poppy: baik mba diah, mba zy..
terimakasih jawabannya ya..
Teman-teman waktu sudah menunjukkan
pukul 21.02.
Maka kita akhiri saja diskusi Review
NHW#6 ini dengan mengucap hamdallah bersama. Alhamdulillah..
Terimakasih Mba Diah atas review nya.
Diah
Terimakasih semua.. saya undur diri
dulu, mhn maaf atas segala kekurangan, kita ketemu lg besok pagi in syaa allah
dg materi baru ๐๐ป
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warramatullahi wabarakatuh ๐๐ผ
Host : Poppy
Co-host : Bara
Narsum : Diah
Komentar
Posting Komentar