RESUME MATERI, CHALLENGE DAN HASIL DISKUSI KULKWAPP SESI KE-3 : PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP🌸 Senin, 20 Maret 2017 pukul 20.00-21.00
🌸Narasumber :
Ai Santiani
🌸 Host : Ardaniya Rizka
🌸Co-Host&Notulen :
Wiwit Simponi
A. 📒MATERI
Institut Ibu Profesional*
Materi Bunda Sayang sesi #3
❤
PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤
Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan
manusia dalam hidup yaitu SUKSES dan BAHAGIA
☘ Makna SUKSES
Menurut D. Paul Reily dalam bukunya Success is Simple mendefinisikan sukses sebagai pencapaian
yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang
berharga
Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya
Success_mengemukakan pendapatnya bahwa sukses adalah _peristiwa atau
pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri
☘ Makna BAHAGIA
Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya Authentic
Happiness mendefinisikan kebahagiaan
hidup dalam tiga kategori :
A. Hidup yang penuh kesenangan (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana
pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk
kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.
B. Hidup nyaman ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan
kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg
aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental
C. Hidup Bermakna ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat
kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia
menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan.
Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain
dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain
mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, pleasure in giving, kebahagiaan
dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual
Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA kita perlu
memiliki berbagai macam kecerdasan hidup.
☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau
memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu
merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih
memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan
menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas
serta imajinasi yang terus berkembang.
📚MACAM-MACAM KECERDASAN
A. Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotient)
Adalah kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu,
kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan
bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada
sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan
bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical),
spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal
(intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan
eksistensial (existensial)
B. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelleigence)
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan
orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri
sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah :
1. Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran
diri).
2. Kemampuan Mengelola Emosi.
3. Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5. Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan
sosial).
C. Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Intelligence)
Kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya
sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.
Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan
oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford
University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat
komprehensif. Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran
bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan
ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan
syaraf dan otak.
Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang
memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan
dengan panca indra.
📌Ada Tiga prinsip dalam
kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan
D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity
Intelligence)
Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.
📌Ada tiga tipe
menurut Stoltz yaitu :
1. Quitters adalah adalah sebutan untuk seseorang yang
memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur dan berhenti bila
menghadapi kesulitan.
2. Campers adalah sebutan untuk seseorang yang pernah
mencoba menyelesaikan suatu kesulitan, atau sedikit berani menghadapi
tantangan, tatapi tidak berani menghadapi resiko secara tuntas.
3. Climbers adalah sebutan untuk orang yang seumur hidup
selalu menghadapi kesulitan sebagai suatu tantangan dan terus berusaha untuk
menyelesaikan hambatan tersebut hingga mencapai suatu keberhasilan.
📌 Kecerdasan
Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih
kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk
universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki
rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.
📌 Kecerdasan Emosional :
membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang
lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf
kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan
spiritualnya terpenuhi.
📌 Kecerdasan Spiritual :
membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan
paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir
secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai
kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).
📌 Kecerdasan Menghadapi
Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan
hidup yang dia inginkan.
📚
LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN
Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu
Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa
menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek
keluarga.
❤ PROJEK KELUARGA ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga
sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi
keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek
keluarga.
📌 APA ITU PROJEK
KELUARGA
Projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar
dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian
anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
bersama pula.
📌 CIRI-CIRI PROJEK
KELUARGA
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek
📌 KOMPONEN PROJEK
KELUARGA
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan
keluarga.
📌 BAGAIMANA CARANYA
MEMANTAU PROJEK KELUARGA
Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat
forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki
durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari,
maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya
memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu
menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan
projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk
diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan
baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan
anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat
perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan
menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan
sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
📌 BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh
bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum
keluarga seperti ini terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara
menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian
tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan
projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
📌 CONTOH PROJEK KELUARGA
Nama Projek : WARNAI DUNIA WARNAMU
Gagasan : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah
berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut,
mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni?
Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
Pelaksanaan : Tentukan durasi waktunya, misal hari
Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan
misal “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil
keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
Nama Projek : SUNDAY LIBRARY
Gagasan : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang
sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa
perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak
dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan
keliling setiap minggu di event Car Free Day?
Pelaksanaan : Tentukan waktunya, setiap hari minggu,
tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang
library man dan tim untuk menghadapi tantangan yang muncul selama projek
berjalan
AMATI, TERLIBAT, TULIS
📌 AMATI
Aspek Komunikasi Produktif
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama
menjalankan sebuah projek?
Aspek Kemandirian
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak
dalam mengerjakan projek?
Aspek Kecerdasan
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ),
bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional
Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya
dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak
mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
📌 TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para
orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai
pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat
menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
📌 TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu
cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun
cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah
hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan,
Jakarta.
D. Paul Reily , “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta
B. HASIL DISKUSI
1) Bunda Ardaniya
Rizka
Bagaimana meningkatkan adversity quotient anak? Sometimes,
malah orang tua (abi atau umminya) yang menurunkan semangat anak karena kami
merasa itu bukanlah bidang si abang. Apa yang sebaiknya kami lakukan saat
melihat dia melakukan hal yang kurang bermanfaat baginya?
1⃣
jawab :
Langkah2 untuk meningkatkan AI (Adversity Inteligent) sudah
lengkap di materi ya... silahkan baca kembali.
Tariknafas dalam, tersenyum, laksanakan setiap langkahnya.
Sering2 ngobrol dengan si Abang, waktu sarapan, makan siang,
ngeteh sore, makan malam, sebelum tidur, atw kapanpun waktu senggang. Dalam
ngobrol ini, jangan terburu nafsu untuk menasihati ya, jadilah pendengar yang
baik, pahami perasaan, keinginan, harapan, cita2, cerita menarik tentang
keseharian disekolah dan sebagainya. Gunakan the power of questionnya.
Hindari melabeli anak, dengan menilai kebermanfaatan menurut
kita, tanyakan pendapatnya apa manfaat yang dia lakukan. Hargai anak sebagai
seorang individu. ✅
2) Bunda Refi Yulita
Dalam projek ini komunikasi produktif, kemandirian dan
kecerdasan dipadukan menjadi satu hingga muncullah satu makna. Jika di rumah
hanya ada saya dan suami, bagaimana y teh/mba membuat strategi projek ini?
2⃣
jawab :
Bunda Refi, tidak masalah jika hanya berdua, jadikan saja
projek berdua. Strateginya tetap sama, berbagi tugas sesuai dengan minat dan
keahlian masing2. Ini juga bisa melatih kecerdasan kita. ✅
3) Bunda Wiwit Simponi
Noted utk materi 4 kecerdasan dlm materi ini :
intelektual,emosional,spiritual dan tantangan/adversity.
Saat ini saya merasa tertantang kpd kecerdasan emosional
anak saya umur 5,5 tahun.
Mhn saran bagaimana cara melatih efektif utk kecerdasan
emosional bagi anak modeller (mudah meniru), di rumah sudah diwanti2 tp ketika
melihat di luar lingkungan rumah,dia jd sedikitnya terpengaruh oleh
lingkungan..
Jazakumullah khayran katsiraa tim fasil 😊🙏🏼
3⃣
Jawab :
Bunda Wiwit, kunci untuk melatih EI, SI, dan AI ini yang
pertama adalah berikan dia kepercayaan. Seperti pada jawaban pertanyaan 1.
Adalah penyakit orang tua yang sukanya menasihati tanpa
memberikan kesempatan pada anak untuk berpikir.
"THE POWER OF QUESTION"
insyaAllah sangat membantu meningkatkan struktur berpikir
anak.
Sebenarnya meniru (mencopy) merupakan gaya belajar anak dari
sejak lahir. Oleh karena itu, berikan model yang baik terutama dari kita orang
tuannya.
Tumbuhkan rasa percaya dirinya dengan memberikan
kepercayaan. Berikan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya. Dan tetap
dampingi saat anak kita melakukan kemandiriannya. Berikan apresiasi (pujian)
dengan menunjukan rasa bangga dan bahagia dengan prestasinya sekecil apapun,
lalu peluklah dan katakan "bunda sayang kamu".✅
4. Bunda Resti
Kebanyakan orang tua (termasuk saya☺)
fokus untuk meningkatkan kecerdasan intelektual anak karena merasa lebih
kongkrit.
Pertanyaan saya :
1.Bagaimana cara yg paling aplikatif utk melatih kecerdasan
emotional anak yg terkadang emosinya naik turun, walaupun sdh dicoba dengan
memberi pengertian dan contoh kasus.
2. Bagaimana cara melatih kecerdasan menghadapi tantangan
(adversity intellegence) yg saat ini anakya cenderung quitters...apalagi jika
dia suka membandingkan dengan temannya yg lebih unggul dari dia. Walaupun orang
tuanya selalu memberi semangat & motivasi.
Jawab :
4⃣
Bunda Resti..
1. Setiap anak terlahir tanpa memiliki kesadaran tentang
konsep diri. Sebagaimana sabda Rosul dan juga pendapat John Locke yang
menyebutkan bahwa Setiap anak terlahir dengan hanif, atau lurus. Maka orangtua
lah yang membantunya menamakan sebuah perasaan atau emosinya. Latih kekuatan
iman sebagai dasar dari kecerdasan emosinya.
"Sang anak akan tampil menjadi pribadi yang menyeluruh
di mana daya nalarnya berbanding lurus dengan kemampuan spiritualnya yang
munpuni dan kecerdasan emosi yang mengagumkan."
2. Melatih adversity intellegence bisa dilakukan dengan cara
Psikologi Kognitif, misal selalu memotivasi, selalu memberikan respon positif
terhadap suatu hal, banyak mengikutsertakan kegiatan atau lomba yang bersifat
menantang.
(Sumber AQ-Miarti Yoga)
5) Bunda Laela
Menarik sekali membuat project keluarga, anak pertama saya
(7th) bebrapa kali mengungkapkan keinginan membuat sesuatu bersama , tapi
kadang saya bingung menemukan ide nya, ketika saya tanya dia sendiri juga
bingung.
-Bagaimana cara menggali ide ide pembuatan project keluarga?
Kadang 1 ,2 kali sudah pernah membuat nya tapi ketika ditagih lagi saya suka
kehabisan ide.
- Dan apakah masih bisa disebut project keluarga jika sifat
kegiatan nya rutin, dengan penanggung jawab bulanan diroling begitu? Apa yang
hanya bersifat satu tema satu goal ?
Jawab :
5⃣
Jawab :
Bunda Laela, mulailah projek dari hal yang sederhana,
seperti kegiatan sehari2 di rumah. Misal untuk kakak, mendekorasi kamarnya
sendiri, membuat hiasan kamar, kebersihan kamar mandi, membuat taman mini di
teras, dsb. Tp dengan dibuat perencanaan dan di dokumentasikan. Jadilah family
projek.
Bedanya aktivitas biasa dan family projek, sudah dijelaskan
di materi ya...✅
6) Bunda Ardiani
Pas banget anak saya 23m sedang dalam proses disapih.
Sehingga seringkali tantrum. Bagaimana cara bijak mengahadapinya? Hal-hal
kemandirian yang sudah dilatih seakan sirna, sulit untuk diajak bekerja sama. 😭😭😭..
mohon sarannya bundaaa..
Jawab :
6⃣
bunda Ardiani Putri
Sebagai muslim coba luhat kembali QS. Al Baqarah:233
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua
tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah
memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf....."
Sudah memasuki usia 23 bulan sudah mulai dibicarakan ke dede
baik-baik, pelan-pelan..
Bilang "ummi punya kewajiban menyusui dede sampai dede
24 bulan ya. Itu tandanya dede sudah besar. Sudah pintar. Nanti kalau dede haus
dede bisa minum susu digelas atau kalau dede lapar, dede bisa minta makan sama
ummi."
Dan yang paling penting adalah umminya punya sugesti positif
bahwa saat menyapih ini akan berhasil dengan baik, tentunya didukung juga
dengan orang sekitar bisa dari ayahnya, kakaknya ataupun orang lain yang ada
dirumah. Semangat ya.. ✅
7) Bunda Febi
Terkait family project, tantangan utama kami selama ini adl
menjaga konsistensi dalam mengerjakan project... Seringkali adaaa saja satu
atau dua anggota keluarga yang ogah-ogahan sehingga ujung2nya project tidak
sampai selesai (atau kalaupun selesai, tidak menjadi kebiasaan baru yang
kontinu). Please help 😅
7⃣
jawab :
Bunda Febi, lakukan family project ini dengan ceria,
gembira, jangan merasa ini menjadi beban atau kewajiban.
Buatlah projek mulai dari yang sederhana. Dan waktu yang
singkat (1-3 hari), lalu meningkat secara bertahap. Disesuaikan dengan
kemampuan masing2 anggota keluarga.
Berikan apresiasi segera, rayakan keberhasilan dengan
gembira.✅
8) Bunda Nurul
Putri saya sangat senang bikin project. Setiap hari ada az
usulan bikin project. Namun terkadang terbentur dengan manajemen waktu. Saya
sudah buatkan agenda kapan kita bikin projectnya. Tapi anaknya suka ga sabar
dan akhirnya pengen bikin sendiri. Saya ajak anak bikin perencanaan project,
tapi anaknya mau segera. Akhirnya terkadang hasil tidak maksimal dan tidak
efektif terutama dalam waktu dan bahan2. Baiknya gimana ya? Di satu sisi sy
ingin mengajarkan kpd anak untuk membuat perencanaan. Tapi sy juga ga ingin
mematikan kreatifitas dan inisiatif anak.
8⃣
Jawab
Bunda Nurul, keren sekali anak mbak Nurul ini, terus berikan
apresiasi akan ide-idenya, lalu tanyakan kepuasan akan hasilnya. Selanjutnya
berikan saran dengan gaya mereka juga. Jadilah sahabat mereka, rekan kerja yang
menyenangkan. Bukan sebagai orang tua yang sering menasihati dan memberi
petunjuk.
9) Bunda Esther
Kecerdasan itu ditingkatkan dengan latihan. Semua ibu
menginginkan memiliki anak yang cerdas. Akan tetapi di suatu sisi memaksa anak
mencapai target tingkat kecerdasan tertentu juga kurang baik. Bagaimana mencari
tahu limit kecerdasan seorang anak? Dan bagaimana cara meningkatkan kecerdasan
dengan cara yang menyenangkan bagi anak?
9⃣
Jawab :
Bunda Esther, kecerdasan manusia itu sesungguhnya unlimit.
Benar sekali, lakukan latihan dengan menyenangkan.
Caranya, kita mulai dengan diri kita sendiri, buat dirikita
ceria, sampaikan ide dengan antusias.
Tambahan:
Tentunya targetnya harus SMART:
Specific, Measurable, Achievable, Reliable dan Tangible..
Buat target yg disukai dan tdk terlalu sulit untuk dicapai
oleh anak ✅
10) Bunda Marie
Bagaimana meningkatkan kecerdasan spiritual melalui project?
Soalnya kl saya lihat di tabel di materi, sepertinya ada bbrp yg blm tercapai
pada tahapan usianya...bagaimana cara mempercepat "catch up"nya?
Terima kasih..🙏🏻🙏🏻
Usia 6 th, yg blm tercapai : membangkitkan kesadaran bahwa
Allah pemberi rejeki
Km sering
mengingatkan bahwa semua yg kita peroleh berasal dari Allah, namun insting
"berdoa" msh perlu dikuatkan terus menerus
Jawab :
- Tema projeknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misal
"carring and sharing" dengan mengajak anak pergi k panti asuhan.
Dimulai dengan bagaimana mengumpulkan dananya, menyusun kegiatan yg akan
dilakukan di panti asuhan, apa saja yg akan di berikan dan sebagainya.
- Tidak apa2,
lanjutkan saja penguatannya. InsyaAllah akan ada "AHA" momentnya
dimana kita bisa memetik hasilnya tanpa kita sadari waktunya. Tugas kita adalah
berikhtiar terus, hasilnya adalah kuasa Allah...
Komentar
Posting Komentar