RESUME MATERI DAN TANYA JAWAB MATRIKULASI IIP DEPOK BATCH # 2 KULWAPP SESI 5, SELASA 15 NOVEMBER 2016, PUKUL 20.00 – 21.00
๐BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR๐
Bunda dan calon bunda yang selalu
semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan
ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya
belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang
teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik
(customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara
setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita
belajar.
Sebagaimana yang sudah kita pelajari
di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir.
Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak
suka belajar.
Suatu pelajaran yang menurut kita
berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu
akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan
dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.
Jadi suka atau tidaknya kita pada
suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran.
Lebih kepada rasa.
Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya
SUKA itu baru tantangan
Melihat perkembangan dunia yang
semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih
terus berubah.
Perubahan ini semakin hari semakin
cepat sekali.
Anak kita sudah tentu akan hidup di
jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita
tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.
Apa yang perlu kita persiapkan untuk
kita dan anak kita ?
Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
1⃣Belajar
hal berbeda
2⃣ Cara
belajar yang berbeda
3⃣Semangat
Belajar yang berbeda
๐ Belajar Hal Berbeda
Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang
bisa:
๐Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting
bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
๐Menumbuhkan karakter yang baik.
๐Menemukan passionnya (panggilan hatinya)
Cara Belajar Berbeda
Jika dulu kita dilatih untuk
terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan
bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri
dan dunianya.
Kita dapat menggunakan jari tangan
kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk
bertanya.
Misalnya :
๐Ibu jari : How
๐Jari telunjuk : Where
✋Jari tengah : What
✋Jari manis : When
✋Jari kelingking : Who
๐Kedua telapak tangan di buka : Why
๐Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka
: Which one.
Jika dulu kita hanya menghafal
materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir.
Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk
mengembangkan struktur berfikirnya
Jika dulu kita hanya pasif
mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan
informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.
Jika dulu kita hanya menelan
informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik
Apa itu berpikir skeptik ?
Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar
menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek
kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.
Semangat Belajar Yang berbeda
Semangat belajar yang perlu
ditumbuhkan pada anak kita adalah :
๐Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi
memahami subjek atau topik belajarnya.
๐Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin
meraih sebuah tujuan atau cita-cita.
Ketika kita mempunyai sebuah tujuan
yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan
sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi
kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).
Yang harus dipahami,
Menuntut Ilmu bukan hanya saat
sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita
Bagaimanakah dengan Strategi
Belajarnya?
• Strategi belajar nya adalah dengan
menggunakan
Strategi Meninggikan Gunung
bukan meratakan lembah
Maksudnya adalah dengan menggali
kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita
terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya
semaksimal mungkin.
Misalnya jika anak suka bola maka
mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan
sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.
๐ซ Sebaliknya jangan meratakan lembah
yaitu dengan menutupi kekurangannya,
Misalnya apabila anak kita tidak pandai
matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika
dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les
misalnya).
Ini akan menjadikan anak menjadi
semakin stress.
Jadi ketika yang kita dorong pada
anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan
melakukan proses belajar dengan gembira.
Orang tua tidak perlu lagi mengajar
atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan
mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah
yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan
senang hati.
Bagaimanakah membuat anak menjadi
anak yang suka belajar ?
Caranya adalah:
1⃣
Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
2⃣Mengetahui
tujuannya, cita-citanya
3⃣Mengetahui
passionnya
Jika sudah mengerjakan itu semua maka
anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.
Good is not enough anymore we have to be different
Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita
juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).
Peran kita sebagai orang tua :
๐จ๐ฉ๐ง๐งSebaga pemandu : usia 0-8 tahun.
๐จ๐ฉ๐ง๐งSebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16
tahun.
kalau tidak maka anak-anak akan
menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
๐จ๐ฉ๐ง๐งsebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita
: usia 17 tahun keatas.
Cara mengetahui passion
anak adalah :
1⃣
Observation ( pengamatan)
2⃣
engage(terlibat)
3⃣ watch and
listen ( lihat dan dengarkan suara anak)
Perbanyak ragam kegiatan anak, olah
raga, seni dan lain-lain.
Belajar untuk telaten mengamati,
dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan
apakah konsisten dari waktu ke waktu.
Diajak diskusi tentang kesenangan
anak, kalau memang suka maka kita dorong.
Cara mengolah kemampuan berfikir
Anak dengan :
1⃣Melatih
anak untuk belajar bertanya,
Caranya: dengan menyusun pertanyaan
sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
2⃣Belajar
menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas
masalahnya
3⃣Presentasi
yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
4⃣Kemampuan
berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.
Selamat belajar dan menjadi teman
belajar anak-anak kita,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP
Sumber bacaan :
Dodik Mariyanto, Learning How to
Learn, materi workshop, 2014
Joseph D Novak, Learning how to
learn, e book, 2009
SESI TANYA JAWAB
1⃣ Bun
Hilmiy
Bagaimana cara kita sebagai orangtua
memetakan potensi anak sesuai passionnya? Tiap tahun di sekolah anak ada pohon
cita-cita, tiap tahun pula anak kami cita-citanya berubah. Tahun pertama ingin
jadi astronout maka kami ajak ke Boscha, tahun kedua ingin menjadi pemadam
kebakaran sekaligus ilmuwan, tahun ke tiga ingin menjadi pembalap seperti Rio
dan tentara
Jadi bagaimana cara saya memetakan
cita-citanya yang berubah-ubah?
Terimakasih
➡ Bunda Hilmiy, usia berapa putranya? Tidak mengapa bunda,
sampai usia 14 tahun kita beri kesempatan untuk berpikir cita-citanya. Kita
catat, dan kita dukung dan fasilitasi untuk menuju kesana. Dipaparkan terus
saja pada beragam kegiatan dan keahlian yang ada...paparkan pada kegiatan
bersama alam juga.
Nanti akan terlihat bidang yang
paling lama diminati, yang membuat matanya selalu berbinar...dan kecenderungan
pilihan yang dilandaskan pada kegemarannya itu.
2⃣ Bun Fitri
Mba sy masih bingung memberi ragam
aktivitas utk mengamati passion anak (5th). Selama ini msh berkutat seputar
kegiatan rumahan: seputar buku (denger cerita,baca,mewarnai,nulis), main
lego,masak-masakan,main barbie. Tp kegiatan lain kaya olahraga, main di alam,
nari sangat kurang, jarang kami lakukan. Tapi kalo pas olahraga minggu pasti
dia gak ada capenya lari-lari n lompat-lompat spt kbiasaan anak-anak seusianya.
Kalo main ke playground mall jg suka. Bisa kasih contoh mba agar kegiatan anak
bisa seimbang.. dan kegiatan spt apa yg bs dikatakan "passion".
Karena kan main mah pd dasarnya anak-anak suka bgt.
Mksh.
➡ Bund Fitri, yang dilakukan bersama Ananda Sudan cukup
bervariasi. Tambahkan juga beraktivitas dan berinteraksi dengan alam. Mengagumi
tetumbuhan, hewan-hewan, mengamati angin, awan, gunung, danau, laut Dan
sebagainya.
Saya ingat kalimat di film "The
Beginning of Life": playing is the children's work
Jadi mari dampingi anak anak bermain.
Untuk menumbuhkan inborn drive of mastery di diri mereka.✅
3⃣ Dinda
Bagaimana cara membuat kurikulum
personal utk masing2 anak saya? Adakah contoh cara membuat potofolio anak dan
buku ortu yg bisa memantau setiap perkembangan tumbuh kembang fitrah anak2?
Berikut sifat dominan di anak saya :
๐ท๐ป♀Syifa 10 thn anak yg sangat perasa,,
empati nya pd org sangat besar.
๐ท๐ป♀Tyas 8y5m adalah anak yg senang
merawat dan telaten pd siapapun
๐ท๐ปTsaqif 4y6m adalah anak yg luwes dan mudah menghapal
Mohon maaf pertanyaan nya banyak.
Jazakillah khair atas jawabannya☺๐๐ป
➡ Mbak Dinda, mbak Dinda bagus sekali sudah mengobservasi dan
memetakan kepribadian dan keunikan anak-anak mbak Dinda. Lanjutkan saja dengan
menambah paparan aktivitas sesuai usia anak-anak mbak dan mengobservasi
poin-poin yang lebih dominan diantara aktivitas yang lain. Konkritnya mbak
Dinda yang lebih paham aktivitas anak-anak mbak sendiri.
Kegiatan yang dilakukan anak itu
diabadikan bisa dengan bentuk apapun. Portfolio adalah rekam jejak anak-anak
kita berkegiatan dan karya anak-anak. Berkreasi sama sesuai selera mbak Dinda
yang penting medianya bisa kita akses dengan mudah untuk kita trace back, ada
kah benang merah atau kecenderungan passion yang akan muncul?
Berikut contoh framework kurikulum
yang dibuat oleh mbak Diah untuk anaknya
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1TRpvwZBcWbCyPWpBjr-OtiXvoUsqnSMHqTAm3dhWH2o/htmlview#gid=0
Berikut contoh portfolio anak yang
didokumentasikan melalui blog http://duniatata.com/✅
4⃣ Bun Refi
Materinya menarik banget. Kita bisa
langsung membayangkan bagaimana caranya mendidik anak. Tapi ketika
mempraktekkannya amat butuh kesiapan maksimal yah Mba.
Jika anak bersekolah di sektor
formal, mereka mesti belajar semua mata pelajaran yang ada. Pastinya dari semua
mata pelajaran yang ada, ada yang anak tak suka. Sikap kita sebagai orang tua
bagaimanakah Mba?
Tetap meminta anak belajar
semampunya, atau berfokus kpd mata kuliah yang anak sukai saja.
๐๐ป๐๐ป๐๐ป Jazakillah khayran
➡ Bunda Refi, mungkin maksudny lebih pada sekolah formal umum
ya bukan kejuruan atau kuliah, karena kalo kejuruan Dan kuliah pelajarannya
sudah spesifik, namun memang ada beberapa ilmu penunjang yang kadang nampak
lain namun sebetulnya masih relevan.
Saran kami, identifikasi terlebih
dulu, mengapa sebab tidak suka. Karena guru/dosennya tidak clear saat
menjelaskan, cara belajar yang kurang sesuai, pengalaman tidak menyenangkan
atau memang karena sama sekali tidak minat.
Pelajari juga, apakah mata kuliah
tersebut berpengaruh terhadap kelulusan, jika ya maka tidak ada jalan lain,
tetap dipelajari seoptimalnya untuk memenuhi kualifikasi nilai Dan kelulusan
Sambil ditingkatkan bagian peminatannya.✅
5⃣ Bun Hilma
Bagaimana cara melatih anak dari
sejak usia balita agar selalu punya mental belajar yang kuat? Maksudnya agar
ketika ia sudah mengetahui minat, cita cita dan passion.nya, ia tidak mudah
menyerah atau putus asa ketika menemui rintangan dalam menekuni proses
belajarnya tsb?
➡ Bunda Hilma, bangun Dan latih dengan keteladanan. Ketika
bermain dampingi, beri contoh, tunjukkan passion dan semangat kita sendiri
dalam mendampingi bermain dengannya, mengeksplor alam Dan memilih sikap sikap dalam
menghadapi tantangan.✅
6⃣ Bun
Tantia
Mohon d jelaskan ortu Sebagai pemandu
0-8 th, apa yg boleh d lakukan dan tidak boleh d lakukan sebagai pemandu agar
tdk merusak fitrahnya.
Terimakasih
➡ Bunda Tantia, dampingi saja dan belajar bersama anak. Prinsip
adab terhadap ilmu terapkan. Tidak menggegas dan berikan imaji positif kepada
anak tentang segala hal.✅
7⃣ Bun Tria
Untuk anak usia 0-8 tahun, kita
berperan sebagai pemandu. Tolong dijelaskan bagaimana proses memandunya? Dan
seperti apa contoh memandu anak2 kita?
Adakah perbedaan antara memandu,
mengarahkan, & membimbing? Tks ya bun ๐
➡ Bunda Tria, jawaban sama seperti pertanyaan Bunda Tantia
sebelumnya ya. Basically memandu, membimbing mengarahkan merupakan paket satu
kesatuan mendidik. ✅
8⃣ Wiwit
Simponi:
Alhamdulillah suka sekali dg materi
kelima ini semakin practically..mohon perkenan penjelasan dari tim fasilitator
tercinta mengenai bagaimana contoh2 teknik belajar skeptik yg dpt diterapkan ke
anak2 ?.
Jazakillah khair ๐๐ผ
➡ Bunda Wiwit, 5W 1 H di material tadi itu tekniknya.
Jadi jika anak melihat atau menerima
ilmu baru gali skeptical thinkingnya dengan panduan tanya itu Sehingga anak
terbiasa tidak hanya menerima begitu sama sebuah informasi, tapi juga punya
kesempatan mengeksplorasi, memverifikasi dan memvalidasi. ✅
9⃣ Bun Ika
Cara mengolah kemampuan berpikir anak
itu apakah berjenjang sesuai dengan usianya anak. Sejak kapan kita melakukan
no.1 lalu pindah ke tahap-tahap selanjutnya?
➡ Bunda Ika, jika yang dimasud berjenjang adalah tingkat
kompleksitasnya, iya. Mulai Dari yang sederhana dulu. Kurang jelas no.1 yang
dimaksud yang poin mana. Anyway, semua dilakukan secara simultan di setiap
stages usia anak. ✅
๐ Bun Laela
Bagaimana jika cita cita dan pasion
anak berubah ubah ,FYI kita sering berpindah tempat tinggal rata rata 2 thn
sekali di propinsi berbeda, karena sering pindah itulah pasion anak kadang jd
berubah ,bagaimana cara menemukan jawaban pasion dan cita cita yang sesungguh
nya yang mana?
➡Bunda Laela, ketika pre akil baligh, berikan project real
sehingga anak mulai berpikir tanggung jawab dan menetapkan pilihan akhir
passion hidupnya ✅
Komentar
Posting Komentar