Langsung ke konten utama

NHW 6 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

 22 November 2016



Bismillahirrohmanirrohim….

Segala puji hanya milik Allah kian hari gabung dalam matrikulasi ini dituntut untuk mengubah cara pandang, fokus, skala prioritas, merencanakan segala aktivitas, komitmen dan konsisten menjalankannya. Komitmen dan konsisten gampang di ucapkan tetapi dalam prakteknya butuh perjuangan, untuk berada dalam roda itu.
Setiap manusia yang hidup pasti punya kompleksitas tantangan dan Alhamdulillah sudah ada panduannya untuk menyikapinya dan mempraktekkannya. Dalam materi Belajar Menjadi Manager Handal ada 3 yaitu :
a.       PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini , aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.
b.      ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time?
Lakukan setahap demi setahap, Lakukan sekarang, Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan
c.       DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.
Ketiga cara jitu ini sangat bermanfaat untuk memandu menjadi ibu profesional.
praktek , praktek dan praktek….
Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu
RUTINITAS
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
1uliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
3 Aktivitas paling penting :
  1. Ibadah, mendatangi majlis ilmu, praktek ilmu bunda sayang dan bunda cekatan
  2. Menemani dan memandu aktivitas anak-anak
  3. Menyiapkan kebutuhan suami 
3 Aktivitas yang paling tidak penting:
  1. Buka FB dan akhirnya baca status teman yang awal niatnya cari ispirasi ilmu
  2. Bentar- bentar Buka Gadget
  3. Seirng beresin mainan anak, padahal belum selesai main ( sudah d beresin di hambur-hambur lagi)

2 Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Aktivitas yang tidak penting

3 Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya, agar selaras
 ya, sudah selaras.

4  Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
Inshaa Allah

5Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Inshaa Allah

6Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

Jadwal Harian Tantia

03.00-04.30         Ibadah
04,30-07.00         Menyiapkan keperluan suami dan anak-anak
07.00-08.00         Antar sekolah, menyusui
08.00-09.30         Beres- beres rumah, jam 9 hari senin kajian Siroh
09.30-10.00         Ibadah
10.00-12.00         Gadget time,  menyusui, kegiatan pribadi & menemani aktivitas anak
12.00-13.30         Ishoma
13.30 -15.00        Tidur / mengikuti kajian Tahsin (senin)
15.00- 20.00        Praktek bunda sayang
20.00 - 21.00       Praktek bunda cekatan
21.00                     Istirahat


7 Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.


#NHW6
#KuliahMatrikulasiBatch#2
#IbuProfesional
#IIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...