MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN
PERADABAN
It takes a Village to raise a CHILD
Perlu orang sekampung untuk membesarkan anak
Demikian pepatah dari bangsa Afrika.
Dulu, pendidikan dimaknai, dipahami
dan dijalankan oleh para keluarga dan komunitas secara berjamaah. Pendidikan
adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik, demikian
juga sebaliknya, komunitas memerlukan pendidikan untuk mengangkat derajat
posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi ini serta
memuliakan kearifan dan akhlak yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.
Pendidikan bukan lahir karena adanya
komunitas atau masyarakat, justru pendidikanlah yang melahirkan komunitas dan
peradaban.
Pendidikan adalah tanggung jawab
keluarga dan komunitas, karena keluarga dan komunitaslah yang paling paham
peran yang paling bermanfaat untuk dirinya, yang paling tahu sisi kekuatan dan
kelemahan dirinya.
Maka sudah saatnya kita mengembalikan
keluarga dan komunitas yang kita bangun sebagai sentra pendidikan peradaban.
Karena sesungguhnya peradaban adalah milik keluarga dan komunitas, karena di
dalamnya akan muncul karya peradaban dan generasi peradaban yaitu anak-anak
kita.
TAHAPAN MEMBANGUN PERADABAN DALAM KOMUNITAS
Membangun peradaban di komunitas bisa
dijalankan seiring dengan membangun peradaban pada diri kita sendiri dan
membangun peradaban di keluarga. Mari kita lihat bersama:
a. Setiap manusia memiliki MISI INDIVIDUAL
Setiap manusia dilahirkan dengan
karakteristik yang unik, maka tugas dan peran yang akan dijalaninya di muka
bumi ini juga pasti unik.
b. Setiap keluarga memiliki MISI KELUARGA
Misi keluarga bisa jadi misi bersama
yang menjadi kekhasan setiap keluarga. Misi keluarga ini bisa jadi kombinasi
dari sifat keunikan ayah, ibu dan anak. Atau bisa juga karena ada dominasi
sifat yang mewarnai kekhasan keluarga. Di titik ini kita paham, apa rahasia
besar Allah mempertemukan kita (suami
dan anak-anak) dalam satu keluarga.
c. Setiap komunitas memiliki MISI PERADABAN
Burung yang berbulu sama pasti akan
saling bertemu
Inilah mungkin yang menyebabkan kita bisa
berkumpul di komunitas Ibu Profesional, belum pernah saling ketemu muka, tapi
rasanya sudah satu chemistry, karena sebenarnya kita sedang membawa misi
peradaban yang sama. Yaitu membangun Rahmat bagi semesta alam lewat dunia
pendidikan anak dan keluarga.
VALUES KOMUNITAS
Values komunitas adalah BERBAGI dan MELAYANI bukan MENUNTUT,
maka :
a. Mulailah dari diri kita,
b. Berbagi apa yang kita miliki
c. Satu alasan kuat karena anda ingin
melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi
kepentingan diri sendiri.
TAAT ASAS
Kemudian tahap berikutnya adalah
pahami, komunitas Ibu Profesional ini hadir dan berkembang di Indonesia. Dimana
asas kebangsaan yang dianut di Indonesia adalah asas BHINNEKA TUNGGAL IKA.
Sebagai warga negara yang baik kita perlu TAAT ASAS. Maka pahamilah bahwa kita
ini adalah BERAGAM
Perbedaan itu akan menjadi rahmat,
maka berjalanlah secara
HARMONI dalam KEBERAGAMAN
GERAK dan KEBERMANFAATAN
Jangan khawatir dengan jumlah, karena
banyak dan sedikit itu tidak penting, yang penting adalah GERAK ANDA dan ASAS
KEBERMANFAATAN kita bagi sesama.
Pakailah prinsip sebagai berikut :
Andaikata ada 1000 ibu yang mau
memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah
satunya adalah SAYA
Andaikata ada 100 ibu yang mau
memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah
satunya pasti SAYA
Andaikata hanya ada 1 ibu saja yang
mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka ITULAH SAYA
Rumah adalah miniatur peradaban, bila
potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuhsuburkan, dimuliakan dari dalam
rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah
peradaban.
Selamat membangun komunitas,
membangun peradaban,
Selamat bergabung di komunitas Ibu
Profesional.
dan bersiaplah menjadi Ibu Kebanggaan
Keluarga
Salam,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber Bacaan :
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo, 2000
Harry Santoso dkk, Fitrah Based
Education, Jakarta, 2015
Ibu Profesional, Membangun Komunitas,
Materi Perkuliahan IIP, 2015
Komentar
Posting Komentar