Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

PROJEK KELUARGA HARI 9

Pagi-pagi bada subuh saya menanyakan sekaligus menegaskan kalau hari ini Projek kami Kue Pukis kami, tapi kakak belum menjawab, adek bangun dan mi, mi... dan sama kakak di jawab mie... mie, umi bikin Pizza Mie. Adek pun menyaut mie, makan mie. Memang adek, kakak dan Abi suka mie. Baiklah tidak ada pilihan karena memang mereka juga sudah lama tidak makan mie, saya kabulkan permintaanya. saya jawab ya baik kita bikin pizza mie, tapi kakak seperti biasa bada subuh murojaah dan nambah hafalan dulu ya, sebenarnya sudah rada rada gak fokus, sudah pengen makan mie tapi saya bujuk, sebentar saja, kita fokus sebentar dan nanti segera kita bikin pizza mie. Dan ini lah semangat mereka, demi makan mie. Bahan yang kami pakai dalam pembuatan Pizza Mie adalah : Mie  telor, sosis, wortel, brokoli, garam, lada dan telur. Sebenarnya kakak gak mau pakai sayur, aku gak mau pakai sayur lo mi, gak enak, paki wortel aja, yang lain aku gak mau. Ya nanti sayurnya buat umi dan adek. Saya menyiapkan mie ...

๐ŸตCemilan Rabu 29 Maret 2017๐Ÿต

๐ŸตPOTENSI KECERDASAN ANAK UNTUK MERAIH KESUKSESAN HIDUP.  (Bagian 1)๐Ÿต Sebelum ditemukannya ragam kecerdasan (IQ, EI,SI, dan AI), seorang anak dikatakan cerdas jika memiliki IQ yang tinggi. Sebaliknya anak dikatakan bodoh jika ber-IQ rendah. Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh otak manusia untuk bisa melakukan beberapa kemampuan seperti, kemampuan menalar; merencanakan masalah; berpikir; memahami gagasan; dan belajar. Menurut Conny Setiawan dalam buku “Perspektif Pendidikan Anak Berbakat” ada tiga komponen penting yang dianggap esensi intelegensi, yakni penilaian, pengertian, dan penalaran. Berkat kecerdasan intelektualnya, manusia telah mampu menjelajah ke bulan dan luar angkasa; menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang sangat membantu dan lain sebagainya. Namun, ketika IQ saja yang menjadi dasar seseorang bergerak, maka di samping ada kemajuan pesat buah dari kecerdasannya itu, terdapat pula banyak kerusakan muncul akibat dari ula...

PROJEK KELUARGA HARI 8

Bismillahirrohmanirrohiim... Tadi malam Bada Isya kakak tanya, mi kita punya agar-agar gak? emang kenapa kak? tanya saya, temanku jualan Agar- agar mi. oh kata saya. Besok kakak mau bikin Agar ah... , jadwal projek kita kue pukis ku kan kak, kemaren pas ngobrol sama Abi. Ya udah tang ting tung, agar- pukis- agar- pukis, ya pukis aja mi.  Tapi saya melihat kakak pengen bikin Agar, dan wal hasil pagi-pagi bada solat subuh, dan menunggu adek bangun, sekitar jam 05.30 saya bilang ke kakak, yuk kita bikin "Nutrijell Happy," Asyiik... semua pada semangat, adek yang bangun rewel karena gatel pun langsung semangat.  Kakak mengambil semua jenis rasa yang kita punya dan menayakan ke adek mau pilih yang mana. Dan terjadi kesepakatan rasa strowbery yogurt. kakak membaca petunjuk dan menyiapkan alat dan bahan-bahan.   Alat & Bahan sudah siap, kakak mulai membuka bungkus Nutrijell k emudian menuang dalam panci, dilanjutkan dengan menambah gula s ampai berasa manis, menambah...

PROJEK KELUARGA HARI 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari yang ke 7 ini kami menjalankan projek Menyayangi Binatang. Kami memberi makan ikan Arwana dan Lobster. Biasanya Abi yang bertanggung jawab terhadap hewan-hewan peliharaan. Karena Abi tidak ada dirumah, akhirnya kami yang memberi makan ikan Arwana dan Lobster dan ternyataa ini mengasyikkan. Suasana menangkap Jangkrik, anak-anak geli-geli gimana gitu dan berusaha menangkap Jangkrik dengan hati-hati. Yap adek bisa menangkap Jangkriknya mi...    kata Adek.   Kakak dan adek memberikan pakan  jangkrik untuk Arwana . Dek ngasih jangkriknya lewat lubang sini, kata kakak. Ikan Arwana dengan sigap dan tangkas set, langsung menangkap Jangkrik dan memakannya. Sekitar 7 Jangkrik sudah dimakan Arwana.   Saatnya memberikan pakan untuk Lobster. Kami mempunyai pakan berupa pellet khusus untuk Lobster. Kakak menakar 1 takaran tutup Lobster dan adek yang menaburkan ke kolam. Adek selesai gantian kakak yang...

TESTIMONI MATRIKULASI IIP

Mengikuti matrikulasi menguatkan saya sebagai Ibu bekerja, bahwa hanya ada satu jenis ibu yaitu ibu bekerja. Baik di ranah domestik maupun ranah publik, keduanya harus mengutamakan peran utamanya dalam Keluarga (Nio-IIP Depok) Menjalani sesi demi sesi dalam matrikulasi IIP membuat saya banyak merenung dan berfikir. Alhamdulillah tidak sampai tahap itu saja, adanya NHW juga memaksa saya take actions atas apa yang saya renungkan dan pikirkan itu. Sekarang saat matrikulasi sudah berakhir, saya rasa ada sesuatu yang lebih besar menanti, ya ... bertanggung jawab atas NHW yang sudah saya buat Terima kasih bu septi, pak dodik, mbak zy, mbak dyah, mbak nia dan seluruh bunda yang bergantian memberikan kontribusi penguatan dalam grup, Jazakumullah ahsanal jaza' ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™ ๐Ÿป (Arraswita – Depok) Alhamdulillah Allah memberikan jalan melalui Matrikulasi IIP ini disaat saya sudah mulai menemukan passion saya. Sesi demi sesi telah dilalui sesuai dengan...