Bismillahirrohmanirrohiim
Rasa syukur terus mengalir atas limpahan nikmat yang Allah karuniakan. Nikmat bertholabul Ilmi. Bersyukur teman-teman Kami Menulis Depok memfasilitasi WorkShop Online ini. Semenjak gabung di IIP saya berusaha mengikuti sesi demi sesi, lakukan, lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menunujukkan jalan. Prinsipnya Yakin, selama di jalan kebenaran Bismillah. Dan berazam menjadi seorang ibu, seorang istri itu harus kian hari menjadi baik dan mau belajar, dengan memohon RidhoNya agar anak-anakpun tumbuh mencintai kebaikan dan kebenaran, dan ringan dalam melaksanakannya.
Assalamualaikum
kak Galuh salam kenal, saya tantia mohon izin menimba ilmu, mohon bimbingannya.
Kesan pertama ketika saya membaca materi yang kak galuh sampaikan dalam hati
saya berucap masyaAllah semua dihubungkan dengan Allah, insyaAllah akan sampai
kepada peserta. Menyampaiakan dengan hati, akan kembali kepada hati karena
semua muara ada di dalam hati. Materi yang disampaikan kata demi kata
mengandung spirit.
Setelah
menyimak materi yang dibeikan pada acara workshop yang saya fahami dari
literasi adalah kegiatan membaca dan menulis. Kedua kegiatan ini saling erat
kaitannya, saling bersinergi. Membaca adalah perintah dari Allah yang
terkandung dalam QS. Al Alaq 1-5. Dengan membaca kita akan mengetahui sesuatu,
wawasan menigkat, peka terhadap sekitar. Ketika sesuatu sudah kita pahami
selanjutnya agar ilmu itu terikat maka aktivitas yang dilakukan adalah menulis. Menulis sebagai sarana terapi,
menuangkan ide-ide, pemikiran, dan hikmah. Dengan menulis akan memberikan
banyak manfaat dan dampak yang positif. Bagi Pribadi ia akan selalu ingat
dengan tulisannya dan selalu berusaha menjadi lebih baik sesuai pesan yang
disampaikan, sedangkan untuk pembaca akan memberikan manfaat atau hikmah dari
tulisan si penulis apalagi tulisan tersebut bertepatan dengan kondisi si
pembaca.
Menyadari akan pentingnya budaya Literasi ini maka perlu
dibangun budaya literasi dalam diri. Bismillah dengan memohon ridhoNya langkah
– langkah yang saya akan lalukan adalah:
1. Membaca 2 lembar perhari, dan menuliskannya
kembali minimal 1 minggu sekali dari buku-buku yang ada dirumah, saat ini karena ingin membersamai anak-anak,
maka buku yang saya baca adalah tentang pengasuhan.
2. Setiap
mengikuti kajian berusaha mendengarkan dengan baik, menulis kembali,
jika adahal yang belum difahami cari refrensi dengan membaca terkait materi
yang disampaikan misal buku atau media sosial
3.
Membaca buku siroh nabawi sebelum menyampaikan
kepada teman-teman atau kepada adek-adek. membuat draf apa yang mau disampaikan
dan berlatih, setelah memyampaikan mencoba menulis hasil respon dari
teman-teman atau apa saja yang berhubungan dengan siroh.
4. Jika ada penugasan / tantangan di kelas bunda
sayang minimal ketika menulis ada sumber bacaan atau refrensinya, jadi sebelum
mengerjakan wajib membaca minimal 1 artikel yang terkait.
Untuk merubah keadaan menjadi baik, hal efektif yang
dilakukan adalah mulai dari diri sendiri. Jika dalam dirinya sudah komitmen dan
konsinten dengan kebaikan orang sekitar
akan lebih gampang terwarnainya, bisa melihat langsung sosoknya sehingga dengan
mudah orang percaya dan tanpa sadar mencontoh budayanya. Setiap pribadi
mempunyai tugas masing-masing yang berbeda dan tingkat kesibukan yang berbeda.
Agar rencana literasi dalam diri ini terealisasi maka diperlukan tekad yang
kuat, keyakinan, dan latihan. Bismillah bersama Allah pasti bisa.
Depok 01/11/2017 22:28
#WorkshopOnline
#KamiMenulis
#IIPDepok
#MembangunBudayaLiterasiDalamDiri

Komentar
Posting Komentar