Selasa, 24 Oktober 2017Oleh: Uz. Amlia Husnaa B ( Uz. Yuyu)
Telah jelas asal mula bangsa Arab, telah jelas Hijaz dari daerah yang kosong berubah menjadi kota, Telah jelas mengapa Hijaz setelah peristiwa manasik Nabi ibrahim as. menjadi kota yang ramai dikunjungi.telah jelas mengapa Hijaz yang semula bertauhid berubah menjadi pagamis, berubah menjadi tempat tempat yang dipenuhi oleh berhala, Telah jelas ada nasab dari Adam as, sampai kepada Muhammad Saw. Telas jelas bahwa leluhur Rasulullah adalah para pemimpin. Telah jelas bagaimana keberadaan Ka’bah dari periode ke periode hingga kelahiran Rasulullah. Telah jelas mengapa pada awalnya jazirah Arab secara geografis tidak menjadi daya tarik negara-negara di luar jazirah Arab.
Selanjutnya kita akan mengurai tentang Bangsa Arab dari sisi Pemerintahan dan Agama.
Pemerintahan Jazirah Arab ketika Islam datang menjadi dua karakter :
1. Raja yang bermahkota, namun bukan raja merdeka.
2. Pemimpin kabilah dan suku, yang memiliki hukum dan kelebihan yang tidak dimiliki olehpara raja yang bermahkota. Mayoritas dari para pemimpin ini hidup secara merdeka, namun ada sebagian kecil yang hidup di bawah kepemimpinan raja yang bermahkota.
Diantara raja-raja yang bermahkota adalah raja Yaman, raja di wilayah Syam, dan raja Hirah Selain mereka adalah raja yang tidak memiliki mahkota.
Raja Negeri Yaman
Negeri Yaman adalah tempat tumbuh kebudayaan yang paling penting yang pernah tumbuh di Jazirah Arab sebelum Agama Islam datang.
Perkataan Yaman berasal dari kata "Yumn" yang berarti "berkata". Dinamai demikian, karena di negeri ini banyak berkat dan kebaikan.
Negeri Yaman Makmur karena tanahnya subur. Hujan pun banyak turun di sana. Anak negerinya membuat waduk-waduk dan bendungan-bendungan air. Anak negerinya membuat waduk-waduk dan bendungan-bendungan air, agar dengan adanya waduk-waduk dan bendungan-bendungan air itu, air hujan dapat dipergunakan dengan baik dan juga kota-kota dan kampung-kampung serta tanaman mereka tiada dilanda air bah di musim hujan. Penduduk Yaman pun pernah memegang peranan besar dalam melancarkan perniagaan antara Timur dan Barat.
Sebaliknya, faktor-faktor yang disebutkan itu pulalah yang menyebabkan nasab mereka tidak murni lagi; bahasa mereka menjadi rusak, karena banyaknya kaum-kaum saudagar dari India, Tiongkok, Mesir dan Siria berdatangan ke negeri mereka Negeri Yaman tiada luput dari penjajahan, yang dilancarkan oleh negara-negara tetangga yang lebih kuat dan yang mempunyai ambisi untuk menjajah.
Karena adanya kestabilan dan kehidupan yang makmur, maka telah pernah lahir di Yaman raja-raja yang mempunyai mahkota dan istana yang besar-besar. Bila lahir seorang raja yang kuat, tunduklah seluruh negeri Yaman kepadanya. Ia dipatuhi oleh raja-raja kecil dan oleh kepala-kepala daerah diseluruh daerah Yaman, bahkan Hadramaut pun tunduk kepadanya.
Akan tetapi di masa lemahnya, negeri Yaman terbagi atas daerah-daerah yang acapkali berperang-perangan dan bermusuh-musuhan.
Diantara kerajaan-kerajaan penting yang telah pernah berdiri di Yaman ialah : Kerajaan Ma’in, Qutban, Saba’ dan Himyar.
Kerajaan Ma’in berdiri kira-kira tahun 1200 sebelum Masehi, dan Kerajaan Qutban berdiri kira-kira tahun 1000 sebelum Masehi. Kerajaan Qutban inilah yang jadi pengawa Selat Bab el Mandeb. Akan tetapi hal-hal yang mengenai kerajaan ini amat sedikit yang dikenal.
Akhirnya kedua-duanya roboh, dan diatas puing kerobohannya berdirilah kerajaan Saba’.
Saba’ mempunyai wilayah kekuasaan mulai dari negeri Arab hingga di luar Arab. Raja mereka bergelar Ma’rib Saba’. Salah satu peninggalan peradaban mereka ialah Bendungan Ma’rib yang sangat terkenal dalam sejarah Yaman,
Kerajaan Yaman runtuh karena dikalahkan oleh kabilah Himyar. Kabilah Himyar dipimpin oleh Dzu Raidan. Tetapi kerajaan ini juga akhirnya runtuh
Ada tiga sebab keruntuhan kerajaan Himyar :
1. Romawi menguasai jalur-jalur perdagangan lewat laut setelah berhasil menaklukkan mesir, Suriah dann bagian utara Hijaz.
2. Perluasan kekuasaan kabilah Nabat ke utara Hijaz sehingga perekonomian Hijaz bangkrut.
3. Persaingan antar Kabilah.
Bendungan Ma’arib runtuh yang mengakibatkan bajir bandang, usai itu meletus sebuah peristiwa besar yang meluluhlantakkan peradaban mereka.
🌊🌊 Negeri Yaman telah kita bahas, dengan maksud agar kita memiliki wawasan terhadap bangsa Yaman, yang banyak kita temui penyebutannya dalam siroh nabawiyah... Silahkan membuka peta, dan amati negara Yaman✋✋✋
Telah jelas asal mula bangsa Arab, telah jelas Hijaz dari daerah yang kosong berubah menjadi kota, Telah jelas mengapa Hijaz setelah peristiwa manasik Nabi ibrahim as. menjadi kota yang ramai dikunjungi.telah jelas mengapa Hijaz yang semula bertauhid berubah menjadi pagamis, berubah menjadi tempat tempat yang dipenuhi oleh berhala, Telah jelas ada nasab dari Adam as, sampai kepada Muhammad Saw. Telas jelas bahwa leluhur Rasulullah adalah para pemimpin. Telah jelas bagaimana keberadaan Ka’bah dari periode ke periode hingga kelahiran Rasulullah. Telah jelas mengapa pada awalnya jazirah Arab secara geografis tidak menjadi daya tarik negara-negara di luar jazirah Arab.
Selanjutnya kita akan mengurai tentang Bangsa Arab dari sisi Pemerintahan dan Agama.
Pemerintahan Jazirah Arab ketika Islam datang menjadi dua karakter :
1. Raja yang bermahkota, namun bukan raja merdeka.
2. Pemimpin kabilah dan suku, yang memiliki hukum dan kelebihan yang tidak dimiliki olehpara raja yang bermahkota. Mayoritas dari para pemimpin ini hidup secara merdeka, namun ada sebagian kecil yang hidup di bawah kepemimpinan raja yang bermahkota.
Diantara raja-raja yang bermahkota adalah raja Yaman, raja di wilayah Syam, dan raja Hirah Selain mereka adalah raja yang tidak memiliki mahkota.
Raja Negeri Yaman
Negeri Yaman adalah tempat tumbuh kebudayaan yang paling penting yang pernah tumbuh di Jazirah Arab sebelum Agama Islam datang.
Perkataan Yaman berasal dari kata "Yumn" yang berarti "berkata". Dinamai demikian, karena di negeri ini banyak berkat dan kebaikan.
Negeri Yaman Makmur karena tanahnya subur. Hujan pun banyak turun di sana. Anak negerinya membuat waduk-waduk dan bendungan-bendungan air. Anak negerinya membuat waduk-waduk dan bendungan-bendungan air, agar dengan adanya waduk-waduk dan bendungan-bendungan air itu, air hujan dapat dipergunakan dengan baik dan juga kota-kota dan kampung-kampung serta tanaman mereka tiada dilanda air bah di musim hujan. Penduduk Yaman pun pernah memegang peranan besar dalam melancarkan perniagaan antara Timur dan Barat.
Sebaliknya, faktor-faktor yang disebutkan itu pulalah yang menyebabkan nasab mereka tidak murni lagi; bahasa mereka menjadi rusak, karena banyaknya kaum-kaum saudagar dari India, Tiongkok, Mesir dan Siria berdatangan ke negeri mereka Negeri Yaman tiada luput dari penjajahan, yang dilancarkan oleh negara-negara tetangga yang lebih kuat dan yang mempunyai ambisi untuk menjajah.
Karena adanya kestabilan dan kehidupan yang makmur, maka telah pernah lahir di Yaman raja-raja yang mempunyai mahkota dan istana yang besar-besar. Bila lahir seorang raja yang kuat, tunduklah seluruh negeri Yaman kepadanya. Ia dipatuhi oleh raja-raja kecil dan oleh kepala-kepala daerah diseluruh daerah Yaman, bahkan Hadramaut pun tunduk kepadanya.
Akan tetapi di masa lemahnya, negeri Yaman terbagi atas daerah-daerah yang acapkali berperang-perangan dan bermusuh-musuhan.
Diantara kerajaan-kerajaan penting yang telah pernah berdiri di Yaman ialah : Kerajaan Ma’in, Qutban, Saba’ dan Himyar.
Kerajaan Ma’in berdiri kira-kira tahun 1200 sebelum Masehi, dan Kerajaan Qutban berdiri kira-kira tahun 1000 sebelum Masehi. Kerajaan Qutban inilah yang jadi pengawa Selat Bab el Mandeb. Akan tetapi hal-hal yang mengenai kerajaan ini amat sedikit yang dikenal.
Akhirnya kedua-duanya roboh, dan diatas puing kerobohannya berdirilah kerajaan Saba’.
Saba’ mempunyai wilayah kekuasaan mulai dari negeri Arab hingga di luar Arab. Raja mereka bergelar Ma’rib Saba’. Salah satu peninggalan peradaban mereka ialah Bendungan Ma’rib yang sangat terkenal dalam sejarah Yaman,
Kerajaan Yaman runtuh karena dikalahkan oleh kabilah Himyar. Kabilah Himyar dipimpin oleh Dzu Raidan. Tetapi kerajaan ini juga akhirnya runtuh
Ada tiga sebab keruntuhan kerajaan Himyar :
1. Romawi menguasai jalur-jalur perdagangan lewat laut setelah berhasil menaklukkan mesir, Suriah dann bagian utara Hijaz.
2. Perluasan kekuasaan kabilah Nabat ke utara Hijaz sehingga perekonomian Hijaz bangkrut.
3. Persaingan antar Kabilah.
Bendungan Ma’arib runtuh yang mengakibatkan bajir bandang, usai itu meletus sebuah peristiwa besar yang meluluhlantakkan peradaban mereka.
🌊🌊 Negeri Yaman telah kita bahas, dengan maksud agar kita memiliki wawasan terhadap bangsa Yaman, yang banyak kita temui penyebutannya dalam siroh nabawiyah... Silahkan membuka peta, dan amati negara Yaman✋✋✋
Komentar
Posting Komentar