Siapakah nabi akhir zaman? siapakah ayah bundanya? Siapakah
bidan yang melahirkannya? siapakah ibu susuannya? Siapakah kakeknya? siapakah
pamannya? siapakah istri pertamanya? siapakah anak-anaknya? kapankah ia
diangkat menjadi nabi? Bagaimana beliau berdakwah terhadap umatnya? bagaimana
sikap umatnya terhadap dakwah beliau?
“ Sesungguhnya pada
Rasulullah itu tauladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan
kedatangan hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” ( QS. Al Ahzab : 21)
“Kami menceritakan
kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan
sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang
yang belum mengetahui”. (QS. Yusuf : 3)
Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan anak-anak SMP
SMA IT di daerah Kecamatan Cilodong, saya berdiskusi tentang sosok nabi akhir
zaman ini banyak diantara mereka yang belum mengetahui sejarah beliau.
12 Rabiul awal tahun gajah lahirlah bayi dari pasangan
Abdullah bin Abdul Mutholib dan Aminah binti Wahab. Yatim sejak dilahirkan,
ayahnya wafat di Madinah. Bidannya adalah Syifa ibunda dari Abdurrahman bin
Auf. Diberi nama oleh kakeknya dengan nama Muhammad. Muhammad bin Abdullah bin
Abdul Mutholib, bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay. Malam ini telah tampak
bintang ketika Ahmad dilahirkan (HR Baihaqi). Yahudi melihat tanda titik hitam
sebagai tanda kenabian. Muhammad tumbuh cepat dalam sebulan seperti seorang
yang tumbuh dalam setahun mentalnya. Kesukuan bangsa Arab sangat kental, Abu
Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Mutholib) sangat gembira sehingga membebaskan
Tsuwaibah( budaknya) dan menghadiahkan kepadanya. Halimatussa’diyah dan
Tsuwaibah sebagai ibu susuannya. Tradisi bangsa arab dahulu, anak yang lahir di carikan ibu susuan, dan di asuh
di rumah ibu susuannya agar anak tersebut belajar dari suku yang bahasanya fasih,
alam pegunungan, dan udara yang sejuk untuk melatih mental dan fisiknya menjadi
pribadi yang kuat.
Ketika Muhammad Saw berusia 4 tahun di Kampung Banu Sa’ad ia
mengalami pembelahan dada. karena peristiwa itu Halimah ketakutan dan
mengembalikan pengasuhan kepada Ibundanya. Di usia 6 tahun oleh ibunya diajak
untuk berziarah ke makam ayahnya. Aminah wafat di Abwa karena terserang
penyakit yang sedang mewabah di Madinah. Usia 6-8 tahun dalam asuhan kakeknya
(Syaibah bin Amru) Muhammad belajar percaya diri untuk berhadapan dengan tokoh
Quraisy , ia sering mengikuti majlis kakeknya dan duduk disinggasana kakeknya.
Kakeknya Wafat dan menyerahkan urusan pengasuhan kepada Abu Tholib ( pamannya),
Fathimah binti Asad dan Barokah. Apabila Abu Tholib akan minum susu maka yang
pertama kali minum adalah Muhammad. Jika Muhammad terakkhir makan maka makanannya tidak cukup, tetapi bila
Muhammad mendahului maka makanannya cukup, bahkan lebih. Pada Usia 8-12 tahun
Muhammad Saw menggembala, Penduduk Mekkah selalu melihat adanya awan yang
tampak seperti lukisan, awan tersebut menaungi beliau ketika mengembala. Ketika
kemarau tiba diajak oleh pamannya ditempelkan di dinding ka’bah seraya berdoa
memohon hujan. Dalam Hadist Riwayat
Bukhori dan Muslim “ Ya tidaklah ada seorang nabi, kecuali dia menggembalanya.
“ ya dulu aku menggembalanya untuk penduduk kota Makkah sejumlah qirath.”
Manfaat dari menggembala adalah proses
latihan kemandirian agar terhindar dari perbuatan meminta-minta, peningkatan
latihan fisik karena harus mengembala di bukit-bukit, melatih kelembutan hati,
melatih pelayanan tanpa ada kritikan dari obyek (domba) . Barakah adalah budak
yang setia ia menemani menggembala karena senantiasa merasa rindu jika
terpisah. Pada usia inipula dihindarkan oleh Allah dari keinginan menonton
pesta jahiliyah, Muhammad tertidur. Allah menjaga kesucian sepanjang hidupnya,
termasuk masa Remaja.
Muhammad kini telah berusia 12 tahun, Pamannya hendak
berdagang menuju Syam, beliau sedih ingin ikut pamannya, bibinya tak kuasa
melihat kesedihannya, mereka merunding dan mengizinkan Muhammad ikut rombongan
dagang Abu Tholib. Selama perjalanan ke Syam pohon menundukkan seseorang untuk
menghentikan kafilah dagang dan menjamunya. Pendeta Bahiroh berdialog, Ia yang
bertanya ia pula yang membenarkan jawaban yang diberikan. Pendeta menyuruh Abu
Tholib untuk segera membawa pulang Muhammad karena jika terlihat yahudi akan
dibunuh. Terlihat tanda kenabian yang menyerupai buah apel. Nasthuro
menyebutkan bahwa itu adalah nabi terakhir. Pada Usia 14 atau 15 tahun terjadi perang. Perang yang terjadi pada
bulan-bulan Haram, perang antara Bani kinanah, Bani Quraisy dengan Bani Qais
Ailan disebut perang Fijar. Kelompok pemuda pembela kebenaran, karena tidak
setuju dengan kedzoliman. Beliau ikut membantu paman-pamannya dengan
mengumpulkan anak panah. Perang Fijar menghasilkan sebuah perjanjian. Dirumah
Abdullah bin Jud’an beliau menghadiri sebuah perjanjian. Zubair bin Abdul
Mutholib sebagai pelopor Hilful Fudhul. Diusia 22 tahun Beliau berangkat ke
Syam bersama Maisaroh pembantu Khodijah. Beliau mendapatkan keuntungan yang
berlipat ganda. Pedagaung eksport Import dari Hijaz.
Maisaroh membawa berita tentang kepribadian
Muhammad selama berdagang. Khodijahpun kian kagum kepada Muhammad. Ia pun
berkeinginan menikah dengan Muhammad. Hal yang sebelumnya tidak terpikirkan
olehnya. Khodijah mengungkapkan perasaannya kepada teman dekatnya Nafisah binti
Munabbih. Nafisah menemui Muhammad dan menceritakan perihal itu. Mereka Menikah, Khodijah berumur 40 tahun dan
Muhammad berumur 25 tahun. Khadijah Binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin
Qushay bin Kilab. Beliau memberi Mahar berupa 20 ekor unta muda. Pernikahannya
dengan Khodijah dikaruniai 6 putra putri diantaranya adalah Qosim, zainab,
Ruqqoyah, Ummu Kaltsum, Fathimah dan Abdullah. Putra-putranya meninggal saat
masih kecil dan putri-putri mereka tumbuh sampai masa Islam, memeluk Islam dan
ikut berhijrah. Semua meninggal selama beliau masih hidup kecuali Fathimah yang
meniggal 6 nulan setelah beliau wafat. 2 orang putrinya dinikahkan dengan Putra
Abu Lahab. zaid bin Haritsah diangkat sebagai anak dan Ali bin Abu Tholib
diasuh, Hari-hari mereka ceria dalam asuhan Muhammad dan Khodijah.
Ketika
Muhammad berusia 35 tahun Renovasi ka’bah dilakukan karena, bagian atapnya
tidak beratap, barang-barang yang berada di dalam ka’bah sering dicuri orang.
Sewaktu kaum Quraisy ingin merombak ka’bah ada seekor ular. Renovasi ka’bah hampir
usai Pekerjaan yang tersisa hanya menempatkan Hajar Aswad , kaum Quraisy berebut dari suku merekalah yang
berhak menempatkan Hajar Aswad di tempat semula. Mereka Mencelupkan tangannya
ke dalam baskom yang berisi darah. Ini sebagai partanda mereka siap berperang, Ummayah
bin Mughirah Al Makhzumi menengahi dan memberikan solusi bijak. Dia mengusulkan
kepada orang-orang Quraisy dengan cara memilih orang yang paling dahulu
memasuki pintu di antara mereka. Mereka sepakat siapa yang paling datang duluan
dialah yang berhak memindahkan Hajar Aswad. Tak beberapa lama setelah usulan
itu diterima, Muhammad tiba-tiba masuk. Mereka menyambut dengan teriakan Al
Amin ! Kami rela ! Inilah Muhammad ! Cara Muhammad Saw sungguh bijaksana
meletakkan Hajar Aswad diatas kain dan setiap pemimpin suku memegang sudut
kain. Muhammad meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Muhammda telah mencegah
kemungkinan terjadinya perang antar suku. Kaum Quraisy merasa puas dengan
solusi yang diberikan oleh Muhammad.
Tahannuts
bukan suatu yang aneh bagi kaum Quraisy dan sudah menjadi praktek tradisional.
Kebiasaan masyarakat Arab jika ingin menenangkan pikiran dan membersihkan hati.
Uzlah (menyendiri) adalah bentuk persiapan bagi Muhammad untuk menerima amanah.
Khodijah menyiapkan bekal setiap Muhammad melakukan uzlah di Gua Hiro di Jabal
Nur. Jarak 4 mil dari Ka’bah ditempuh berjalan kaki. Aktivitas di Gua Hira:
Muhammad merenungi kehidupan masyarakat dengan bertafakur. Merenugi kehidupan
manusia yang tidak sesuai hati nurani. Senjata dibuat untuk membunuh sesama
manusia. Orang yang kuat menindas yang lemah, wanita-wanita kedudukannya sangat
rendah. patung-patung dijadikan alat untuk memuja para dewa. Tidaklah beliau
melihat sebuah mimpi kecuali ia datang seperti cahaya terang di pagi hari. Berlangsung
selama 3 tahun. Lebih intens dalam bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Muhammad
jelang usia 40 tahun.
Diusaianya ke 40 tahun, diangkat menjadi Rasul Allah.
Malaikat Jibril turun membawa wahyu. Muhammmad terkejut. Malaikat Jibril berkat
:”Bacalah! sambil mendekati Muhammad yang diam terpaku. “ Aku tidak bisa
membaca,” jawab Muhammad. Tubuhnya bergetar hebat. Melihat Muhammad tak berdaya
ia segera Memeluknya. kejadian berlangsung selama 3x. Setelah Muhammad pulih
JIbril melepas pelukannya sambil berkata yang termuat dalam(Q.S Al Alaaq 1 -5). Muhammad segera
ingin pulang dan sesampai di rumah Nabi Saw segera menemui istrinya. “ Selimuti
aku! selimuti aku! tubuh nabi Muhammad menggigil, raut wajahnya ketakutan.
Khodijah segera menyelimuti tubuh suami tercinta, setelah kondisi Rasulullah
pulih Khodijah menanyakan apa yang terjadi. Rasulullah lalu menceritakan apa
yang baru saja dialami. “ Aku amat khawatir terhadap diriku!, Khodijah langsung
menyemangati suami tercinta. “ Sekali-kali tidak! . Allah sama sekali tidak
akan menghinakanmu!Engkau adalah penyambung silaturahmi, pemikul beban orang
yang mendapat kesulitan, penyantun orang yang papa, penjamu tamu, serta
penolong setiap upaya menegakkan kebenaran. Khodijah mengajak suaminya ke rumah
sepupunya Waroqoh bin Naufal, waroqoh adalah ahli kitab.
Wahyu terputus
untuk waktu yang lama. Wahyu yang
terputus merupakan pelajaran Allah swt agar Muhammad merasakan kerinduan untuk
kembali mendapat wahyu setelah mengetahui bahwa dirinya telah diangkat menjadi
Nabi. Terputusnya wahyu menunjukkan bahwa wahyu bukan berasal
dari diri
Muhammad, tetapi dari Allah swt.
Ketika
Rasulullah diangkat menjadi Nabi, tahapan Dakwahnya antara lain, berdakwah
secara sembunyi, selama 3 tahun, dakwah terhadap keluarga inti, keluarga besar,
orang-orang terdekat serta para sahabat karibnya. Orang-orang yang paling
dahulu masuk islam dikenal sebagai As-sabiqun Al- Awwalun. Yang paling pertama
berislam adalah Ummul Mukminin Khodijah
binti Kwailid, kemudian Zaid, Ali, Abu
Bakar dan sahabat terdekat Abu bakar. Dakwah secara sembunyi harus dilakukan
ketika seorang dai dianggap aneh oleh sebagian orang. Saat ada orang yang
membenarkan dakwahnya dan mengorbankan harta serta jiwanya di jalan dakwah maka
dakwah secara sembunyi harus diakhiri.
Turunlah
wahyu yang memerintahkan Rasulullah berdakwah secara terang-terangan. Maka Sampaikanlah (Muhammad) secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) (QS. Al Hijr(15): 94)
. “ Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. (QS. Asy
Syu’ara(26) : 214). Mengundang keluarga terdekat, berkhutbah di bukit
Shafa. Perjuangan Rasulullah dalam berdakwah dimulai, banyak kaum Quraisy yang
berbalik arah, awalnya mempercayai Muhammad al Amin, kini mereka memusuhinya.
Mereka menghina, mencaci, melempari dengan kotoran, ingin membunuh, menganggu
ketika Rasulullah sedang solat. Akan tetapi rasulullah selalu sabar dalam
menghadapinya. Sampai Akhirnya terjadi teror fisik terhadap dirinya dan
sahabatnya untuk menyelamatkan sahabatsnya Rasulullah memerintahkan untuk
hijrah. Hijrah 1 dan ke 2 hijrah ke Habasyah.
Rasulullah
terus berdakwah walaupun dicaci maki, di hina sampai suatu hari Rasulullah
berdoa “ Ya Allah muliakanlah islam dengan Abu Jahal atau Umar Bin Khottab,
kedua sosok ini sanga berpengaruh dalam masyarakat, mereka kuat. Allah lebih
sayang kepada Umar dan Umar Masuk Islam yang sebelumya Hamzah telah berislam
terlebih dahulu. Dengan masuk Islamnya ke2 sahabat tersebut kaum Muslim lebih
kuat. Akan tetapi para penentang dakwah
Rasul tak habis-habisnya menganggu, kian para sejak Abu Tholib meninggal. Tak
berselang lama Khodijah wafat, ini sangat berat buat Rasulullah 2 orang yang
dicintainya Wafat. tahun ini disebut dengan tahun duka cita. Rasulullah pergi
ke Thaif bersama Zaid karena kaum Quraisy semakin menjadi jadi. Di Thoif pun
Rasulullah di tolak mentah-mentah, sampai –sampai beliau dipukuli dengan batu
yang mengenai kepala dan sekujur tubuh mereka. Rasulullah terus berlari dan
berisitirahat di pohon Anggur seraya berdoa mengharap Ridho Allah. Rasulullah kembali
ke Makkah dengan diberi perlindungan oleh Al Muthiim bin Adi.
selanjutnya Rasulullah berdakwah kepada kabilah- kabilah. Saat itu musim haji,
Rasulullah menemui 26 kabilah akan tetapi kebanyakan dari mereka menolak. Tidak
hanya sampai disitu Rasullah berdakwah secara personal, diantara mereka ada
yang menolak secara baik-baik ada pula yang beriman tak lama setelah musim
haji.
Begitu berat
perjuanganmu wahai Rasulullah, akan tetapi engkau selalu sabar dalam menghadapi
kaummu, sikapmu lembut, Engkau membawa misi MengEsakan Allah SWT. Diakhir
hayatmu engkau masih berpesan kepada ummat agar berpegang kepada kitabullah dan
sunnah Rasul(HR. Malik dan Hakim) engkau senantiasa memikirkan ummat. Ketika
engkau sakit dan Ibnu Mas’ud menjenguk, ia tampak iba melihat kondisi Nabi saw.
Wahai Rasulullah, engkau tampak menderita, Kata Ibnu Mas’ud. “ Penderitaan yang
aku rasakan saat ini dua kali lipat penderitan yang dirasakan oleh seorang
diantara kalian. Sebelum Wafatnya pun
Rasulullah menemui sahabatnya untuk meminta maaf, apakah masih ada hutang
beliau. Rasulullah sangat bahagia melihat barisan jamaah solat yang rapi yang
diimami Abu Bakar . Engkau Tauladan sepanjang Zaman. Engkau Pahlawan,
mengentaskan dari kejahiliahan menuju cahaya Iman.
Ya
Rasulullah
Alangkah
indahnya hidup iniAndai dapat
kutatap wajahmukan pasti
mengalir air matakukarna
pancaran ketenanganmu
Alangkah
indahnya hidup ini
Andai dapat
kukucup tanganmu
Moga
mengalir keberkatan dalam diriku
untuk
mengikuti jejak langkahmu
ya Rasulullah...
Ya Habiballah..
Tak pernah
kutatap wajahmu
Ya
Rasulullah... Ya Habiballah..
Kami Rindu
padamu
Allahumma
Sholli’ala Muhammad
Ya Robbi
sholli’alaihi Wasallim (2X)
Alangkah
indahnya hidup ini
Andai dapat
kudekap dirimu
Tiada kata
yang dapat aku ucapkan
hanya Tuhan
saja yang tahu
Kutahu
Cintamu kepada Ummat
Ummati...
Ummati...
Kutahu
bimbangnya kau tentang kami
Syafaatkan
Kami
Ya Rasulullah...
Ya Habiballah
Terimalah
kami sebagai Umatmu
Ya
Rasulullah... Ya Habiballah..
Kurniakanlah
Syafaatmu
( Raihan_Ya Rasulullah)
Salah satu
kisah terbaik itu adalah kisah-kisah dan berita sang penutup Para Nabi
Sholallahu’alaihi wassalam dalam menyebarkan risalah Robbnya dan tentang apa
yang terjadi padanya dari kaumnya.
Pentingnya
mempelajari Siroh Nabawiyah adalah
1⃣
Perintah Alloh Ta’ala
Alloh Ta’ala
berfirman :
“Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah“.
(QS.
Al-Ahzab: 21)
2⃣ Dapat Meneladani Nabi
Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam dengan baik
📝 Imam Sufyan Ibnu ‘Uyainah berkata :
“Sesungguhnya
Rosululloh shollallohu ‘Alaihi wasallam adalah timbangan paling inti. Maka,
segala sesuatu ditimbang dengan akhlak, siroh dan petunjuk beliau. Yang sesuai
maka itulah yang benar dan yang berlawanan dengannya, maka itulah kebatilan”.
3. Dapat
memahami Al- Qur’an dengan Baik
Aisyah ra
pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw maka beliau mejawab, “ Akhlak beliau
( melaksanakan seluruh yang ada dalam) Al-Qur’an
4⃣
Dapat Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam
📝
Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tidaklah
beriman salah seorang di antara kalian sehingga dia mencintaiku melebihi
daripada cintanya kepada orang tua, anak, bahkan manusia seluruhnya”. (HR.
Bukhari bab Hubbur rasuul shallallahu ‘alaihi wa sallam minal iimaan)
Penanaman cinta dan penguatannya pada
hati seorang muslim menuntutnya untuk mempelajari Siroh Nabi Saw, supaya kian
subur di hati terhadap sosok yang mulia ini
Sumber:
Modul Materi Siroh Nabawiyah Kajian
Siroh senin Pagi Pesantren Hidayatullah Depok, 2017
Ahmad Hatta, dkk. The Grat Story of
Muhammad Saw, Jakarta Magfirah Pustaka, 2011
#WorkShopKamiMenulis
#KamiMenulisDepok
#IIPDepok
#MenulisPeristiwa
#AyahkuPahlawanku

Komentar
Posting Komentar