Langsung ke konten utama

Memasak bersama tingkatkan bonding Keluarga

Bada Subuh Abi dan kakak bersepeda dari rumah kejalan raya, selain berniat olahraga mereka juga ingin membeli pisang. Aktivitas rutinitas saya bada subuh adalah menyiapkan bekal untuk suami dan anak- anak. Saya mengamati beberapa hari ini anak dan suami makan tidak lahap, sayur bersisa, begitupun lauk. Ada apa ini, sudah mulai baper, tapi mencoba mengingat- ingat materi yang disampaikan di kelas bunda sayang level 9 ini, di IIP mengenal Masalah diubah menjadi Tantangan. Seorang ibu harus berfikir kreatif melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saya mencoba menunggu mereka berdua sembari saya mencuci piring dan gelas dan mengeluarkan lauk serta sayuran yang ada di kulkas.

Alhamdulillah mereka datang, mereka riang karena pisang yang dicari ada. Saya mulai bertanya beberapa hari ini umi amati pada tidak lahap makan, itu sayur asem masih bersisa, kenapa ya? Kakak menjawab aku gak suka sayur asem mi, abi menjawab abi lagi gak enak perut nya, gak usah pakai sayur deh. Padahal mereka yang minta sayur asem karena sudah lama gak makan sayur asem. Duh duh duh, dah mulai gondok ni, ingat- ingat sabar, sabar. Setelah suasana terkendali, he he, saya bertanya hari ini mau menu apa? Gak tau. Aduh bener bener deh nguji... tidak biasanya mereka begitu. Berfikir sejenak, kemudian melanjutkan percakapan, ini umi ada ayam dan lele, cabai, tomat dan sayuran . Kakak dan abi maunya masak apa? Mulailah abi menjawab ayam goreng saja pakai sambel tapi jangan pedes-pedes. Aku sop mi, kata kakak. Ok kalau begitu saya biarkan hari ini tanpa sayur untuk abi. Bagaimana kalau kita masak bareng biar cepat selesai, karena waktu sudah mulai berjalan cepat? ok mereka siap dan larut dalam aktivitas dapur. Ayam belum umi bumbui minta tolong di buat bumbunya ya bi, mau pakai bumbu apa saja mi, bawang merah, bawang putih, sama apa lagi tanya abi, boleh ditambah kunyit sama sedikit ketumbar bi. Ini airnya segini cukup, kata abi,  sudah cukup bi jawab saya. Alhamdulillah ayam sudah selesai diungkep dan ada sisa air, saya tawarkan ke kakak, kakak jadinya bawa ayam goreng sama sop? Kata kakak gak ah aku mau ayam goreng sama nasi kuning saja mi, ok kita bisa pakai sisa air ungkep untuk bumbu nasi kuning.
Alhamdulillah dengan bekerjasama semua  cepat selesai, ayam goreng dan nasi kuning, dikerjakan abi dan kakak membantu, saya hanya membuat sambel. Sebagian dari sambel saya ambil untuk bumbu ikan patin cabe hijau, semalam ada ikan patin goreng yang bersisa.

Kreatifitumelihatdarisudutpandangyangberbeda
KreatifituButuhKeSabaran
IndahnyaTabayun
AsyiknyaAktivitasdiDapur

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThingCreative
#Hari1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...