Sebelum memasuki cawu 3 kelas bunda sayang, kami memperoleh libur selama 2 pekan. Oleh Fasil liburan ini dipersilahkan untuk kopdar kelas BunSay akan tetapi karena terkendala waktu, belum terlaksana dan Alhamdulillah ketika ada acara playdate IIP Depok diantara kami kopdar. Selain kopdar di playdate liburan saya manfaatkan rehat sejenak untuk menghimpun semangat agar selalu full dan merenung sudah 2/3 perjalanan di Kelas BunSay ini semoga bisa mempraktekkan.Liburan telah berlalu dan waktu yang ditunggu- tunggu untuk memasuki cawu 3 kini telah tiba. Pada tanggal 29 Oktober 2017 malam teh novi mengirim materi dan menyampaikan kalau ada pola baru dalam materi #9 ini. Saya belum membaca hingga pagi hari ketika teh novi menanyakan di forum tanggapannya apa, saya juga terlewat diskusi karena senin sungguh jadwal padat buat saya karena ada beberapa kajian. Senin siang membaca di grup sudah banyak tanggapan teman-teman tulisan dari Kresna Aditya. Seperti jadwal sebelumnya untuk diskusi materi baru kami melakukan di hari selasa. Selasa jam 09.00 saya tengok wa untuk melihat materi, eh kok belum ada, siang cek lagi lo kok ngak ada ya, sampai bada isya juga belum dikirim, padahal sebentar lagi dimulai diskusi, sungguh saya sangat penasaran, menunggu dan menunggu sampai akhirnya pukul 20.00 kelas dibuka oleh sang ketua mba ika ardaniya menyapa kami dan fasil teh Novi. Teh Novi sudah hadir, mengucap salam dan membuka kelas dengan menginformasikan bahwa polanya beda dari cawu sebelumnya, tema materi ini adalah kreativitas
kami diajak untuk berdiskusi dan memberikan pendapat apa itu kreativitas, jawaban kami beragam ada yang menyebutkan berfikir out of the box, memanfatkan sesuatu yang tidak berguna menjadi berguna(bernilai), kemampuan melakukan sesuatu diluar kebiasaan yang ada, kreativitas itu abstrak tetapi hasilnya nyata, sedangkan menurut saya kreatifitas adalah memanfaatkan barang yang ada dan bernilai seni.
Kreatifitas adalah kemampuan berfikir beragam yang ditandai dengan fluency atau ide- ide yang mengalir lancar, flexible atau memikirkan berbagai macam pemecahan masalah, Originalitas atau mencari hal baru yang belum pernah ada dan Elaborasi atau melakukan tuntas, detail dari berbagai sudut pandang. ( 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Gaza Media,2013)
Kemudian kami diperlihatkan gambar
Jawaban dari hasil melihat gambar pun beragam, ada yang menyebutkan gambar puzzle, lift, tetris ( sambil malu-malu), benteng, Potongan puzzle, gambar setengah lingkaran
Gambar persegi panjang, pola gambar, Motif baju, hiasan kue tart. masih sambil mikir dan menebak nebak kami sudah ditanya Kira kira mengapa jawabannya berbeda?Apa yang membedakan? karena pola pikir, kreativitas,Sudut pandang, rangsangan yg diterima selama ini..Mungkin berbeda karena waktu mata melihat, itu yang pertama terpikir, he he.
Syarat ibu kreatif adalah:Ubah Fokus, geser sudut pandang kita, jleb! ( Ya Allah)
Kami sangat yakin itu tulisan be creative, duh duh duh ternyata
o o o tulisan yang tak terbaca, jebakan fasil berhasil, kami tertawa geli, ada yang berkomentar berasa di optik ini membuat kami semakin kocak.
Dengan titikpun kami bisa berkreativitas
Kami diajak untuk mengambar menghubungkan ke 9 titik dengan 3 garis yg tak terputus, hampir semua menjawab dengan benar dan beragam karena kreativitas masing-masing, kunci dari ini adalah
3 gambar lagi disuguhkan kepada kami
Kami ditanya proses kreatif apa saja yang diapat dilihat dari gambar tersebut jawabannyapun beragam. Proses kreatifvitas adalah
Kami diajak untuk merefleksi diri sebelum menutup sesi kreatif ini, apa yg menghambat proses kreatifitas kita sbg ortu?
Banyak Faktor yang menghambat proses kreatifitas sebgai orang tua antara lain jawaban kami adalah 💖 Innerchild, pola asuh yang salahTidak diberi ruang berekspresi
💖 Kelelahan
💖 Rutinitas yang membunuh kreativitas
💜 Tak yakin dengan kemampuan diri sendiri
💜 Tidak mau repot
Kami sangat antusias berdiskusi, hampir semua peserta ikut bergabung dalam diskusi ini, yang biasanya hanya beberapa orang saja, he he. Diskusi ditutup pada pukul 21.00 dan sayapun masih merenung. Saya merasakan semangat baru dan kreatifitas sangat perlu dalam membersamai anak- anak karena anak- anak terlahir kreatif. Apalagi di era sekarang ini anak-anak daya tangkap, daya nalar, kreatifitasnya sungguh luar biasa, saya kadang berucap syukur masyaAllah si kakak menyusun lego setelah bongkar pasang dari awal dibikin gedung, kemudian ganti orang, seperangkat komputer kemudian ganti lagi, dalam hati saya berucap ya Allah anak- anak kreatif la uminya kok belumnya, sepertinya kalau suruh nysun itu masih mikir-mikir dan kadang gak bisa. Begitu juga dengan ade tiba- tiba... tara umi lihat, Ya Allah ya Robb terimakasih atas anugrah Anak-anak yang cerdas.
Ciri anak Kreatif adalah selalu ingin tahu, tidak puas dengan satu jawaban, Eksploratif, suka mencoba hal-hal yang tidak biasa ( 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak). Lagi- lagi istigfar karena tanpa sengaja mematikan kreativitas anak, atau sebenarnya tau dan tidak ingin akan tetapi inner child itu kadang mendominasi dalam diri, kuncinya adalah tazkiyatun Nafs.
Ya Allah Robbana Pintaku mampukan kami sebagai orang tua menjadi orang tua yang kreatif, agar fitrah anak-anak tidak tercerderai, sabarkan kami dalam proses.
REFRENSI:
1. Septi peni dkk, Diskusi Materi #9 Kelas Bunda Sayang Fasik Nas,2017
2. Kresna Aditya, Menumbuhkan Kreativitas Anak Usia Dini, Materi #9 Kelas Bunda Sayang IIP
3.Diskusi Materi Kreatifitas di Kelas Bunda Sayang Batch#1 Depok, 2017
4. Niken dkk, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Jakarta. Gazza Media. 2013
#KelasBundaSayang
#InstututIbuProfesional
#ThinkCreative











Komentar
Posting Komentar