Langsung ke konten utama

Siapa di antara kamu yang lebih baik Amalnya

Kemaren saya mendapatkan kabar kalau teman saya tidak bisa mengisi di acara kajian keputrian yang biasa kami datangi. Teman satunya lagi yang membersamai anak SMP juga izin karena mendekati HPLnya. Wal hasil semua anak SMP saya yang membersamainya. Saya mulai mensugesti diri sendiri, bismillah mampu untuk membersamai anak kls 7,8,9. Saya ingat- ingat lagi Tantangan, yang ada hanya tantangan.

Pukul 12.00 setiap hari jumat adalah jadwal keputrian anak- anak. Alhamdulillah saya sudah datang dan langsung ke mushola. Disana baru ada 2 anak kls 8, saya mengucap salam dan menanyakan teman- teman yang lain mana, dijawab ada yang di kantin ada yang dikelas. Sabar oh sabar. Saya minta tolong untuk memanggil teman-teman yang lain, minta tolong juga ya untuk kelas 7 di ajak ke mushola kita gabung kelas 7,8,dan 9 karena ibu  yang lainnya berhalangan tidak hadir. Anak- anak mulai berdatangan, mereka duduk bersama dengan temannya dan masih ada yang ngobrol. Saya melihat sepertinya anak-anak sudah komplit. Saya mengajak mereka untuk memulai kajian. Karena kajian ini sudah berlangsung beberapa lama maka kami sepakat sudah ada aturannya, pukul 12.00 teman-teman sudah siap di mushola dan jika saya belum datang silahkan tilawah, akan tetapi anak-anak belum menjalankan ini, saya memahami dan melihat dari sudut pandang yang berbeda, saya flasback dulu waktu saya SMP Seperi apa dan pengalaman sebelumnya saya membersamai anak-anak SMP seperti apa, jadi saya maklum, akan tetapi saya senantiasa ingatkan dengan komitmen kita untuk mulai jam 12.00. Anak anak senyam senyum dan mengucap maaf ya bu. Ya besok kita coba sesuai kesepakatan ya sudah berkumpul di mushola, gantian kalau mau jajan atau bersegera agar kita mulai keputriannya tepat waktu.

Setelah majlis dibuka dengan mengucap basmallah , sembari saya melihat situasi dan kondisi,( cara creative bagaimana ya, agar anak-anak interaktif dan menyimak ) saya membuka diskusi kita akan tilawah surat apa? Anak anak menyebutkan beberapa surat dalam AL qur'an, kemudian mereka bercerita beberapa sudah hafal, saya jawab alhamdulillah, kalau sudah pada hafal, bagaimana kalau kita tilawah bareng- bareng surat Al Mulk, karena ibu mendengar banyak teman-teman  yang  sudah menghafal al Mulk. Ketika mereka tilawah saya amati dan saya mendengarkan mereka hafal 1-10 ayat, selebihnya hanya beberapa dan membaca mushaf.

Suasana ketika anak-anak awal datang ke mushola mereka berkelompok dengan kelasnya dan terlihat tidak semangat.  Saya menangkap signal itu, dan saya menggunakan flexibelity(kemampuan bermacam cara untuk menghadapi masalah) dalam menghadapi anak- anak. Saya ajak diskusi tentang surat Al Mulk, mengulang lagi artinya, sampai pada ayat ke 2, yang kami garis bawahi, ahsanu a'amala=  lebih baik amalnya.. Allah menjadikan mati hidup untuk Menguji siapa diantara manusia yang lebih baik amalnya, bukan banyak amalnya. Amal yang baik adalah amal yang sesui tuntunan Rasulullah. Jadi lebih baik amalannya adalah proses yang panjang yang kita sebut istiqomah. Saya bertanya apa amal yang baik? Saya akan memanggil satu persatu ya, dimulai dari kelas 9. Jadi mohon teman-teman konsentrasi. Dan inilah sebagian dari jawaban anak-anak, puasa, tilawah, berinfaq, bersedekah, berdzikir, berbuat baik terhadap orang tua, menghibur teman-teman. Semua jawabannya bagus, iringi amalan tersebut dengan kontinue, sedikit, perlahan, dan pasti. Anak- anak ketika di dipersilahkan  berpendapat masih malu- malu sedangkan bareng- bareng  ngomongnya kenceng. Ini juga menjadi Tantangan saya, untuk anak- anak bersemangat dalam mencari ilmu dan bertanya jika kurang faham.

Alhamdulillah biidznillah kajian berjalan dengan lancar di akhir kajian anak- anak terpancar bahagia. Saya bersyukur mendapatkan materi level#9 agar selalu be creative.

Nak... mari kita fastabiqul khoirot...
Senantiasa menjaga amalan kita hingga kita termasuk golongan dalam golongan ahsanu 'amala.


#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#Hari2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...