Langsung ke konten utama

Aku, Aku saja yang ngaduk mi

Aktivitas hari ini tergolong padat karena ada beberapa agenda dan tugas yang harus segera diselesaikan. Paginya kami pergi keluar rumah membelikan kebutuhan mushola kantor suami dan perjalanan pulang kami mampir ke toko kue. Suami ingin mencoba bikin kue, akhirnya bahan kue yang kami pilih kita beli.Perjalanan pulang saya ingat- ingat bahan yang ada apa dan yang tidak ada apa, oh iya telur hampir habis, beli sekalian aja deh. Setelah beli telur kemudian pulang, di kendaraan ade penasaran dengan telur, dipegang- pegang plastiknya kemudian diamati, saya terpancing juga untuk menegur, saya merasa khawatir kl dipegang- pegang pecah, astagfirullah saya menghambat rasa ingin tau nya, say tidak mengizinkan pegang- pegang plastik telur, saya sudah khawatir sendiri, jangan jangan nanti telurnya pecah dan lain lainnya. Dalam hati aduh gagal ni.

Tak lama adzan duhur berkumandang kami menunaikan sholat. Kemudian persiapan buat kue, membaca bahan- bahannya apa saja, alatnya apa saja, kemudian petunjuknya. Ade masih penasaran dengan telur, ade belum bisa membedakan mana telur matang atau mentah, jadi setiap melihat telur mau mengupas. Saya tanamkan yang ini mentah yang ini matang. Kalau mentah ade angkat jadi pecah, kalau yang matang bisa diangkat- angkat, jika jatuh tidak pecah hancur karena sudah ada pelindungnya. Ade pergi ke depan Dan menyusul kakak yang sedang main bersama temannya.

Bahan- bahan kue  sudah saya siapkan , petunjuk juga sudah di jelaskan langkah pertama adalah memasukkan telur kemudian kocok kurleb  8 Menit sampai telur berbusa, campurkan terigu sampai tercampur rata. Ketika saya lagi pengen cepat untuk ganti menyelesaikan yang lainnya kakak bersama ade pulang. Ade mendekat ketika saya mencampur bahan kue, ade mengamati, kemudian berkata aku, aku aja, saya tarik nafas panjang mempersilahkan ade mencoba, keep sabar dan kreatif umi.


#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#Think Creative
#Hari ke 3


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...