Langsung ke konten utama

Jazirah Arab Negara dan Agama🍎MODUL #6 🍎

Senin, 30 Oktober 2017
oleh: Ustadzah Amalia B

Raja di Syam

Manakala Bangsa Arab banyak diwarnai perpindahan berbagai kabilah, maka suku-suku Qudha'ah dari Yaman justru beranjak menuju kawasan Syam dan menetap disana. Mereka terdiri dari Bani Salih bin Halwan yang diantara anak keturunannya adalah Banu Dhaj'am bin Salih dan lebih dikenal kemudian dengan adh-Dhaja'imah. Mereka berhasil dijadikan oleh Bangsa Romawi sebagai kaki tangan dalam menghadang perbuatan Bangsa Arab daratan dan sebagai kekuatan penopang dalam menghadapi pasukan Persia. Banyak diantara mereka yang diangkat sebagai raja dan hal itu berlangsung selama bertahuntahun.

Raja dari kalangan mereka yang paling terkenal adalah Ziyad bin al-Habulah. Periode kekuasaan mereka diperkirakan berlangsung dari permulaan abad 2 M hingga berakhirnya yaitu setelah kedatangan keluarga besar suku Ghassan yang dapat mengalahkan adh-Dhaja'imah dan merebut semua kekuasaan mereka. Atas kemenangan suku Ghassan ini, mereka kemudian diangkat oleh Bangsa Romawi sebagai raja atas Bangsa Arab di Syam dengan pusat pemerintahan mereka di kota Hauran. Dalam hal ini, kekuasaan mereka sebagai kaki tangan Bangsa Romawi disana terus berlangsung hingga pecahnya perang "Yarmuk" pada tahun 13 H. Tercatat, bahwa raja terakhir mereka Jabalah bin al-Ayham telah memeluk Islam pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu.

Kekuasaan di Hijaz

Telah dikisahkan sebelumnya pada kisah pengelolaan Ka’bah  bahwa Isma'il as menjadi pemimpin Mekkah dan menangani urusan Ka'bah sepanjang hidupnya. Beliau meninggal pada usia 137 tahun.
Adapun perpindahan kepemimpinan di tanah Mekkah disandarkan kepada para pengelola Ka’bah sbb :
Pemerintahan di Hijaz setelah dipegang Qushay menandakan kemabalinya keturuanan Ismail pada kekuasaan di Hijaz.

Telah pula dibahas bahwa kepemimpinan di Hijaz setelah Qushay diwariskan kepada keturunan-keturunannya berturut-turut, yaitu : Qushay bin Kilab, Abdu Manaf bin Qushay, Hasyim bin Abdu Manaf, Abdul Mutholib bin Hasyim, Al Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika Abbas memimpin, tugas-tugas kepemimpinan dibagi kepada suku-suku Quraisy lainnya, yaitu :

1.    Bani Jumah
Menangani bejana-bejana tempat darah ketika terjadi sumpah yang disebut Al Isar
2.    Bani Sahm
Menangani harta : yaitu harta yang diperuntukkan dalam tata cara penyerahan qurban/sesajian dan nazar-nazar kepada berhala-berhala mereka, begitu juga dalam memecahkan sengketa-sengketa dan perkerabatan Tahjirul amwal
3.    Bani Asad
Menangani urusan musyawarah dan pertemuan yang disebut Syura
4.    Bani Tayyim.
Menangani peraturan dalam menangani kasus diyat (denda bagi tindak kriminal) dan gharamat (denda pelanggaran perdata) yang disebut Al-Asynaq
5.    Bani Umayyah
Pemegang panji kaum Al-'iqab
6.    Bani Makhzum
Menangani peraturan kemiliterandan menunggang kuda disebut Al-Qabbah
7.    Bani 'Ady
Menangani urusan kedutaan yang disebut As-Sifarah

Alhamdulillah, kepemimpinan di jazirah Arab sudah mulai lebih jelas, terutama kepimpinan di Hijaz. Ini menunjukkan bahwa setelah Abdul Muthalib maka kepemimpinan dibentuk dalam bentuk parlemen. Dan para pemegang amanah adalah suku-suku yang banyak kita jumpai dalam pembahasan ketika Rasulullah lahir kemudian diberi amanah sebagai Rasulullah.

✋🤚 Sampai jumpa di modul selanjutnya.... belajar adalah masa yang tidak dibatasi oleh usia...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...