Senin, 30 Oktober 2017
oleh: Ustadzah Amalia B
Raja di Syam
Manakala Bangsa Arab banyak diwarnai perpindahan berbagai kabilah, maka suku-suku Qudha'ah dari Yaman justru beranjak menuju kawasan Syam dan menetap disana. Mereka terdiri dari Bani Salih bin Halwan yang diantara anak keturunannya adalah Banu Dhaj'am bin Salih dan lebih dikenal kemudian dengan adh-Dhaja'imah. Mereka berhasil dijadikan oleh Bangsa Romawi sebagai kaki tangan dalam menghadang perbuatan Bangsa Arab daratan dan sebagai kekuatan penopang dalam menghadapi pasukan Persia. Banyak diantara mereka yang diangkat sebagai raja dan hal itu berlangsung selama bertahuntahun.
Raja dari kalangan mereka yang paling terkenal adalah Ziyad bin al-Habulah. Periode kekuasaan mereka diperkirakan berlangsung dari permulaan abad 2 M hingga berakhirnya yaitu setelah kedatangan keluarga besar suku Ghassan yang dapat mengalahkan adh-Dhaja'imah dan merebut semua kekuasaan mereka. Atas kemenangan suku Ghassan ini, mereka kemudian diangkat oleh Bangsa Romawi sebagai raja atas Bangsa Arab di Syam dengan pusat pemerintahan mereka di kota Hauran. Dalam hal ini, kekuasaan mereka sebagai kaki tangan Bangsa Romawi disana terus berlangsung hingga pecahnya perang "Yarmuk" pada tahun 13 H. Tercatat, bahwa raja terakhir mereka Jabalah bin al-Ayham telah memeluk Islam pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu.
Kekuasaan di Hijaz
Telah dikisahkan sebelumnya pada kisah pengelolaan Ka’bah bahwa Isma'il as menjadi pemimpin Mekkah dan menangani urusan Ka'bah sepanjang hidupnya. Beliau meninggal pada usia 137 tahun.
Adapun perpindahan kepemimpinan di tanah Mekkah disandarkan kepada para pengelola Ka’bah sbb :
Pemerintahan di Hijaz setelah dipegang Qushay menandakan kemabalinya keturuanan Ismail pada kekuasaan di Hijaz.
Telah pula dibahas bahwa kepemimpinan di Hijaz setelah Qushay diwariskan kepada keturunan-keturunannya berturut-turut, yaitu : Qushay bin Kilab, Abdu Manaf bin Qushay, Hasyim bin Abdu Manaf, Abdul Mutholib bin Hasyim, Al Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika Abbas memimpin, tugas-tugas kepemimpinan dibagi kepada suku-suku Quraisy lainnya, yaitu :
1. Bani Jumah
Menangani bejana-bejana tempat darah ketika terjadi sumpah yang disebut Al Isar
2. Bani Sahm
Menangani harta : yaitu harta yang diperuntukkan dalam tata cara penyerahan qurban/sesajian dan nazar-nazar kepada berhala-berhala mereka, begitu juga dalam memecahkan sengketa-sengketa dan perkerabatan Tahjirul amwal
3. Bani Asad
Menangani urusan musyawarah dan pertemuan yang disebut Syura
4. Bani Tayyim.
Menangani peraturan dalam menangani kasus diyat (denda bagi tindak kriminal) dan gharamat (denda pelanggaran perdata) yang disebut Al-Asynaq
5. Bani Umayyah
Pemegang panji kaum Al-'iqab
6. Bani Makhzum
Menangani peraturan kemiliterandan menunggang kuda disebut Al-Qabbah
7. Bani 'Ady
Menangani urusan kedutaan yang disebut As-Sifarah
Alhamdulillah, kepemimpinan di jazirah Arab sudah mulai lebih jelas, terutama kepimpinan di Hijaz. Ini menunjukkan bahwa setelah Abdul Muthalib maka kepemimpinan dibentuk dalam bentuk parlemen. Dan para pemegang amanah adalah suku-suku yang banyak kita jumpai dalam pembahasan ketika Rasulullah lahir kemudian diberi amanah sebagai Rasulullah.
✋🤚 Sampai jumpa di modul selanjutnya.... belajar adalah masa yang tidak dibatasi oleh usia...
oleh: Ustadzah Amalia B
Raja di Syam
Manakala Bangsa Arab banyak diwarnai perpindahan berbagai kabilah, maka suku-suku Qudha'ah dari Yaman justru beranjak menuju kawasan Syam dan menetap disana. Mereka terdiri dari Bani Salih bin Halwan yang diantara anak keturunannya adalah Banu Dhaj'am bin Salih dan lebih dikenal kemudian dengan adh-Dhaja'imah. Mereka berhasil dijadikan oleh Bangsa Romawi sebagai kaki tangan dalam menghadang perbuatan Bangsa Arab daratan dan sebagai kekuatan penopang dalam menghadapi pasukan Persia. Banyak diantara mereka yang diangkat sebagai raja dan hal itu berlangsung selama bertahuntahun.
Raja dari kalangan mereka yang paling terkenal adalah Ziyad bin al-Habulah. Periode kekuasaan mereka diperkirakan berlangsung dari permulaan abad 2 M hingga berakhirnya yaitu setelah kedatangan keluarga besar suku Ghassan yang dapat mengalahkan adh-Dhaja'imah dan merebut semua kekuasaan mereka. Atas kemenangan suku Ghassan ini, mereka kemudian diangkat oleh Bangsa Romawi sebagai raja atas Bangsa Arab di Syam dengan pusat pemerintahan mereka di kota Hauran. Dalam hal ini, kekuasaan mereka sebagai kaki tangan Bangsa Romawi disana terus berlangsung hingga pecahnya perang "Yarmuk" pada tahun 13 H. Tercatat, bahwa raja terakhir mereka Jabalah bin al-Ayham telah memeluk Islam pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu.
Kekuasaan di Hijaz
Telah dikisahkan sebelumnya pada kisah pengelolaan Ka’bah bahwa Isma'il as menjadi pemimpin Mekkah dan menangani urusan Ka'bah sepanjang hidupnya. Beliau meninggal pada usia 137 tahun.
Adapun perpindahan kepemimpinan di tanah Mekkah disandarkan kepada para pengelola Ka’bah sbb :
Pemerintahan di Hijaz setelah dipegang Qushay menandakan kemabalinya keturuanan Ismail pada kekuasaan di Hijaz.
Telah pula dibahas bahwa kepemimpinan di Hijaz setelah Qushay diwariskan kepada keturunan-keturunannya berturut-turut, yaitu : Qushay bin Kilab, Abdu Manaf bin Qushay, Hasyim bin Abdu Manaf, Abdul Mutholib bin Hasyim, Al Abbas bin Abdul Muthalib. Ketika Abbas memimpin, tugas-tugas kepemimpinan dibagi kepada suku-suku Quraisy lainnya, yaitu :
1. Bani Jumah
Menangani bejana-bejana tempat darah ketika terjadi sumpah yang disebut Al Isar
2. Bani Sahm
Menangani harta : yaitu harta yang diperuntukkan dalam tata cara penyerahan qurban/sesajian dan nazar-nazar kepada berhala-berhala mereka, begitu juga dalam memecahkan sengketa-sengketa dan perkerabatan Tahjirul amwal
3. Bani Asad
Menangani urusan musyawarah dan pertemuan yang disebut Syura
4. Bani Tayyim.
Menangani peraturan dalam menangani kasus diyat (denda bagi tindak kriminal) dan gharamat (denda pelanggaran perdata) yang disebut Al-Asynaq
5. Bani Umayyah
Pemegang panji kaum Al-'iqab
6. Bani Makhzum
Menangani peraturan kemiliterandan menunggang kuda disebut Al-Qabbah
7. Bani 'Ady
Menangani urusan kedutaan yang disebut As-Sifarah
Alhamdulillah, kepemimpinan di jazirah Arab sudah mulai lebih jelas, terutama kepimpinan di Hijaz. Ini menunjukkan bahwa setelah Abdul Muthalib maka kepemimpinan dibentuk dalam bentuk parlemen. Dan para pemegang amanah adalah suku-suku yang banyak kita jumpai dalam pembahasan ketika Rasulullah lahir kemudian diberi amanah sebagai Rasulullah.
✋🤚 Sampai jumpa di modul selanjutnya.... belajar adalah masa yang tidak dibatasi oleh usia...
Komentar
Posting Komentar