Langsung ke konten utama

FamilyTime

Hari libur adalah saatnya family time. Kami melakukan aktivitas bersama. Selepas subuh kakak bersama abi  bersepeda dan diperjalanan melihat pedagang nasi uduk dan gorengan, mereka pulang membawa nasi uduk, kami makan bersama, setelah sarapan kami beberes, abi mencuci mobil dan motor, ade ikut membantu abi, kakak izin bersepeda putar perum sedangkan umi beberes rumah.

Siang harinya kakak dan ade main bersama, ade dan kakak main sepeda di dalam rumah, tetiba ade mengambil sepatu roda kakak di rak  dan mencoba memakainnya. Anak ini memang suka mengamati dan mencoba sesuatu yang tidak biasanya. Dia bereksplorasi, dia ingin bisa memainkan sepatu roda, dia pantang menyerah. kami amati dan kami diam, memberi kesempatan untuk bereksplorasi dan memuaskan rasa ingin tahunya. akan tetapi karena diusianya yang belum genap 3 tahun, keseimbangan belum ada, memakai sepatupun masih kesusahan karena belum tau bagaimana membuka dan menyeting agar pas di kaki.
Kakak menghampirinya menawarkan bantuan, akan tetapi ade tetap kekeh gak mau, aku  saja, aku bisa kata ade. kakak mengamati, dan ade masih berusaha memakainya. belum berhasil dan hampir putus asa, abi menawarkan bantuan, ade setuju, iya sama abi saja katanya. Abi sini, gimana cara pakainya, kata ade. Abi memakaikan dan memasangkan sesuai ukuran kaki ade. Ade meminta untuk didampingi memainkan sepatu roda. Abi memegangi ketiak ade dan dipandu agar bisa tegak dan berjalan. Ketika ade dipegangi abi ade maunya sudah meluncur, padahal belum seimbang, abi memberikan penjelasan, jangan terburu-buru meluncur, belajar keseimbangan dulu, belajar berdiri dulu, dengan menggunakan rem A, satu kaki lurus dan satunya lagi serong, seperti membentuk huruf A.

Untuk mengasah kreativitasnya sebagai orang tua kami berusaha memberikan ruang gerak dan rasa berekspresi, memenuhi rasa ingin tahu dengan memberikan kesempatan mencoba, dan memberikan penjelasan resiko dari setiap aktivitas. Kami sedang berusaha menerapkan prinsip semua boleh kecuali yang tidak boleh, nah ini PR banget buat uminya yang masih sering melarang-larang tanpa alasan, atau karena alasan kekhawatiran, padahal keragu-raguan adalah temannya saitan.

Tetap Rileks dan Optimise membersamai buah hati, amati, catatat, dan fasilitasi.


#Tantangan10Hari
#Level#9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative
#Harike10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...